Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kebaikan Vera


__ADS_3

Dion yang sudah terbawa emosi kini meluapkan semua emosinya kepada Sam.


" Cepat katakan!" Teriak Dion sambil menarik baju Sam.


" Kalau iya memangnya kenapa? aku nggak suka kak Vera menikah sama Om karena Om itu nggak pantas untuk kak Vera." Ucap Sam dengan nada keras.


" Apa maksud kamu bocah tengil?" Teriak Dion semakin terbawa emosi.


" Aku sudah tau semua tentang Om, Om itu nggak pantes mendapatkan kak Vera, karena Om sudah menyia-yiakan kak Vera. Om sudah menyakiti hati kak Vera bahkan berani berselingkuh dengan sahabatnya. Kak Vera itu wanita yang baik, lembut dan penyayang dia pantas mendapatkan laki-laki yang baik dan tulus mencintainya." Ucap Sam tegas.


" Kamu nggak berhak mencampuri urusan aku sama Vera." Ucap Dion sambil menonjok wajah Sam hingga Sam jatuh tersungkur.


" Sayang, apa yang telah kamu lakukan." Teriak Vera sambil membantu Sam berdiri.


" Kamu nggak apa-apa Sam?" Tanya Vera cemas.


" Aku nggak apa-apa kak, aku rela dipukuli demi kakak." Ucap Sam dengan senyuman di wajahnya.


Vera tidak menyangka Sam masih bisa tersenyum setelah apa yang di lakukan Dion padanya.


" Kamu ini bicara apa Sam, aku tau apa yang kamu lakukan salah, tapi aku nggak mau menyelesaikan ini dengan kekerasan." Ucap Vera.


Dion semakin geram melihat Vera lebih membela Sam dari pada mendukungnya.


" Sayang kenapa kamu membela bocah tengil ini? apa kamu sudah mulai jatuh cinta padanya?" Tanya Dion emosi.


" Maksud kamu apa?" Tanya Vera terkejut.


" Apa yang sudah kalian lakukan selama seminggu ini? bukankah kalian tinggal bersama, apa kamu sudah menikmati tubuh Vera?" Tanya Dion dengan sinis.


Dion sudah tidak bisa berfikir jernih. Ia tidak sadar dengan apa yang baru saja ia katakan. Ia tidak tau jika ucapannya sangat menyakiti gadis yang sangat ia cintai.


PLAAKKK


sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dion. Seketika kedua mata Dion membulat. Dion tidak menyangka Vera akan menamparnya.


" Maksud kamu apa? apa kamu nggak percaya sama aku?" Teriak Vera.


Air mata mengalir deras membasahi dikedua pipinya. Vera tidak menyangka suaminya akan tega mengatakan semua itu padanya. Dion bahkan sama sekali tidak mempercayainya.


Sam yang melihat Vera menangis lalu berdiri dan mencoba menghapus air mata Vera.


" Wah..wah..kalian memang hebat, beraninya kalian bermesraan didepan aku!" Seru Dion geram.

__ADS_1


" Cukup Om! aku ini nggak sebejat Om. Aku menghargai kak Vera, aku nggak mungkin memaksakan kehendak aku kepada kak Vera, karena aku mencintainya. Walau kita tinggal berdua bukan berarti aku memanfaatkan situasi untuk menidurinya, aku nggak sebejat Om yang langsung tergoda setelah melihat wanita telanjang di depan mata Om." Sindir Sam.


" Sam kamu tau darimana semua itu?" Tanya Vera terkejut.


Dion dan Vera sama terkejut, karena Sam mengerahui rahasia besar Dion. Dion seakan mati kutu, ia tau jika dirinya sudah menyakiti Vera selama ini.


" Kak Vera nggak perlu tau, aku nggak setuju kakak menikah dengan dia, karena aku sudah tau semua tetang masa lalunya. Dia ini sudah menyia-yiakan kakak, dia sudah menyakiti hati kakak!" Seru Sam sambil menunjuk kearah Dion.


" Cukup Sam! aku nggak mau kamu mencampuri urusan rumah tangga aku, lebih baik kamu pulang. Aku nggak mau masalah ini semakin tambah runyam!" Teriak Vera emosi.


" Aku nggak akan pernah meninggalkan kakak sendirian." Ucap Sam.


" Aku nggak apa-apa Sam, lebih baik kamu pulang." Ucap Vera mencoba meredam emosinya.


Dengan berat hati Sam menuruti kata-kata Vera. Sam berjalan menghampiri Mila lalu bersujud di depan Mila.


" Tante, Sam minta maaf karena telah membawa kabur kak Vera. Sam nggak punya niat jahat kepada kak Vera, kalau tante mau melaporkan Sam kepada pihak yang berwajib, Sam akan menerimanya. Sam akan bertanggungjawab atas semua perbuatan yang telah Sam lakukan." Ucap Sam sambil menyentuh kaki Mila.


" Sam, tante mau minta penjelasan dari kamu. Kenapa kamu membawa kabur Vera? bukannya kamu sudah tau kalau Vera itu sudah menikah?" Tanya Mila.


" Sam tau tante, Sam sangat mencintai kak Vera. Sam nggak suka kak Vera menikah dengan orang yang sudah menyia-yiakannya. Kak Vera pantas bahagia tante." Ucap Sam dengan masih menunduk.


" Tapi Sam, Vera sudah bahagia dengan suaminya. Apa yang kamu lakukan malah membuat rumah tangganya menjadi kacau." Ucap Mila.


" Selama satu minggu kalian tinggal bersama, apa yang sudah kamu lakukan sama Vera?" Tanya Mila yang juga penasaran seperti Dion.


" Kita nggak melakukan apa-apa kok tante karena Sam sangat menghormati kak Vera. Sam nggak mungkin memaksakan kehendak Sam kepada kak Vera karena Sam sangat mencintainya." Ucap Sam.


" Ok tante percaya sama kamu, karena kamu sudah mengakui kesalahan kamu dan mau bertanggungjawab tante akan memaafkan kamu. Tante tau kamu itu sebenarnya anak yang baik, kamu hanya terlalu mencintai Vera dan nggak mau menerima kenyataan." Ucap Mila lalu menyuruh Sam untuk berdiri.


" Makasih ya tante." Ucap Sam sambil mencium tangan Mila.


" Sekarang kamu pulang, keluargamu pasti juga sangat mengkhawatirkan kamu." Ucap Mila sambil menepuk bahu Sam.


Sam menganggukan kepalanya lalu berjalan menghampiri Vera.


" Kak sekali lagi maafin aku, selamat tinggal kak." Ucap Sam lalu melangkahkan kakinya menjauh.


" Sam tunggu!" Teriak Vera lalu berjalan mendekati Sam.


" Ini Sam, kamu simpan ini, siapa tau suatu saat akan berguna." Ucap Vera sambil menyerahkan kotak cicin yang dibuang oleh Sam saat di Villa.


" Kapan kakak mengambilnya?" Tanya Sam terkejut.

__ADS_1


" Itu nggak penting yang terpenting kamu simpan itu baik-baik." Ucap Vera dengan senyuman di wajahnya.


" Aku akan menyimpannya, siapa tau suatu saat cincin ini akan melingkar di jari manis kakak." Ucap Sam dengan nada bercanda.


" Sudah sana cepetan pulang." Ucap Vera sambil mendorong tubuh Sam.


" Aku pergi dulu ya kak, kalau ada masalah atau Om itu menyakiti kakak lagi jangan sungkan untuk menghubungi aku." Ucap Sam.


Vera tersenyum dan menganggukan kepalanya. Sam melangkah pergi dan masuk ke dalam mobil. Sam melajukan mobilnya meninggalkan rumah Vera.


Vera menatap wajah Dion sekilas lalu berjalan menuju kamarnya. Dion yang melihat Vera marah kepadanya akhirnya memutuskan untuk mengejar Vera.


Vera membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar. Vera mendudukan tubuhnya di sofa. Dion masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekati Vera.


" Sayang kenapa kamu biarin Sam pergi? seharusnya kita melaporkannya kepada pihak yang berwajib karena dia telah menculikmu." Ucap Dion lalu duduk disamping Vera.


" Aku nggak mau melaporkan Sam karena Sam nggak berniat untuk menyakiti aku. Sam memperlakukan aku dengan baik." Ucap Vera.


" Apa kamu mulai jatuh hati padanya?" Tanya Dion penasaran.


" Maksud kamu apa? kamu nggak percaya sama aku?" Teriak Vera emosi.


" Sayang, jangan salah paham aku cuma penasaran kenapa kamu bersikap baik kepada orang yang telah menculikmu." Ucap Dion sambil menggenggam tangan Vera.


" Aku melakukan itu karena aku nggak mau menghancurkan masa depan Sam, kalau Sam sampai dipenjara dia nggak akan bisa meneruskan kuliahnya hidupnya akan hancur, aku nggak sekejam itu." Ucap Vera sedih.


" Sayang maafin aku, aku nggak bermaksud untuk membuat mu sedih. Aku sangat merindukanmu, selama satu minggu ini aku nggak bisa tidur dengan nyenyak. Aku mencarimu kemana-mana, aku sebenarnya sudah mau melaporkan Sam ke kantor polisi tapi orangtua Sam memohon kepada Mama untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan." Ucap Dion.


" Apa kamu nggak percaya sama aku? apa kamu mulai meragukan cinta ku? " Tanya Vera sambil menatap kedua mata Dion.


" Nggak sayang, mana mungkin aku meragukan cinta kamu. Dengan susah payah aku mendapatkan kamu, jadi mana mungkin aku akan melepaskan kamu." Ucap Dion sambil memeluk Vera.


" Walaupun aku sudah terjamah oleh Sam." Bisik Vera ditelinga Dion.


" Maksud kamu apa? apa kamu dan Sam sudah melakukannya?" Tanya Dion terkejut.


Vera menggelengkan kepalanya, " Sam nggak akan melakukan itu sama aku, tapi Sam sudah menjamah bibir aku. Dia telah menciumku, kalau kamu merasa aku telah mengkhianatimu maka aku akan terima jika kamu ingin meninggalkan aku." Ucap Vera sambil menundukan kepalanya.


" Kenapa kamu berfikiran seperti itu? aku nggak akan pernah meninggalkan kamu, karena aku sangat mencintaimu." Ucap Dion lalu mengecup kening Vera.


" Maafin aku, aku nggak bisa menjaga diri aku." Ucap Vera.


" Kenapa kamu minta maaf, ini bukan salah kamu. Sekarang kita lupain semuanya, aku hanya ingin hidup bahagia bersama kamu." Ucap Dion sambil memeluk erat Vera.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2