
Chelsea sama sekali tidak memakan makanan yang telah dia buat. Tapi tidak dengan Alex, pria itu menghabiskan makanan itu tanpa sisa sedikitpun. Chelsea memberikan segelas air putih kepada Alex, dia tahu...Alex pasti sangat kesusahan untuk menelan makanan yang dibuatnya, apa lagi rasanya yang sangat tidak enak.
Alex meminum air putih itu sampai habis, “lain kali aku ingin makan masakan kamu lagi,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.
“Apa kamu ingin mengejekku?” Chelsea mendengus kesal.
Alex menggelengkan kepalanya, “mana mungkin aku mengejekmu, justru aku sedang memujimu. Aku akui, masakan kamu memang rasanya sedikit aneh, tapi aku menyukainya, karena kamu sudah bersusah payah untuk membuatnya.”
“Sudahlah, lagian itu juga tidak penting buat aku. aku dari dulu memang benci memasak, kalau kamu tidak suka atau malu karena mempunyai istri yang tidak berguna seperti aku, juga tidak masalah.”
Alex menggenggam tangan Chelsea, “aku tidak peduli semua itu, aku juga tidak menuntut kamu untuk bisa memasak. Aku bisa membuat makanan aku sendiri, selama ini aku juga tidak meminta kamu untuk selalu melayaniku, karena aku hanya ingin kamu berada disisiku.”
“Lex, kita sudah dua bulan menikah, dan sampai sekarang aku sama sekali tidak melakukan tugas aku sebagai istri kamu, aku selalu memperlakukanmu dengan buruk, tapi kenapa kamu masih bersikap baik sama aku? kamu juga tidak membenciku, kenapa?”
“Kamu sudah tahu jawabannya, karena aku mencintaimu.” Alex menghela nafas, “sekarang aku mau tanya sama kamu, apa sampai sekarang kamu masih ingin membalas dendam kepadaku?”
Chelsea membulatkan kedua matanya, “m—maksud kamu apa?” tanyanya gugup.
“Aku tahu, kamu itu tidak tulus saat ingin memberikan aku kesempatan kedua, niat kamu itu hanya ingin membuat aku merasakan apa yang kamu rasakan selama ini. Aku tahu...kesalahan aku selama ini tidak akan pernah bisa kamu maafkan. Selama ini aku sudah menerima hukumannya, apa yang kamu lakukan selama ini sungguh membuat aku terluka, apalagi tanda merah di ceruk leher kamu itu. Tapi selama dua bulan ini aku mencoba untuk tetap bertahan, itu karena aku ingin kamu menyadari jika aku benar-benar telah berubah.”
Alex menghela nafas, “mungkin sikap yang aku tunjukkan selama ini sama sekali tidak ada artinya buat kamu, tapi aku melakukan semua itu benar-benar tulus, karena aku mencintaimu. Tapi jika semua perhatian aku selama ini masih belum bisa membuat kamu untuk percaya lagi sama aku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi ada hal yang perlu kamu ingat, seberapa keras kamu berusaha untuk membuat aku menjadi Alex yang dulu lagi, atau membuat aku hancur, aku tetap tidak akan melepaskan kamu.”
Alex lalu beranjak dari duduknya, “jika kamu memperlakukan aku dengan buruk, aku akan tetap memperlakukan kamu dengan penuh kasih sayang. Aku tidak peduli dengan rasa sakit yang kamu berikan, aku akan tetap mencurahkan kasih sayang aku kepadamu, karena itu yang membuat aku bertahan selama ini.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
Chesea masih tetap tidak berpindah dari posisinya, dia masih tetap duduk di sofa sambil melihat Alex keluar dari kamarnya. Wanita itu merasa dirinya selama ini sudah bersikap tidak adil kepada Alex. Chelsea tidak memungkiri jika selama ini Alex selalu bersikap baik padanya, dia sering berkata kepada Zaki maupun kakaknya, jika Alex berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua, tapi kenapa justru dirinyalah yang tidak bisa memberikan kesempatan kedua itu kepada Alex?
**
Eric yang baru saja pulang dari rumah temannya, tidak sengaja melihat Alex yang tengah duduk sendirian di bangku taman. Pemuda itu lalu menghampiri Alex, “Kak Alex! What are you doing here?”
“Aku hanya ingin mencari udara segar, kamu sendiri ngapain disini?” tanyanya balik.
__ADS_1
Eric mendudukkan tubuhnya di samping Alex, “aku baru pulang dari rumah temanku, dia mengalami kecelakaan.”
“Bagaimana kabar teman kamu itu?”
Eric tertawa, dan itu membuat Alex mengernyitkan dahinya, “kenapa kamu malah tertawa?” tanyanya penasaran.
“Ya aneh saja, kita belum saling mengenal satu sama lain, tapi sekarang kita bisa mengobrol seperti ini.”
“Ya...apa yang kamu katakan memang benar. Meskipun aku sudah dua bulan menikah dengan Chelsea, tapi aku sama sekali tidak dekat dengan keluarganya.”
Eric mengulurkan tangannya, “hai, Kak. Kenalkan, nama aku Eric, aku bukan saudaranya Kak Chelsea, aku hanya orang luar yang numpang di rumah ini,” akunya.
Alex tersenyum, dia lalu menjabat tangan Eric, “Alex, pria yang sudah menyakiti Chelsea selama ini,” akunya juga.
“Aku tidak tahu bagaimana kisah kakak di masa lalu dengan Kak Chelsea, tapi sekarang aku lihat Kak Chelsea sudah banyak berubah. Dia sudah tidak pendiam seperti dulu waktu masih di Amerika, sekarang Kak Chelsea sudah bisa tersenyum dan tertawa lepas.”
“Itu semua bukan karena aku, tapi orang lain,” ucap Alex dengan menepiskan senyumannya.
“Meskipun itu bukan karena kakak, tapi mulai sekarang itu adalah tugas kakak, karena Kak Alex sekarang adalah suaminya Kak Chelsea, orang yang bertanggung jawab penuh pada kebahagian Kak Chelsea.”
“Meskipun aku hanya mengenal Kak Chelsea selama beberapa bulan, tapi aku tahu Kak Chelsea bukanlah orang yang tidak bisa menghargai usaha orang lain. Jadi aku yakin, sebenarnya Kak Chelsea menghargai usaha Kak Alex selama ini.”
“Benarkah? Apa Chelsea bisa melihat cinta yang aku miliki untuknya? Apa dia akan bahagia jika aku terus mempertahankannya?” Alex sendiri saja tidak bisa seyakin itu, tapi kenapa Eric bisa se-percaya diri itu.
Eric beranjak dari duduknya, dia melihat Chelsea yang sedang berjalan ke arahnya, “kalau Kak Alex masih merasa penasaran, lebih baik kakak tanyakan langsung saja sama orangnya.”
Chelsea mengernyitkan dahinya, “memang apa yang ingin kalian tanyakan?” tanyanya sambil menatap ke arah Alex.
“Kak Chelsea tanyakan langsung sama orangnya, aku pergi dulu.” Eric menatap Alex lalu mengedipkan sebelah matanya, setelah itu dia melangkahkan kakinya meninggalkan Alex dan Chelsea.
Chelsea mendudukkan tubuhnya di samping Alex, “kenapa tadi kamu pergi begitu saja? Apa kamu marah sama aku? lalu apa yang ingin kamu tanyakan sama aku?”
__ADS_1
Alex menggelengkan kepalanya, “bukan apa-apa, aku hanya sedang bercanda dengan Eric, selain itu aku tidak bisa marah sama kamu, walaupun kamu sudah sangat melukai hatiku.”
“Rasa sakit yang kamu rasakan saat ini, bahkan itu belum seberapa, dari rasa sakit yang aku rasakan selama ini.” Chelsea berbicara dengan nada ketus.
Alex menepiskan senyumannya, “aku tahu.” Pria itu lalu menatap langit yang terlihat sangat cerah, “untuk apa kamu mencariku? jangan bilang kamu sudah mulai merindukan aku,” godanya.
“Aku mencari kamu karena aku ingin meminta izin sama kamu.”
Alex mengalihkan pandangannya, dia kini menatap kedua mata Chelsea, “minta izin untuk apa?” tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.
“Aku ingin tinggal disini beberapa hari lagi, aku masih ingin bersama dengan keluargaku.”
Alex menatap kedua manik mata Chelsea secara bergantian, dia seakan sedang mencari jawaban dari pertanyaan yang ada di pikirannya, tapi dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban itu.
“Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak setuju?” tanya Chelsea lagi.
“Aku tidak masalah, kamu bisa tinggal di rumah ini selama yang kamu inginkan.”
Jawaban yang Alex berikan, justru membuat Chelsea penasaran dengan sikap Alex, itu karena Alex biasanya melarangnya untuk tinggal di rumahnya selama aku mau, “kamu yakin?” tanyanya ingin memastikan.
Alex menganggukkan kepalanya, “tapi aku tidak bisa menemanimu, aku tidak mungkin akan tinggal di rumah ini selama kamu mau, hari ini juga aku akan kembali ke rumah kita.”
Alex sengaja menekankan kata Kita, agar Chelsea mengetahui maksudnya, tapi sayang, tidak ada satupun orang yang mengetahui jawabannya.
“Kenapa kamu tidak ingin tinggal beberapa hari ini disini bersama denganku?”
“Karena aku tidak ingin membuat kamu merasa tidak nyaman saat aku berada disini, jadi aku lebih baik memberikan waktu kamu sendiri.”
“Lex, sebenarnya aku...” Chelsea membulatkan kedua matanya saat Alex tiba-tiba mencium bibirnya dengan lembut.
Alex menggenggam tangan Chelsea, “aku memang memberikan kamu waktu untuk sendiri, tapi itu bukan berarti aku akan membiarkan kamu bertemu atau bersama dengan Zaki. Aku percaya sama kamu, dan aku harap kamu tidak akan mengingkari janji semalam.” Pria itu lalu beranjak dari duduknya, “sekarang tinggal bagaimana kamu untuk tidak ingkar janji.”
__ADS_1
~oOo~