Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Seperti ratu


__ADS_3

Setelah kepulangan Veon dan Zaki, Chelsea meminta Alex untuk meninggalkannya sendirian. Dia membutuhkan waktu untuk menjernihkan pikirannya, hatinya yang sangat terluka karena telah menyakiti pria yang selama ini selalu menemaninya dan berada di sisinya di masa sulitnya.


“Kalau begitu aku akan tidur di kamar sebelah, tapi hanya untuk malam ini saja.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu. Wanita itu lalu berjalan menuju ranjang. Untuk beberapa menit Chelsea hanya duduk termenung memikirkan apa yang telah dia lakukan tadi. Kenapa dia bersikukuh untuk tetap berada disisi Alex, disaat Alex mengizinkan dirinya untuk pergi?


Chelsea menghela nafas panjang, “apa rasa balas dendam ku lebih besar daripada rasa cintaku kepada Zaki? Kenapa aku melakukan semua ini, disaat Alex membiarkan aku pergi?”


Chelsea merasa kepalanya sangat pusing, hari ini adalah hari tersulit dalam hidupnya, dimana dia harus memilih antara cinta dan dendam. Wanita itu memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia berharap esok pagi semua akan kembali seperti semula, menjadi wanita yang kuat dan segera menyusun rencana untuk membuat hidup Alex menderita.


***


Alex sudah terbangun lebih dulu daripada Chelsea, pria itu ingin membuat Chelsea betah tinggal bersamanya, dia bahkan tidak terlalu memperdulikan rencana apa yang ingin wanita itu rencanakan. Alex sudah menggagalkan rencana Chelsea yang memintanya untuk tidur di kamar terpisah, dia bahkan telah menyakinkan Chelsea untuk tetap tinggal di rumah itu meskipun itu Chelsea lakukan untuk membalas dendam kepadanya.


“Tuan, biar bibi saja yang melakukannya.” Saat ini Alex tengah sibuk di dapur untuk membuatkan sarapan untuk Chelsea. Dia ingin menjadikan wanita itu ratu di rumah itu, dan tidak akan membiarkan Chelsea melakukan apapun.


“Mulai sekarang saya yang akan membuat sarapan, tugas bibi kalau pagi membersihkan rumah saja.” Alex bahkan saat ini memakai apron berwarna navi, dan itu sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih bahkan tidak ada noda sekalipun.


“Tapi, Tuan, saya...”


“Tidak apa-apa, Bi. Saya hanya ingin membuatkan sarapan untuk istri saya setiap hari, kalau siang dan malam, bibi yang akan membuatnya.”


Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya, “baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu untuk membersihkan rumah.”


“Silahkan.”


Setelah mendapat izin dari Alex, wanita paruh baya itu lalu melangkahkan kakinya keluar dari dapur. Ini pertama kali bagi wanita paruh baya itu melihat Alex masuk ke dalam dapur, karena sebelum Alex menikah, dia hanya meminta asisten rumah tangganya itu untuk mengambilkan semua kebutuhannya, meskipun itu hanya segelas air putih.


“Semoga Nyonya Chelsea bisa melihat ketulusan hati Tuan Alex.” Wanita paruh baya itu tersenyum sambil menatap Alex yang sedang memindahkan masakannya ke dalam piring.


Alex sudah menaruh makanan ke dalam piring, dia juga sudah membuat dua gelas susu hangat, “semoga Chelsea akan menyukai masakan aku, lebih baik aku membawa makanan ini ke kamar.”


Alex menaruh piring yang berisi makanan ke dalam nampan, tidak lupa dua gelas susu hangat yang telah dibuatnya. Alex masuk ke dalam kamar Chelsea, dia melihat wanita itu masih terlelap dalam tidurnya. Pria itu lalu meletakkan nampan yang dia bawa ke atas meja dekat ranjang.


Alex lalu duduk berjongkok di samping ranjang, dia menatap wajah cantik Chelsea yang masih terlelap, ‘sayang, terima kasih kamu memilih untuk tetap bersamaku. Meskipun niat kamu adalah untuk membalaskan dendam padaku, tapi aku tidak peduli. Aku akan menerima semuanya, aku bahkan rela jika kamu ingin membunuhku sekarang juga.’


Alex menggerakkan salah satu tangannya untuk menyikap rambut Chelsea yang menutupi sebagian wajah cantiknya, dengan lembut jemari tangan itu mulai mengusap pipi wanita itu, “jangan tinggalkan aku, aku mohon tetaplah berada disisiku sampai kamu berhasil membalaskan dendammu padaku.”


“Sayang...” Alex mengecup kening Chelsea, “ayo bangun, ini sudah siang.”

__ADS_1


Chelsea membuka kedua matanya dengan perlahan, yang pertama kali wanita itu lihat saat membuka kedua matanya adalah senyuman manis yang terpancar di wajah Alex, “jam berapa ini?” wanita itu lalu mengubah posisinya menjadi duduk.


“07.30 pagi.” Alex lalu berdiri, dia lalu mengambil makanan yang tadi dia taruh di atas meja, “sekarang kamu sarapan dulu, setelah itu kamu bisa meneruskan tidur kamu. Orang tidur pun juga butuh makan kan,” godanya.


Alex mengambil satu sendok makanan lalu dia sodorkan di depan mulut Chelsea, “ayo buka mulut kamu.”


“Aku bisa makan sendiri, aku tidak sedang sakit.” Chelsea ingin mengambil sendok itu dari tangan Alex, tapi dengan cepat Alex menghindar.


“Lex!”


“Izinkan aku untuk melayanimu, bukankah aku sudah berjanji akan membuat kamu bahagia? Aku ingin memulainya dengan hal-hal kecil seperti ini, aku mohon,” pinta Alex dengan wajah memelasnya.


Chelsea menghela nafas, dia tidak ingin membuat keributan di pagi hari, apalagi dia masih sangat mengantuk karena semalam dia sama sekali tidak bisa tidur karena terus memikirkan Zaki dan juga kakaknya.


“Ayo buka mulut kamu, izinkan aku untuk melayani istriku yang cantik ini.”


Chelsea akhirnya membuka mulutnya, dia menerima suapan dari tangan Alex, “apa kamu tidak menyesal menikahi wanita malas sepertiku?” wanita itu berbicara dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


Alex menggelengkan kepalanya, “aku bahkan akan memperlakukan kamu seperti ratu di rumah ini, kamu tidak perlu melakukan apapun di rumah ini. Semua urusan rumah biar bibi yang mengurusnya, kamu hanya perlu mengurus diri kamu sendiri, aku juga akan mengurus diri aku sendiri.”


Chelsea mengernyitkan dahinya, “bukankah kamu menikahi aku karena ingin aku melayanimu dan melakukan kewajiban aku sebagai istri kamu? Bahkan aku tidak bisa memenuhi kebutuhan biologismu.”


Chelsea sudah tidak tahu harus berbicara apalagi, sepertinya membuat mood Alex menjadi buruk, gagal total, malah justru dirinya yang saat ini seakan terpojok oleh ucapan Alex. Tapi Chelsea sama sekali tidak kehabisan akal untuk membuat hidup Alex menderita.


“Istri yang pintar.” Alex lalu mengusap puncak kepala Chelsea setelah dia menghabiskan sarapannya, “sekarang kamu mau mandi atau meneruskan tidur kamu?”


“Aku mandi, kalau aku kembali tidur, maka badan aku akan menjadi gemuk, apalagi kamu memberiku makan sebanyak itu,” ucap Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya.


Alex ingin sekali mencium bibir manyun Chelsea, tapi dia mencoba untuk menahan diri, “kalau begitu biar aku siapkan air hangatnya dulu.” pria itu lalu beranjak dari duduknya.


“Biar aku sendiri, bukankah kamu akan pergi ke kantor?”


“Aku ke kantornya nanti siang, aku juga sudah bilang sama sekretaris aku, aku ingin melayani istriku dulu, karena ini hari pertama kamu berada di rumah ini,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya.


“Terserah kamu!” Chelsea malah senang diperlakukan seperti itu, jadi dia tidak perlu melakukan apapun, ternyata ada untungnya juga menikah dengan Alex, dia seperti mempunyai pelayan yang akan melakukan apapun tanpa dia suruh, bahkan dia tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarnya.


“Kamu tunggu disini.” Alex lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Pria itu lalu mengisi bathup dengan air hangat, tak lupa dia mencampurkan wewangian di dalamnya.


Setelah selesai, Alex keluar dari kamar mandi, dia lalu menyuruh Chelsea untuk mandi. Chelsea beranjak dari ranjang, dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Wanita itu terkejut saat mencium wewangian yang Alex campurkan ke dalam air hangat itu. Dia tidak mengira jika Alex masih ingat dengan wewangian kesukaannya.

__ADS_1


Selagi menunggu Chelsea selesai mandi, Alex menyiapkan pakaian untuk Chelsea, setelah itu dia keluar dari kamar itu. Dia ingin sarapan terlebih dahulu sebelum dirinya berangkat ke kantor. Bagi Alex, dia rela menahan lapar, asal Chelsea bisa makan terlebih dahulu.


Wanita paruh baya yang sudah lama bekerja di rumah Alex, merasa sangat kasihan dengan majikannya itu, meskipun dia sudah menikah, tapi dia tetap makan sendirian, “apa Tuan membutuhkan sesuatu?” tanyanya saat melihat Alex sudah selesai dengan sarapannya.


Alex menggelengkan kepalanya, “tidak ada, Bi. Lebih baik sekarang bibi kembali bekerja saja.”


“Apa Nyonya Chelsea tidak akan mengantar Tuan saat Tuan berangkat bekerja?”


Alex melihat jam di pergelangan tangannya, ini memang sudah saatnya untuknya berangkat bekerja. Sampai dia selesai makan pun, Chelsea belum juga keluar dari kamar. Pria itu sudah tidak bisa lagi menunda pekerjaannya, karena hari ini dia ada meeting penting. Akhir-akhir ini perusahaannya mengalami masalah besar, perusahaan itu hampir berada di ambang kebangkrutan.


Alex tidak akan menyerah semudah itu, apalagi sekarang ada seseorang yang sangat ingin dia bahagiakan, “jika nanti Chelsea menanyakan saya, tolong bilang padanya, saya ada meeting penting, jadi saya tidak bisa menunggunya sampai keluar dari kamar.”


Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya, “Tuan hati-hati di jalan, saya akan menyampaikan pesan Tuan.”


“Terima kasih, Bi. Kalau begitu saya berangkat ke kantor dulu.” Alex mengambil tas kerjanya dan juga kunci mobilnya dari atas meja, dia lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah.


“Saya senang melihat perubahan sikap Tuan, tapi saya merasa sangat sedih, karena Nyonya Chelsea sepertinya sama sekali tidak menghargai Tuan.” Wanita paruh baya itu lalu membersihkan sisa-sisa makanan Alex.


Chelsea yang sudah bersiap-siap akhirnya keluar dari kamar. Hari ini dia ingin pergi untuk bersenang-senang, Chelsea ingin menghabiskan uang yang diberikan oleh Alex. Wanita itu bahkan tidak memakai pakaian yang tadi sudah dipersiapkan oleh Alex, dan tidak akan pernah sudi memakai pakaian yang disiapkan oleh pria itu.


“Bi, aku mau pergi dulu.”


“Nyonya mau kemana? Nanti kalau Tuan Alex bertanya?”


“Biar nanti aku yang bilang sama Alex, bibi tidak perlu cemas, Alex tidak akan pernah melarang aku untuk pergi.”


“Tapi...”


Chelsea melangkahkan kakinya keluar dari rumah sambil melambaikan tangannya kepada asisten rumah tangganya itu.


“Semoga Nyonya Chelsea menyadari apa yang dia lakukan salah, Nyonya Chelsea bahkan tidak menanyakan tentang Tuan Alex, padahal aku bisa melihat, betapa Tuan Alex sangat berharap Nyonya Chelsea bisa memperhatikannya meskipun hanya dengan sedikit perhatian.”


~oOo~




 

__ADS_1


 


__ADS_2