Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Ambisi Jessi


__ADS_3

"Sayang" sahut seorang wanita cantik yang berpakaian seksi berjalan kearahnya dengan berlenggak lenggok.


"Ada apa! dan kenapa kamu kemari menyusul ku" sahut Raka dengan nada berat


" Sayang kenapa kamu bicara seperti itu, aku kemari hanya ingin mengantar kopi untuk mu" ucap Jessi beralasan, sebelum ia menyusul Raka kekamarnya Jessi terlebih dahulu mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh bi Mirna dimeja makan dan membawa kopi itu kekamar sang suami, agar suaminya itu tidak curiga padanya yang tiba-tiba muncul dikamarnya bersama istri Desi.


"dimana mbak Desi! kenapa dia nggak bantu kamu untuk bersiap kekantor" lanjutnya pura-pura tidak tahu jika Desi tidak ada dikamar itu.


" Seharusnya aku yang bertanya pada kamu dimana Desi,kenapa dia tidak ada dikamar" sahut Raka tajam


" Aku tidak tahu yank, setelah kamu meninggalkan aku sendirian di hotel semalam aku baru sampai dirumah subuh! aku memutuskan tidur sebentar dihotel karena lelah setelah apa yang kita laku..."


" Stop Jessi, sekarang kamu keluar dari kamar ku" ujar Raka berusaha meredam emosi yang kembali tersulut karena mendengar perkataan Jessi tentang mereka dan Belum lagi ia sedang pusing memikirkan dimana Desi sekarang.


" Tapi yank, aku ingin membantumu bersiap kekantor, aku janji tidak akan membahas kejadian yang terjadi semalam " jawab Jessi dengan cepat saat ia menangkap raut marah dari wajah suaminya saat ia membahas tentang kejadian semalam! Jessi akan melakukan apapun agar Raka kembali mau menerima dirinya dengan cara ia harus bersikap lembut dan penurut. Pikirnya.


" Hah, sudahlah terserah kamu saja" ketus Raka berjalan meninggalkan Jessi kekamar mandi


Sedangkan Jessi tersenyum puas karena berhasil meredam amarah Raka untuk pertama kalinya,selama mereka menikah! Sikap Raka yang temperamental padanya sangat sulit diredam oleh siapapun selain Desi, tapi sekarang lambat laun ia juga sudah bisa meredam emosi pria itu tanpa harus mendapatkan tamparan atau kekerasan fisik yang Raka lakukan kepadanya seperti biasa saat ia emosi.


" Selangkah demi selangkah aku akan kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milikku, dan saat itu tiba bersiaplah Desi karena aku akan membuatmu pergi jauh dari sisi Raka" batin Jessica tersenyum jahat.


***


" Desi, kamu langsung kekantor apa tidak pa-pa" tanya Gita hati-hati,saat ini mereka berada di dalam mobil.


Desi memaksanya untuk ikut sekalian karena tempat kerja mereka yang searah jadi membuat Desi kekeuh ingin mengantar sahabatnya itu terlebih dahulu, bukan Gita tidak punya kendaraan sendiri tapi saat ini mobilnya itu sedang berada di bengkel jadi ia akan berangkat menggunakan taksi online. Tapi kebetulan hari ini Desi menginap dirumahnya jadi Gita berangka bersama sahabatnya itu.


" Memang kenapa?" Tanya Desi


"Kamu nggak pulang dulu, bagaimana jika Raka mencari mu" sahut sahabatnya itu, ia khawatir Desi akan mendapatkan masalah baru karena tidak pulang semalaman.dan pagi ini ia memutuskan langsung berangkat kekantor setelah itu baru ia akan kembali kerumahnya.


Desi yang mendengar perkataan sahabatnya itu malah tertawa kecil.


" Kenapa kamu malah tertawa aku serius tahu"kesalnya


" Hah baiklah maafkan aku, jangan marah ya git" ujar Desi setelah menghela nafas panjang.


" HM" jawab Gita dengan gumaman, membuat Desi paham jika Sahabatnya itu butuh alasan darinya.


" Aku nggak pulang Karena jika aku pulang lebih dulu yang ada aku akan makin terlambat kekantor. Bisa-bisa aku di pecat.walaupun itu kantor milik keluarga ku tapi aku tidak bisa berbuat semena-mena, jika aku salah maka aku juga akan mendapatkan hukuman dan begitupun sebaliknya. Jadi aku akan pulang setelah pekerjaanku selesai" jelasnya panjang lebar


" Ya sih, tapi bagaimana jika suamimu itu marah"


" Tenang aja,masalah itu nanti biar aku yang tanggung. Yang terpenting sekarang kita harus fokus bekerja" balas Desi semangat, Gita hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mobil Desi berhenti didepan gedung bangunan rumah sakit terbesar di kota itu.yang juga merupakan milik keluarga BRAMANTYO.


Setelah itu Gita turun dari mobil Desi, tidak lupa ia mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu! karena sudah memberinya tumpangan.dan ditanggapi baik oleh Desi setelah itu Desi pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit tempat sahabatnya itu bekerja.


***


Sementara itu dikediaman keluarga DINATA


" Yah, kenapa akhir-akhir ini mama lihat Ayah banyak ngelamun"ujar Dewi membuka pembicaraan.


Ia duduk disamping suaminya, yang justru sibuk menatap bunga-bunga yang ditanam oleh Desi di taman, yang terletak dibelakang rumah! saat ia masih tinggal dirumah kedua orang tuanya.


Semenjak Desi menikah dan masuk ke perusahaan, Arman tidak lagi masuk kantor ia hanya akan datang sekali jika ada yang mendesak selebihnya diurus oleh asistennya Kevin bersama dengan putrinya itu.Arman menghabiskan waktunya dengan terus berada dirumah jika tidak berada di perpustakaan yang khusus ia buat didalam rumahnya untuk membaca berbagai macam buku, maka ia akan duduk bersantai di taman belakang rumah yang selalu ditempati oleh Desi bermain saat masih kecil hingga ia dewasa tempat itu adalah tempat favorit putrinya.jadi saat ia merindukan putrinya itu Arman akan senang tiasa duduk di taman memandangi bunga-bunga yang ditanam oleh Desi.


"Ayah" ucap Dewi kembali sambil menepuk pundak Arman karena merasa suaminya itu tidak mendengar perkataannya.


" Eh iya, ada apa Bu?" Ujarnya kaget saat mendapati tepukan dipundaknya


"ih Ayah kebiasaan kalau,ibu tanya pasti tidak didengerin" sahutnya kesal sambil memunggungi sang suami


Membuat Arman akhirnya tersenyum lembut saat melihat tingkah menggemaskan sang istri yang sedang merajuk.


" Maaf Bu, Ayah tadi tidak dengar! Ibu mau tanya apa" ujarnya berusaha membujuk sang istri yang terlihat merajuk.


" akhir-akhir ini ibu perhatikan Ayah sering melamun sendiri. Semenjak kedatangan Desi beberapa Minggu yang lalu.Ayah jadi sering melamun dan makan pun tidak teratur! Kalau begini terus bukannya sembuh yang ada sakit Ayah akan tambah parah" ucap Dewi beruntutan.


Arman yang mendapatkan pertanyaan beruntutan dari Dewi, menghela nafas panjang sebelum iya menjawab pertanyaan istrinya itu.


"Bu, Ayah merasa kalau Desi menyembunyikan sesuatu dari kita."


" Apa maksud Ayah?" Tanya Dewi walaupun sebenarnya tidak bisa dipungkiri, didalam hati kecilnya iya juga merasa bahwa kehidupan putrinya itu tidak sedang baik-baik saja.


"Ayah berpikir rumah tangga putri kita baik-baik saja walaupun beberapa bulan yang lalu Desi menjadi susah dihubungi dan iya juga jarang mengunjungi kita, Ayah selalu berpikir mungkin iya sibuk mengurus suaminya dan juga perusahaan tapi Semenjak pernikahan Raka yang kedua, papa jadi merasa curiga kalau ada sesuatu yang terjadi antara mereka tapi Desi berusaha menutupinya dari kita" terangnya pada sang istri tentang apa yang membuatnya gundah beberapa Minggu ini.


Mendengar penuturan suaminya membuat Dewi paham karena iya juga merasakan apa yang dirasakan suaminya itu,iya lalu menggenggam tangan Arman dengan lembut, berusaha memberikan rasa hangat yang dapat menenangkan sang suami.


" Sebenarnya ibu juga merasakan,hal yang sama yah, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa ayah tahu sendiri bagaimana watak putri kita! Seberat apapun masalah yang iya hadapi Desi tidak pernah menceritakan atau pun mengeluhkannya pada kita, yang bisa kita lakukan sekarang adalah mendoakan supaya Desi terus bahagia dan apa yang kita khawatir kan tidak terjadi. dan semoga ALLAH selalu melindungi putri kita dimana pun dia berada." Sahut Dewi bijak" dan juga kita sebagai orang tua tidak bisa ikut campur terlalu dalam pada masalah rumah tangga putri kita, biarlah mereka menyelesaikan sendiri masalahnya agar kedepannya mereka bisa menjadikan masalah yang lalu, sebagai pembelajaran untuk bagaimana mereka membina rumah tangga yang lebih baik lagi kedepannya" lanjutnya


" Ibu benar, ayah hanya berharap semoga Desi bisa kuat menghadapi apa yang sedang terjadi didalam rumah tangganya." Balas Arman


" Yaudah sekarang kita masuk kedalam, ayah belum sarapan pagi kan" ucap Dewi lagi


Yang diangguki oleh suaminya, mereka berdua pun bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah.


***

__ADS_1


Sedangkan didalam sebuah mobil hitam mewah yang sedang melaju diatas kecepatan rata-rata, terlihat seorang pria tampan dengan ekspresi wajah dingin menatap lurus ke depan.setelah berganti baju iya memutuskan langsung pergi kekantor saat asistennya itu tiba,tapi tentu tidak mudah untuk pergi begitu saja karena ibu dan istri keduanya itu berusaha menahannya.tapi tidak kehabisan akal iya pun beralasan banyak pekerjaan yang sedang menunggunya dan iya akan sarapan di kantor saja.membuat ibunya dan istri keduanya itu akhirnya menyerah.


" Thom, cari tahu dimana istriku semalam" ucapnya tiba-tiba syarat akan perintah


☘️☘️☘️


ANDREW ROMANOV


Adalah pria balsteran sahabat baik Raka sejak SMA ia sering membantu Raka ketika menghadapi masalah.


Usahanya bergerak di bidang kuliner karena ia lebih menyukai hal-hal yang berbauh makanan dan juga keahliannya dalam bidang kuliner tidak diragukan lagi


DWI ANGGITA


Adalah seorang wanita cantik berperawakan tinggi, hidung mancung kulit putih, bola mata coklat dan rambutnya yang panjang sebatas pinggang.menambah kesan tersendiri bagi dirinya


Berprofesi sebagai dokter kandungan dirumah sakit milik keluarga BRAMANTYO dan juga merupakan sahabat baik Desi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays 🥰😌


Jangan lupa Like dan Votenya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2