Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Perubahan sikap


__ADS_3

Zaki merasa ada yang aneh dengan sikap Chelsea selama beberapa hari ini. Chelsea selalu bersikap manja padanya, bahkan meminta hal-hal yang bahkan tidak pernah dia bayangkan selama ini. Chelsea berubah menjadi wanita yang agresif, dia bahkan mencium Zaki terlebih dahulu, di saat mereka sedang berduaan.


Veon menatap Zaki yang sejak tadi terus melamun, dia bahkan tidak mendengarkan apa yang Veon katakan, “apa yang kamu pikirkan? Apa kamu sudah bosan kerja sama aku?”


“Em...maafkan saya, Tuan.”


“Apa yang sedang kamu pikirkan? Bukankah Chelsea sudah baik-baik saja, aku bahkan bisa melihat dia semakin terlihat ceria, dan aku juga merasa kalau akhir-akhir ini kalian sering menghabiskan waktu bersama,” sindir Veon sambil melipat kedua tangannya di dada.


Zaki menelan ludah, dia tidak menyangka Veon mulai mencurigainya, “em...saya bisa menjelaskan semuanya, Tuan, itu tidak seperti yang anda pikirkan.”


Veon tersenyum, “aku tidak akan ikut campur urusan kalian berdua, tapi jika kamu menyakiti Chelsea, maka aku yang akan membunuhmu!” suara Veon terdengar begitu serius, bahkan tatapan matanya begitu tajam.


Zaki hanya mampu menganggukkan kepalanya, dia tau jika Veon begitu menyayangi Chelsea, dia tidak akan pernah rela jika adiknya disakiti untuk kedua kalinya. Pria itu tidak berani mengatakan kepada Veon tentang perubahan sikap Chelsea selama ini.


**


Chelsea menghampiri Kania dan Eca yang tengah duduk di bangku taman, di samping rumahnya, “boleh aku bergabung dengan kalian?”


Kania menganggukkan kepalanya, “tentu saja.”


Chelsea mendudukkan tubuhnya di depan Eca, dia menatap wajah gadis yang berada di depannya, ‘aku ingin tau perasaan Eca yang sebenarnya pada Zaki, jika dia memang tulus mencintai Zaki, maka aku akan berusaha untuk mendekatkan mereka. Selama seminggu ini, Alex menepati janjinya, dia bahkan tidak menggangguku lagi, tapi setelah tiga minggu, dia akan datang ke rumah ini. Sebelum itu aku harus membuat Zaki untuk membenciku dan mau menerima perasaan Eca,’ gumamnya dalam hati.


“Chel, apa yang kamu pikirkan?” tanya Kania saat melihat Chelsea menatap Eca tanpa berkedip.


“Em...” Chelsea mengalihkan tatapannya menatap Kania, “bukan apa-apa, aku hanya ingin bersahabat dengan sahabat kamu ini,” ucapnya sambil kembali menatap Eca.


“Apa? Kak Chelsea ingin berteman denganku? Bukannya kakak tidak menyukaiku ya?” tanya Eca terkejut.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak membencimu, mungkin itu hanya perasaanmu saja,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


“Aku senang jika kamu mau berteman dengan Eca,” ucap Kania dengan senyuman di wajahnya.


“Kania, apa aku boleh bicara berdua dengan Eca? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya,” pinta Chelsea.

__ADS_1


Kania menganggukkan kepalanya, “aku juga ingin beristirahat.” Wanita itu lalu beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya menjauh.


Chelsea beranjak dari duduknya, dia beralih duduk di samping Eca. Wanita itu mengambil nafas dan mengeluarkannya secara perlahan, dia akan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sejak dulu.


“Apa yang ingin Kak Chelsea bicarakan sama aku? sepertinya kita tidak mempunyai hubungan sedekat itu untuk saling berbicara seperti ini.”


Chelsea menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku taman itu, “kita memang tidak sedekat itu untuk berbicara hal serius seperti ini. Aku hanya ingin bertanya sesuatu sama kamu, dan aku berharap kamu akan menjawabnya dengan jujur.”


“Memangnya apa yang ingin kakak tanyakan sama aku? apa yang ingin kakak tau tentang aku?”


“Zaki...apa kamu menyukainya?” Chelsea bertanya tanpa menatap wajah Eca, jadi dia tidak tahu bagaimana ekspresi wajah gadis itu saat ini.


“Kenapa kakak menanyakan itu?”


“Aku hanya ingin tahu, bagaimana perasaan kamu sama Zaki, karena aku lihat selama ini kamu selalu mencuri-curi waktu untuk bisa dekat dengannya.”


“Apa kakak menanyakan ini sama aku, karena kakak takut, aku akan merebut Kak Zaki dari kakak?”


Chelsea tersenyum, jika dirinya tidak berada di kondisinya yang sekarang, maka dia akan mengatakan pada gadis itu jika dirinya sangat mencintai Zaki, dia ingin gadis itu untuk menjauhi Zaki, karena Zaki hanya miliknya. Tapi...dia tidak mempunyai hak untuk melakukan itu, karena dirinya tidak pantas untuk pria sebaik Zaki.


Eca tidak mengerti dengan arah pembicaraan Chelsea, sebenarnya apa yang diinginkan wanita itu? “apa maksud dari kata-kata kakak itu?”


“Aku tidak perlu menjelaskan sama kamu, kamu hanya perlu menjawab pertanyaan aku tadi. Apa kamu menyukai Zaki?”


“A—ku...aku memang menyukai Kak Zaki, tapi aku tidak berniat untuk...”


Chelsea menepuk bahu Eca, “jika kamu memang mencintai Zaki dengan tulus, maka aku akan membantumu,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Eca mengernyitkan dahinya, “maksud kakak apa ya, bukankah kakak dan Kak Zaki saling mencintai, lalu kenapa kakak akan membantu aku untuk mendapatkan Kak Zaki?”


“Aku memang sangat mencintai Zaki, tapi dia berhak mendapatkan gadis yang baik seperti kamu, aku tidak pantas untuk pria sebaik Zaki.”


“Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kakak katakan, aku tidak mau merusak hubungan orang lain. Aku puas hanya melihat Kak Zaki bahagia, karena aku hanya ingin Kak Zaki bahagia.”

__ADS_1


“Aku juga ingin Zaki bahagia, makanya aku melakukan semua ini.” Chelsea lalu beranjak dari duduknya, “jangan kasih tau siapapun tentang pembicaraan kita hari ini, terutama Kania dan Zaki.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menjauh.


Eca menatap kepergian Chelsea, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat membuatnya penasaran, tapi dia takut untuk menanyakannya.


**


Chelsea menyambut kepulangan Zaki dan kakaknya, dia bahkan berani menunjukkan sikap manjanya kepada Zaki di depan Veon. Veon hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu, dan dia memilih untuk menjauh dari sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta itu.


Zaki melepaskan pelukan Chelsea saat Veon sudah tidak kelihatan batang hidungnya, “Chel, ada apa denganmu? Kenapa akhir-akhir ini sikap kamu begitu berlebihan?”


“Apa aku tidak boleh bersikap manja dengan kekasih ku sendiri? Apa kamu malu mempunyai kekasih seperti aku?” Chelsea mengerucutkan bibirnya.


Zaki menghela nafas panjang, “bukan seperti itu, hanya saja kamu sudah membuat aku merasa canggung di depan kakak kamu. Kamu kan tau aku setiap hari bersama dengan...”


Zaki membulatkan kedua matanya saat Chelsea menyatukan bibirnya dengan bibirnya, bahkan dia mel*mat bibirnya dengan sangat panas. Zaki mencoba untuk mengendalikan dirinya, dia pun langsung mendorong tubuh Chelsea dengan pelan.


“Kenapa kamu selalu seagresif ini? Aku seperti sudah tidak mengenali kamu lagi.”


Chelsea melingkarkan lengannya di leher Zaki, “ini lah aku yang sebenarnya, dari dulu sifatku memang seperti ini, kamu saja yang tidak mengetahuinya. Kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu, jadi kamu tidak tau jika seperti ini lah aku, selalu agresif.”


Chelsea lalu kembali membenamkan bibir tipisnya, mengecapi bibir sensual Zaki, memagut bibir itu tiada henti. ‘bencilah aku, Zak. Aku sengaja melakukan ini agar kamu membenciku, jika rencanaku ini tetap tidak berhasil, maka aku akan melakukan hal yang lebih dari ini,’ gumamnya dalam hati.


Chelsea mengakhiri ciuman panasnya, dia lalu menatap kedua mata Zaki yang terus menatapnya dengan tajam, bahkan nafasnya masih terlihat begitu memburu. Wanita itu menampakkan senyuman palsunya, “apa kamu menyukainya? Apa perlu kita lanjutkan ini di kamar?”


Zaki semakin membulatkan kedua matanya, dia tidak menyangka Chelsea akan mengatakan kata-kata itu, bukannya kata maaf, “apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Apa kamu tidak takut aku akan menanggapi ucapan kamu itu? Aku ini juga masih laki-laki normal.”


Chelsea tersenyum, “tentu aku sadar dengan apa yang aku katakan, kenapa aku harus takut, bahkan itu bukan yang pertama kali aku melakukannya.”


Zaki mengepalkan kedua tangannya, dia lalu mencengkram kedua lengan Chelsea, “apa kamu sudah gila? Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu menjadi seperti ini, hah!”


“Apa aku salah, aku hanya menginginkan kamu, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya, bukankah kamu mencintaiku, seharusnya kamu senang, karena aku menawarkan diriku tanpa kamu memintanya.” Chelsea mengatakan semua itu dengan menahan rasa sakit di hatinya, dia tidak bermaksud untuk menyakiti hati zaki, tapi dia harus melakukan semua itu, agar Zaki membencinya dan menjauhinya.


Zaki menghempaskan tubuh Chelsea, hingga gadis itu sedikit menjauh darinya. Pria itu pun lalu pergi meninggalkan wanita itu dengan emosi yang meluap, hatinya hancur saat melihat wanita yang sangat dicintainya sudah berubah, dia seakan sudah tidak mengenali sosok cantik itu lagi.

__ADS_1


Air mata yang sejak tadi Chelsea tahan, akhirnya mengalir dari kedua sudut matanya, “maafkan aku, Zak, maafkan aku.” wanita itu pergi dari tempat itu, dia ingin menenangkan hati dan pikirannya. Bukan hanya Zaki yang merasakan sakit, tapi Chelsea lebih merasa sakit, karena dia akan kehilangan Zaki untuk selama-lamanya.


~oOo~


__ADS_2