
Dua hari setelah kepergian Veon dan Zaki, Chelsea menghubungi Alex. Dia meminta Alex untuk memajukan rencana mereka. Seharusnya 5 hari lagi Alex datang untuk melamarnya, tapi Chelsea meminta Alex untuk melamarnya hari itu juga.
Mendapatkan kabar menggembirakan seperti itu, tentu saja itu membuat Alex sangat bahagia, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Chelsea berikan padanya. Pria itu sudah bertekad, dia kan membahagiakan Chelsea dan tidak akan menyia-nyiakannya lagi.
Alex meminta Bernard untuk menemaninya ke rumah Chelsea, karena hanya Bernard yang dekat dengannya. Setelah Papanya meninggal dunia, Alex hidup sebatang kara, dia sudah tidak mempunyai sanak saudara lagi. Selama ini Alex kehidupan Alex hanya dipenuhi dengan dendamnya kepada Veon, bahkan dendam itu sampai mendarah daging.
Tapi...setelah dirinya kehilangan Chelsea, dia baru menyadari, jika dirinya sangat membutuhkan wanita itu, cinta yang dia kira hanya cinta sesaat saja, ternyata itu adalah cinta yang tulus. Rasa kehilangan menyadarkannya atas kesalahan yang telah dia lakukan selama ini kepada wanita itu.
Alex bahkan rela merubah semua sifat buruknya, dia tidak lagi menyentuh minuman haram, bahkan dia sudah tidak lagi bermain-main dengan wanita walaupun itu hanya semalam. Kehidupannya telah berubah 180 derajat, dia melakukan itu demi bisa mendapatkan Chelsea kembali.
Bernard menepuk bahu Alex, “kamu yakin dengan keputusan kamu ini? Bukankah kamu tau, Chelsea sangat membencimu, dia sudah tidak mencintai kamu lagi.”
“Aku yakin, aku tidak peduli jika Chelsea tidak mencintai aku, aku akan membuatnya kembali mencintai dan mempercayaiku seperti dulu lagi.”
“Kamu tau kan, kalau hubungan aku sama Vika sudah berakhir? Sekarang bahkan aku sudah menikah dengan wanita pilihan kedua orang tuaku.”
Alex menganggukkan kepalanya, “tapi yang membuat aku penasaran, bukannya kamu sangat mencintai Vika, lalu kenapa kamu meninggalkannya dan memilih untuk menerima perjodohan itu?”
Bernard menghela nafas panjang, “aku terpaksa melakukan itu, jika aku tidak menerima perjodohan itu, maka Papaku akan menghancurkan hidup Vika, karena ternyata Papa mengenal betul siapa Mama Vika itu.”
“Aku salut dengan pengorbanan kamu, tapi aku tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan. Aku sudah merenggut kesucian Chelsea, aku akan bertanggung jawab, aku akan membuat dia menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. Aku ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia dengan Chelsea, mempunyai anak-anak yang lucu-lucu, aku benar-benar sangat menginginkannya.” Alex berbicara dengan senyuman yang merekah dari kedua sudut bibirnya.
Bernard beranjak dari duduknya, “lebih baik kita berangkat sekarang, apa semuanya sudah kamu persiapkan?”
Alex menganggukkan kepalanya, dia lalu beranjak dari duduknya, “aku tidak butuh mempersiapkan apa-apa, aku hanya perlu menunjukkan niat baikku saja, kalau soal cincin, aku sudah mempersiapkannya sejak dulu.”
“Terserah kamu, kita berangkat sekarang.”
Alex dan Bernard melangkahkan kakinya keluar dari rumah Alex. Mereka berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil itu.
“Chelsea pasti sedang menungguku sekarang.”
“Terserah!” Bernard lalu melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Alex.
Dalam perjalanan menuju rumah Chelsea, Alex terus menatap kotak bludru berwarna merah yang saat ini berada di tangannya. Kotak itu berisi sebuah cincin dengan permata di atasnya. Alex sudah mempersiapkan cincin itu beberapa bulan yang lalu, saat dirinya menyadari akan cintanya kepada Chelsea.
Sesampainya di rumah Chelsea, mereka turun dari mobil. Alex menatap pintu berukuran besar yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Ini kedua kalinya dia datang ke rumah itu, dulu dia datang ke rumah itu karena Chelsea selalu menghindar darinya, tapi kali ini, dia datang ke rumah itu untuk melamar wanita pujaan hatinya.
Bernard menepuk bahu Alex, “mau sampai kapan kita berdiri disini? Apa kamu tidak ingin masuk ke dalam rumah itu?” pria itu berbicara sambil menunjuk ke arah pintu besar yang berada di depan mereka.
Alex mengambil nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan, “ayo.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya mendekati pintu besar itu, dan di ikuti Bernard di belakangnya.
Setelah menekan tombol di samping itu berkali-kali, akhirnya pintu besar itu terbuka, wanita paruh baya muncul dari balik pintu itu.
“Maaf, ada yang bisa saya bantu?”
“Apa Chelsea nya ada, Bi?”
__ADS_1
Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya, dia lalu menyuruh Alex dan Bernard masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan wanita paruh baya itu memanggil Chelsea yang sedang berada di kamarnya.
Vera yang hendak keluar rumah, dia melihat orang yang sudah tidak asing untuknya. Ya...ini kedua kalinya, Vera bertemu dengan Alex.
Alex dan Bernard berdiri saat melihat Vera berjalan ke arah mereka. Alex langsung mencium tangan Vera, begitu pula dengan Bernard.
“Bukankah kamu itu...”
“Alex, tante. Kekasihnya Chelsea.” Alex memperkenalkan dirinya lagi.
“Ya...tante ingat, sudah lama kamu tidak datang ke rumah ini lagi, apa hubungan kalian baik-baik saja?” Vera lalu menyuruh mereka untuk kembali duduk, sedangkan dia duduk di depan Bernard.
“Hubungan saya dengan Chelsea baik-baik saja, tante. Justru saya datang kesini untuk menyampaikan niat baik saya.”
Vera mengernyitkan dahinya, “niat baik, maksudnya?”
Setelah diberitahu oleh asisten rumah tangganya, Chelsea bergegas keluar dari kamarnya untuk menemui Alex. Dia tidak ingin Alex bertemu dengan kedua orang tuanya sebelum dia bertemu dengan Alex. Tapi dia sudah terlambat, Alex kini tengah berbincang-bincang dengan Mamanya.
Chelsea melangkahkan kakinya menghampiri Mamanya, Alex dan juga Bernard, “kamu sudah datang.”
Alex tersenyum, akhirnya dia bisa melihat wajah cantik itu lagi. Sudah hampir satu bulan, dia menahan diri untuk tidak bertemu dan menghubungi wanita itu untuk menepati janjinya. Tapi selama itu, dia memendam rasa rindu kepada wanita itu.
“Sayang, duduklah di samping Mama.” Chelsea menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Mamanya, “sebenarnya ada apa ini?” tanyanya kemudian.
Chelsea manatap Alex, Alex tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “tante, sebenarnya kedatangan saya kesini, karena saya ingin meminta restu tante, saya ingin melamar Chelsea, menikahi anak tante.”
“Saya serius tante, saya dan Chelsea sudah berhubungan selama 3 tahun, saya minta maaf, karena saya jarang main ke rumah ini, tapi sekarang saya benar-benar serius ingin melamar anak tante.”
Vera menatap Chelsea yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya, “sayang, apa kamu sudah mengetahui semua ini?”
Chelsea menganggukkan kepalanya, “sudah, Ma. Maaf, Chelsea lupa memberitahu Mama.”
“Ini sangat mengejutkan untuk Mama, Mama tidak tahu harus menjawab apa, selain itu keadaan Papa kamu sedang tidak baik, kakak kamu juga tidak ada di rumah. Tapi apapun keputusan kamu, Mama akan menerimanya.”
Alex beranjak dari duduknya, dia lalu melangkahkan kakinya mendekati Chelsea. Pria itu lalu berjongkok di samping wanita itu, “manusia mungkin mempunyai fisik yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, tetapi terkadang kita tidak tahu. Bisa tidak tahu mengenai apa yang sudah dimilikinya, hingga tanpa sadar sudah kehilangannya. Namun terkadang tidak tau apa yang sudah di lewati hingga pada akhirnya bisa menemukannya. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan rasa cintanya, ada yang menguatkannya, namun ada pula yang melakukannya dengan tindakan.”
Alex lalu mengeluarkan kotak beludru berwarna merah dari saku jasnya, “Chel, mungkin selama ini aku sudah sangat menyakiti hati kamu, membuat hidupmu menderita. Mungkin aku sudah sangat terlambat saat menyesali semua itu, tapi aku bahagia saat kamu mau memberikan aku kesempatan kedua.” Pria itu lalu membuka kotak beludru berwarna merah itu, “sekarang aku ingin membuktikan ketulusan cintaku, aku ingin menjadi orang pertama yang akan membuat hidup kamu bahagia. Aku ingin kamu menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku, menjadi istriku, ibu dari anak-anakku.”
Alex sejenak terdiam, dia menatap kedua mata Chelsea secara bergantian, “aku bukan Alex yang dulu lagi, aku akan menerima apapun keputusan kamu. Sekarang aku ingin melamarmu, maukah kamu menikah denganku?”
“Alex...aku...” Chelsea lalu menatap Mamanya yang saat ini juga tengah menunggu jawabannya, dia sudah memikirkan semua ini sejak hari itu, sejak dirinya bertekad untuk membuat Zaki membencinya seumur hidupnya, sejak dia ingin pergi jauh dari kehidupan Zaki.
Chelsea kembali menatap Alex, dia mengambil nafas dan menghembuskannya secara perlahan, “apa kamu benar-benar akan berubah?”
Alex menganggukkan kepalanya, “aku janji, sekarang prioritas dalam hidup aku hanya kamu.”
“Aku...aku mau menikah denganmu.”
__ADS_1
Alex tersenyum bahagia, dia lalu memakaikan cincin itu di jari manis tangan Chelsea, “terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu.” Pria itu lalu memeluk Chelsea, bahkan itu di depan Vera dan juga Bernard.
“Sayang, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu itu?”
Chelsea menganggukkan kepalanya, “Chelsea sudah memikirkannya, Ma. Bukankah selama ini Mama dan Papa sangat ingin melihat Chelsea menikah?”
“Iya, tapi...”
“Ma, Mama tidak perlu cemas, ini sudah menjadi keputusan Chelsea. Meskipun Mama dan Papa tidak merestui hubungan kami, kami akan tetap menikah.”
Vera menghela nafas panjang, “kalau itu keputusan kamu, Mama tidak bisa berbuat apa-apa. Mama akan berbicara dengan Papa dan juga kakak kamu.”
Chelsea membulatkan kedua matanya, jika Mamanya memberitahu kakaknya, maka Zaki akan mengetahui semuanya, dan itu tidak boleh terjadi, “Ma, lebih baik Mama tidak usah memberitahu kakak, biar Chelsea sendiri yang memberitahu kakak, apalagi saat ini kakak pasti sibuk dengan projek besarnya, Chelsea tidak ingin ini malah menganggu pekerjaan kakak.”
“Kamu memang benar sayang, Mama juga tidak ingin mengganggu pekerjaan kakak kamu, kalau begitu Mama akan memberitahu Papa.”
Chelsea menatap Alex, “Ma, ada satu hal lagi yang ingin Chelsea minta dari Mama.”
“Apa itu sayang?”
“Chelsea ingin menikah dengan Alex secepatnya, kalau bisa dua hari dari sekarang.”
Vera, Alex dan Bernard membulatkan kedua mata mereka. Kenapa Chelsea ingin segera melangsungkan pernikahan itu?
“Sayang, apa itu tidak terlalu terburu-buru? Kita masih mempunyai banyak waktu untuk mengurus semuanya, aku ingin pernikahan kita dilaksanakan dengan sangat mewah.”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak butuh pernikahan seperti itu, aku ingin menikah secara sederhana saja, hanya pihak keluarga yang tau.”
“Tapi...”
“Jika kamu tidak mau, maka kamu bisa membatalkan pernikahan kita.”
Alex membulatkan kedua matanya, mau tidak mau dia harus menuruti permintaan Chelsea, “kalau itu mau kamu, aku akan mengurus semuanya, dua hari lagi kita akan menikah.”
“Sayang, kamu tidak bisa menikah secepat itu, kakak kamu sedang berada di luar kota, apa kamu mau menikah tanpa didampingi kakak kamu?”
“Kan ada Kania, Ma. Dia bisa menggantikan posisi kakak, bagi Chelsea itu sama saja. Soal Kakak, biar Chelsea yang urus, Chelsea akan menanggung semua kemarahan kakak nanti, tapi Chelsea minta tolong sama Mama, jangan memberitahu kakak soal semua ini, biar Chelsea yang memberitahunya sendiri.”
“Tapi...”
“Chelsea mohon,” pinta Chelsea sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
Vera benar-benar tidak tahu dengan cara pikir putrinya itu, tapi dia juga tidak mungkin menolak permintaan putrinya itu, “Mama tidak bisa janji, tapi Mama akan membicarakan itu dengan Papa kamu.”
Alex sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Chelsea, bukannya dia tidak ingin segera menikah dengan Chelsea, tapi dia ingin memberikan pernikahan yang mewah dan akan diingat seumur hidup oleh wanita itu. Tapi kini semua itu hanya tinggal angan, karena Chelsea tidak menginginkan semua itu.
Setelah berbincang-bincang, Alex dan Bernard undur diri, dia akan datang lagi besok, untuk mendengar keputusan kedua orang tua Chelsea. Meskipun masih banyak pertanyaan yang ingin Alex tanyakan kepada Chelsea, tapi dia mengurungkan niatnya, dia tidak ingin membuat suasana hati wanita itu semakin buruk.
__ADS_1
~oOo~