Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Sisi lain Desi


__ADS_3

" Apa-apaan ini pak Rio, anda dengan berani memalsukan data transfer gaji para pekerja dan kamu juga sering melakukan korupsi menanggalkan uang yang seharusnya digunakan membeli bahan material untuk pembangunan hotel ini, berani sekali kamu ingin bermain-main dengan perusahaan Dinata" sarkas Rani penuh emosi.pantas saja bahan material selalu tak cukup padahal dana yang diberikan oleh perusahaan Dinata sangatlah banyak.


" Bu Rani,ini tidak bena...r pas..ti rekaman video CCTV itu diedit, and..a Tah..u kan Bu saya selalu kompeten dalam beke..ja saya tid..ak pernah mab.uk- mabukan" ucapnya berusaha mengelak, sedangkan para kuli yang terlibat itu juga sudah gemetar ditempat, mereka ikut berdemo agar tidak dicurigai oleh para kuli bangunan lain tapi ternyata ekspektasi tidak sesuai realita karena hari ini kejahatan mereka telah terbongkar.


" Sudah cukup,tidak ada yang perlu kamu jalaskan rekaman video CCTV.itu sangat asli dengan kamu mengatakan bahwa video itu telah diedit bukankah secara langsung kamu menuduh Bu Desi yang berusaha memfitnah mu hah" bentak Rani berapi-api.


" Bu sa..ya tidak bermaksud unt..uk" sahutnya terbata-bata tapi dipotong oleh Rani.


" Cukup kamu membela diri, kalian semua yang telah melakukan tindakan kejahatan dengan mengorupsi dana dari perusahaan Dinata dan juga gaji para kuli bangunan! kalian harus mempertanggung jawabkan dikantor polisi" tegas Rani yang membuat mandor Rio dan beberapa bawahannya kelimpungan.


" Tidak Bu, maafkan saya! Berikan saya kesempatan bu" ucap mandor Rio akhirnya mengaku.


" Tidak ada kesempatan untuk penghianat seperti kalian" geram Rani.


" Kalian tangkap mereka bawah kekantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,dan aku akan pastikan mereka akan dihukum seberat-beratnya" lanjutnya memerintah pada beberapa kuli bangunan yang masih tersisa.para kuli itu pun mengangguk setuju.


Membuat mandor Rio yang tidak ingin dipenjara pun melakukan perlawanan yang diikuti oleh 10 kuli bangunan yang bersikonkol dengannya, perkelahian itu pun tidak dapat dielakkan.


Bung


Krak


Bunyi suara tonjokan


Desi dan Rani masih berdiri ditempat itu kini dikelilingi oleh para kuli dan Mandor yang saling hantam.rani yang melihat itu sangat takut, karena ia memang tidak pernah dihadapkan dengan kekerasan seperti itu dengan gemetar iya mengajak Desi meninggalkan tempat itu untuk pergi ke mobil mereka sampai keadaan kembali tenang.


Tapi mandor Rio yang melihat itu tidak membiarkannya iya pun kemudian membabi-buta meninju para kuli bangunan yang berusaha melawannya, walaupun sudah tua tapi mandor Rio sangat ahli dalam bela diri begitu juga dengan beberapa anak buahnya untuk mengantisipasi keadaan saat seperti ini. Jumlah mereka yang sedikit dapat mengalahkan para kuli bangunan yang berjumlah 15 orang yang sama sekali tidak pandai bela diri kecuali Doni yang masih memberikan perlawanan.dibantu oleh sopir Desi.


" Bu Desi,ayo kembali ke mobil keadaan semakin tidak terkendali. disini berbahaya untuk anda" ucap Rani terbata-bata berbeda dengan Desi yang terlihat menguarkan aura dingin.


Rani pun menarik tangan Desi tapi sebelum itu langkah mereka dihadang oleh mandor Rio sedangkan sopir Desi masih sibuk mengahadapi anak buah Rio.


" Apa-apaan kamu, minggir jangan macam-macam jika tidak anda akan menyesal" bentak Rani berusaha memberanikan diri,saat melihat tatapan tajam dari Rio pada Desi.


" Heh, aku tidak akan macam-macam tapi hanya satu macam, serahkan wanita itu karena dia sudah berni bermain-main dengan ku" gertak pria paruh baya itu, iya tidak akan membiarkan Desi yang sudah membongkar kejahatannya dapat pergi dengan selamat dari tempat ini.setidaknya sebelum iya dipenjara iya bisa membunuh wanita sialan itu.pikirnya


" Beraninya kamu ingin menyentuh nona Desi, aku tidak akan membiarkannya" geram Rani walaupun iya takut tapi Rani tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada nona Desi putri atasannya.walau nyawanya yang harus melayang.


"Hahahaha Bu Rani, sebaiknya anda menyingkir. Jika tida aku akan.."


Bugh


Suara tendangan yang sangat keras mampu membuat kalimat dimulut pria paruh baya itu terhenti.


" Uhuk" Rio mengusap mulutnya yang memuntahkan darah.akibat tendangan kuat yang menerjang dadanya." KAU, beraninya kamu memukul ku" Hardiknya pada Desi.pria itu pun maju untuk memukul Desi.


Tidak banyak yang tahu selain keras kepala dan bar-bar Desi adalah salah satu murid yang menguasai karate tertinggi dengan mendapatkan sabuk hitam sebagai tanda jika karate yang dikuasainya sangat tinggi.bahkan setiap pertandingan karate yang diselenggarakan sekolahnya dengan sekolah lain Desi selalu menjadi juara satu dalam seni bela diri.tapi tentu hal itu tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya bahkan suaminya sendiri.

__ADS_1


" Nona" teriak Rani panik melihat nona Desi yang berkelahi dengan mandor Rio sedangkan sopir Desi masih sibuk mengahalau para kuli yang cukup tangguh itu.


Bugh


Krak


Perkelahian itu pun terus berlanjut,dimana Desi dengan cepat dan gesit melawan mandor rio.pria paruh baya itu sangat kagum dengan kelihaian Desi dalam bertarung tapi iya tidak akan mudah menyerah sebelum berhasil melukai wanita itu.


" Ah" teriak Rani saat mendapatkan pukulan di sudut bibirnya membuat dara segar mengalir akibat sudut bibirnya yang pecah.hal itu membuat konsentrasi Desi buyar dan dimanfaatkan oleh Rio.


Bugh


"Auh" desisnya.


" Ah" teriak Rani saat mendapatkan pukulan di sudut bibirnya membuat dara segar mengalir akibat sudut bibirnya yang pecah.hal itu membuat konsentrasi Desi buyar dan dimanfaatkan oleh Rio.


Bugh


"Auh, uhuk" desisnya,dan batuk darah


Dara segar keluar dari mulut Desi saat menerima tendangan diperutnya,dan juga sudut bibirnya yang pecah karena pukulan beruntut yang dilakukan oleh Rio, membuat Desi terjerembab ketanah karena belum siap menerima serangan mendadak itu.sudut bibinya pun meninggalkan bekas membiru.


" Heh itu lah akibatnya karena berani melawan ku" ucap pria itu sinis.


" dasar banci mengambil kesempatan dalam kesempitan menyerang musuh saat lengah" sarkas Desi tak kalah sinis"caramu itu hanya dilakukan oleh seorang pecundang"lanjutnya dengan mengacungkan jari jempol kebawah.


Hal itu membuat emosi Rio kembali tersulut dengan amarah yang menggebu pria itu hendak menendang Desi yang masih terduduk di tanah hingga.


Bugh


" Uhuk,siapa yang sudah berani menyerang ku dari belakang" bentak Rio dan menoleh kebelakang melihat siapa yang sudah berni menendang punggungnya hingga iya terjatuh ke tanah.


" Pr...es...dir Raka" ucap Rio terbata membelalakkan matanya tidak percaya,bagaimana bisa pria yang sangat berkuasa itu berada disini.


" Apa salah saya Sehingga tuan memukul saya " tanya pria paruh baya itu hati-hati tak ingin menyinggung pria yang terkenal kejam itu.tanpa iya sadari iya bukan hanya menyinggung seorang king devil penguasa dunia atas dan bawah. Tapi iya juga telah membangkitkan iblis yang sedang tertidur itu.


" Beraninya kamu menyentuhnya bahkan melukainya padahal saya sedikit pun tidak pernah melukainya seujung rambut pun " bukannya menjawab pertanyaan pria itu,Raka malah melayangkan perkataan yang mampu membuat tubuh mandor Rio bergetar, sekarang iya paham mengapa pria berkuasa itu memukulnya.itu semua karena wanita yang baru saja berkelahi dengannya! Dan juga merupakan putri dari keluarga Dinata.


Tapi berbeda dengan Desi yang tersenyum getir mendengar perkataan Raka! bahwa suaminya itu tidak pernah menyakitinya barang seujung rambut pun,mungkin itu memang benar tapi tidak dengan hari dimana Jessi telah masuk di hidup mereka. Sadar atau tidaknya Raka telah menyakiti hatinya.


Semenjak menerima untuk menikah walaupun itu atas permintaannya tapi besar harapan Desi suaminya itu menolak seperti yang sudah-sudah tapi ternyata ekspektasi tidak sesuai realitas karena dengan mudahnya sang suami menerima permintaan Desi setelah banyaknya wanita yang pernah ditolak mentah-mentah olehnya! Apakah Raka menyetujuinya karena wanita itu cinta pertamanya pikir Desi saat itu. Tapi yang pasti sejak Jessi hadir di pernikahan mereka Desi merasa Raka sudah banyak berubah.


***


Merasa dirinya sekarang semakin terpojok membuat Rio tidak perlu bersikap hormat lagi pada orang-orang dihadapannya ini. Dengan berani iya menjawab ucapan Raka.


"Heh, ternyata anda mempunyai hubungan dengan wanita Sialang ini" ucapnya ketus diselingi senyum sinis dibibirnya"seorang Raka Sachdev Bramantyo pria yang dikenal kejam dan dingin dikelilingi oleh banyak wanita, tapi ia tidak tergoda karena hanya ada satu wanita yang ia cintai yaitu istrinya nyonya Wita! Tapi hari ini yang aku dengar dan lihat! anda mengatakan bahwa nona Desi putri dari Keluarga Dinata adalah wanita anda.apa yang akan terjadi seandainya istri Presdir mengetahuinya, hahaha" lanjutnya dengan tawa mengejek.

__ADS_1


Rio merasa dengan menyinggung tentang nyonya muda BRAMANTYO ia pasti akan selamat, karena Raka tidak akan membiarkan siapapun memberi tahu istrinya jika ia memiliki seorang simpanan yang merupakan putri dari pengusaha sukses no dua setelah keluarga BRAMANTYO.tanpa Rio tahu jika Desi adalah istri Raka.


" Heh" Raka tersenyum sinis mendengar perkataan Rio yang menurutnya seperti lelucon." Kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu, sebelum kamu memberi tahu istriku dia sudah mendengarnya sendiri"lanjutnya dengan nada mengejek.


Membuat Rio membelalakkan matanya bingung tapi sedetik kemudian pria itu menggeleng jangan sampai apa yang ia pikirkan benar adanya,bahwa istri pria kejam ini adalah wanita yang sudah ia hina habis-habisan Bahakan ia dengan bernai telah melukai wanita tersebut.


" Apa yang kamu pikirkan itu adalah benar, wanita yang sudah kamu hina bahkan berani kamu lukai adalah istriku" sarkas Raka seakan mengerti apa yang ada diotak pria paruh baya itu." Dan kamu harus membayar mahal untuk perbuatan mu itu" lanjut Raka tajam dan didetik berikutnya Raka menghajar pria paruh baya itu berkali-kali tanpa belas kasih sedikit pun mendengar permohonan Mandor Rio yang merintih kesakitan.


Bugh


" Apa kaki ini yang kamu gunakan untuk menyentuhnya" tanyanya setelah berhasil membuat mandor Rio babak belur.


" Am...pun tu...an aah"teriak mandor itu


Krak


Suara tulang yang patah membuat beberapa orang yang ada ditempat itu merasa ngilu menyaksikan bagaimana kejamnya Presdir S.G Group itu.


" Tuan muda, sudah cukup biarkan anak buah kita yang mengurusnya" thom melerai saat merasa pria paruh baya itu sudah sangat sekarat,ia bukan karena kasihan tapi ditempat itu ada banyak orang tidak baik jika ada yang melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib yang ada masalah bisa berabe.walaupun tuan mudanya memiliki kekuasaan yang sangat besar tapi masih banyak musuh diluar sana yang tidak diketahui rupanya bisa saja mereka keluarga dekat atau sahabat yang berkedok baik tapi sebenarnya sangat berbahaya.mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengahancurka tuan mudanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next Sampai sini dulu ya gays 🄰😌


Jangan lupa Like dan Votenya šŸ„°šŸ˜šŸ™


__ADS_2