Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Akhir Chapter 2


__ADS_3

Setelah selesai acara, semua nya berpamitan dan naik kapal yang sudah di siapkan untuk kembali ke kota X.


Hanya keluarga saja masih tinggal di Pulau Wei. mereka sepakat akan menginap di Pulau Wei malam ini.


"Sung Gi... buka pintunya kau harus makan" Ujar Nyonya Ahn Ran.


"Ada apa Ma?! Tanya Hae Ran


"Sung Gi belum makan sama skali dari tadi pagi" Ucap Ny. Ahn Ran cemas


"Biar Celli aja Tante" Ujar Celli memegang sebuah piring berisi makanan.


"Sung... Ini Bibi Celli, maukah kau membukakan pintunya Bibi mohon.


Lama mereka terdiam, menunggu respon dari Sung Gi dan setelah beberapa saat terdengar bunyi pintu.


Sung Gi membuka pintunya, Celli pun masuk lalu menutup kembali Pintunya.


"Apa kau sedang mogok makan sekarang?! tanya Celli


"Aku hanya tidak memiliki selera makan Bi" Ucap Sung Gi yang masih berdiri menyandar di dinding kamarnya.


"Baiklah, Bibi hanya mengantar makanan saja jika seleramu sudah ada, segeralah makan supaya tidak sakit" Ucap Celli kemudian berdiri dari kasur hendak keluar.


"Begitu saja?! Apa Bibi tidak ingin memberiku nasihat atau semacamnya?! Ucap Sung Gi dengan Kening yang mengerut.


"Oh, kau membutuhkan nasihat dari Bibi?! bukankah kau sudah besar sekarang, berita tentangmu yang hebat dalam mengangkat HJ group tersebar di seluruh penjuri kota X, dan kau masih butuh nasihatku?! Celli menaruh kedua tangannya di Pinggang.


"Bukankah kau sekarang sudah dewasa, mengunci pintu kamar tidak ingin makan dan membuat semuanya cemas... Lalu kau masih butuh nasihatku?! ujar Celli mengankat kedua alisnya dan menatal Sung Gi


Sung Gi menundukkan kepalanya "Bukan begitu Bi, hanya saja...aku kira kau akan...


"Akan apa?! akan menceramahi Mu?! Atau menghiburmu, Huh Sung Gi berhentilah menjadi anak cengeng" Celli menjentikan jarinya ke jidat Sung Gi.


"Cengeng?! Maksud Bibi?! Sung Gi mulai menaikkan nadanya.


"Orang Tua ku meninggal dan aku menjadi anak yatim piatu, aku di tinggalkan sendiri" Sung Gi berteriak menciptakan gema di seluruh ruangan.


Sehingga seluruh keluarga melangkah mendekati kamar Sung Gi.


Celli menarik nafasnya dan menganggukkan kepalanya berulang-ulang dengan mata yang berkaca-kaca. Namun Ia berusaha untuk tetap tenang.


"Sung Gi, dirumah ini bukan hanya kau saja yang merasa kehilangan, kami semua merasa kehilangan seharusnya kau bisa mengerti itu"

__ADS_1


"Dengar, Bibi tahu apa yang akan kau katakan bahwa kau masih remaja masih butuh orang tua ini dan itu, tapi Sung Gi apakah orang tuamu menginginkan kematian secepat ini?! tentu tidak...


"Jadi berhentilah bersikap seperti anak-anak, Tunjukan kepada Mama Papa mu bahwa kau baik-baik saja, maka mereka akan tenang di sana"


"Mungkin Bibi terlalu sarkartis dalam berbicara kepadamu, tapi Sung Gi....


Celli memegang kedua bahu Sung Gi


"Berhentilah berperan sebagai orang dewasa yang bodoh, Jujur pada dirimu bahwa kau masih remaja, jika kau butuh perhatian katakan, jika kau butuh teman untuk bicara katakan, jangan pernah menganggap kau sendiri dalam hal ini...


Celli terdiam sejenak, Ia sungguh tak bisa menahan emosinya untuk tetap stabil...


"Kita semua kehilangan, Kau tahu itu kan...


"Sung Gi kau tahu bagaimana terpukulnya aku kehilangan ibumu?! Suara Celli pun mulai lirih dan gemetar.


"Apa kau tahu bagaimana rasanya Hah??? Celli tak bisa menahan emosinya, ia berteriak di depan Sung Gi.


Leher Celli serasa tercekat jika Ia mengingat semua nya itu, Ketika ia harus kehilangan sahabat yang paling ia sayangi, dan mengetahui bagaimana selama ini Jung Song di perlakukan tidak adil oleh Gun..


Ingin sekali ia memaki di makamnya Gun, Namun Ia ingat bahwa sahabatnya itu mencintai laki-laki tersebut, di tambah lagi dalam beberapa Video yang di tinggalkan Jung Song, Ia menitipkan Sung Gi pada Celli.


"Jadi tolonglah Sung Gi, bekerja samalah dengan keluarga mu disini, jagai mereka seperti Papamu menjaga mereka" Ada isakan dalam perkataan Celli


Celli melepas cengkramannya lalu keluar dari kamar Sung Gi...


"Cel..


"Aku ingin sendiri Excel" Ujar Celli melangkah kan kakinya keluar dari Rumah dan duduk di tepi pantai.


Semua yang ada di depan kamar Sung Gi terdiam, tidak ada satu pun orang yang berani masuk atau keluar untuk berbicara kepada Sung Gi maupun Celli.


Yah, selain dengan Ayahnya dan Lori, Sung Gi sangat dekat dengan Celli di tambah lagi semasa bayi Celli menjadi Ibu ASI untuk Sung Gi. hal itu membuat keduanya menjadi lekat satu dengan yang lainnya.


Sementara Excel tidak pernah memepermasalahkan hal itu, ia juga menganggap Sung Gi sudah seperti anaknya.


Setelah beberapa menit Sung Gi keluar dari kamar "Dimana Bibi? tanya nya


"Dia sedang di luar" jawab Excel


"Sung Gi, kau tahu kan Bibi mu tidak bermaksud seperti itu" Ujar Excel


"Aku tahu Paman, aku akan minta maaf padanya" Sung Gi keluar dan mencari Celli, namun di tepi pantai ataupun dermaga ia tidak melihat Bibinya.

__ADS_1


Ternyata Celli sedang duduk di makam Jung Song.


"Kau tahu Eun hye, semua orang memanggilmu Jung Song tapi tidak masalah buat ku... bagiku kau tetap Eun hye ku... apa kau sudah berjumpa dengan orang yang kau cintai?!


"Aku senang Eun hye, kau tidak lagi sendiri di sana"


Celli menangis memegang batu nisan bertuliskan nama Jung Song "Maaf Eun hye, aku membentak Sung Gi tadi" Isaknya..


"Bibi Celli...."


Celli berbalik melihat Sung Gi yang tertunduk dengan tangannya memegang piring yang ia bawakan untuk Sung Gi tadi.


"Sung Gi?!


"Bibi, selera makanku sudah kembali bolehkan kau menyuapiku" tangisnya sambil menjulurkan piring ke depan Celli...


Celli pun tak bisa menahan air mata yang sedari tadi sudah jatuh membasahi wajahnya.


"Kemarilah.... Celli tersenyum lalu meletakkan piring itu di atas makam Jung Song lalu memeluk Sung Gi...


"Maaf... maafkan aku Bi maaf" pecah tangis Sung Gi dalam pelukan Celli


"Bibi juga minta maaf Sung Gi, Bibi menyayangimu"


Mereka berdua pun duduk di sisi makam Jung Song dan Gun, Celli menyuapi Sung Gi... mereka berbicara hingga Sung Gi menghabiskan makananya, ada tawa terdengar dari kejauhan.


"Sepertinya mereka sudah baikan" Ucap Tania anak dari Celli dan Excel.


"Benarkah?! taya Lori mengintip dari balkon teras.


"Syukurlah" Ujar Bibi Wong dari ruang tamu...


Semuanya pun kembali tersenyum...


Tuan Hae Jae, Ny. Ahn Ran, Bibi Wong, Jae Lee, Hae Ran, Jhi Yu, bayi Mi so, Excel, Tania dan Lori... Mereka semua tersenyum.


Begitu pun dengan Kedua orang di pantai.


Bibi Celli dan Sung Gi....


** Tamat **


***

__ADS_1


__ADS_2