Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Ini hidup aku


__ADS_3

Veon keluar dari rumahnya, dia melihat Zaki yang sedang bersandar pada mobilnya sambil meremas rambut kepalanya. Pria itu lalu melangkahkan kakinya menghampiri Zaki.


“Sekarang kamu antar aku ke rumah Alex.”


Zaki menatap wajah Veon yang juga terlihat sangat emosi, “apa Tuan juga sudah tahu kalau Nona Chelsea...” sebelum Zaki menyelesaikan ucapannya, Veon sudah menganggukkan kepalanya, dia lalu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.


‘Chel, aku akan datang untuk menjemputmu, tunggu aku.’ Zaki lalu masuk ke dalam mobil.


Dalam perjalanan menuju rumah Alex, Zaki menceritakan semua yang dia dengar dari Eca kepada Veon. melihat ekspresi wajah Veon, Zaki yakin, jika majikannya itu semakin terlihat emosi.


Veon dan Zaki bergegas turun dari mobil, mereka lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Alex. Zaki dengan kepalan tangannya menggedor-gedor pintu rumah Alex. Wanita paruh baya yang baru saja mematikan seluruh lampu di ruang tamu, kembali menyalakan lampu itu setelah mendengar suara gedoran pintu yang terdengar sangat keras.


Pintu itu mulai terbuka, tanpa di persilahkan masuk, Zaki dan Veon langsung masuk ke dalam rumah Alex. Mereka berdua berteriak memanggil nama Alex dan juga Chelsea. Chelsea yang sudah terlelap dalam tidurnya, menjadi terganggu karena suara teriakan Zaki dan Veon.


Chelsea mengubah posisinya menjadi duduk, “itu seperti suara Kak Veon dan Zaki.” Kedua mata Chelsea seketika membulat dengan sempurna, “apa mereka sudah kembali dari luar kota? Bukankah mereka seharusnya kembali 2 hari lagi?”


Chelsea beranjak dari duduknya, dia lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Saat berada di depan pintu kamarnya, dia berpapasan dengan Alex, “sepertinya Kak Veon dan Zaki datang ke rumah ini.”


“Lebih baik kita temui mereka, bukankah mereka keluarga kamu, itu berarti mereka keluarga aku juga.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “biar aku saja yang menemui mereka, hubungan kamu mereka tidak terlalu baik, aku tidak mau membuat keributan, apalagi ini sudah malam.”


Alex menggenggam tangan Chelsea, tapi dengan cepat Chelsea menepis tangan itu. Pria itu menghela nafas panjang, “sekarang aku adalah suami kamu, itu berarti Veon adalah kakak aku juga. Aku ingin meminta maaf padanya atas semua yang sudah aku lakukan padanya, selain itu aku juga ingin meminta restu darinya.”


“Kamu belum tahu bagaimana Kak Veon kalau sedang marah, dia bisa membunuhmu!”


Alex tersenyum, “jika aku memang harus mati di tangan kakak kamu, aku rela, karena aku ingin membuktikan kepada kamu dan kakak kamu, kalau aku benar-benar ingin berubah.”


“Terserah kamu! Yang penting aku sudah memperingatkan kamu!” Chelsea lalu melangkahkan kakinya menuju tangga.

__ADS_1


“Chel, aku akan menerima semua sikap kamu sama aku, karena aku ingin kamu menyadari, jika aku benar-benar tulus mencintai kamu.” Alex lalu mengikuti Chelsea, mereka lalu melangkah menuju ruang tamu, tempat Zaki dan Veon yang tengah berdiri sambil berteriak memanggil nama mereka.


Zaki yang melihat Chelsea berjalan ke arah ruang tamu, dia bergegas melangkahkan kakinya untuk mendekati wanita itu. Pria itu lalu memeluk Chelsea, “sayang, maafkan aku, aku tahu malam itu aku sudah kelewatan, tidak seharusnya aku mengatakan semua itu.” Pria itu mengeratkan pelukannya.


Alex yang melihat Zaki memeluk Chelsea pun menjadi sangat geram, dengan cepat dia menarik tangan Chelsea hingga terlepas dari pelukan Zaki, “jangan berani-berani kamu memeluk Chelsea lagi, sekarang dia adalah istriku!”


Veon melangkahkan kakinya mendekati mereka bertiga, “Chel, apa maksud semua ini? Kenapa kamu tidak memberitahu kakak kalau kamu mau menikah dengan Alex!”


“Ini hidup aku, Kak. aku tidak perlu meminta izin kepada kakak.”


Veon dengan kasar menarik tangan Chelsea hingga membuat wanita itu kesakitan. Pria itu lalu mencengkram kedua lengan wanita itu, “sekarang katakan sama kakak, apa Alex sudah mengancam kamu?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku menikah dengan Alex atas keinginan aku sendiri, Alex tidak pernah memaksaku untuk menikah dengannya.”


“Bohong! Pria brengsek ini pasti telah memaksamu, dia pasti telah mengancam mu, iya kan!” Zaki menatap tajam ke arah Alex.


“Zak, sudah aku katakan dengan sangat jelas, Alex tidak memaksa dan mengancamku, aku menikah atas keinginan aku sendiri!” Chelsea lalu menepis tangan Veon, “lebih baik sekarang kalian pulang, tidak baik membuat keributan di rumah orang malam-malam begini.”


Chelsea yang melihat kejadian itu langsung bergegas mendekati Alex dan membantunya untuk berdiri, “apa kamu tidak apa-apa?” meskipun dia sangat membenci Alex, dia tidak tega melihat Zaki memukulnya seperti itu. Dia ingin dirinyalah yang menghukum Alex, bukan orang lain.


“Sayang, kenapa kamu membelanya, sudah seharusnya dia mendapatkan pukulan itu, aku bahkan ingin sekali membunuhnya!” Zaki mengepalkan kedua tangannya, dia sudah bersiap-siap untuk melayangkan pukulan keduanya, tapi Chelsea menghalangi Zaki.


“Sayang, apa yang kamu lakukan? Minggir, jangan lindungi si brengsek itu!”


Chelsea tidak bergeming, dia tetap berdiri di depan Alex, “Alex sekarang adalah suamiku, aku harus melindunginya, aku tidak akan membiarkan kamu memukulnya.”


Alex terlihat sangat bahagia, entah mengapa saat wanita itu mengucapkan kata suami di depan Veon dan Zaki hatinya begitu berbunga-bunga, dia seperti merasakan ada udara yang sangat menyegarkan masuk ke dalam paru-parunya.


“Kalau begitu kakak yang akan menghajar si brengsek itu, kakak tidak akan pernah rela kamu menikah dengannya.” Veon menarik tangan Chelsea dan menghempaskannya, dan dengan sekali pukulan yang Veon layangkan ke wajah Alex, pria itu kembali jatuh tersungkur.

__ADS_1


Alex bisa saja membalas semua perlakukan itu, tapi dia memilih untuk tetap diam, dia tidak ingin Chelsea membencinya karena telah menghajar kakaknya. Alex mencoba untuk berdiri, bibirnya kini mengalirkan darah segar.


“Veon, aku tahu kenapa kamu melakukan semua ini, dan aku akan menerimanya dengan senang hati.” Alex lalu menatap Chelsea yang kini juga tengah menatapnya, “aku sudah menyesali semuanya, aku ingin menebus semua kesalahan aku dengan membuat Chelsea bahagia.”


Zaki mencengkram erat kerah baju Alex, “jika kamu ingin Chelsea bahagia, maka enyahlah dari hidupnya. Justru kehadiran kamu yang membuat hidup Chelsea menderita!” pria itu lalu menghempaskan tubuh Alex.


Alex tersenyum, “aku tidak akan pernah meninggalkan Chelsea, karena dia sekarang adalah istriku, dia sudah menjadi tanggung jawabku sekarang.”


Veon tidak menyangka, Alex akan tetap diam setelah mendapatkan dua pukulan di wajahnya, bahkan pria itu masih memperlihatkan senyuman di wajahnya.


Chelsea berjalan mendekati Veon, “Kak, aku mohon, jangan sakiti Alex lagi. Apa kakak ingin aku menjadi janda? Padahal baru sehari aku menikah dengan Alex.”


“Kakak lebih suka melihat kamu menjadi janda, daripada kakak harus melihat kamu hidup menderita dengan dia!” Veon berbicara sambil menggerakan jari telunjuknya ke arah Alex.


“Veon, beri aku satu kesempatan, aku akan membuktikan sama kamu, kalau aku benar-benar sudah berubah. Aku tidak akan menyakiti Chelsea lagi.” Alex mengusap darah yang terus mengalir dari sudut bibirnya, bahkan darah itu sudah mengenai bajunya, “jika aku memang menyakiti Chelsea, maka kamu boleh membawanya pergi dari rumah ini,” imbuhnya.


Zaki menggelengkan kepalanya, “Tuan, anda jangan percaya sama ucapan Alex, dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuk menyakiti Chelsea, saya yakin itu.” Pria itu tidak akan membiarkan Veon terpengaruh oleh ucapan Alex.


Alex melangkahkan kakinya mendekati Veon, dia lalu bersimpuh di depan pria itu, “dulu aku menyuruh kamu untuk berlutut di depanku, sekarang aku yang berlutut di depan kamu. Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahan aku, aku juga ingin meminta kamu untuk merestui pernikahan aku dengan Chelsea. Aku berjanji, aku tidak akan membuat Chelsea bersedih, aku akan membahagiakannya, membuatnya selalu tersenyum, aku tidak akan membuatnya menangis seperti dulu lagi.”


“Alex, apa yang kamu lakukan?” Chelsea tidak menyangka Alex akan berlutut di depan kakaknya dan menerima semua perlakuan Veon dan Zaki.


“Sayang, seharusnya aku melakukan ini sejak dulu, aku hanya ingin menyakinkan kakak kamu, kalau aku benar-benar sudah berubah. Jika kakakmu membawa kamu pergi dari rumah ini, aku bahkan tidak akan sanggup, aku tidak bisa hidup tanpa kamu.”


Zaki tidak ingin membuang-buang waktu untuk berbicara panjang lebar dengan Alex, dia lalu mendekati Chelsea, “Chel, sebaiknya kamu ikut aku pulang, aku tidak akan pernah rela membiarkan kamu hidup bersama si brengsek itu!” pria itu lalu menarik tangan Chelsea.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “tidak Zak, aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini. Ini adalah rumah suamiku, sudah seharusnya aku berada disini.” Wanita itu lalu melepaskan tangan Zaki dari pergelangan tangannya. Dia lalu berlutut di samping Alex.


“Kak, sekali ini saja aku mohon, beri kesempatan Alex untuk membuktikan jika dia memang benar-benar sudah berubah.”

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2