
Dua hari kemudian, Chelsea benar-benar mendapatkan haid pertamanya. Dia pun memberitahu Alex, kalau dirinya akan kembali ke rumah sakit untuk melakukan tes yang ketiga. Chelsea datang ke rumah sakit di temani oleh Alex, karena pria itu sedang tidak ada banyak pekerjaan. Chelsea merasa sangat bahagia, akhirnya dia dan Alex bisa melakukan pemeriksaan bersama-sama.
Sesampainya di rumah sakit, Chelsea dan Alex melakukan tes pemeriksaan secara lengkap. Dokter menyarankan untuk datang kembali dalam waktu 3 hari ke depan untuk melihat hasil tes mereka. Alex dan Chelsea pun melangkah melewati satu persatu koridor rumah sakit itu.
Saat mereka melewati lobby, mereka tidak sengaja melihat Zaki juga berada di rumah sakit itu dengan Rena.
“Sayang, siapa gadis yang bersama dengan Zaki, aku kok sepertinya tidak merasa asing dengan gadis itu.”
“Aku juga tidak tahu siapa namanya, tapi yang aku tahu, dia kekasihnya Zaki.”
Alex pun mengingat kembali siapa gadis yang bersama dengan Zaki, “aku ingat sekarang, dia adalah putri pengusaha sukses yang namanya sedang disebut-sebut oleh para kolegaku, kalau tidak salah namanya...Rena, dia adalah putrinya Pak Faisal,” ucapnya.
“Kamu kenal dengan gadis itu?” tanya Chelsea terkejut.
“Kenal banget sih tidak, tapi aku pernah mengobrol dengannya saat acara makan malam dengan Pak Faisal di rumahnya.”
Chelsea mengerucutkan bibirnya, “kenapa kamu tidak pernah bilang sama aku?”
“Bagaimana aku bisa bilang sama kamu, itu kejadiannya sudah lama sekali, bahkan sebelum aku menikah denganmu, saat itu Rena baru duduk dibangku SMA, dan mungkin sekarang dia sedang menempuh gelar S1 nya. Tapi, yang bikin aku bingung, kenapa dia bisa berpacaran dengan Zaki, umur mereka saja terpaut sangat jauh,” ucapnya penasaran.
Rena yang melihat Alex, langsung menyapa Alex, karena dia memang kenal dengan Alex, “Kak Alex?” teriaknya.
“Sepertinya kalian sangat akrab, hingga Rena sampai memanggilmu seperti itu.” Chelsea mendengus kesal.
Alex menggenggam tangan Chelsea, “apa sekarang kamu sedang cemburu?” godanya.
“Siapa juga yang cemburu,” bantah Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya.
Alex mencolek hidung mancung Chelsea, “kalau cemburu, bilang saja cemburu,” godanya lagi.
“Kak Alex sedang apa disini?” tanya Rena saat dia sudah berada tepat di depan Alex.
Zaki menatap ke arah Chelsea, “kamu sedang apa Chel, disini?” tanyanya.
“Aku hanya sedang check up saja,” sahut Chelsea dengan menepiskan senyumannya.
“Kak Zaki kenal dengan wanita ini?” tanya Rena sambil menatap Zaki yang saat ini masih betah menatap Chelsea, dan itu membuat Rena tidak suka.
“Hai, Ren, sudah lama tidak bertemu, kamu apa kabar?” tanya Alex berbasa-basi.
“Baik, Kak. Aku kesini untuk menjenguk Papa, dia sedang sakit,” ucap Rena.
“Memangnya Papa kamu sakit apa? apa aku boleh menjenguknya?” tanya Alex terkejut.
__ADS_1
Rena menganggukkan kepalanya, “tapi, siapa wanita ini, Kak?” tanyanya sambil menatap Chelsea.
Alex merangkul bahu Chelsea, “kenalkan, dia adalah istri aku, namanya Chelsea,” ucapnya memperkenalkan Chelsea.
Rena mengulurkan tangannya, “hai, Kak Chelsea, aku Rena, aku temannya Kak Alex,” ucapnya.
Chelsea hanya menepiskan senyumannya sambil menjabat tangan Rena dan itu pun tidak berlangsung lama.
“Ren, lebih baik kita ke ruangan inap Papa kamu saja,” ajak Alex yang mencoba untuk keluar dari kecanggungan itu. pria itu bisa melihat, antara Chelsea dan Rena, mereka tidak akan pernah bisa bersahabat.
Rena menganggukkan kepalanya, dia pun mengandeng lengan Zaki dan berjalan menuju lift dan diikuti Alex dan Chelsea di belakangnya. Mereka akhirnya sampai di lantai dua, tempat Papanya Rena di rawat. Ternyata di dalam ruangan itu sudah ada Veon, mereka pun langsung masuk ke dalam ruang VIP itu.
Rena melangkahkan kakinya mendekati Papanya, “Papa kenapa, apa Papa baik-baik saja?” tanyanya cemas.
“Zak, terima kasih, karena kamu telah membawa Rena kemari,” ucap Pak Faisal dengan tersenyum.
“Sama-sama, Pak. Saya juga hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan,” ucap Zaki.
“Aku memang tidak salah telah memilihmu menjadi calon menantu saya,” ucap Pak Faisal.
Wajah Rena bersemu merah, dia tidak menyangka Papanya akan secepat itu menganggap Zaki sebagai calon menantunya, padahal dia dan Zaki, baru berhubungan selama satu bulan.
“Saya masih belum pantas untuk menjadi calon menantu Pak Faisal,” ucap Zaki merendah.
Alex berjalan mendekat, “apa kabar Pak Faisal, sudah lama kita tidak bertemu,” sapanya.
“Baik, hanya sedikit sakit saja, tapi sudah membuat heboh semua orang,” ucapnya dengan nada bercanda.
“Saya tidak menyangka, anda mengenal Alex,” ucap Veon yang sangat terkejut.
“Saya dan Pak Alex, dulu pernah bekerja sama, ya kurang lebih satu tahun yang lalu.”
“Oh begitu, sekarang Alex adalah adik ipar saya, dia menikah dengan adik saya Chelsea,” jelas Veon.
“Wah...ini benar-benar sangat mengejutkan, saya pikir, Pak Alex belum menikah, anda masih terlihat sangat muda,” puji Pak Faisal.
Veon dan Alex menyuruh Chelsea untuk mendekat, dan memperkenalkan dirinya kepada Pak Faisal. Setelah itu, mereka pun saling mengobrol, yang mereka obrolkan seputar pekerjaan mereka, dan itu membuat Chelsea merasa bosan.
Tapi tidak dengan Rena, karena dia sejak tadi mengajak bicara Zaki. Tapi, gadis itu tahu, jika sejak tadi Zaki sering mencuri pandang ke arah Chelsea yang tengah sibuk dengan ponselnya.
“Kak Zaki, aku lapar, bagaimana kalau kita ke kantin untuk mencari makan?” ajaknya sambil merangkul lengan Zaki.
Zaki pun menganggukkan kepalanya, dia tidak mungkin menolak permintaan Rena di depan Faisal dan juga Veon, “bagaimana kalau kita ajak Chelsea sekalian, kasihan dia, sejak tadi hanya sibuk dengan ponselnya. Dia pasti juga merasa bosan dan lapar,” usulnya.
__ADS_1
Rena mengerucutkan bibirnya, “terserah kakak saja!”
Zaki pun beranjak dari duduknya dan mendekati Chelsea, “Chel, mau makan siang bareng tidak, sama aku dan Rena?” tanyanya.
Chelsea menatap Alex, Alex pun menganggukkan kepalanya, dia tahu jika Chelsea merasa sangat bosan, dia juga tidak bisa meninggalkan ruangan itu, karena saat ini Pak Faisal sedang mendiskusikan sesuatu dengannya dan juga Veon.
“Baiklah, ayo.” Chelsea lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan VIP itu dan diikuti Zaki dan juga Rena.
Dalam perjalanan menuju kantin, Rena terus merangkul lengan Zaki, dan itu membuat Zaki merasa sangat risi, “Ren, bisa lepas tidak,” pintanya secara halus.
Rena menggelengkan kepalanya, “aku tidak mau melepasnya, aku ingin semua orang tahu, kalau Kak Zaki itu hanya milikku seorang.”
“Kalau kamu takut kehilangan Zaki, minta Zaki untuk menikahi kamu, dengan begitu Zaki akan menjadi milik kamu seutuhnya,” sindir Chelsea yang berjalan di sanding Zaki.
“Aku sama Kak Zaki memang akan segera menikah, ya kan, Kak?” tanya Rena sambil menatap Zaki.
Zaki hanya diam, dia tidak mau asal bicara, karena pertanyaan itu tidak main-main. Zaki belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya kepada Rena. Dia melakukan semua itu, demi menghormati Veon dan juga Faisal.
“Zak, pacar kamu sedang bertanya itu, kapan kamu akan menikahinya,” goda Chelsea sambil menahan senyum.
“Ren, sudah aku bilang berulang kali, aku tidak mau membahas soal pernikahan dulu, kita jalani dulu saja hubungan ini, Ok!”
Rena hanya menganggukkan kepalanya, mendengar apa yang Zaki katakan, membuat Rena sadar, jika pria itu belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya, “tapi, setelah aku lulus kuliah, aku akan meminta Papa untuk segera menikahkan kita, titik!”
Mereka pun akhirnya sampai di kantin, Zaki membaca buku menu. Pria itu membaca, ada salah satu menu yang tertulis di buku itu adalah makanan kesukaan Chelsea. Tanpa bertanya dulu kepada Chelsea, Zaki pun mulai memesan makanan, dia sampai lupa menanyakan makanan apa yang ingin di makan Rena, dan itu membuat gadis itu merasa sangat kesal.
Zaki pun meminta maaf, dan kembali memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman yang disukai Rena.
“Zak, kenapa kamu tidak bertanya padaku, apa yang ingin aku pesan?” tanya Chelsea heran.
“Di buku menu, ada salah satu makanan dan minuman kesukaan kamu, jadi aku memesan itu untuk kamu. Kenapa? apa makanan kesukaan kamu sudah berubah?” tanya Zaki bingung.
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tadinya juga ingin memesan itu,” ucapnya dengan menepiskan senyumannya.
Chelsea tahu, sejak tadi, Rena menatapnya dengan tatapan tidak suka, tapi wanita itu sama sekali tidak peduli, toh dia tidak melakukan apa-apa. tak berselang lama makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang. Mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja.
“Kak Zaki, suapin aku dong,” pinta Rena dengan manja.
“Ren, kamu itu bukan anak kecil lagi, jadi kamu bisa makan sendiri. Apa kamu tidak melihat, aku juga sedang makan, bukan hanya kamu yang merasa lapar, tapi aku juga,” tolak Zaki.
Chelsea benar-benar terkejut melihat sikap yang di tunjukkan Zaki kepada Rena, padahal gadis itu adalah kekasihnya. Dulu saat masih berpacaran dengannya, Zaki selalu yang berinisiatif untuk menyuapinya, tapi ini...Rena yang memohon, tapi Zaki dengan sangat kasar menolaknya.
‘Apa mereka benar-benar berpacaran? Kenapa sikap Zaki seperti itu terhadap Rena, apa Zaki terpaksa berpacaran dengan Rena? Apa Zaki melakukan semua itu demi menghormati Papanya Rena dan juga kakak?’ tanya Chelsea dalam hati.
__ADS_1
~oOo~