Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kamu pantas mendapatkannya


__ADS_3

" BERANI sekali kamu menamparku" geram Maria


" Karena kamu memang pantas mendapatkannya, selain mempertanyakan tentang didikan kedua orang tuaku! Anda juga dengan berani memfitnah dan menghina ibuku?" Sarkas Desi tanpa menggunakan panggilan mama pada Maria ,tapi sebenarnya ada sedikit rasa bersalah karena sudah menampar wanita yang notabenenya ibu dari suaminya itu.


" Kedua orang tuaku mendidik ku dengan sangat baik, bahkan saking baiknya aku tidak pernah menunjukkan sikap kasar padamu karena tidak ingin itu berimbas pada kedua orang tuaku tapi semakin hari anda semakin melampaui batas tapi aku masih tetap diam dan memaklumi sikap anda yang mungkin karena kesalahanku juga, karena Sampai saat ini tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga BRAMANTYO! bahkan ketika anda meminta ku untuk membujuk mas Raka menikah lagi aku langsung mengabulkannya lalu dengan mudahnya anda menyalakan didikan kedua orang tuaku seandainya bukan karena mereka aku tidak mungkin membiarkan mu menghinaku sedikit pun" ucap Desi dengan lugas membuat Maria langsung bungkam karena apa yang baru saja diucapkan menantunya benar adanya selama ini Desi tidak pernah membalas ucapannya Bahkan membantahnya


"Tapi hari ini anda sudah sangat keterlaluan anda Bahkan menghina ibuku yang sangat baik itu!dan aku tidak akan memaafkan hal itu" lanjut Desi


" Tapi tidak seharusnya mbak Desi menampar mama, bagaimana pun mama adalah ibu mertuamu beliau lebih tua dari mu" ucap Jessi ikut nimbrung karena melihat ibu mertuanya itu sepertinya mulai melunak,ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi karena sedikit lagi rencananya akan berhasil.


Maria yang awalnya bungkam kembali tersadar saat mendengar suara menantu keduanya, dengan segera wanita tua itu kembali menatap nyala pada Desi.


" Hahah" terdengar tawa yang keras dari wanita paruh baya itu membuat Desi menatap dengan waspada" apa kamu bilang ibumu itu adalah wanita yang baik, hahahaha lucu sekali apa kamu benar-benar tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tahu hah! Asal kamu tahu ibumu itu adalah seorang wanita malam yang bekerja di dunia kotor menjajakan tubuhnya hanya untuk uang tapi Arman pria bodoh itu dengan mudahnya jatuh cinta pada wanita lacur seperti ibumu itu, sehingga ibumu bisa keluar dari tempat kotor itu karena berhasil menggoda ayahmu Hingga mereka menikah padahal saat itu ayahmu sudah bertunangan dengan wanita lain" sarkas Maria lantang.


" Ti...dak itu tidak mung...king" Desi menggeleng kepalanya menolak perkataan ibu mertuanya itu.


" Terserah jika kamu tidak percaya kamu bisa menanyakan langsung pada ibumu itu apakah yang kukatakan adalah kebohongan atau kebenaran, dan satu hal yang pasti sekali ****** maka akan tetap ******" lanjut Maria penuh penekanan membuat Desi semakin menutup kedua telinganya, karena amarah membuat Maria gelap mata dan menutup hatinya bagaimana bisa ia menghancurkan hati seorang anak yang tidak tahu apa-apa itu, Maria bahkan melupakan bahwa dirinya juga adalah seorang ibu.


" Buka tangan mu DNA dengar kan baik-baik apa akan aku katakan" ucap Maria mendekati Desi yang berusaha menjauh darinya dan menutup telinganya rapat menggunakan kedua tangannya,tapi hal yang tidak diduga terjadi Desi yang begitu histeris tidak sengaja mendorong ibu mertuanya itu.


" Tidak" teriak Desi lantang


" Ah"


Terdengar suara jeritan keras bagaimana tidak dimana Maria yang berusaha menarik Desi malah hampir terjatuh karena dorongan yang repleks dilakukan Desi tapi yang malah jatuh adalah Jessica kejadian itu benar-benar cepat sehingga Desi tidak dapat mencernanya dengan benar! yang ada dibenaknya apa yang telah terjadi.


" Mama "teriak Jessi dan menarik ibu mertuanya itu, sehingga ia yang terjatuh ketangga. Ya posisi mereka saat itu berada dilantai atas kamar utama saat Desi ingin turun kebawah ibu mertuanya itu mencegahnya didekat tangga.

__ADS_1


" JESSI" teriak suara seseorang yang tidak asing dipendengaran Desi, itu adalah suara Raka yang baru sampai dan melihat semua kejadian itu.


Maria yang melihat menantu keduanya terjatuh pun berlari kebawah.


" Jessi nak, buka matamu" sambil menepuk pipi Jessi yang dipangku oleh Raka.


Sedangkan Desi masih diam mematung


" Cepat angkat dia nak, kita harus segera membawanya ke rumah sakit" ucap Maria panik melihat kepala menantunya itu berdara.


Dan di angguki oleh Raka, Desi yang kesadarannya sudah kembali pun ikut menyusul dibelakang.


***


Setelah sampai dirumah sakit Jessi Langsung dibawah masuk ke UGD, sedangkan Maria, Raka dan Desi duduk diluar menunggu.


" Aku tidak sengaja kalian yang.."


" Keluarga pasien" ucap dokter yang ke keluar dari ruangan itu menghentikan ucapan Desi.


" Saya dok, saya mertuanya dan ini suaminya"balas Maria Sambil menunjuk kearah Raka menyongsong kedatangan doktor yang menangani menantunya, terlihat jelas raut khawatir dari wajah wanita paruh baya itu


Dokter itu terlihat menghela nafas sebelum akhirnya membuka suara.


" Saya mempunyai dua kabar untuk kalian yaitu kabar baik dan kabar buruk" ucap dokter itu membuat mereka senang tapi sedetik kemudian jantung mereka semua berdetak kencang saat mendengar ada kabar buruk juga.


" Jadi kalian mau mendengar kabar yang mana dulu" tanya dokter itu saat melihat semua bugkam

__ADS_1


" Keduanya dok" balas Maria karena mereka harus mengetahui semuanya apapun yang terjadi.


" Baiklah kabar baiknya Alhamdulillah luka yang dialami nyonya Jessi sudah kami tangani jadi tidak ada luka yang akan timbul kedepannya karena ditangani dengan cepat dan nyonya Jessi juga sudah melewati masa kritisnya, setelah dipindahkan keruang ICU kalian sudah bisa menemuinya tapi ingat untuk memberikan waktu istirahat untuk pasien" ucap dokter itu panjang lebar membuat mereka bertiga mengucap syukur.


" Dan kabar buruknya......."


Deg


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ™πŸ˜˜


__ADS_2