
" Aku akan tetap melanjutkan rencana ini, jika ia nanti hamil aku bisa mengambil anak itu aku bisa merawatnya bersama Desi" balas Raka dengan nada. Suara berat.membuat thom hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang semoga keputusan tuannya itu adalah yang terbaik.
***
Hari berganti hari,Minggu berganti Minggu dan bulan pun berganti bulan.
Dalam dua bulan itu telah banyak merubah kehidupan Desi suka duka telah ia lewati banyak luka yang ia rasakan dalam hidup berumah tangga dengan adanya orang ketiga diantara mereka ditambah lagi ia harus hidup satu atap dengan wanita yang menjadi madunya itu.
*
*
Terlihat wanita yang sedang duduk dikursi yang berada di balkon kamarnya ia masih sama seperti dulu cantik tapi bedanya ia sekarang terlihat sangat kurus dan tidak terawat, tidak ada rona kebahagiaan yang terpancar di wajahnya lagi terbukti dari kedua matanya yang terlihat begitu redup menatap ke halaman depan rumah, dimana pemandangan yang selalu ia saksikan setiap harinya pemandangan yang sangat menyakitkan.hati
" Nyonya makan siang dulu, nyonya belum makan dari pagi nanti nyonya sakit" ucap bi mirna mencoba membujuk nyonya mudanya, sungguh wanita paruh baya itu tidak sanggup melihat betapa menyedihkannya keadaan majikannya itu setelah kejadian yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
" Aku tidak lapar bi" balas Desi dengan suara parau
"Tapi nyonya..?"
" Aku ingin sendiri, bisakah bibi keluar"potongnya
Membuat bi Mirna hanya bisa menghela nafas panjang.
" Baiklah, bibi letakkan makanannya disini jika nyonya sudah lapar. Nyonya bisa langsung memakannya" balas bi Mirna kemudian berjalan keluar dari kamar nyonya-nya itu.
Desi yang tidak mendengar suara bi Mirna lagi pun menoleh kearah bawah dimana terlihat pasangan yang terlihat begitu bahagia membuat luka yang kemarin belum sembuh kembali menganga dan membuat luka yang lebih besar. Desi kembali teringat kejadian beberapa bulan yang lalu, kejadian yang membuat hidupnya berubah dalam sekejap mata.
Flashback On
Awalnya hubungan Desi dan Raka kembali membaik setelah kejadian yang menimpa Desi beberapa Minggu lalu, Raka berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan maaf dari sang istri dan berhasil Desi yang melihat bagaimana usaha yang dilakukan Raka untuk mendapatkan maaf darinya membuat hati Desi tersentuh sehingga ia mau memaafkan kesalahan suaminya itu.walaupun sampai saat ini Raka belum menjelaskan apapun padanya tentang kejadian yang sebenarnya terjadi dihotel antara ia dan Jessi.
Desi tidak bertanya karena menurutnya lebih baik Raka sendiri lah yang berinisiatif untuk menjelaskan kepadanya tanpa ia bertanya lebih dulu, tapi sampai saat ini Raka belum juga menjelaskan apapun padanya membuat Desi sekali lagi menekankan pada dirinya mungkin suaminya itu belum siap atau mungkin ada alasan lain yang membuat pria itu belum mau menjelaskan kebenarannya pada Desi.
__ADS_1
dan Desi juga sudah tidak mempermasalahkan hal itu ia berusaha melupakannya biar bagaimanapun benar yang ibu mertuanya ucapkan tempo hari yang lalu bahwa sekarang bukan hanya dia saja istri Raka, tapi juga ada Jessi yang memiliki hak yang sama dengannya.
Tapi Desi tidak lagi memikirkan hal tersebut! karena saat itu dirinya sangat bahagia mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang besar dari suaminya Raka, mereka hidup bahagia bersama seperti saat sebelum Jessi hadir diantara keduanya, katakanlah dirinya jahat! Raka juga meminta ibunya untuk kembali ke kediamannya sendiri, tapi tentu Maria tidak akan mengabulkannya begitu saja hingga Raka sedikit memberikan ancaman yang membuat Maria terpaksa menuruti keinginan anaknya itu, Raka sebenarnya tidak tega mengusir ibunya itu tapi ia tidak ingin rumah tangganya jadi hancur karena ulah sang ibu dan Raka tidak ingin hal itu terjadi.
Tapi semua itu tidak bertahan lama, puncaknya satu bulan yang lalu ibu mertuanya kembali berulah, ia tidak terima karena Raka tidak berlaku adil antara dia dan Jessi, saat itu hari sudah malam kediaman besar milik Desi begitu mencekam dimana ibu mertuanya itu mengamuk dan menumpahkan semua kesalahan padanya tentu Desi tidak tinggal diam seperti dulu ketika dihina oleh mertuanya! Desi yang dulu telah mati semenjak menyaksikan sendiri suaminya tidur dengan madunya sejak saat itu Desi berubah ia tidak ingin lagi menjadi wanita lemah seperti harapan sahabatnya Gita.
" Dasar wanita MANDUL kamu kan yang meminta Raka supaya mengusir ku dari rumah ini, agar kamu bisa menguasai putraku dasar tidak tahu diri, wanita ****** ..." Dan banyak lagi umpatan yang dilontarkan ibu mertuanya itu,tapi Desi Masih berusaha mendiamkannya. Dan memilih meninggalkan mertuanya itu karena tidak ingin lepas kendali tapi ucapan terakhir mertuanya berhasil meruntuhkan pertahanannya amarah kembali menguasai hati dan juga pikirannya. sehingga Desi menghentikan langkahnya.
" Apa seperti ini cara orang tua mu mendidik mu hah" ucap mertuanya dengan suara tinggi
"CUKUP! Mama bisa menghinaku tapi tidak dengan menyangkut pautkan didikan orang tuaku"sahut Desi tak kalah tinggi, tapi tidak membuat Maria gentar yang ada ia masih belum puas memaki Menantu pertamanya itu.sedangkan Jessi hanya diam menyaksikan ia tidak perlu mengotori kedua tangannya untuk menyingkirkan Desi karena ada ibu mertuanya yang akan meminjamkan tangan itu.pikirnya licik.
Sementara bi Mirna yang tidak bisa mengehentikan pertengkaran keduanya, pun berlalu dari tempat itu guna menelpon tuan mudanya yang belum pulang karena lembur.
" Heh lihatlah sekarang kamu sudah menunjukkan sifat aslimu itu" balas Maria dengan nada mengejek"tidak heran karena ibumu adalah mantan pelacur yang sangat arrogan tidak salah lagi? tentu sedikit banyak sifatnya itu menurun padamu" lanjut ibu mertuanya itu lagi dengan senyum sinis diwajahnya.
Plak
" BERANI sekali kamu menamparku" geram Maria .
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays š„°š
Jangan lupa Like dan Votenya š„°šš
__ADS_1