Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kotor..


__ADS_3

Sudah dua hari Vera berada di Villanya Sam, ia begitu takut dengan perubahan sikap Sam. Sam yang saat ini sedang bersamanya bukan lagi Sam yang dulu. Sam yang berhati baik dan lembut, walau keras kepala, tapi ia nyaman berada didekat Sam, tapi kali ini yang ia rasakan hanya rasa takut, ia takut Sam akan melakukan apa saja untuk bisa bersamanya.


Saat ini Vera dan Sam sedang menikmati makan malam bersama. Vera terpaksa menuruti semua kemauan Sam.


"Kakak malam ini cantik banget menggunakan baju itu.." puji Sam sambil tersenyum menatap Vera.


"Terimakasih.." ucap Vera sambil tersenyum tipis ( ia terpaksa tersenyum walau sebenarnya hatinya sakit )


Vera hanya memakan makanannya sedikit, ia hanya mengaduk-aduk makanannya. Dia tak berselera makan, dia sangat merindukan keluarganya terutama suami dan anaknya Veon.


Sam yang melihat kegelisan diwajah Vera akhirnya menarik tangan Vera dan membawanya ke kamar.


"Sekarang lebih baik kakak tidur.." ucap Sam sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Ya selama tinggal di Villa Vera terpaksa tidur sekamar dengan Sam karena Sam tak membiarkan Vera tidur di kamar lain.


"Sam..boleh aku bicara sebentar," pinta Vera.


"Kakak mau bicara apa?" tanya Sam sambil menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang.


"Sam izinkan aku untuk menghubungi keluarga aku, sekarang mereka pasti sangat khawatir."


"Nggak bisa, aku takut nanti kakak akan pergi meninggalkan aku."


"Aku janji aku nggak akan meninggalkan kamu, tapi izinkan aku untuk menelfon Mama ku Sam, aku nggak mau Mama aku sampai khawatir.." pinta Vera.


Sebenarnya Sam juga tidak tega melihat Vera bersedih, tapi dia juga takut bila nanti Vera akan meninggalkannya dan kembali lagi bersama suaminya.


"Kita bahas lagi besok, ayo sekarang kita tidur.." ucap Sam sambil menarik tangan Vera.


Vera pun terjatuh dalam pelukan Sam, dia merasa sangat bersalah sama Dion. Vera merasa seakan dirinya telah mengkhianati Dion, walaupun tidak terjadi apa-apa diantara dia dan Sam. Tapi Vera merasa dirinya sudah kotor, karena setiap malam Sam selalu memeluknya. Sam tak pernah melepaskan Vera walau hanya sebentar.


Ketakutan Sam akan kehilangan Vera merubah sifatnya menjadi sangat protektif. Sam benar-benar takut akan kehilangan wanita yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Sam tolong singkirkan tangan kamu dari dada aku, aku merasa sangat sesak.." ucap Vera sambil mencoba menyingkirkan tangan Sam dari atas dadanya.


"Baiklah..." ucap Sam sambil mengalihkan tangannya ke perut Vera.


Wajah Sam begitu dekat dengan wajah Vera. Vera bisa merasakan hembusan nafas Sam. Dia tak berani menatap Sam yang kini sedang menatapnya. Vera berpura-pura memejamkan matanya, dia berharap Sam juga akan cepat tertidur hingga Vera bisa melepaskan diri dari pelukan Sam.


Sam tau kalau Vera hanya berpura-pura tidur, dia mendekatkan wajahnya agar menjadi lebih dekat dengan wajah Vera. Sam mencium pipi Vera yang sontak langsung membuat Vera membuka matanya.


"Apa yang kamu lakukan Sam?" teriak Vera sambil melepaskan diri dari pelukan Sam.


Tapi usahanya sia-sia karena Sam semakin mempererat pelukannya.


"Lepasin aku Sam, aku mohon.." pinta Vera.


"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu


sayang.." bisik Sam ditelinga Vera.


"Sam sadarlah, ini semua salah Sam, jangan seperti ini!" Teriak Vera.


"Nggak mungkin Sam, aku sudah menikah, aku sudah jadi milik suamiku seutuhnya," ucap Vera sambil terus mendorong tubuh Sam.


Sam merasa sangat geram mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Vera. Gadis yang sangat dicintainya kini sudah menjadi milik orang lain, tapi Sam tetap pada pendiriannya, dia tidak perduli walau Vera sudah tidak Suci lagi, karena yang terpenting bagi Sam adalah menjadikan Vera miliknya.


"Aku nggak perduli sayang, yang terpenting kamu sekarang hanya milik aku," ucap Sam dengan menyunggingkan.


"Sayang, aku nggak pernah menyentuh wanita lain selain kamu," sambung Sam lagi.


"Sam, apa yang akan kamu lakukan! lepasin aku!" teriak Vera sambil meronta ronta mencoba melepaskan diri.


Semakin Vera meronta Sam semakin mempererat pelukannya.


"Sam apa yang akan kamu lakukan!" teriak Vera takut.

__ADS_1


"Aku akan menjadikan kamu milikku seutuhnya."


"Sam, tolong jangan lakuin ini sama aku Sam, mana Sam yang dulu aku kenal, yang selalu membuatku nyaman," ucap Vera tanpa sadar air mata menetes dikedua pipinya.


"Sam yang dulu sudah mati kak, Sam yang dulu sudah tak ada lagi!" teriak Sam marah.


"Sam jangan seperti ini Sam, ini salah Sam," bujuk Vera.


"Diam! aku nggak mau lagi mendengar ocehan dari mulut kakak!" teriak Sam geram.


Air mata menetes dikedua pipi Vera. Vera tidak tau apa lagi yang akan terjadi pada dirinya, dia tak mampu melawan Sam, tenaganya tak sebanding dengan tenaga Sam.


"Sayang ini adalah ciuman pertama aku," ucap Sam lalu mencium kilas bibir Vera.


"Sam lepasin aku!" teriak Vera sambil mendorong tubuh Sam.


Air mata Vera mengalir tiada henti. Sam yang melihat Vera menangis mencoba menenangkan Vera.


"Sayang jangan menangis, maafkan aku jika aku terlalu kasar tadi," ucap Sam sambil menghapus air mata Vera.


"Sam bisa tinggalkan aku sendiri, aku ingin sendiri," pinta Vera.


"Aku nggak akan meninggalkan kamu."


"Please Sam..aku pengen sendiri, aku juga nggak akan kemana-mana," ucap Vera sambil menahan air matanya.


"Baiklah."


Sam turun dari ranjang dan keluar dari kamar, setelah Sam keluar Vera menangis sejadi-jadinya. Dia merasa bersalah terhadap Dion, dia tidak bisa menjaga dirinya.


"Sayang maafin aku, aku sudah mengkhianatimu, aku sudah kotor," ucap Vera sambil mengusap usap bibirnya yang telah dicium oleh Sam.


Vera tidak bisa menghentikan air mata yang keluar dari kedua sudut matanya, karena kelelahan tanpa sadar Verapun tertidur.

__ADS_1


Sam yang sudah tak lagi mendengar suara dari dalam kamar mencoba untuk masuk. Sam melihat Vera sudah terlelap, dia merebahkan tubuhnya di samping Vera, dipeluknya tubuh Vera, Sam pun mulai terlelap.


¤¤¤¤


__ADS_2