Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Wahana bermain


__ADS_3

Chelsea, Alex, Hera dan Josep, mereka tengah asyik naik kereta mini di wahana bermain. Rino dan Noel, mereka berdua nampak sangat bahagia. Rino seakan mempunyai mainan dan teman baru. Bayi mungil yang belum genap berusia 6 bulan itu, terus tertawa, saat Rino terus memainkan sebuah mainan yang bilang digoyangkan akan mengeluarkan bunyi.


“Hera, anak kamu sepertinya sangat menyukai anak kecil, kenapa tidak kamu buatkan adik buat dia.” Alex yang sejak tadi memandangi kedua bocah kecil itu, juga merasa sangat bahagia. Pria itu juga membayangkan, andai saja yang dipangku Chelsea saat ini adalah anakku, pikirnya.


“Buatnya sih sering, hanya saja belum jadi-jadi,” celetuk Josep.


Josep langsung spontan mengatakan itu, dia tidak menyadari jika kata-katanya sangat menusuk bagi Alex dan Chelsea. Hera yang melihat perubahan mimik wajah Alex dan Chelsea, seketika langsung mencubit pinggang Josep.


Josep meringis menahan sakit, dia lalu menatap Hera. Hera pun memainkan kedua matanya, seakan memberi isyarat agar suaminya itu menatap ke arah Alex dan Chelsea. Josep yang paham dengan maksud Hera, seketika langsung meminta maaf kepada Alex dan Chelsea.


“Lex, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk...”


Alex menepiskan senyumannya, “tidak apa lagi, apa yang kamu katakan memang benar. Kita hanya mampu berusaha dan berdoa, tapi Tuhan lah yang menentukan semuanya.”


Chelsea menggenggam tangan Alex, “jangan pantang menyerah, aku akan tetap sabar menunggu,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Alex menganggukkan kepalanya, dia lalu mengecup kening Chelsea, ‘semoga usaha aku selama ini membuahkan hasil. Aku tidak peduli berapa lama lagi aku harus melakukan pengobatan ini, karena aku tidak ingin mengecewakan Chelsea. Bantu Hamba-Mu ini Tuhan,’ gumamnya dalam hati.


Setelah melakukan dua kali putaran mengelilingi tempat wahana itu, mereka akhirnya turun dari kereta mini itu. Noel seakan tidak rela jika harus turun dari kereta mini itu, bayi mungil itu pun mulai menangis. Alex lalu mengambil Noel dari gendongan Chelsea dan mencoba menenangkannya.


Chelsea tidak menyangka, ternyata dalam gendongan Alex, Noel bisa di tenangkan. Josep dan Hera memuji Alex, dia sudah pantas menjadi seorang Ayah. Mereka memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat, karena perut mereka sudah keroncongan dan waktunya untuk diisi. Begitu juga dengan Noel, sudah waktunya untuk minum susu.


Sesampainya di restoran, Alex mengambil botol susu yang ada di kotak pendingin. Setelah itu mereka keluar dari mobil, dan langsung masuk ke dalam restoran. Alex meminta Chelsea dan kedua sahabatnya untuk mencari tempat duduk dan memesan makanan, sedangkan dirinya pergi ke belakang untuk mencari dapur.


Alex ingin memanaskan ASI yang masih beku di dalam botolnya. Pria itu juga membawa botol kosong untuk mengganti botol ASI itu. Alex masuk ke dalam dapur restoran itu, ada banyak orang di dalam dapur itu.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu pria yang ada di dalam dapur itu, pria itu ternyata salah satu chef di restoran itu.


“Maaf, saya masuk tanpa meminta izin dulu. Apa saya boleh meminta tolong sesuatu?” tanya Alex sambil menatap wajah pria yang tampak lebih muda darinya itu.


“Apa yang bisa saya bantu?”

__ADS_1


“Saya ingin memanaskan ASI di dalam botol ini.” Alex menunjukkan botol yang dia pegang kepada pria itu.


Salah seorang wanita datang mendekati mereka berdua, “biar saya saja,” ucapnya.


Alex menganggukkan kepalanya, dia lalu memberikan botol ASI itu kepada wanita itu, “terima kasih,” ucapnya.


Wanita itu menganggukkan kepalanya, “anda silahkan tunggu sebentar.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju tempat penyimpanan peralatan, dia lalu mengambil panci berukuran kecil, lalu mengisinya dengan air dan ditaruh di atas kompor yang sudah menyala.


Setelah beberapa menit, wanita itu kembali sambil membawa botol yang sudah berisi ASI yang sudah mencair, “tunggu sampai dingin, setelah itu baru anda berikan ke anak anda,” ucapnya sambil memberikan botol susu itu kepada Alex.


“Terima kasih,” ucap Alex lalu mengambil botol susu itu dari tangan wanita itu.


Setelah itu, Alex keluar dari dapur itu dan kembali masuk ke dalam ruangan di restoran itu. Pria itu lalu melangkahkan kakinya menghampiri Chelsea dan kedua sahabatnya, mereka ternyata sudah memesan makanan karena pelayan sedang menata makanan dan minuman itu ke atas meja.


Alex lalu menarik salah satu kursi di samping Chelsea, dia lalu membuka tutup botol susu dan menuangkannya ke dalam botol susu yang tadi dia bawa. Setelah itu dia menutup botol susu itu lagi dan menaruhnya di atas meja.


Noel yang melihat botol susunya berada di atas meja, ternyata sudah tidak sabar ingin segera meminum susu itu. bayi mungil itu menggerakkan kedua tangannya, seakan ingin mengambil botol susu itu.


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia pun mulai memakan makanan yang tadi dia pesan. Tapi, dia tidak memakannya sendiri, “sekarang buka mulut kamu, biar aku suapin kamu,” ucapnya.


Alex tersenyum, dia lalu menganggukkan kepalanya dan mulai membuka mulutnya dan menerima satu suap makanan dari tangan Chelsea. Hera dan Josep semakin merasa bersyukur, karena sahabatnya bisa mendapatkan istri sesempurna Chelsea. Cantik, baik, perhatian dan juga kaya.


“Melihat kalian mesra seperti itu, membuat aku iri,” ucap Josep sambil melirik ke arah Hera.


Hera yang merasa tersindir, sontak langsung melototkan kedua matanya, “o...jadi gitu, kamu mau membandingkan aku dengan Chelsea!”


Josep menyengir kuda, “tidak...mana berani aku membandingkan kamu dengan Chelsea, yang jelas-jelas memang tidak sebanding,” sindirnya lagi.


“Awas saja! Jangan harap malam ini kamu akan mendapat jatah!” Hera berkata sambil melototkan kedua matanya.


Josep merutuki ucapannya, dia lalu memohon-mohon dan meminta maaf kepada Hera, hingga membuat Alex dan Chelsea tertawa.

__ADS_1


Alex menyentuh botol susu itu, ternyata sudah mulai dingin, dia lalu memberikan botol susu itu kepada Noel. Pria itu terkejut, saat melihat Noel sudah bisa memegang botol susu itu dan meminumnya sendiri, “anak pintar,” ucapnya sambil mengusap puncak kepala Noel.


Chelsea kembali menyuapi Alex, dan itu adalah suapan terakhir, setelah itu dia mengambil gelas yang berisi jus dari atas meja, lalu dia berikan kepada Alex.


“Terima kasih sayang,” ucap Alex lalu mengambil gelas itu dan mulai meneguknya. Setelah itu dia meletakkan gelas itu kembali ke atas meja.


Chelsea mengambil botol susu dari tangan Noel, karena susu itu sudah habis tak tersisa, “sekarang Noel sama Tante, kasihan Om Alex kecapekan,” ucapnya lalu mengambil Noel dari pangkuan Alex.


“Habis ini kita mau kemana?” tanya Alex kepada kedua sahabatnya yang sudah selesai makan.


“Bagaimana kalau kita ke kebun binatang? Anak-anak pasti akan sangat menyukainya,” usul Hera.


“Aku juga setuju, Noel belum pernah pergi ke kebun binatang, dia pasti akan sangat menyukainya,” ucap Chelsea.


“Baiklah, kita akan lanjut ke kebun binatang, setelah itu kita pulang,” ucap Alex.


Mereka pun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu. Dalam perjalanan menuju kebun binatang, ternyata Noel dan Rino sudah tertidur lelap.


Alex menyentuh pipi gembul Noel yang tertidur di pangkuan Chelsea, “kalau sedang tidur seperti ini, Noel terlihat sangat imut.”


“Sama kayak kamu, kamu kalau sedang tertidur lelap juga sangat imut, kayak bayi lagi.”


Alex tersenyum, “jadi selama ini diam-diam kamu memperhatikan aku kalau sedang tidur ya,” ucapnya senang.


Chelsea menganggukkan kepalanya, “habis muka kamu imut banget, jadi pengen aku cubit,” ucapnya sambil tangannya menyentuh pipi Alex dan berpura-pura mencubit pipi pria itu.


Alex menggenggam tangan Chelsea lalu mengecupnya, “terima kasih, karena kamu mau memberikan aku kesempatan kedua, dan terima kasih, kamu mau menerimaku menjadi suamimu seutuhnya,” ucapnya.


Chelsea tersenyum, “aku mencintaimu, jangan pernah sakiti aku lagi.”


Alex menganggukkan kepalanya, “tidak akan, aku janji.”

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2