
" Thom, lacak dimana keberadaan istriku sekarang" ucapnya tiba-tiba sarat akan perintah
Sedangkan pria yang sedang fokus menyetir mobil sudah paham, semalam iya langsung menyuruh sopir yang mengantar nyonya mudahnya harus terus mengabarinya kemana istri tuanya itu pergi jadi tidak susah baginya untuk melacak keberadaan istri tuan mudanya itu.
" Saya sudah mengetahui dimana keberadaan nyonya muda tuan, kata sopir yang menjaga nyonya mengabarkan bahwa iya mengantar nyonya ke sebuah rumah dijalan anggrek cendrawasih no 120. Menurut info yang diberikan rumah itu hanya dihuni oleh satu orang wanita yang umurnya mungkin seusia nyonya muda tuan,dan dari penyelidikan yang dilakukannya wanita itu adalah sahabat baik nyonya mereka sudah lama tidak bertemu dan baru bertemu setelah 2 tahun " jawabnya jelas dan tegas,thom sangat paham jika tuan mudanya itu sangat tidak suka jika informasi yang diberikan tidak lengkap.
Sedangkan Raka yang mendengarkan perkataan asistennya untuk beberapa saat terdiam, hingga kemudian ia kembali bersuara.
" HM, pastikan keadaan istriku tetap aman. " Titahnya
" Baik tuan muda"
***
Sementara itu Desi yang baru sampai di kantor pun mengendarai mobilnya melaju kearah parkir khusus petinggi diperusahaan itu,Desi menjadi seorang wakil direktur utama diperusahaan ayahnya yang ditempati oleh Kevin asisten pribadi ayahnya yang dipercayakan menempati posisi itu sementara waktu sebelum adik Desi masuk ke perusahaan mereka! Kevin adalah sosok pria yang baik iya sudah lama mengikuti ayah Desi menjadi kepercayaan keluarga Dinata sehingga tidak heran jika ayahnya sangat mempercayai pria itu.
Setelah keluar dari mobilnya Desi pun melangkah menuju lobby kantor dan masuk kedalam kantor itu,setiap langkah kakinya banyak karyawan yang menunduk atau bahkan menyapanya karena mereka mengenal Desi sebagai wakil direktur dan juga anak pemilik perusahaan itu dan juga sikap Desi yang Ramah dan baik membuat para karyawan itu sangat menyukai keberadaannya.
Desi berjalan menujuh lift khusus Presdir, setelah sampai ia menekankan angka 16 lantai tertinggi yang ditempati oleh Direktur,wakil dan sekretaris saja.
Dilantai itu juga ada tempat khusus untuk rapat.
Ting
Bunyi pintu lift terbuka
Desi kemudian melangkah keluar dari lift itu dengan mengendap berharap Kevin belum sampai dikantor,jadi ia bisa selamat dari Omelan dan hukuman sang atasan.
Desi mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak melihat keberadaan sekretaris atasannya membuat ia menghela nafas lega, ah selamat. Pikirnya, dengan segera ia berjalan kearah ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan direktur utama. Sebelum Sekretaris atasannya itu kembali dengan segera Desi masuk keruangan nya dan menutup pintu itu dengan wajah lega.
" Ah untung Kevin belum sampai ke kantor jika tidak maka habis lah aku" ucapnya masih menghadap pintu,tanpa ia sadari didalam ruangannya itu ada empat pasang mata yang menatapnya.
Yang satu menatap bingung serta terkejut melihat keberanian Desi memanggil nama atasan mereka tanpa embel-embel pak, dan yang satu lagi menatap dengan tatapan tajamnya menghunus seorang wanita yang belum menyadari keberadaan mereka.
"Tapi tunggu dulu Rani kemana tumben banget dia nggak ada dimeja kerjanya jam segini,kalau rapat tidak mungkin orang masih jam 08 waktu rapat kan jam 09" ucapannya lagi " ah mungkin dia ke WC kali" lanjutnya menjawab ucapannya sendiri.
Tiba-tiba saat ia masih asik berbicara pada dirinya sendiri Desi merasa buluh kuduknya berdiri, merasakan hawa yang berbeda didalam ruangannya itu.desi pun mengusap tengkuknya dan berbalik badan ingin duduk ditempat kerjanya untuk segera menyelesaikan berkas yang akan digunakan untuk meeting nanti.
"Astagfirullah halazim" Ucapnya kaget
__ADS_1
Saat mendapati pria yang sedari tadi ia hindari kini berdiri didepannya dengan sorot mata yang tajam." Ya ampun pak ngagetin aja" lanjutnya kesal
"Astagfirullah halazim" Ucapnya kaget
Saat mendapati pria yang sedari tadi ia hindari kini berdiri didepannya dengan sorot mata yang tajam." Ya ampun pak ngagetin aja" lanjutnya kesal
" Kamu dari mana saja, kenapa baru datang kamu tahu Sekarang jam berapa "ucap tegas Kevin tidak menghiraukan perkataan Desi yang kesal dibuatnya.
" Eh..itu pak tadi saya kejebak macet" ucapnya beralasan
" Kalau sudah tahu akan terjebak macet kenapa kamu tidak berangkat pagi-pagi, alasan saja kamu ini! setiap hari juga jalanan pasti macet jika sudah jam 08:00"Sarkasnya,Langsung menohok di hati Desi" Kamu tahu hari ini ada meeting penting dan kamu baru sampai jam segini mana sempat kamu menyiapkan segala berkas yang dibutuhkan untuk meeting nanti hah,kalau saja Rani tidak membantuku mungkin kita akan kehilangan klien dari Jepang itu" lanjutnya masih marah
Dan bukan hanya itu saja Desi masih harus mendengar Omelan yang panjang dari Kevin, asisten pribadi ayahnya yang sangat menyebalkan itu memang cerewet jika sudah menyangkut pekerjaan, umurnya mungkin beda 2 tahun dengan Desi seusia Raka suaminya.
" Iya pak,maaf lain kali saya tidak akan mengulanginya" sahutnya setelah mendapatkan banyak Omelan dari sang atasan,Percuma iya mengelak toh Kevin adalah pria yang tidak mudah diakalin.
" Hah baiklah karena ini yang pertama kali kamu berbuat salah, hukumannya tidak terlalu berat!" Setelah menghela nafas panjang Kevin kembali bersuara.
" Benarkah, terimakasih pak" sahutnya bahagia, sedangkan Kevin malah tersenyum penuh arti
" Terimakasihnya nanti saja, hukuman yang harus kamu terima...?" Desi sudah menunggu dengan perasaan dag dig dug" kamu harus terjun langsung kelapangan setelah makan siang kamu harus melihat bagaimana perkembangan pembangunan hotel di jalan xxxx, akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi banyak yang mengeluhkan gaji yang tidak sesuai dengan pekerjaan mereka dan ada juga yang mengatakan bahwa bahan pembangunan yang masuk tidak bagus dan juga laporan yang diberikan mandor disana tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan, tugas kamu adalah cari tahu biang masalah dari kerusuhan yang terjadi disana! Rani akan menemani mu" lanjutnya penuh penekanan tanpa perasaan, padahal Kevin sangat mengenal jika Desi tidak suka terjun langsung kelapangan.sedangkan Rani hanya diam saja menyaksikan perdebatan keduanya.
" Tapi pak..." Desi yang berusaha menolak hukuman itu seketika terdiam saat kalimatnya dipotong oleh Kevin sang atasannya itu yang sangat menyebalkan.
" Tidak ada tapi-tapian, jika tidak aku akan memberikan hukuman yang lebih berat lagi atau aku akan melaporkan pada pak Arman soal keterlambatan mu datang kekantor hari ini" ancamannya berhasil membuat Desi bungkam
Desi bungkam bukan karena takut hukumannya ditambah tapi ia takut jika Kevin sampai melaporkan keterlambatannya datang kekantor pada sang ayah Desi khawatir kedua orang tuanya akan kepikiran jika mengetahui hal tersebut.
" Baiklah" ucapnya pasrah
***
tepat jam 13:30 siang setelah selesai makan siang disalah satu cafe bersama Rani.mereka pun keluar dari cafe menuju mobil Desi yang terparkir di dekat cafe itu, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi dimana proyek pembangunan hotel xxxx yang merupakan bentuk kerja sama perusahaan ayahnya dengan rekan bisnisnya yang ada di Singapura.
Setelah dua jam perjalanan mereka pun Sampai ditempat tujuan,sopir itu lalu keluar lebih dulu dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk nyonya mudanya sedangkan Rani membuka pintu mobil sendiri.
Desi pun keluar dari mobil itu setelah sopirnya membukakan pintu, dan pertema kali yang iya lihat dimana para kuli bangunan yang bertugas dalam pembangunan hotel terlihat duduk santai sambil makan dan minum minuman keras didekat bangunan yang belum 100% jadi.membuat Desi naik pitam enak sekali mereka bersantai dan berpesta padahal kerja mereka belum kelar, mereka sepertinya hanya ingin makan gaji saja.pikirnya
Sedangkan para kuli bangunan yang mungkin berjumlah sekitar 25 orang itu sebenarnya menyadari kedatangan Desi, tapi mereka tidak menghiraukannya bahkan Desi bisa melihat ada seorang pria paruh baya yang berteriak kepada para kuli itu untuk kembali bekerja tapi mereka tidak mendengarkannya! Dan mengacuhkan pria yang dari tampilannya dapat Desi tebak mandor yang bertugas mengawasi pembangunan hotel itu.
__ADS_1
☘️☘️☘️
KEVIN ATMAJA PUTRA
Adalah pria berperawakan tinggi hidung mancung bola mata coklat bibir tipis dan berkulit putih.memiliki Sikap baik,tegas,ramah dan murah senyum.
Merupakan kepercayaan keluarga Dinata, iya adalah pria yang humoris tapi jika sudah menyangkut pekerjaan Kevin bisa menjadi sosok yang berbeda lebih terlihat kejam dan pemarah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays 🥰😌
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Votenya 🥰😍🙏