Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Masih menahan diri


__ADS_3

Chelsea baru saja selesai memasak makan malam, dia lalu melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 19.00 malam, dia lalu mengambil ponselnya dari saku celananya. Chelsea ingin menghubungi Alex yang sampai sekarang belum juga sampai di rumah.


“Halo,” sahutnya saat panggilan itu mulai tersambung.


“Ada apa, tumben kamu menghubungiku.” Alex baru saja menyelesaikan pekerjaannya, setelah dia menerima tawaran kerja sama yang Veon berikan, akhir-akhir ini dia semakin sibuk. Tapi biasanya dia pekerjaannya pulang ke rumah, tapi malam ini dia menyelesaikannya di rumah.


“Kamu kenapa belum sampai di rumah, ini sudah lewat jam makan malam.”


“Maafkan aku, aku lupa memberitahumu, aku sekarang sedang menyelesaikan pekerjaan aku. Jangan menungguku, kamu makan malam lah duluan, aku masih harus mengurus sesuatu dulu.


“Kamu akan pulang jam berapa?” Chelsea menampakkan raut wajah sedih.


“Aku juga belum tahu, tapi akan aku usahakan tidak sampai larut malam. Kalau kamu sudah mengantuk, tidurlah dulu, kamu tidak usah menungguku.”


“Hem...nanti pulangnya hati-hati ya.”


“Ya...kalau begitu aku tutup dulu ya, aku mencintaimu.” Alex lalu mengakhiri panggilan itu.


Chelsea merasa sangat lapar, tapi dia sama sekali tidak selera makan. Dia lalu menyuruh asisten rumah tangganya untuk membereskan meja makan.


“Saya ke kamar dulu, Bi.” Chelsea lalu melangkahkan kakinya keluar dari dapur.


“Kasian Nyonya Chelsea, di saat beliau sudah mulai perhatian, Tuan Alex malah sibuk dengan pekerjaannya.” Wanita paruh baya itu pun mulai membersihkan meja makan.


*


Chelsea mendudukkan tubuhnya di sofa, dia lalu mengambil remot televisi dari atas meja, dia pun mulai menyalakan layar datar itu.


“Kenapa Alex lama sekali, aku bosan di rumah sendirian.”


Chelsea terus mengganti channel acara televisi itu, baginya semua acara televisi itu sangat membosankan. Tapi wanita itu tetap melihat acara televisi itu, hingga tak terasa sudah dua jam dia melihat acara televisi itu. Chelsea pun mulai terlelap.


Alex yang sudah pulang dari kantor, langsung pergi menuju kamarnya, dia lalu membuka pintu kamarnya. Pria itu melihat Chelsea yang tertidur di atas sofa, “kenapa dia malah tidur di sofa.”


Alex lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dia lalu meletakkan tas kerjanya ke atas meja. Pria itu lalu duduk berjongkok, “sayang, kenapa kamu malah tidur di sofa.”


Alex ingin memindahkan Chelsea ke ranjang, tapi saat Alex ingin membopongnya, kedua mata Chelsea tiba-tiba terbuka.


“Kamua sudah pulang,” ucapnya sambil mengusap kedua matanya dengan punggung tangannya. Chelsea lalu mengubah posisinya menjadi duduk.

__ADS_1


“Kenapa kamu malah tidur di sofa?”


“Tadi aku sedang melihat acara televisi, tapi aku tiba-tiba tertidur.”


Alex berdiri dan mendudukkan tubuhnya di samping Chelsea, “maaf, karena telah membuatmu menungguku.”


“Apa kamu sudah makan malam?” Alex menggelengkan kepalanya, “kalau begitu mandi lah dulu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kamu.”


Alex pun menganggukkan kepalanya, “kalau begitu aku mau mandi dulu,” ucapnya lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Chelsea beranjak dari duduknya, dia lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Wanita itu pun mengambilkan makanan untuk Alex dan juga dirinya sendiri, dia juga membuat dua teh panas. Chelsea meletakkan dua piring dan dua gelas yang sudah terisi ke atas nampan, setelah itu dia kembali ke dalam kamarnya.


Alex ternyata belum selesai mandi, Chelsea meletakkan nampan itu ke atas meja, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. Dia ingin menyiapkan pakaian untuk Alex. Tak berselang Alex yang sudah selesai mandi keluar dari kamar mandi.


Alex keluar dari kamar mandi menggunakan bath robes, dia lalu melangkah menuju ranjang dan mengambil pakaian yang disiapkan oleh Chelsea. Ini bukan pertama kalinya Alex memakai pakaian di depan Chelsea. Alex memang sengaja melakukan itu, dia senang melihat ekspresi wajah Chelsea yang selalu merona saat melihatnya bertelanjang bulat.


Alex yang sudah selesai berpakaian melangkahkan kakinya menghampiri Chelsea yang sedang duduk di sofa, “malam ini kamu membuatkan aku makan malam apa?” pria itu lalu mendudukkan tubuhnya di samping Chelsea.


“Aku mencoba menu baru, aku harap kamu menyukainya.” Chelsea lalu memberikan piring yang dia ambil kepada Alex.


Alex melihat ada dua piring makanan, “sayang, apa kamu belum makan malam juga?” Chelsea menggelengkan kepalanya, “tapi kenapa? kalau kamu sampai sakit bagaimana?”


Chelsea pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Alex, “sekarang kamu makan.”


Alex menyendokkan satu sendok makanan dan dia masukkan ke dalam mulutnya, “makanan ini sangat enak, aku ingin besok kamu memasak ini lagi untuk sarapan.”


Setelah beberapa menit mereka pun selesai makan. Chelsea membawa piring dan gelas kotor itu ke dapur, dia lalu menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki.


“Astaga! Sebenarnya apa yang diinginkan Alex, kenapa sekarang dia sering sekali berganti pakaian di depan aku? apa dia sengaja melakukan itu?”


Bayang-bayang tentang bentuk tubuh Alex yang kekar, perut sick pack bak roti sobek, belum lagi otot-otot yang membuat bentuk tubuh itu semakin terlihat menggoda. Tanpa Chelsea sadari, dia pun mulai menelan ludahnya.


Chelsea menggelengkan kepalanya berkali-kali, mencoba membuang jauh-jauh pikiran kotor itu, “Chelsea, kamu harus kuat. Alex saja selama ini bisa menahan diri, tapi kenapa kamu malah seperti itu, jangan merendahkan harga diri kamu di depan Alex.”


Chelsea pun beranjak dari duduknya, dia lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Saat membuka pintu kamarnya, dia melihat Alex sedang memainkan ponselnya sambil bersandar pada sandaran ranjang.


Chelsea menutup pintu itu, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju ranjang. Dia lalu naik ke atas ranjang dan duduk di samping Alex, “apa pekerjaan kamu sudah selesai?”


Alex menggelengkan kepalanya, “kenapa? apa kamu takut aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaan aku? kamu tenang saja, aku tidak akan membuat kakak kamu rugi.”

__ADS_1


“Bukan itu, aku hanya tidak ingin kamu sampai melupakan makan hanya karena pekerjaan itu.”


Alex merangkul bahu Chelsea, dia lalu mengecup kening wanita itu, “kamu tenang saja, aku akan menjaga kesehatan aku.”


Alex lalu meletakkan ponselnya ke atas meja, “ayo sekarang kita tidur, aku sangat lelah dan mengantuk.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu merebahkan tubuhnya terlebih dahulu dan disusul oleh Alex. Seperti biasa, Alex selalu memeluk Chelsea saat tidur. Tapi entah kenapa malam ini Chelsea sama sekali tidak bisa tidur, dia mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Alex yang sudah terlelap.


“Ada apa denganku, kenapa sejak tadi jantungku berdebar-debar?” Chelsea menyentuh pipi Alex dengan perlahan, “apa kamu benar-benar sudah tidur?”


“Tidurlah, ini sudah larut malam.” Alex berbicara dengan kedua mata masih terpejam.


“Aku tidak bisa tidur.”


Alex lalu membuka kedua matanya, “kenapa? apa yang membuatmu tidak bisa tidur? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?”


“Aku...aku juga tidak tahu, biasanya aku juga tidak seperti ini.”


Alex mendongakkan wajah Chelsea, dia tatap kedua mata indah wanita itu, “lalu kamu ingin melakukan apa? aku akan melakukannya.”


“Aku...aku...”


Chelsea membulatkan kedua matanya saat Alex tiba-tiba mendaratkan ciuman di bibir tipis. Wanita itu lalu memejamkan kedua matanya menikmati setiap sentuhan yang Alex lakukan pada bibir tipisnya. Chelsea bukan hanya menikmatinya, tapi juga membalas ciuman itu.


Alex merasa ada yang bergejolak di dalam dirinya, dia pun langsung mengakhiri ciuman panas itu, dia menatap kedua mata Chelsea yang masih terpejam, ‘aku tidak mungkin melanjutkan ini, aku takut tidak akan sanggup menahan diri. Jika aku melakukan itu sekarang, apa Chelsea akan marah? Apa dia akan menganggap aku sudah mengingkari janjiku?’ gumamnya dalam hati.


Chelsea membuka kedua matanya, dia lalu menatap kedua mata Alex secara bergantian, ‘kenapa selalu seperti ini? Apa Alex benar-benar tidak ingin menyentuhku lagi? Apa Alex masih berpikir aku melarangnya untuk menyentuhku? Apa dia tidak bisa merasakan betapa aku sangat menginginkannya?’ gumamnya dalam hati.


Alex lalu mengecup kening Chelsea, “tidurlah, jika kamu memejamkan kedua matamu, aku yakin kamu pasti bisa langsung tidur.”


“Lex, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu selalu bersikap seperti ini?”


“Apa maksud kamu? Apa kamu marah karena aku menciummu seperti itu? maafkan aku, aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Aku sudah berjanji sama kamu, aku tidak akan pernah melanggar kesepakatan kita.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “bukan itu maksud aku.”


“Lalu...”


~oOo~

__ADS_1


 


__ADS_2