Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Melanggar janji itu


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Veon lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Dia sudah tidak memperdulikan Kania yang berada di dalam kamar itu. Kania yang baru saja selesai mandi, sangat terkejut saat tiba-tiba pintu kamar itu terbuka.


Belum sempat wanita itu berucap, Veon langsung menutup mulut wanita itu dengan telapak tangannya, “ini kamar aku, jadi terserah aku mau mengetuk pintu dulu atau tidak,” ucapnya.


Kania menyingkirkan telapak tangan Veon dari mulutnya, “ini memang kamar kamu, tapi yang tinggal di kamar ini bukan hanya kamu, tapi aku juga,” ucapnya kesal.


Veon menatap tubuh Kania dari atas sampai bawah, “apa kamu malu? Apa yang membuat kamu malu? Aku bahkan sudah melihat semuanya.” Pria itu lalu mendekatkan wajahnya, “aku bahkan sudah menikmati tubuh kamu ini,” bisiknya pelan.


Kania menelan ludah, dia lalu mendorong tubuh Veon, “aku...aku mau memakai baju, apa kamu bisa keluar dulu,” pintanya sambil menundukkan wajahnya.


Veon tersenyum, “aku tidak akan kemana-mana, aku capek, aku ingin istirahat,” ucapnya lalu berjalan menuju ranjang. Dia lalu merebahkan tubuhnya di ranjang itu.


Kania mendengus kesal, “dasar!” wanita itu lalu mengambil pakaiannya dari dalam lemari pakaiannya, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Veon beranjak dari ranjang, dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Pria itu lalu mengetuk pintu kamar mandi itu, “buka pintunya,” pintanya.


“Tunggu sebentar!” teriak Kania dari dalam.


“Buka sekarang, kalau tidak aku akan mendobrak pintu ini!” ancam Veon dengan senyuman di wajahnya.


Kania yang baru memakai dalaman pun dengan terpaksa memakai handuknya kembali untuk membalut tubuhnya, dia lalu membuka pintu kamar mandi itu, “bisa sabar tidak, aku belum selesai me—”


Veon masuk ke dalam kamar mandi sebelum Kania menyelesaikan ucapannya, pria itu bahkan menutup pintu kamar mandi itu dan tidak membiarkan Kania keluar dari kamar mandi itu.


Kania memundurkan langkahnya saat Veon mulai berjalan mendekat, “kamu mau apa?” wanita itu terlihat sangat ketakutan.


“Kamu tau betul apa yang aku mau.” Veon semakin melangkahkan maju, hingga membuat Kania terpojok dan tidak bisa bergerak kemana pun.


“Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan melakukan itu lagi?” Kania menempelkan kedua telapak tangannya ke dada bidang Veon, agar tubuh itu tidak melekat sepenuhnya dengan tubuhnya.


“Aku memang berjanji seperti itu, tapi kamu malah menggodaku.” Veon memegang kedua sisi pinggang Kania, hingga membuat wanita itu membulatkan kedua matanya, “jadi jangan salahkan aku kalau aku melanggar janji itu,” bisiknya di telinga Kania.

__ADS_1


Hembusan nafas hangat Veon di telinganya membuat tubuh Kania menggeliat. Dan itu membuat Veon semakin bergairah, “lihatlah, belum apa-apa tubuhmu sudah terangsang,” godanya.


“Kenapa kamu mau melakukan ini lagi sama aku, bukankah kamu tidak mencintaiku?” Kania mencoba menahan lenguhannya saat tangan Veon mulai menyusuri bagian bawahnya.


“Kalau kita melakukan ini, kita tidak butuh cinta, karena tubuh kita yang akan meresponnya langsung.” Salah satu tangan Veon sudah berhasil menarik handuk yang melilit tubuh Kania.


Kania pun akhirnya mengeluarkan lenguhan-lenguhan kenikmatan saat kedua tangan Veon mulai menyusuri setiap inci tubuhnya, ‘bahkan tubuhku tidak mampu untuk menolak semua ini, andai kamu melakukan ini dengan cinta, aku akan sangat bahagia,’ gumamnya dalam hati.


Kini mulai terdengar desahan-desahan kenikmatan dari dalam kamar mandi itu. Pergulatan panas itu bahkan tidak hanya terjadi satu kali, bahkan itu terjadi dalam guyuran air yang terus mengalir membasahi kedua tubuh polos itu.


Untuk mengakhiri pergulatan panas yang terjadi dua ronde itu, Veon mengecup bibir tipis Kania dengan sangat lembut hingga membuat Kania kembali terbuai dengan sikap manis pria itu.


Kania menatap lekat wajah Veon, ‘sekarang aku tau apa yang aku rasakan saat ini, aku sangat mencintai pria ini, pria yang sudah menjadi suamiku, yang sudah menikmati tubuhku untuk ketiga kalinya. Aku mencintainya, sangat mencintainya,’ gumamnya dalam hati.


Veon mengusap lembut pipi Kania, mereka masih berdiri di bawah guyuran air shower, “apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu menatapku seperti itu? Jangan bilang kamu sudah jatuh cinta kepadaku,” tebaknya.


Kania menggelengkan kepalanya, “aku hanya berpikir, bagaimana kamu bisa begitu tertarik pada tubuhku, bukankah dulu kamu pernah bilang kalau kamu sama sekali tidak tertarik dengan tubuh ini?” tanyanya.


Kania mendorong tubuh Veon, “apa yang kamu lakukan?” tanyanya terkejut.


“Melakukan apa yang baru saja kita lakukan.”


Kania menggelengkan kepalanya, “kita sudah melakukannya dua kali, aku capek, biarkan aku untuk beristirahat,” pintanya.


Veon tersenyum, dia lalu mengusap pipi Kania dengan sangat lembut, “untuk kali ini aku akan melepaskan kamu, tapi lain kali, aku tidak akan membiarkanmu lolos,” ucapnya.


Kania membulatkan kedua matanya, ‘apa dia berencana untuk melakukan ini lagi? Dari awal dia bahkan tidak memakai pengaman, kalau aku sampai hamil bagaimana? Aku belum siap untuk hamil, umur aku saja belum genap 19 tahun. Aku harus melakukan sesuatu,’ gumamnya dalam hati.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya yang memakan waktu lebih dari dua jam, mereka keluar dari kamar mandi. Veon lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang, dia lalu merebahkan tubuhnya di ranjang itu.


Kania menatap tingkah Veon, “lebih baik kamu ganti baju dulu, setelah itu baru tidur,” ucapnya dengan nada yang biasa.

__ADS_1


“Nanti saja, aku capek, aku mau tidur sebentar.” Veon yang masih memakai jubah mandinya pun mulai memejamkan kedua matanya.


“Bagaiamana tidak capek, bisa-bisanya dia melakukan itu sampai dua kali, tubuhku saja rasanya sakit semua.” Kania lalu berjalan menuju cermin besar yang berada di dalam kamar itu, “kenapa dia meninggalkan begitu banyak tanda merah di tubuhku,” ucapnya kesal.


Kania lalu menyentuh bibir tipisnya, “ternyata kamu bisa menciumku dengan sangat lembut, andai kamu melakukan itu setiap hari, aku akan sangat bahagia. Entah mengapa ciumanmu membuatku candu,” ucapnya pelan.


Setelah selesai berpakaian, Kania keluar dari kamarnya. Dia tidak ingin membuat kedua mertuanya menunggu terlalu lama untuk makan malam.


“Maaf, Ma, Pa. Kania terlambat untuk makan malam,” ucapnya sambil menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki.


“Tidak apa-apa sayang, Mama tau kamu sedang menyiapkan keperluan suami kamu. Oh ya, suami kamu mana?” tanya Vera.


“Kak Veon sedang tidur, Ma. Katanya dia merasa capek dan ingin tidur sebentar,” ucap Kania sambil menundukkan wajahnya.


Vera dan Dion saling menatap, “semoga Mama dan Papa akan segera mendengar kabar gembira dari kalian,” ucap Vera.


Kania yang baru mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya pun terbatuk-batuk. Vera lalu memberikan segelas air putih kepada Kania, “hati-hati sayang,” ucapnya dan mendapatkan anggukkan dari Kania.


“Kenapa kamu terkejut seperti itu? Apa kamu tidak ingin memberikan cucu kepada kami?” tanya Dion lalu memasukkan satu suapan ke mulutnya.


Kania menggelengkan kepalanya, “bukannya Kania tidak mau memberikan cucu kepada Mama dan Papa, tapi semua itu juga karena umur Kania yang masih sangat muda. Kania ingin mempunyai anak jika Kania sudah benar-benar siap,” ucapnya.


Dion menghela nafas panjang, “Papa tidak ingin tau, Papa ingin secepatnya mendengar kabar gembira dari kalian.” Dion yang sudah menyelesaikan makan malamnya pun beranjak berdiri dan pergi menjauh dari ruang tamu.


“Sayang, kami hanya ingin segera memiliki cucu, semoga kamu bisa mengerti perasaan kami dan mengabulkan permintaan kami,” ucap Vera dengan senyuman di wajahnya.


Kania hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ‘apa yang harus aku lakukan?’ gumamnya dalam hati.


Setelah selesai makan, Kania membawakan makan malam Veon ke dalam kamar. Dia tau jika Veon saat ini tengah kelaparan setelah pergulatan panas mereka. Wanita itu lalu membangunkan Veon untuk makan malam, tapi ada yang aneh dengan pria itu.


Ini pertama kalinya Veon meminta untuk dia suapi, ‘sebenarnya apa yang terjadi dengannya, kenapa dia bersikap manja sama aku? sungguh tidak lucu,’ gumamnya dalam hati.

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2