
“Chel, Alex memang minta aku untuk menghubungi kamu, dia mengatakan sama aku kalau kamu tidak menjawab telpon darinya selama ini, dia bilang dia ingin meminta maaf sama kamu atas kesalahan yang pernah dia perbuat sama kamu, tapi aku benar-benar tidak tau kalau dia ternyata memperlakukan kamu seburuk itu, dan dia meminta bantuan aku dengan nita yang buruk.” Vika mencoba menjelaskan kesalahpahaman itu, dia tidak ingin Chelsea membencinya hanya gara-gara kebodohannya yang langsung percaya dengan cerita bohong Alex.
“Aku sama sekali tidak mempunyai niat buruk pada Chelsea, aku hanya ingin meminta maaf atas semua perbuatan aku, dan sudah seharusnya aku mempertanggung jawabkan perbuatan aku dulu.” Alex lalu menarik salah satu kursi di sebelah Chelsea, lalu dia duduki.
Chelsea hendak berdiri dari duduknya, tapi dengan cepat Alex menarik tangan Chelsea dan mendudukkan kembali wanita itu ke tempatnya semula.
“Lepas! Jangan pernah kamu menyentuhku lagi!” teriak Chelsea sambil menghempaskan tangan Alex.
“Vika, terima kasih kamu sudah membawa Chelsea kesini, sekarang kamu bisa pergi, aku ingin berbicara berdua dengan pacar aku ini.” Alex mencolek hidung mancung Chelsea, dia sangat merindukan wanita itu.
“Chelsea, maafkan aku, aku benar-benar tidak tau semua itu.” Vika lalu beranjak dari duduknya, “Alex, jika kamu sampai menyakiti Chelsea lagi, aku tidak akan pernah memaafkan kamu!” ancamnya sebelum dia melangkah pergi dari restoran itu.
“Apa sebenarnya yang kamu inginkan? Bukankah dendam kamu sudah terbalaskan? Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan!”
Alex menggelengkan kepalanya, “aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan.”
“Tapi Kak Veon sudah mengembalikan perusahaan Papa kamu, lalu apa yang kamu inginkan lagi, hah!” Chelsea ingin sekali pergi dari tempat itu, tapi dia takut dengan Alex. Pria itu bukan lagi pria yang dia kenal dulu, Chelsea sama sekali tidak mengenali Alex yang sekarang.
“Aku menginginkan kamu, aku ingin kamu menjadi milikku lagi.” Alex lalu mengusapkan jemarinya di pipi Chelsea, tapi dengan cepat Chelsea menepis tangan itu. Alex lalu tersenyum, “apa kamu sama sekali tidak merindukan aku sayang? Padahal selama ini aku selalu merindukan kamu.”
“Apa selama ini kamu tidak puas dengan wanita-wanita itu, hah! Kenapa kamu mengganggu hidupku lagi, kenapa?” Chelsea sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, meskipun dia harus mati di tangan Alex, dia sama sekali tidak takut, mungkin ini adalah karma yang harus dia dapat karena telah membangkang kepada kedua orang tuanya.
Alex menarik tangan Chelsea dan membawanya keluar dari restoran itu. Pria itu menyuruh Chelsea untuk masuk ke dalam mobilnya. Seberapa kuat Chelsea memberontak, dia tetap tidak bisa lepas dari cengkraman Alex.
“Kamu mau membawaku kemana, brengsek!”
“Ke tempat yang indah, dimana hanya akan ada kita berdua.”
Chelsea menggeleng takut, “Alex, aku mohon, jangan perlakukan aku seperti ini, apa salah aku sama kamu? Tolong lepaskan aku, aku mohon,” ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
Tapi Alex tidak memperdulikan permintaan Chelsea, pria itu tidak akan pernah melepaskan Jessy. Sudah cukup selama ini dia kehilangan Jessy, tapi tidak untuk yang kedua kalinya.
“Alex, aku mohon lepaskan aku,” pinta Chelsea lagi.
Alex menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan pernah melepaskan kamu, aku ingin kamu menjadi milikku lagi.”
__ADS_1
Chelsea mencari cara untuk menyakinkan Alex, dia tidak boleh cengeng dalam keadaan seperti ini. Jika bukan dirinya sendiri yang menyelamat kan dirinya, lalu siapa lagi, tidak ada Veon dan Zaki di sana.
“Alex, aku akan memaafkan kamu atas semua kesalahan kamu, tapi aku mohon, lepaskan aku.”
“Aku akan melepaskan kamu, tapi dengan satu syarat, kamu harus mau menikah denganku.”
Chelsea membulatkan kedua matanya, “aku tidak akan pernah sudi menjadi istri kamu, kamu pria brengsek yang pernah aku kenal. Kamu bahkan tidak menghargai seorang wanita, bagi kamu wanita itu sama seperti sampah, setelah kamu bosan, kamu akan langsung membuangnya!”
Alex menghentikan mobilnya di sebuah rumah, rumah yang sangat asing untuk Chelsea, karena ini pertama kalinya dia datang ke tempat itu. Rumah itu berada di tempat terpencil, mereka bahkan menempuh perjalanan berjam-jam untuk bisa sampai di rumah itu.
“Ayo turun,” ajak Alex lalu membuka pintu mobilnya, “jangan pernah mencoba kabur, karena tidak akan ada orang yang menolongmu di tempat ini,” imbuhnya lalu keluar dari mobil.
Chelsea dengan sangat terpaksa mengikuti apa yang Alex katakan, dia bahkan tidak bisa menghubungi Veon dan Zaki, karena ponselnya disita oleh Alex. Alex menarik tangan Chelsea dan membawanya masuk ke dalam rumah itu.
“Mulai sekarang kita akan tinggal disini, jangan pernah mencoba untuk kabur dari tempat ini.” Alex mendudukkan tubuhnya di sofa, “aku sudah mengirim pesan kepada kakak kamu, kalau kamu menginap di rumah teman kamu, jadi kamu tidak perlu cemas, tinggalah dengan nyaman di rumah ini bersama denganku,” imbuhnya.
Chelsea membulatkan kedua matanya, dia tidak percaya, Alex akan melakukan hal sejauh itu. Lalu sekarang apa yang bisa dia lakukan, dia juga tidak mungkin bisa kabur dari tempat itu, karena dia sendiri tidak tahu dimana sekarang dia berada.
“Alex, aku mohon, aku ingin pulang, aku tidak ingin tinggal di rumah ini.” Chelsea bersimpuh di depan Alex, “aku akan turuti semua permintaan kamu, jadi lepaskan aku, aku mohon,” pintanya lagi.
Chelsea menepis tangan Alex dari kedua pipinya, “sampai kapanpun aku tidak akan sudi menikah denganmu, aku lebih baik mati daripada aku harus menikah denganmu!”
Alex yang sejak tadi mencoba menahan amarahnya, mulai kehilangan kendali atas dirinya. Dengan sangat kasar, Alex menarik tangan Chelsea dan membawanya masuk ke dalam kamar. Alex menghempaskan tubuh Chelsea ke atas ranjang dengan kasar.
“A—pa yang akan kamu lakukan?” Chelsea terlihat begitu ketakutan, bayang-bayang Alex saat memaksakan kehendaknya kembali berputar di kepalanya.
“Menurutmu, apa yang akan aku lakukan?” Alex merangkak naik ke atas ranjang, dia lalu menindih tubuh Chelsea, “sayang, aku sangat merindukanmu.”
Tangan Alex dengan lembut mengusap pipi Chelsea. Wanita itu terus menepis tangan Alex saat tangan itu mencoba untuk menyentuh tubuhnya. Tapi bukan Alex kalau dia akan menyerah begitu saja. Alex dikenal sebagai penakluk wanita, tidak ada wanita yang mampu menolak rayuan dan ketampanan pria itu.
Seberapa besarpun Chelsea meronta dan mencoba untuk melepaskan diri dari kukungan Alex, dia tetap tidak akan bisa lepas. Apa lagi saat ini diri Alex sudah dikuasai oleh nafsu, rasa rindu yang terlalu dalam untuk wanita itu membuat Alex semakin berhasrat untuk menikmati tubuh itu lagi.
Tangan Alex bahkan tidak berhenti untuk terus bergerilya di tubuh polos Chelsea, dia bahkan begitu menikmatinya. Sudah lama dia tidak melakukan itu dengan wanita manapun, karena dia sudah bertekad, dia hanya akan melampiaskan hasratnya kepada Chelsea, wanita yang sangat dia cintai.
Dengan berderai air mata, Chelsea memohon untuk dilepaskan, tapi Alex sama sekali tidak menghiraukan teriakan dan tangisan Chelsea. Menatap tubuh Chelsea di depan kedua matanya, membuat Alex kehilangan kendali atas tubuh dan pikirannya.
__ADS_1
“Alex!” Chelsea berteriak dengan sangat keras, saat tubuh itu mulai menyatu dengan tubuhnya, “brengsek kamu!” air mata itu terus mengalir dari kedua sudut matanya.
“Sayang, aku senang mendengar terikan kamu, nikmatilah kenikmatan ini, aku tau kamu juga sangat merindukan kenikmatan ini.” Alex terus memacu tubuhnya berirama, dia sungguh menikmati penyatuan itu, “sayang, aku tidak menyangka tubuh kamu benar-benar membuat aku mabuk, tubuh kamu membuat aku ingin terus menikmatinya.”
Chelsea mencoba sekuat tenaga untuk tidak terpengaruh dengan apa yang Alex lakukan pada tubuhnya, dia mencoba menahan diri untuk tidak mengeluarkan desahan ataupun lenguhan. Tapi ternyata tubuhnya tidak sejalan dengan pikirannya, dia tidak memungkiri jika tubuhnya mulai menikmati setiap permainan yang Alex lakukan pada tubuhnya.
“Brengsek kamu, Alex, aku membencimu!” meskipun mulutnya terus mengeluarkan kata-kata umpatan untuk Alex, tapi tubuh itu terus menikmati permainan Alex.
“Jangan kamu menahannya sayang, aku tau kamu begitu sangat menikmatinya.” Alex tersenyum puas, saat merasakan tubuh Chelsea mulai bergetar, dia bahkan masih bisa mendengar lenguhan tertahan dari mulut Chelsea, meskipun wanita itu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
“Mulai saat ini, aku akan tidak akan pernah melepaskan kamu, kamu hanya milikku.” Alex membenamkan bibirnya di bibir tipis Chelsea, menikmati rasa manis dari bibir itu. Hingga Alex merasakan dorongan dalam dirinya yang ingin segera di tumpahkan, hingga getaran yang kedua kalinya Chelsea rasakan bersamaan dengan pelepasan dari pria itu.
Tubuh Alex yang sudah di penuhi oleh peluh, menindih tubuh Chelsea. Kedua insan itu, saat ini tengah kelelahan dengan nafas mereka yang memburu. Alex mengubah posisinya beralih di samping Chelsea, dia lalu memeluk tubuh polos itu, “terima kasih sayang, aku mencintaimu,” ucapnya sambil mengecup pipi Chelsea.
Chelsea menjauhkan dirinya dari Alex, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Air mata itu terus mengalir dari kedua sudut matanya, dia merutuki dirinya yang telah melakukan pelepasan sampai dua kali. Kenapa dirinya sama sekali tidak bisa mengendalikan tubuhnya, saat Alex terus menikmati tubuhnya.
“Sayang, jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi, karena aku bukan lah Alex yang dulu lagi. Aku akan mempertanggung jawabkan apa yang telah aku lakukan sama kamu.”
“Kenapa kamu melakukan ini sama aku, kenapa?” Chelsea merasa dirinya semakin kotor, dia merasa bersalah kepada Zaki, pria yang dengan tulus mau menerima dirinya apa adanya, tapi kini dia bahkan tidak berani untuk menatap wajah pria itu lagi.
Alex menggeser tubuhnya mendekati Chelsea, dia lalu memeluk tubuh yang terbalut oleh selimut itu, “karena aku mencintaimu, aku ingin kamu menjadi milikku lagi.” Pria itu lalu mengecup pelipis wanita itu, “aku akan datang ke rumah kamu untuk melamarmu, aku akan menceritakan semuanya kepada keluarga kamu, karena aku yakin, selama ini keluarga kamu belum tau tentang apa yang sebenarnya terjadi sama kamu,” bisiknya.
Chelsea membulatkan kedua matanya, “jangan, aku mohon jangan lakukan itu. Aku tidak mau keluarga ku sampai tau apa yang terjadi sama aku.”
“Tapi kenapa? aku ingin menebus semua kesalahan aku kepada keluargamu.”
“A—ku akan menuruti semua permintaanmu, aku akan menikah denganmu, tapi jangan pernah bicara tentang semua ini sama Mama dan Papa aku, aku mohon.” Chelsea lebih baik menghancurkan hidupnya sendiri, daripada dia harus menghancurkan nama baik keluarganya. Selain itu, dia belum siap dengan hal yang akan terjadi dengan kedua orang tuanya jika mereka mengetahui hal yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
“Kamu yakin akan menikah denganku?”
Chelsea terpaksa harus menganggukkan kepalanya, dia sadar, jika dirinya tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang Alex seumur hidupnya. Dia juga tidak ingin membuat Zaki berharap lebih darinya.
Alex memeluk tubuh Chelsea dengan sangat erat, “terima kasih sayang, aku janji, aku akan membahagiakan kamu.”
Chelsea mengubah posisinya, membelakangi Alex, dia tidak ingin menatap wajah pria yang sudah benar-benar menghancurkan hidupnya, ‘kak, maafkan aku, kakak pasti akan sangat kecewa dengan keputusan aku ini, tapi aku tidak mempunyai pilihan lain. Aku hanya ingin melindungi Mama dan Papa, melindungi nama baik keluarga besar kita,’ gumamnya dalam hati.
__ADS_1
~oOo~