
Setelah kepulangan Alex, Chelsea berniat untuk menghubungi kakaknya. Dia ingin membuat kedua orang tuanya dan juga Kania percaya, bahwa dirinya benar-benar sudah menghubungi Veon dan mengatakan jika dirinya akan segera menikah.
Tapi tentu saja Chelsea tidak mungkin akan mengatakan semua itu, karena itu tidak akan dia lakukan. Jika dia sampai melakukan itu, maka akan ada seseorang yang akan menggagalkan pernikahannya dan rencananya untuk bisa membuat Zaki segera melupakannya.
“Halo, Kak.”
“Tumben kamu menghubungi kakak, apa terjadi sesuatu?”
“Kenapa kakak bicara seperti itu? Apa tidak boleh seorang adik menghubungi kakaknya?”
Veon tertawa, “kakak hanya bercanda, bagaimana kabar kamu, Mama, Papa dan juga Kania?”
“Mereka semua baik kok, kak. Apa kakak belum menghubungi Kania lagi?” terakhir kali Veon menghubungi Kania adalah dua hari yang lalu, lebih tepatnya sebelum Alex datang ke rumah Chelsea untuk melamarnya.
“Belum, kakak sangat sibuk disini. Ini saja kakak sedang istirahat sebentar, apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan sama kakak? Karena kakak tidak mempunyai banyak waktu.”
“Em...apa kakak lupa besok hari apa?”
“Memangnya ada yang penting besok?”
“Dasar! Kakak memang pelupa! Besok itu adalah hari ulang tahun aku, aku ingin meminta izin sama kakak.”
Veon menepuk keningnya sendiri, “astaga! Maaf, kakak lupa. Kamu mau kado apa? besok saat kakak pulang, kakak akan memberikannya.”
“Terserah kakak saja. Aku hanya ingin meminta izin kakak untuk mengajak Kania untuk merayakan ulang tahun aku bersama dengan teman-teman aku, apa kakak akan mengizinkannya?”
“Baiklah, kakak akan mengizinkan, tapi kamu harus janji sama kakak, kamu harus menjaga Kania, karena Kania sedang hamil.”
“Iya, Kak. Kania akan menggantikan posisi kakak, karena di hari penting aku, kakak tidak ada bersamaku.”
“Kakak minta maaf. Chel, kita bicara nanti lagi ya, kakak harus kembali bekerja, kasihan Zaki, dia sudah mengurus semuanya.”
Mendengar nama Zaki, Chelsea ingin sekali mendengar suaranya dan melihat wajahnya, tapi dia sekarang tidak akan mungkin bisa melakukan itu lagi, “baiklah, Kak. maaf, sudah mengganggu kakak, semoga projek kakak kali ini berhasil.” Chelsea lalu mengakhiri panggilannya, “maafkan aku, Kak. aku terpaksa harus berbohong.”
Eric melihat Chelsea yang tengah duduk sendirian di bangku taman, pemuda itu pun berinisiatif untuk menghampiri wanita itu, “apa aku boleh duduk disini?” tanyanya saat dia sudah berdiri tepat di depan Chelsea.
Chelsea menganggukkan kepalanya, “kamu tidak kuliah? Kenapa jam segini kamu sudah di rumah?”
“Aku tadi berangkat kuliah, tapi sampai di kampus, ternyata dosennya tidak masuk, jadi aku putuskan untuk pulang saja. Selain itu ada yang ingin aku tanyakan sama kakak.”
Chelsea sudah tahu, apa yang ingin ditanyakan Eric padanya, “aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan, tapi aku tidak bisa memberitahu kamu, apa alasan aku mengambil keputusan ini.”
“Kak, Kak Zaki pasti akan sangat terluka saat dia tahu kakak sudah menikah. Apa kakak benar-benar tidak bisa merubah keputusan kakak itu?”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak bisa, aku melakukan semua itu juga demi kebaikan Zaki, dia berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku.”
“Kak!”
__ADS_1
“Eric, kamu masih terlalu kecil untuk memahami apa yang aku alami saat ini. Jika kamu sudah dewasa nanti, kamu akan mengerti dengan keputusan yang aku ambil.”
Eric menggelengkan kepalanya, “aku bukan lagi anak kecil, sekarang usiaku sudah 17 tahun, sebentar lagi usiaku menjadi 18 tahun, jadi aku sudah mengerti dengan masalah kakak saat ini.”
Chelsea menepiskan senyumannya, “masalah yang aku hadapi saat ini tidak sesimpel yang kamu pikirkan, Ric. Jadi kamu tidak akan mengerti.”
“Tapi aku tau kalau kakak itu sangat mencintai Kak Zaki, lalu kenapa kakak akan menikah dengan orang lain?”
Chelsea menatap kedua mata Eric yang berwarna biru, sungguh terlihat sangat indah, “cinta itu tidak harus memiliki, itu yang aku tahu saat ini, karena aku tidak berhak memiliki cinta Zaki.” Wanita itu lalu menghela nafas panjang, “Ric, aku ingin kamu menyimpan rahasia ini, jangan memberitahu Zaki kalau besok aku akan menikah, apa kamu mau berjanji padaku?”
“Aku...”
“Jika kamu memang sayang sama aku, maka kamu tidak akan pernah mengecewakan aku.” Chelsea lalu beranjak dari duduknya, dia lalu menepuk bahu Eric, “aku percaya padamu, jangan khianati kepercayaan aku.” wanita itu lalu melangkah kan kakinya meninggal kan Eric yang masih terlihat bimbang dengan keputusan apa yang akan diambilnya.
Kini tinggal satu orang lagi yang harus Chelsea yakinkan untuk menjaga rahasia tentang rencana pernikahannya, tentu saja orang itu adalah Eca, gadis yang dia inginkan untuk menjaga Zaki dan memberikan cinta yang tulus untuk pria itu.
Eca hanya diam saat Chelsea duduk di sampingnya. Gadis itu tidak tahu harus berbicara apa, karena dia orang baru di rumah itu, selain itu dia juga tidak merasa begitu dekat dengan Chelsea, hingga dia bisa berbicara blak-blakan dengan wanita itu.
“Kenapa kamu diam saja sejak tadi? Aku tahu, kamu mempunyai banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan kepadaku.”
“Aku memang mempunyai banyak pertanyaan untuk kakak, tapi aku sadar posisi aku di rumah ini, jadi aku tidak berhak menanyakan apapun sama kakak.” Eca bahkan tidak menatap Chelsea saat bicara.
Chelsea tersenyum, ternyata gadis itu lucu juga, dia ternyata bisa menyadari tentang posisinya di rumah itu, “kamu memang tidak berhak bertanya apapun padaku, karena kamu bukan siapa-siapa di rumah ini selain tamu penting Kania. Tapi...aku akan membiarkan kamu untuk bertanya satu pertanyaan saja, jadi sekarang pikirkan baik-baik, pertanyaan apa yang ingin kamu tanyakan padaku?”
“Hanya ada satu hal yang sangat membuat aku penasaran, kenapa kakak tega melakukan ini sama Kak Zaki? Padahal kakak tahu, Kak Zaki itu sangat mencintai kakak.” Eca bertanya sambil menundukkan wajahnya, saat ini dia tengah membayangkan bagaimana reaksi Zaki saat mengetahui kenyataan itu.
“Aku memang sangat mencintai Kak Zaki, meskipun aku belum lama mengenalnya. Tapi aku tidak mungkin bahagia di atas penderitaan orang lain, selain itu tidak ada jaminan Kak Zaki akan mau menerima perasaan aku setelah dia mengetahui kakak telah mengkhianatinya.”
Chelsea tertawa, mendengar kata mengkhianati, sungguh membuatnya terluka, “apa kamu tau apa itu artinya mengkhianati? Bagaimana kamu bisa mengatakan kalau aku mengkhianati Zaki, sedangkan di antara aku dan Zaki sudah tidak ada hubungan apa-apa.”
“Maksud kakak?”
“Saat Zaki pergi keluar kota untuk mengerjakan proyek besar dengan Kak Veon, saat itu Zaki sudah memutuskan hubungan denganku, jadi di antara aku dan Zaki sudah tidak ada hubungan apa-apa, itu sebabnya aku meminta kamu untuk menjaga Zaki, dan mengejar cintanya.” Chelsea menggenggam tangan Eca, “aku yakin, Zaki akan membuka hatinya untukmu, jadi kamu jangan ragu dalam menunjukkan cintamu padanya, meskipun di depanku.”
“Tapi...aku...”
Chelsea beranjak dari duduknya, “jika kamu masih ragu, aku yakin akan ada wanita lain yang akan merebut hati Zaki.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Eca.
***
Setelah lelah bekerja, Veon menyempatkan waktunya untuk menelpon Kania, dia ingin tahu keadaan istrinya dan juga calon anaknya, “malam sayang,” sapanya saat panggilan itu mulai tersambung.
“Malam juga sayang, apa pekerjaan kamu sudah selesai? Kenapa kamu menelponku malam-malam begini?”
Veon mendudukkan tubuhnya di sofa, “memangnya aku tidak boleh menelpon istri aku sendiri?”
Kania tersenyum, “bukan begitu, tapi ini kan sudah malam, apa kamu tidak capek? Seharusnya kamu gunakan waktu untuk kamu beristirahat.”
__ADS_1
“Aku kangen sama kamu, aku kangen mencium perut buncit kamu dan menyapa anak kita.”
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melarang kamu untuk menghubungi aku, aku hanya tidak ingin kamu sakit karena kurang istirahat.”
“Kamu tenang saja, aku baik-baik saja, bagaimana kabar anak kita, apa dia baik-baik saja? Dia tidak rewelkan?”
Kania tertawa saat mendengar suaminya begitu sangat mengkhawatirkan keadaan anak yang masih berada di dalam kandungannya, “anak kita baik-baik saja, dia juga tidak rewel, mungkin dia tahu kalau sekarang Mamanya sendirian, tidak sedang bersama dengan Papanya, makanya dia tidak rewel.”
“Kamu bisa saja sayang.”
Kania teringat akan janji Chelsea yang akan memberitahu Veon tentang rencana pernikahannya dengan Alex. Wanita itu ingin membuktikan kebenarannya, “sayang, apa tadi Chelsea menghubungi kamu?”
“Iya, memangnya kenapa?”
“Apa dia mengatakan sesuatu sama kamu?”
“Hem...Chelsea sudah mengatakannya sama aku, dia juga meminta izin langsung sama aku.”
“Lalu apa jawaban kamu, apa kamu akan mengizinkannya?”
“Hem...aku mengizinkannya, aku juga meminta maaf karena tidak bisa hadir di hari penting itu.”
Kania mengernyitkan dahinya, dia tidak percaya Veon akan mengizinkan Chelsea untuk menikah dengan Alex, pria yang sangat dia benci, “kamu yakin dengan keputusan kamu itu?” tanyanya memastikan sekali lagi, mungkin tadi dia salah mendengar.
“Iya sayang, aku yakin. Aku juga minta maaf sama kamu, karena kamu harus menggantikan aku untuk menemani Chelsea di hari pentingnya.”
Kania percaya dengan apa yang Veon katakan, karena dia tidak mungkin membohonginya, apalagi itu menyangkut adik yang sangat dia sayangi, “baiklah, aku akan menemani Chelsea untuk menggantikan kamu.”
“Terima kasih sayang, sekarang kamu harus tidur, ini sudah malam, aku tidak mau kamu tidur larut malam.”
Kania menganggukkan kepalanya, “selamat malam, semoga malam ini kamu mimpi indah.” Wanita itu lalu mengakhiri panggilan itu.
“Sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa, Veon sendiri sudah mengizinkan Chelsea untuk menikah dengan Alex. Aku hanya bisa berdoa, agar Chelsea bisa bahagia dengan pernikahannya.”
***
Chelsea terduduk lemas di lantai, dengan posisi kedua lutut dia tekuk dan dia peluk dengan erat, “Zak, maafkan aku. ini yang terbaik untuk kita, aku tidak mungkin membuat kamu untuk bertanggung jawab dengan sesuatu yang tidak kamu lakukan. Semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku.”
Chelsea menghapus air matanya yang terus mengalir dari kedua sudut matanya. Dia baru saja mendapatkan nasihat dari Mamanya tentang bagaimana menjadi seorang istri yang baik, yang bisa melayani dan membahagiakan suaminya.
Mendengar nasihat itu keluar dari mulut Mamanya, sungguh membuat Chelsea semakin merasa bersalah. Sebenarnya niat Chelsea menerima lamaran Alex, bukannya dia ingin menjadi istri yang baik untuk Alex, tapi dia ingin membuat Alex tersiksa dengan pernikahan itu. Membuat Alex merasakan sakit seperti yang dia rasakan selama ini.
Chelsea ingin membuat Alex bertekuk lutut dan melakukan apapun yang dia inginkan. Dia bahkan tidak pernah memikirkan ingin menjadi istri yang baik untuk Alex, karena dia ingin menghancurkan Alex sampai benar-benar hancur.
“Alex, besok kehidupan baru telah menantimu, aku akan tunjukkan sama kamu, siapa itu Chelsea yang sekarang, karena Chelsea yang dulu sudah lama mati.”
~oOo~
__ADS_1