
" Lia untuk besok semuanya sudah di siapkan" ucap Yeol sambil fokus menatap Layar laptopnya
"Siap bu 100% tak ada yang kurzng tak ada yang dilebihkan" sambil menaruh map yang tadi ditugaskan untuk Lia menulis
"Bu Pa KIM tuh udah ganteng tinggi kaya dadanya lebar pengen deh ngerasain pelukannya"rengek Lia sambil menutup mata membayangkan apa yang diucapkan tanpa sengaja membuat Yeol kesal
"Kamu ini makin hari makin ganjen yah" ejek Yeol
"Ya tadinya kan mau mepet2 ke Kakanya ibu yang gantung pake banget itu tapi malah dibalap sama sahabatnya ibu kan aku nya sakit hati bu untung nemu pa kim jadi berbunga lagi deh"senyum Lia meembayangkan Hwan
" chi " decihan Yeol yang hanya dapat lirikan dari sang sekertaris
__ADS_1
"Aku pulang dulu Li semua keperluan buat besok terbang melihat resort di pulau jeju kamu yang urus yah pokonya aku tahu beresnya" ucap Yeol sambil melangkah keluar ruangan sebelum meninggal kan ruangan lia berkata "Bu kali kali aku juga pengen jalan jalan tau bu Bonus nambah pokonya yah" yang hanya di angguki oleh Yeol
Mobil Yeol sekarang terparkur di sebuah restoran disalah satu bangku pengujung terlihat Yeol yang duduk dengan santai melahap pesanan seketika pandangan mata wanita yang sekarang berumur 25 tahun itu melihat seseorang yang selama ini tak pernah ia lihat semenjak waktu SMA itu kembali "Papah" batin Yeol matanya mulai memerah hatinya merasakan sakit yang teramat sakit teringat dulu ketika dia dan mamahnya harus berjuang hidup sendiri dalam kesusahan
dan pandangan mereka saling beradu
"Anak ku kamu terlihat anggun dan cantik sayang sama seperti mamahmu dulu dan mirip sekali dengan mamahmu gimana kabarnya sekarang " batin Gery Kim saat melihat Yeol beranjak pergi meninggal kan nya yang sedang duduk bersama rekan bisnisnya
" Aku rindu padamu Liu sayang bagaimana keadaanmu sekarang"lirihan Gery menatap bingkai foto Liu dan dirinya yang memeluk sang istri sambil memegang perutnya yang terlihat buncit tersenyum bahagia gery yang seakan ingat masa itu hanya bisa diam airmatanya keluar membasahi pipi mengingat kebodohannya yang meninggalkan wanita yang sangat dia cintai dan sang buah hati
"Papah ingin sekali memeluk kamu nak Mafkan papah yang telah membuat hidupmu menderita"tangisan Gery sudah seperti aIr sungai mengalir tak henti seketika mengingat sang putri yang tak pernah dapatkan kasih sayang nya
__ADS_1
"Mah pasti dulu mamah merasakan sakit hancur waktu lihat papah menikah lagi mamah udah lewatin hidup yang berat mah semoga tenang disana Yeol sayang mamah" ucap Yeol sambil duduk di depan makam sang mamah menaruh 1 buket bunga mawar putih kesukaan sang mamah Yeol pun dengan sengaja membuat kebun bunga di mansion nya bunga kesukaan sang mamah Mawar putih membuat semakin indah mansion Yeol
" Bu besok kita berangkat bareng pa KIM soal nya tadi sekertaris pa KIM telepon menawarkan tumpangan Jet pribadi bu " tanya Lia yang menelpon Yeol membuat Yeol kaget .
" Tak usah katakan saja kita berangkat pake pesawat umum saja kota ini bukan Presiden jadi ga usah pake Jet pribadi segala" ucap Yeol dengan nada kesal nya
"Dasar suka seenaknya sendiri"Batin Yeol mengingat sifat Hwan yang tak berubah
Lia dan Rio
__ADS_1