Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bonus Chapter


__ADS_3

Haaai... balik lagi nih hahaha, aku baru dapat ilham, ce ileh ilham...


so Enjooyyyyy temans CYM.


****


RUMAH BERSALIN Pyong


Semua nampak begitu tegang di ruang tunggu. Terlebih lagi Go Jhi Yu yang sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.


Dug...


Lori memukul bahu Jhi Yu "Rileks Jhi Yu, Hae Ran gadis yang kuat" Ujar Lori memberi semangat.


"Aarrggh, apa aku terobos ke dalam lagi ya" Ucap Jhi yu.


Sebenarnya Jhi Yu sudah janji pada Hae Ran akan menemani Hae Ran bersalin, namun Ia pingsan ketika Hae Ran mulai akan melahirkan.


Tak di sangka Jiwa pembunuh seperti Jhi Yu bisa pingsan menghadapi wanita yang akan bersalin..


Gun dan Lori tak tahan kuasa menahan geli ketika mendengar cerita itu dari bibi Wong.


akhirnya Mama Ahn Ran yang masuk menemani Hae Ran.


Setelah beberapa menit Mama Ahn Ran masuk, Perawat keluar menggendong seorang bayi perempuan yang di balut kain putih.


"Selamat ya Pak, anda sudah menjadi Ayah" Ujar perawat itu memperlihatkan bayi nya pada Lori.


"Eh.. bukan saya...


Jhi yu langsung mendorong Lori hingga terjatuh ke lantai... "Ini anak saya" Ucap Jhi yu..


membuat semuanya tertawa melihat Jhi yu. Perawat itu pun terkekeh dan meminta maaf.


"Istri saya bagaimana keadaanya?! tanya Jhi Yu.


"Sedang beristirahat, dua jam lagi baru bisa di temui" Ujar Perawat lalu permisi membawa Bayi mereka kembali ke dalam.


"Selamat ya Jhi Yu" Tuan Hae Jae menepuk pundak Jhi Yu.


"Terimakasih Pa...


****


Praaanng (bunyi pecahan)


"T..tuan Muda tunggu dulu"

__ADS_1


dan... Praaannng


"Aku mau keluar, aku juga mau bertemu Bibi Ran dan adik bayi" Ujar Sung Gi kecil.


"Ta..tapi Tuan Muda, Tuan Gun melarang anda keluar, anda harus mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dulu" Ujar Pak Ho


"Aku tidak mau.... Praaannng Sung Gi kembali membanting barang-barang.


Hari ini selain hari lahirnya Go Mi So yaitu anaknya Jhi yu, Hari ini juga adalah hari pengambilan nilai serta raport smester anak-anak sekolah.


Gun menemani Sung Gi ke sekolahnya untuk mengambil raport nya, dan tak di sangka Nilai Sung Gi begitu menurun drastis Sung Gi mendapat kan Juara ke dua tapi dari belakang..


Dan tentu saja membuat Gun marah besar, karena perjanjiannya adalah Nilai yang bagus. Gun yang marah akhirnya memberikan Sung Gi pelajaran tambahan lalu melarangnya keluar rumah sebelum menyelesaikan semuanya.


Sepertinya memanjakan anak juga tidak terlalu bagus, Gun mulai memperlajari hal-hal menjadi orang tua yang sesungguhnya ketika Sung Gi mulai masuk sekolah.


****


Ruang Rawat VIP


"Selamat ya..." Gun memberikan bunga serta kecupan di kening Hae Ran. "Cantik, sama seperti mu" tambah Gun sambil merangkuk adik terkasih nya itu.


"Terimakasih kak...Hae Ran tersenyum melihat Mi so di sampingnya..


"Oh iya, Dimana Jhi Yu?! tanya Gun


Hae Ran meleparkan pandangan tajam pada Lori "Kau tahu apa, aku sedang berjuang kesakitan di dalam sana dan dia yang pingsang begitu saja" Ujar Hae Ran membela diri.


"Iya juga sih, Jhi yu... kau sangat aneh" Ucap Gun, Ia tahu bahwa Jhi yu sedang mencuri dengar dari balik pintu.


"Iya kan Kak Gun, coba kau bayang kau Seorang Jhi Yu yang Cool, dan dalam sedetik bisa membak mati lima orang sekaligus"


Lori dan Gun membayangkan ketika pertempuran mereka melawan lalat serta nyamuk penghisap darah (julukan di dunia bisnis, orang yang bermain kotor)


Sewaktu di L.A Jhi Yu menghabisi banyak sekali Gengster suruhan Perusahaan Pasar Gelap. dan sewaktu Ia berurusan dengan Sek. Jang ia bisa membantainya tanpa belas kasihan.


Bayangkan sekejam itu bisa kalah dengan seorang wanita yang akan bersalin...


Lori dan Gun tertawa terbahak-bahak jika mengingat lagi... sementara Hae Ran masih kesal.


****


Sore hari tiba, Gun pun pulang dan terkejut mendapati rumahnya yang hancur berantakan.


"Pak Ho, apakah barusan ada gempa bumi"


"eh.. Maaf Tuan Gun, Tuan Muda kecil marah dan memecahkan barang- barang, ia ingin melihat Nona Hae Ran" jelas Pak Ho.

__ADS_1


Gun menerjapkan matanya dan mengusap wajahnya. "Ahh anak itu, dimana dia sekarang?!


"Sedang di kamarnya Tuan, bersama para pengasuhnya"


Gun melangkah masuk dan segera menuju ke atas ke kamar Sung Gi.


"Aku tidak mau makan" Sung Gi melompat lompat di tempat tidur


"Papa..... " ia langsung turun lalu berlari memeluk Gun.


"Apa kau membuat semua susah hari ini?! tanya Gun dengan wajah serius.


Sung Gi melepas pelukannya "A...aku hanya ingin bermain saja" Ujarnya tertunduk


"Main?! dengan cara memecahkan barang barang?! Suara Gun mulai terdengar keras.


"Maafkan aku Papa" Sung Gi mulai berkaca-kaca


"Jangan menangis, tangisan mu kali ini tidak akan Mempan" Gun bersungguh-sungguh.


Tapi Sung Gi malah beneran menangis dan tambah kencang.


Bibi wong dan Tua Hae Jae serta Nyonya Ahn Ran yang baru tiba terkejut mendengar Sung Gi menangis dan bergegas menghampiri.


"Ada Apa ini Gun, mengapa Sung Gi menangis? Tanya Bibi wong mendekap Sung Gi malah membuat Sung Gi tambah menangis.


"DIAM" Gun membentak dengan nada tinggi membuat sung Gi terdiam dan juga semuanya..


"Guun... Mama Ahn Ran bersuara


"Beginikah sikap mu, karena semua orang memanjakan mu" Ucap Gun..


"Gun jangan begitu, ada apa sebenarnya ini" Tuan Har Jae juga ikut bersuara. lalu Ia menatap pengasuh Sung Gi.


"Tuan muda tidak ingin makan Tuan besar" jawabnya.


Sung Gi kembali menangis dalam dekapan Bibi wong.


"Sung Gi mau makan apa nak?! Bibi Wong bertanya.


"Mau nenek buatkan Spageti?! Ujar Nyonya Ahn Ran


"Aku tidak mau" Pekik Sung Gi.


"Jadi apa yang kau mau" sentak Gun frustasi melihat anaknya.


"Aku mau Mama ku, aku mama Jung Song, Aku mau mama....." Sung Gi kembali menangis kencang..

__ADS_1


Gun diam mematung menundukan kepalanya lalu pergi dari kamar Sung Gi meninggalkan nya menangis...


__ADS_2