Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bulan madu 2


__ADS_3

Chelsea yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, segera melepaskan kaos dan celana jeans yang masih membalut tubuhnya, hingga pakaian itu berserakan di lantai kamar mandi. Wanita itu lalu memungut kaos dan celana jeans itu lalu dia masukan ke dalam bak yang sudah berisi pakaian kotor.


Chelsea mulai menggerakkan tangannya untuk membalutkan gaun tidur pemberian Kania, hingga gaun itu kini sudah membalut tubuhnya dengan sempurna.


Chelsea berjalan menuju cermin besar yang berada di dalam kamar mandi itu, dia lalu memperhatikan dengan seksama gaun tidur yang sudah membalut tubuhnya itu. Tubuh Chelsea terlihat sangat seksi, hingga memperjelas lekuk tubuhnya.


“Apa gaun ini cocok untukku? Kenapa aku merasa lekuk tubuhku terlihat semakin jelas saat aku memakai gaun ini.” Ini pertama kalinya Chelsea memakai gaun tidur seperti itu, biasanya dia hanya menggunakan piyama jika tidur.


“Apa Kania sering memakai gaun seperti ini saat sedang tidur? Apa dia sering menggoda kakak ku dengan gaun seperti ini?” Chelsea tidak menyadari jika dia sudah terlalu lama berada di dalam kamar mandi, padahal dia hanya berganti pakaian saja.


Alex yang sudah kembali masuk ke dalam kamar, merasa sangat cemas saat mengetahui Chelsea yang belum juga keluar dari kamar mandi. Pria itu pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dia ingin mengecek keadaan istrinya, apa dia baik-baik saja di dalam kamar mandi?


Alex mengetuk pintu kamar mandi itu, “sayang, kenapa kamu lama sekali berganti pakaiannya, apa terjadi sesuatu, apa kamu butuh bantuan?” terlihat jelas kekhawatiran di wajah Alex.


Chelsea dengan perlahan membuka pintu kamar mandi itu, dia menundukkan wajahnya, dan tidak berani menatap wajah Alex yang mungkin saat ini tengah menatapnya heran.


Alex membulatkan kedua matanya, dia pun mulai menelan ludah berkali-kali. Pria itu tahu kenapa istrinya begitu lama berada di dalam kamar mandi, ternyata gara-gara gaun yang dia pakai saat ini.


Alex tersenyum, “kenapa kamu begitu lama di kamar mandi, apa hanya gara-gara gaun yang kamu pakai ini?” pria itu menatap setiap lekuk tubuh Chelsea yang terlihat begitu menggoda. Alex merasa yang bergejolak dalam dirinya.


Chelsea masih terdiam sambil menundukkan wajahnya, dia masih belum mempunyai keberanian untuk menatap wajah Alex.


Alex mendongakkan wajah Chelsea, “sayang kenapa kamu diam? Kalau kamu tidak suka memakai gaun ini, lalu kenapa kamu memakainya?”


“Ini gaun pemberian Kania, aku memakai gaun ini hanya untuk menghargai niat baik Kania, katanya ini hadiah untuk bulan madu kita.”

__ADS_1


“Kalau begitu, kenapa kamu harus merasa malu?” Alex menatap Chelsea dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Chelsea kembali menundukkan pandangannya saat mata Alex terus menyusuri lekuk tubuhnya. Tubuhnya seakan membeku, saat Alex menatapnya dengan sangat tajam.


Chelsea melangkah mundur, dia ingin meminta pendapat Alex tentang gaun yang dia kenakan saat ini. Jika ternyata gaun itu tidak cocok di tubuhnya, maka dia akan mengganti gaun itu dengan baju tidur yang biasa dia pakai.


“Em...Lex, a—pa menurutmu gaun ini pantas untuk aku pakai? Aku ingin kamu menjawabnya dengan jujur.” Chelsea lalu memutar tubuhnya di depan Alex, agar Alex bisa menilai penampilannya malam ini.


Namun hal yang Chelsea lakukan, justru membuat hasrat dalam tubuh Alex semakin memuncak. Tubuhnya mulai memanas, walau dia sudah berkali-kali melihat lekuk tubuh Chelsea, tapi dia masih terlihat penasaran dengan apa yang ada di balik gaun tidur itu.


“Lex, kenapa kamu diam? Pasti gaun ini tidak cocok untukku ya,” ucap Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya.


“Sangat cocok, kamu cantik," puji Alex.


“Jadi gaun ini cocok untukku? atau kamu ingin mengejekku?” Chelsea memberanikan diri untuk menatap kedua mata Alex. Chelsea bisa melihat tatapan Alex yang berbeda malam itu.


Alex menganggukkan kepalanya, “gaun itu sangat cocok untukmu, sayang.”


Alex menatap kedua mata indah Chelsea secara bergantian, dia mengatur nafasnya yang kian memanas, tatapannya penuh kekaguman dengan kecantikan wanita itu. Dia merasa kedua matanya mulai di penuhi oleh hasrat yang sudah bergejolak dalam tubuhnya, dia seakan kehilangan kesadaran dirinya, dia sudah tidak bisa mengendalikan tubuh dan juga pikirannya. Alex ingin sekali segera menerkam Chelsea dalam dekapannya, untuk melewati malam yang dia rasa semakin memanas.


Gaun berwarna merah marun dengan panjang di atas lutut, bahkan membiarkan lengan Chelsea terbuka dan hanya ada seutas tali untuk menggantung gaun itu di tubuh wanita itu, membuat kedua mata Alex tak henti-hentinya menatapnya dalam. Tapi kini tatapan mata itu beralih menatap bibir tipis wanita itu.


Selama ini hanya bibir Chelsea yang membuatnya candu, meskipun dia dulu sering menikmati banyak bibir dari wanita-wanita panggilannya, tapi hanya bibir Chelsea yang menurutnya rasanya begitu manis dan sangat menggiurkan.


Chelsea sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini, “Lex...” wanita itu menopang dada bidang Alex dengan kedua tangannya, saat pria itu nyaris menabrak nya, “apa kamu bisa minggir terlebih dahulu? Aku tidak mau berada di dalam kamar mandi sampai besok pagi.”

__ADS_1


Alex tersenyum, dia terlalu fokus dengan lekuk tubuh Chelsea, hingga dia lupa dimana sekarang mereka sedang berdiri. Pria itu pun langsung menggeser tubuhnya ke samping dan membiarkan Chelsea melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu.


Tapi saat Chelsea baru melangkahkan kakinya beberapa langkah, Alex kembali mendekat ke arah Chelsea dan menarik tangan dan pinggang wanita itu ke dalam pelukannya. Alex pun langsung membenamkan bibirnya ke bibir tipis wanita itu cukup lama, tangannya mulai mengunci pangkal lehernya, dan memperdalam ciumannya.


Chelsea mulai menikmatinya, ciuman Alex kali ini membuat tubuhnya mulai memanas, tubuhnya seakan dibuat kaku oleh sentuhan-sentuhan tangan Alex yang mulai bergerilya di tubuhnya. Chelsea mulai melingkarkan kedua lengannya di leher Alex dan mencoba membalas ciuman pria itu.


Alex membawa tubuh Chelsea menuju ranjang, saat dia merasa ciuman yang terjadi diantara mereka semakin memanas. Namun Chelsea menahan tubuh Alex, saat pria itu berhasil merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mengunci tubuh mungilnya itu.


Alex menyingkirkan kedua tangan Chelsea yang tengah menahan tubuhnya, dia kembali mencium bibir tipis Chelsea dengan ciuman yang begitu menggebu untuk wanita itu. Pria itu menikmatinya, begitu pun dengan Chelsea yang membalas ciuman itu dengan tak kalah panasnya.


Tubuh Chelsea gemetar hebat, seakan gairah yang sudah mulai memanas kini mulai menguasai dirinya. Alex menghentikan ciumannya, dia tatap lekat-lekat kedua mata Chelsea yang masih terpejam dengan nafasnya yang memburu.


Tatapan mata Alex begitu tajam, seakan siap untuk memakan Chelsea malam itu juga saat melihat lekuk tubuh wanita itu dari balik gaun tidur yang begitu transparan. Dia lalu mulai membelai pipi wanita itu dengan sangat lembut hingga membuat kedua mata Chelsea mulai terbuka dengan perlahan.


Alex tersenyum, “apa kamu sudah siap untuk melakukannya?”


Chelsea hanya mampu menganggukkan kepalanya, dia merasa begitu malu, saat Alex menanyakan tentang kesiapannya, meskipun itu bukan yang pertama kali mereka lakukan.


Dalam sekali tarikan, Alex mampu melepas gaun yang melekat di tubuh Chelsea. Kali ini Chelsea merasa sangat malu, apalagi saat melihat Alex yang juga melepaskan semua pakaian yang dia kenakan, hingga kini tubuh mereka sama sekali tak terbalut oleh apapun.


Malam itu Chelsea memasrahkan tubuhnya kepada lelaki yang sudah SAH menjadi suaminya. Entah berapa kali Alex menghujami wajah dan juga tubuh Chelsea dengan ciuman saat pergumulan panas itu terjadi. Yang terdengar hanya desahan-desahan kenikmatan yang keluar dari mulut Alex dan Chelsea yang memenuhi ruangan itu.


Untuk pertama kalinya, Chelsea benar-benar menikmati penyatuan mereka, yang membuat organ tubuhnya seakan menggeliat, menikmati setiap permainan Alex. Begitu pun dengan Alex, setelah sekian lama, akhirnya dia bisa melampiaskan hasrat yang selama ini dia pendam. Tubuh mereka seakan terkena aliran listrik, hingga akhirnya melepas puncak kenikmatannya, dan tumbang di samping Chelsea.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2