Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kedatangan Paman Frans dan Bibi Lena


__ADS_3

Sedangkan thom Yang menyaksikan itu semua,ikut merasakan bagaimana perasaan yang dirasakan keduanya. Thom sangat tahu bagaimana tuannya itu juga terluka setelah mengetahui kebenaran yang telah mereka temukan, niat tuannya ingin membongkar semua kebusukan Jessi justru menemukan satu rahasia yang benar-benar membuatnya terkejut dan terluka diwaktu bersamaan.


***


Dua hari berlalu sejak pertengkaran antara dirinya dan sang suami dimobil waktu itu, hubungan mereka masih sama tidak ada kemajuan sama sekali! Desi berusaha untuk bertanya kepada suaminya itu tentang apa yang Raka katakan terakhir sebelum kesadarannya waktu itu hilang ia sempat mendengar suaminya itu berbicara sesuatu tapi tidak terlalu jelas ia dengar. Tapi pertanyaannya itu tidak dijawab sama sekali oleh Raka membuat Desi hanya bisa mengerang frustasi.


Ia merasa Raka seperti menggantung hubungan mereka tanpa kejelasan apapun, pria itu mengikatnya dalam pernikahan yang Desi sendiri tidak tahu akan seperti apa kedepannya! Jika ditanya apakah ia masih mencintai suaminya maka jawabannya adalah ia, tidak mudah baginya untuk melupakan rasa itu empat tahun bukanlah waktu yang singkat. mereka berpacaran dua tahun dan memutuskan untuk menikah! dan usia pernikahan mereka sudah jalan dua tahun.jadi bisa Desi hitung kebersamaan mereka selama ini sudah 4 tahun.


Dan sejak kejadian itu pula,Desi tidak pernah kontak lagi dengan Andrew, rencana yang sudah disusun olehnya pun jadi gagal karena sahabatnya itu juga tidak pernah menghubunginya!


Desi tidak bisa menghubungi Andrew karena no pria itu tiba-tiba sudah tidak ada dikontak ponselnya entah siapa yang sudah berani menghapusnya.pikir Desi


Awalnya ia mencoba mengirimkan pesan pada sahabatnya itu lewat akun media sosialnya tapi


Pesan yang dikirimnya sampai sekarang belum juga dibalas oleh sang empunya, membuat Desi jadi bingung ada apa dengan Andrew ia merasa sahabatnya itu seperti menghindarinya.


*


*


Pagi ini setelah bersiap untuk berangkat kekantor Desi segera turun kelantai bawah untuk sarapan pagi bersama, mengingat ibu mertuanya itu kembali datang lagi dengan alasan bahwa sebentar lagi Jessi akan melahirkan,ibu mertuanya itu ingin menjadi orang pertama yang akan menimang cucunya setelah lahir, katanya dan lagi ia ingin menjaga Jessi karena Raka harus keluar negri selama Satu Minggu untuk mengurus pekerjaannya yang tidak dapat ditinggalkan jadi nyonya Maria memutuskan untuk tinggal dirumah mereka selama Raka pergi karena wanita paruh baya itu tidak percaya pada siapapun akan keselamatan cucu dan menantu keduanya.Desi yang mendengar alasan itu tidak masalah justru bagus jika mertuanya itu ada setidaknya ada yang menjadi pawang wanita ular seperti Jessi,pikir Desi.


Karena jika ada keluarga suaminya yang tinggal dirumah bersama mereka Jessi akan selalu bersikap lembut dan baik hati,hal itu membuat Desi tersenyum penuh kemenangan karena ia bisa membayangkan bagaimana tersiksanya wanita yang menjadi madunya itu harus bersandiwara selama satu bulan lebih.


Dari kejauhan saat ia sudah mendekati ruang keluarga untuk sampai keruang makan Desi bisa mendengar suara seseorang yang sedang berbincang membuat Desi mengerutkan keningnya bingung siapa yang bertamu sepagi ini pikirnya.


Dengan segera ia mempercepat langkahnya menuju ruang keluarga yang memang bersebrangan dengan ruang makan, saat sudah sampai ditempat tersebut Desi bisa melihat disana ada Jessi,ibu mertuanya dan juga sepasang suami-istri yang sangat ia kenal yaitu Frans adik Almarhum ayah Raka! Bersama istri dan anaknya.


" Eh Desi kamu sudah turun,sini gabung nak" ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


Membuat semua perhatian orang yang ada disana tertuju padanya, sedang Desi hanya bisa tersenyum kaku lalu mendekati mereka semua! Desi dapat menangkap raut tidak suka dari wajah ibu mertuanya itu saat melihat kedatangannya tapi berbeda dengan adik sepupu, paman dan juga bibi suaminya yang terlihat begitu bahagia melihat kehadirannya.Tapi Desi tidak menghiraukannya ia lalu mendudukkan bokongnya tepat disamping Jessi.

__ADS_1


" Paman, bibi,Ken kapan kalian datang? Dan kenapa tidak memberi tahuku lebih dulu! Setidaknya aku bisa menyiapkan sesuatu untuk menyambut kalian" ucap Desi merasa tidak enak hati


paman Frans dan bibi Lena tersenyum lembut, begitu pun dengan Keenan. Mereka tersenyum melihat ternyata kondisi Desi baik-baik saja.tidka seperti yang mereka khawatir kan


" Kami sengaja, ingin membuat kejutan untuk mu!" Sahut bibi " Minggu depan bertepatan dengan wisuda Keenan jadi kami lebih awal datang kemari sekalian ingin melihat mu,juga bertemu mbak Maria dan juga menantu kedua keluarga BRAMANTYO" lanjut bibi dengan senyum manis dibibirnya.


Tapi tidak dengan Desi, yang hanya bisa membalasnya dengan senyum terpaksa.


"Dimana suamimu" tanya paman ikut bersuara


" Dia sedang dinas keluar negeri, kamu tidak perlu menanyakan padanya karena ia tidak akan tahu apapun tentang suaminya" bukannya Desi yang menjawab tapi nyonya Maria yang tiba-tiba menyambar, membuat Desi hanya bisa menghela nafas


" Maksud mbak apa?"tanya paman Frans


" Dia hanya tahu tentang pekerjaan dan tidak mengurus suaminya, wanita macam apa seperti itu pergi pagi pulang ketika hari sudah gelap" ucap Maria semakin menyudutkan Desi


" Cukup ma? Aku memang bekerja tapi aku juga tidak lupa akan tanggung jawab ku sebagai seorang istri! Tapi ingat ma dirumah ini bukan hanya aku istri mas Raka tapi ada dia( Jessi)juga bukankah tidak adil jika aku yang terus menerus menemani mas Raka dan tidak menyisakan waktu untuk dia(Jessi) bersama mas Raka" sahut Desi langsung.


Mendengar itu emosi Deus sukses ikut terpancing, tapi ia berusaha untuk tidak menjawab mengingat ada paman dan bibi juga adik sepupu suaminya yang sedang bertamu.tidak enak rasanya jika menyambut tamu dengan pertengkaran.


" Mbak apa yang kamu katakan, tidak seharusnya mbak menghina Desi seperti itu. Biar bagaimanapun Desi tetap menantu mbak juga." Seru frans ikut emosi membela Desi, ia heran kenapa sikap dan perilaku istri almarhum kakaknya itu begitu berubah drastis, yang Frans kenal dulu Maria adalah sosok wanita lemah lembut dan penuh kasih sayang tapi sekarang yang ia lihat sangat jauh berbeda.


" Kamu tidak perlu ikut campur Frans" sarkas Maria.


Sedangkan Frans yang kembali ingin bersuara terhenti saat istrinya mengelus lengannya.


" Sudah mas" ucap istrinya berusaha menenangkan.


Kondisi seketika menjadi hening dan tegang setelah semuanya terdiam.


" Paman, bibi dan ken. Kalian istirahatlah nanti kepala pelayan bi Mirna yang akan mengantarkan kalian kekamar Masing-masing, karena aku akan berangkat kekantor sekarang banyak pekerjaan yang harus ku urus" ucapnya pada paman dan bibi suaminya.

__ADS_1


" Pergilah, kamu hati-hati dijalan" balas paman Frans, paham jika Desi merasa tidak nyaman setelah perdebatan tadi bahkan wanita itu belum sarapan pagi dan langsung pergi begitu saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2