
Alex menggenggam tangan Chelsea dan menghujaminya dengan ciuman bertubi-tubi, “maafkan aku, karena aku selama ini tidak memperhatikan kamu lagi. Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk kamu dan membuatmu menjadi seperti ini, maafkan aku.”
“Alex, kenapa kamu terus menerus meminta maaf, bukankah tadi kamu bilang ingin mengatakan kabar gembira? Tapi kenapa kamu terus meminta maaf seperti ini?” Chelsea menatap Alex sambil mengernyit bingung.
“Gara-gara aku, kamu menjadi seperti ini, gara-gara aku, aku hampir saja mencelakai anak kita.”
Chelsea seketika membulatkan kedua matanya, dia tatap Alex dengan penuh tanya, “anak kita? mana mungkin, aku kan tidak sedang hamil, Lex."
“Iya, anak kita,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya, dia lalu mengecup punggung tangan Chelsea, “kita akan segera memiliki anak, anak yang selama ini kita tunggu kehadirannya,” ucapnya lagi sambil mengusap perut rata Chelsea.
Chelsea membulatkan kedua matanya saat mendengar apa yang Alex katakan, yang saat ini membuatnya sangat terkejut, hingga dia tidak mampu untuk berkata-kata.
Alex lalu menyelipkan anak rambut Chelsea ke belakang telinganya, “apa yang kamu impikan, kini menjadi kenyataan, kita akan segera memiliki anak, kamu sedang hamil, sayang.”
“Aku tidak percaya, mana mungkin aku hamil, selama ini..."
Alex menutup mulut Chelsea dengan jari telunjuknya, “kamu hamil, sayang.” Alex kembali mengusap perut rata Chelsea, “didalam perut kamu, ada anak kita, sayang. Kenapa kamu tidak percaya?” tanyanya kemudian.
“Lex, kamu sedang tidak bercanda kan? Kalau kamu bercanda, ini tidaklah lucu.”
Alex menggelengkan kepalanya, “aku sangat serius, kamu saat ini memang benar-benar sedang hamil anak aku," Alex bicara dengan nada serius.
Chelsea lalu mengusap perut ratanya, “aku hamil...akhirnya aku hamil.” Kedua mata Chelsea mulai berkaca-kaca, “Lex, kita akan mempunyai anak, aku akan menjadi seorang Ibu,” ucapnya dengan air mata yang mulai mengalir dari kedua sudut matanya.
Alex mengusap air mata Chelsea, “tapi sayang, kenapa kamu tidak menyadari kalau kamu sedang hamil? Bukankah setiap kamu telat datang bulan, kamu selalu mengetesnya?”
“Sudah dua bulan ini aku tidak mengetesnya, aku tidak mau kecewa untuk kesekian kalinya.”
Alex lalu memeluk Chelsea, dan mengecup keningnya, “dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, agar kita tahu pastinya tentang kehamilan kamu.”
Chelsea menganggukkan kepalanya, dia masih terus mengusap perut ratanya. Dia masih tidak percaya, jika saat ini ada nyawa yang harus dia jaga di dalam perutnya.
“Sayang, aku akan memanggil dokter, agar kamu segera diperiksa, kamu tunggu disini sebentar.” Chelsea menganggukkan kepalanya, tatapannya sejak tadi tidak teralihkan dari perut ratanya.
Alex lalu beranjak dari duduknya, dia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu untuk mencari dokter yang tadi memeriksa Chelsea.
__ADS_1
Chelsea terus saja mengusap perutnya yang masih rata, "sayang, akhirnya kamu hadir di dalam perut Mama. Sudah lama Mama menunggu kehadiran kamu sayang." air mata kembali mengalir dari kedua sudut mata Chelsea. Itu adalah air mata kebahagiaan.
Alex lalu membuka pintu ruangan pemeriksaan itu, dia datang bersama dengan dokter yang tadi memeriksa Chelsea.
"Baiklah, sekarang saya akan melakukan USG kepada Nyonya Chelsea, agar kita bisa tahu dengan pasti," ucap dokter itu.
Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu mulai merebahkan tubuhnya di ranjang pasien dan di bantu oleh Alex.
Dokter kini mulai meletakkan gel ke perut Chelsea, setelah itu dokter itu mulai menggerakkan probe USG di bagian perut bawah Chelsea.
Alex menggenggam tangan Chelsea, mencoba untuk membuatnya merasa nyaman. Pria itu tahu, jika saat ini istrinya tengah gelisah, mungkin Chelsea belum bisa percaya sepenuhnya, jika saat ini dia tengah hamil anaknya, anak yang sangat mereka dambakan kehadirannya.
Kedua mata Alex dan Chelsea saat ini tengah fokus menatap layar monitor yang berada di samping ranjang pasien yang Chelsea tiduri.
“Bagaimana hasilnya, dok? Istri saya benar-benar hamil, kan?” tanya Alex penuh harap.
Chelsea juga ingin menanyakan hal yang sama kepada dokter itu, tapi dia mengurungkan niatnya, dia menatap wajah Alex yang begitu tegang. Wanita itu tahu, jika selama ini suaminya juga sangat menginginkan seorang anak darinya.
“Iya, Tuan. Seperti dugaan saya, Nyonya Chelsea memang tengah mengandung.” Jawaban dokter itu membuat Alex dan Chelsea tersenyum bahagia, akhirnya penantian mereka selama tiga tahun ini, membuahkan hasil.
Mendengar pernyataan dokter itu, Chelsea kembali menatap layar monitor itu, entah mengapa air mata kembali mengalir dari kedua sudut matanya.
“Bayi kembar, dok?” Alex dan Chelsea sama-sama terkejut. Mereka tidak menyangka akan di karuniai anugerah double seperti ini. Mereka hanya ingin seorang anak, tapi Tuhan memberikan mereka bonus satu lagi.
“Iya, bayi kembar. Saya berharap, Tuan Alex lebih memperhatikan pola makan Nyonya Chelsea. Asupan gizinya harus terpenuhi, apalagi ini baru trimester pertama," ucap dokter itu.
“Baik, Dok. Saya akan memastikan istri saya akan mendapatkan semua gizi itu,” ucap Alex sambil menatap wajah Chelsea yang masih terlihat bingung.
“Kalau begitu saya tinggal untuk membuatkan resep untuk Nyonya Chelsea, saya akan berikan vitamin penguat kandungan.” Dokter itu berpamitan dan berlalu pergi dari sana ruangan pemeriksaan itu.
Dua pasang mata masih betah menatap Alex, ada begitu pertanyaan yang membuatnya merasa sangat penasaran. Bagaimana dia bisa mengandung anak kembar, sedangkan dalam keluarganya tidak ada yang memiliki Gen kembar.
Alex lalu membantu Chelsea untuk duduk, dia tatap kedua mata Chelsea yang terus menatapnya, “apa yang sedang kamu pikirkan, sayang?” tanyanya sambil menangkup kedua pipi Chelsea.
“Lex, bagaimana aku bisa mengandung anak kembar, sedangkan dalam keluargaku tidak ada yang memiliki Gen kembar? Tau jangan-jangan keluargamu ada yang memiliki Gen kembar?” tanya Chelsea yang masih penasaran.
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya, “maaf, aku tidak pernah menceritakan ini sama kamu selama ini, karena aku berpikir, kamu tidak perlu mengetahuinya.”
“Apa maksud kamu?”
“Sebenarnya aku terlahir kembar, tapi tidak identik. Aku mempunyai kakak perempuan yang terlahir lebih dulu 10 menit dari aku,” ucap Alex sambil menepiskan senyumannya.
“Lalu, sekarang di mana kakak perempuan kamu itu? kenapa selama ini kamu tidak memperkenalkannya sama aku?”
Alex menghela nafas panjang, “dia sudah meninggal dalam kecelakaan yang merenggut nyawa kakak dan Mamaku,” ucapnya sedih.
Chelsea terlihat sangat terkejut. Sudah bertahun-tahun dia mengenal Alex, tapi dia sama sekali tidak mengetahui tentang seluk beluk keluarga suaminya. Dia sangat terkejut sekaligus sedih, karena dia belum sempat mengenal kakak perempuan dari suaminya.
Chelsea lalu menyuruh Alex untuk duduk disisinya, dia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya, “maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih.”
Alex mengecup puncak kepala Chelsea, “justru aku yang seharusnya meminta maaf, karena aku tidak pernah menceritakan soal keluargaku kepada kamu.”
“Kalau aku boleh tahu, siapa nama kakak perempuan kamu itu?”
“Alexa. Dia adalah kakak terbaik di dunia yang pernah kumiliki.”
“Lex,” panggil Chelsea pelan.
“Hem...apa kamu ingin sesuatu?” Alex mendongakkan wajah Chelsea.
“Apa kamu mau mengantarkan aku ke makam keluarga kamu? Aku ingin sekali mengenal mereka.”
Alex tersenyum, dia lalu menganggukkan kepalanya, “setelah keadaan kamu mulai membaik, aku akan mengajak kamu untuk menemui keluargaku.”
“Apa mereka akan bahagia, saat melihatku nanti?”
Alex mengecup kening Chelsea, “mereka akan sangat bahagia, karena putra mereka bisa mendapatkan wanita secantik dan sebaik kamu. Mereka juga akan sangat bahagia, jika mereka mendengar, kalau putra yang mereka tinggalkan, kini sudah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.”
“Lex, aku mencintaimu.”
Alex tersenyum, “aku juga mencintaimu.”
__ADS_1
~oOo~