Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Rasa kecewa


__ADS_3

Zaki semakin frustasi melihat perubahan sikap Chelsea. Bukanya dia tidak suka dengan perubahan sikap Chelsea yang manja, tapi dia tidak suka dengan cara Chelsea yang selalu blak-blakan, apalagi dia pernah menawarkan dirinya.


Zaki menghela nafas kasar, dia selalu tidak bisa fokus dengan pekerjaannya jika pikirannya selalu dipenuhi bayang-bayang Chelsea. Pria itu bahkan sampai membuat Veon kehilangan proyek besar, dan itu kali pertama dia melakukan hal ceroboh seperti itu.


Zaki bahkan rela menerima omelan dan makian dari Veon, dia tidak perduli dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut Veon, karena dia menyadari kalau semua itu memang kesalahannya. Dia juga tidak mungkin bisa mengulang waktu dan memperbaiki semuanya.


Terdengar suara ketukan di pintu, itu membuat Zaki tersadar dari lamunannya, “masuk.” Zaki lalu membetulkan cara duduknya.


Pintu kamar itu mulai terbuka, dia melihat sosok cantik yang sejak tadi memenuhi pikirannya, “kok tumben kamu tidak keluar dari kamar?” wanita itu masuk ke dalam kamar Zaki.


“Aku lagi malas, kenapa kamu datang kesini, apa kamu memerlukan sesuatu?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, dia lalu mendudukkan tubuhnya di samping Zaki, “aku hanya kangen sama kamu,” ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Zaki.


“Tapi kita setiap hari bertemu.”


“Tapi dari pagi sampai malam kamu bekerja, tidak ada waktu lagi untuk kita bersama, apalagi sejak tadi kamu tidak keluar dari kamar.” Chelsea mengerucutkan bibirnya.


Zaki merangkul bahu Chelsea, dia lalu mengecup puncak kepala wanita itu, “maaf ya, kamu kan tau kerjaan aku akhir-akhir ini banyak, apalagi aku sudah melepaskan proyek besar begitu saja, aku sudah sangat mengecewakan kakak kamu.”


“Kak Veon tidak mungkin akan marah sama kamu, apalagi kamu kan orang kepercayaannya. Selain itu, itu kan pertama kalinya kamu melakukan kesalahan, jadi kakak pasti akan memaafkan kamu.”


Zaki menganggukkan kepalanya, “ini sudah malam, lebih baik kamu kembali ke kamar kamu, aku tidak ingin ada yang berpikiran buruk sama kita nanti.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku mau tidur disini, aku kangen sama kamu.”


Tinggal satu minggu lagi kesepakatan Chelsea dan Alex, dan sampai sekarang Zaki belum menunjukkan rasa bencinya padanya. Chelsea bahkan sudah melakukan berbagai cara agar Zaki membencinya, bahkan dia rela membuang jauh-jauh harga dirinya.


“Tidak, aku tidak akan mengizinkan kamu untuk tidur di kamar aku, kita belum menikah, aku juga masih laki-laki normal.”


Chelsea memasang wajah memelasnya, “please...” pintanya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.


Zaki menggelengkan kepalanya, “sekali tidak, tetap tidak!”


Chelsea tidak akan menyerah begitu saja, dia ingin membuat Zaki segera membencinya, dia bahkan rela melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya itu. Wanita itu beranjak dari duduknya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang.


“Aku tidak peduli, aku akan tetap tidur disini.”


“Kalau begitu, aku yang akan keluar dari kamar ini.” Zaki tetap bersikukuh dengan keputusannya, dari pada dia harus tidur sekamar dengan Chelsea, dia lebih memilih keluar dari kamar itu.


Chelsea membulatkan kedua matanya, dia lalu bergegas berlari menuju pintu, dia mengunci pintu kamar itu, dia lalu mengambil kunci itu dan menyembunyikannya di dalam pakaian dalamnya, “sekarang kamu tidak akan bisa keluar dari kamar ini, jika kamu masih ingin keluar dari kamar ini, kamu boleh mengambil kuncinya. Tapi...apa kamu berani mengambilnya?”


Zaki menghelas nafas panjang, tingkah Chelsea kali ini sudah melewati batas, “sebenarnya apa mau kamu? Apa kamu masih belum menyerah jug?”


Chelsea melangkahkan kakinya mendekati Zaki, dia lalu melingkarkan kedua lengannya di belakang leher Zaki, “aku tidak akan menyerah sebelum aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, dan malam ini aku sangat menginginkan kamu.”


Chelsea berniat untuk mencium bibir Zaki, tapi dengan cepat Zaki menutup mulut itu dengan telapak tangannya, “apa yang sedang kamu rencanakan sebenarnya? Chelsea yang aku kenal tidak akan pernah melakukan semua ini.”


Chelsea menepis tangan Zaki, “dari dulu aku memang seperti ini, mungkin kamu tidak menyadarinya.”


Chelsea menuntun kedua tangannya untuk membuka kancing kemeja Zaki satu persatu, “apa perlu aku membantu kamu untuk membuka kancing kemeja kamu?”


Zaki menepis kedua tangan Chelsea, “Chel, cukup! Jangan lakukan ini lagi!”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “sekarang aku tanya sama kamu, apa kamu mencintaiku?”


“Aku sangat mencintai kamu, tapi kita tidak perlu melakukan itu untuk membuktikan cintaku.”


“Tapi aku menginginkan itu, jika bukan dengan kamu, lalu dengan siapa aku harus melakukannya?”

__ADS_1


Zaki mencengkram erat kedua bahu Chelsea, “apa sebegitu pentingnya hubungan badan, sampai kamu rela merendahkan harga diri kamu seperti ini, hah!”


Chelsea mencoba menahan air mata yang sudah memenuhi kedua sudut matanya, dia harus bertahan sedikit lama lagi, rencananya hampir berhasil, “sangat penting, aku tidak tau kenapa, tapi malam ini aku sangat menginginkannya.”


Zaki meremas rambut kepalanya, “brengsek! Apa semua ini gara-gara Alex, hingga kamu menjadi seperti ini?” pria itu sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, dan amarah itu dimanfaatkan Chelsea untuk melakukan rencananya.


“Jika Alex yang sudah mengubahku menjadi seperti ini, bukankah seharusnya kamu menjadi penyembuh luka ini? Jadilah obat penawar untukku.”


Zaki menggelengkan kepalanya, “aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa!”


Chelsea sudah tidak bisa bersabar lagi, dia tidak ingin rencananya gagal kali ini, waktu dia tinggal satu minggu lagi, jika dia tidak melakukannya malam ini juga, mungkin dia tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk membuat Zaki membencinya, karena Chelsea mendengar dari Kania, jika Veon dan Zaki akan pergi keluar kota selama besok pagi, dan mereka akan pergi selama satu minggu.


“Apa kamu benar-benar tidak ingin membantuku?”


“Maaf, aku tidak bisa.”


Chelsea menghela nafas panjang, “baiklah, aku tidak akan pernah memaksamu, aku akan pergi untuk menemui Alex, dia masih membutuhkan aku.”


Mendengar nama Alex keluar dari mulut Chelsea, membuat amarah Zaki semakin memuncak. Dia melangkahkan kakinya mendekati Chelsea, “apa tadi kamu bilang, Alex! Apa kamu begitu menginginkannya hingga kamu seputus asa itu?”


“Aku sangat menginginkannya, tapi sayang, orang yang aku harapkan bahkan tidak peduli sama aku.” Chelsea melangkahkan kakinya menuju pintu, dan seperti dugaannya, Zaki menarik tangannya, dan langsung membawanya menuju ranjang.


“Jika aku melakukan apa yang kamu inginkan, apa kamu akan merasa puas?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku akan merasa puas, karena dengan begitu kamu akan menjadi milikku selamanya.” Wanita itu menampakkan senyuman palsunya.


“Aku akan melakukan apa yang kamu inginkan.”


Zaki langsung mencium bibir Chelsea dengan sangat kasar, dengan amarah yang sudah memuncak, Zaki bahkan tidak bisa memperlakukan Chelsea dengan lembut. Bahkan pria itu menghempaskan tubuh Chelsea dengan sangat kasar.


“Inikan yang kamu mau!” Zaki berbicara dengan sangat dingin, tidak ada kelembutan sama sekali.


Zaki mulai menindih tubuh Chelsea, membenamkan kembali bibirnya, dan mulai mengecupi, dan menggigit bibir tipis itu dengan sangat kasar. Chelsea menahan sakit yang luar biasa, tapi rasa sakit itu bukan karena gigitan Zaki pada bibirnya, melainkan karena dia telah merubah Zaki menjadi pria yang sangat kasar.


Demi memperlancar rencananya, Chelsea membalas ciuman itu, bahkan ciuman itu semakin panas, saat tangan Zaki mulai bergerilya di tubuh Chelsea. Chelsea membulatkan kedua matanya, saat tangan Zaki sudah berhasil membuka semua kancing piyamanya.


“Kenapa kamu melihatku seperti itu? Bukankah ini yang kamu inginkan? Aku akan berhenti, jika kamu meminta aku untuk berhenti.” Kali ini Zaki berbicara dengan lembut, saat dia melihat ketakutan dari wajah Chelsea.


Tapi apa yang Zaki bayangkan tidak terjadi, bukannya memintanya untuk berhenti, Chelsea malah mempermudahnya untuk melihat tubuh wanita itu, karena dengan rela Chelsea melepas piyamanya. Zaki masih laki-laki normal, melihat pemandangan seindah itu di depan kedua matanya, seketika membuatnya menelan ludah.


Hasrat dalam dirinya mulai menjalar dalam tubuhnya, tapi dia berusaha untuk tetap menguasai dirinya, dia tidak ingin terpancing dengan apa yang Chelsea lakukan, dia tau, Chelsea juga tidak menginginkan semua itu.


“Zak, kenapa kamu diam? Apa kamu akan mendiamkan aku seperti ini? Atau aku yang harus memulainya lebih dulu?”


Kedua tangan Chelsea mulai membuka kancing kemeja Zaki satu persatu, hingga semua kancing kemeja Zaki terbuka sepenuhnya. Kedua mata itu masih saling menatap, entah apa yang sedang mereka pikirkan saat ini.


Chelsea tidak berharap Zaki akan benar-benar melakukannya, tapi tubuhnya seakan membeku saat Zaki menatapnya begitu dalam, dan tanpa aba-aba bibirnya kembali di cium habis. Bahkan kedua tangan itu sudah berada di atas kedua asetnya yang sejak tadi sudah terpampang di depan kedua mata Zaki meskipun masih tertutup pelindung.


Chelsea tidak dapat menahan lenguhannya, saat tangan itu mulai menikmati area sensitifnya itu. “Zak, apa kamu benar-benar akan melakukannya?” Chelsea berbicara saat dia berhasil melepaskan bibirnya dari ciuman bibir Zaki.


Nafas mereka memburu, ciuman itu bahkan sangat panas, hingga Chelsea sama sekali tidak bisa mengimbanginya.


“Aku akan melakukan apa yang kamu inginkan.”


Zaki kini beralih mencium leher jenjang Chelsea, menghisap, mencecapi bahkan meninggalkan jejak-jejak kemerahan di leher jenjang itu. Chelsea terus mendesah, dia mulai menikmati permainan lidah Zaki pada leher jenjangnya. Apalagi saat mulut dan lidah itu mulai beralih ke belahan dadanya, tangan itu mulai membuka penutup miliknya.


Sekarang kedua asetnya sudah tak lagi berpelindung, Chelsea bisa melihat gairah yang membara di kedua mata Zaki. Chelsea mulai meracau, mendesah saat kedua asetnya mulai dinikmati oleh Zaki.


“Zak...!!” Chelsea berteriak dengan sangat keras saat lenguhan panjang mulai keluar dari mulutnya, tubuhnya bergetar, nafasnya memburu. Chelsea tidak menyangka tubuhnya akan benar-benar menikmati permainan Zaki. Awalnya dia hanya ingin Zaki terpancing dan membencinya, karena dia terlihat seperti cewek murahan, tapi semua tidak berjalan dengan apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


‘Tidak! Zaki tidak boleh melakukan lebih dari ini, aku ingin Zaki melakukannya dengan wanita yang masih suci, bukan wanita kotor sepertiku. Tapi sekarang apa yang harus aku lakukan, sepertinya Zaki sudah dipenuhi oleh nafsu,’ gumam Chelsea dalam hati.


Chelsea membulatkan kedua matanya, saat salah satu tangan Zaki mulai menurunkan pakaian bagian bawahnya, “Zak!”


“Aku akan melakukan apa yang kamu inginkan.” Kini kedua tangan itu sudah berhasil meloloskan seluruh pakaiannya. Chelsea benar-benar sudah bertelanjang bulat di depan Zaki.


“Zak, aku tidak ingin kamu terpaksa melakukan ini, apalagi ini adalah pengalaman pertama kamu, seharusnya kamu melakukan ini dengan wanita yang kamu cintai.” Chelsea menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, saat Zaki berdiri dan mencoba untuk melepas seluruh pakaiannya.


Kedua mata Chelsea kembali membulat dengan sempurna, dia pun menelan ludahnya berkali-kali saat melihat tubuh kekar itu sudah tidak berpenghalang lagi.


Zaki mulai kembali merangkak naik ke atas ranjang, dia menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polos Chelsea, “kenapa kamu menutup tubuhmu? Bukankah kamu memintaku untuk menikmatinya?”


Air mata yang sejak tadi Chelsea tahan, kini mulai mengalir membasahi kedua pipinya, “Zak, lakukanlah, aku sudah tidak sabar. Aku ingin sekali merasakan seberapa nikmat kamu akan melakukannya.” Chelsea meremas selimut itu, untuk menyalurkan rasa sakit di hatinya, dia sekarang sudah sama seperti wanita murahan di luar sana yang sering menjajakan tubuhnya kepada para pria hidung belang.


Mendengar apa yang Chelsea ucapkan membuat amarah Zaki semakin memuncak, dia pun mencengkram erat sprei, sama seperti yang Chelsea lakukan saat ini. Zaki berharap Chelsea akan memintanya untuk berhenti, tapi wanita itu malah menantangnya.


Zaki tersenyum sinis, “dengan senang hati aku akan melakukannya, aku tidak akan berhenti sebelum membuat kamu puas.”


Zaki tidak butuh pemanasan lagi, dia bahkan sudah bersiap-siap untuk melakukan penyatuan itu. Chelsea memejamkan matanya, dia bahkan memalingkan wajahnya, dia tidak ingin Zaki melihat air matanya yang terus mengalir dari kedua sudut matanya.


Detik demi detik sudah berlalu dan berganti dengan menit, tapi Chelsea sama sekali tidak merasakan apa-apa pada bagian bawahnya. Chelsea memberanikan diri membuka kedua matanya, dia menatap wajah Zaki yang masih betah menatapnya. Tapi ada yang berbeda, Chelsea melihat air mata mulai jatuh dari kedua sudut mata Zaki.


Zaki menangis, dia menangisi wanita yang sangat dia cintai berubah menjadi wanita yang sangat rendah di hadapannya.


Chelsea menggerakkan jemarinya untuk menghapus air mata Zaki, dia merasakan sakit yang sama seperti yang Zaki rasakan saat ini, tapi dia mencoba untuk bertahan sampai Zaki benar-benar membencinya, “jika kamu tidak sanggup untuk melakukannya, biar aku yang melakukannya.” Demi memperlancar rencananya, Chelsea akan bersikap lebih agresif lagi.


Zaki menepis tangan Chelsea dari wajahnya, “apa hanya itu yang kamu pikirkan saat ini?” suara itu terdengar begitu berat dan gemetar.


“Kamu kan tau aku sangat...”


Zaki beranjak dari ranjang, dia mulai memunguti pakaiannya satu persatu dan mulai memakainya kembali, “aku tidak sanggup untuk melakukannya, aku tidak menyangka kamu akan berubah menjadi wanita murahan seperti ini.”


Deg...


Jantung Chelsea seakan berhenti berdetak, saat Zaki menyebut dirinya wanita murahan. Meskipun itu yang dia inginkan, tapi tetap saja, rasanya sangat sakit. Chelsea mencoba untuk tidak menangis, rencananya sudah benar-benar berhasil.


“Chel, aku membencimu...sangat membencimu! Sekarang kamu benar-benar menunjukkan sisi lain dari dirimu. Sekarang kamu sudah membuktikan jika diri kamu memang tidak jauh beda dengan seorang...”


Tubuh Chelsea seketika melemas, dia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya lagi. Zaki benar-benar sudah membencinya, bahkan dia dengan lantang menyebut dirinya seorang... Dengan perlahan Chelsea menutup tubuhnya dengan selimut, “inilah diriku yang sebenarnya, Zak. Kenapa kamu baru menyadari itu?”


Zaki tersenyum sinis, “mungkin aku yang terlalu bodoh, karena terlalu mencintaimu, tapi kini aku sadar, aku telah salah menilaimu. Sekarang aku tidak ingin lagi terlibat denganmu, aku...”


Zaki mengepalkan kedua tangannya, dia pun memilih untuk keluar dari kamar itu. Saat dia melepas pakaian Chelsea, dia telah berhasil mengambil kunci kamar itu. Zaki membanting pintu kamar itu dengan sangat keras.


Chelsea menangis dengan sangat keras, “maafkan aku, Zak, tapi aku harus melakukan semua ini. Aku berharap kamu akan membenciku seumur hidup kamu.”


**


 


Zaki memutuskan untuk pergi dari rumah itu, dia merasa sangat kecewa dengan sikap Chelsea. Hatinya sangat sakit saat dia mengatakan semua kata-kata itu, tapi dia benar-benar merasa kecewa.


“Brengsek! Dasar brengsek!” Zaki memukul-mukulkan tangannya ke stir kemudi mobilnya, saat dia sudah berada di depan rumahnya. Zaki memilih untuk kembali ke rumahnya.


“Arrrghhhh! Chel...kenapa kamu melakukan ini sama aku, kenapa? apa kamu benar-benar sudah tidak mempunyai harga diri lagi? Arghhhh...brengsek!”


Zaki terus berteriak, kata-kata umpatan kasar pun mulai keluar dari mulut Zaki, rasa kecewanya yang sangat besar benar-benar merubah rasa percaya Zaki terhadap Chelsea.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2