
Hingga setelah dua tahun berlalu tiba-tiba wanita itu menelponnya, Andrew sengaja tidak Menganti no ponselnya karena ia masih berharap jika suatu saat nanti Desi akan menelponnya dan dugaannya itu benar walaupun ia harus menunggu selama dua tahun lamanya, hanya untuk bisa kembali mendengar suaranya.
***
" Jadi kamu mau kan bantu aku" tanyanya setelah selesai bercerita
" Andrew kamu sebenarnya mendengar ku bercerita tadi tidak sih"lanjutnya kesal melihat sahabatnya itu justru melamun padahal ia sudah bercerita panjang lebar tadi
" Eh, ia ada apa Des, sorry aku tadi tidak dengar kamu bisa mengulanginya" balasnya tak enak hati
Sedang Desi wanita itu malah mengerucutkan bibirnya kesal, Andrew yang melihat itu malah tertawa kecil ternyata kebiasaan wanita itu ketika kesal masih sama sangat menggemaskan.pikirnya
" Bibirnya tidak usah monyong gitu,ok aku minta maaf karena sudah mengabaikan mu tadi, dan sebagai gantinya aku akan membantumu apapun masalah yang sedang kamu hadapi" ucapnya membujuk, sedang Desi yang tadi kesal menjadi tersenyum senang akhirnya ia akan segera mengetahui apa yang membuat suaminya berubah.
Bukan tanpa alasan i
Desi meminta bantuan pada Andrew, Desi melakukan itu karena setiap pekerjaan yang Andrew lakukan selalu memuaskan dan tidak pernah mengecewakannya jadi dengan bantuan Andrew ia akan tahu semuanya.dan tentunya Desi akan mengetahui langkah apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
" Baiklah aku akan kembali menceritakan duduk permasalahannya,dan kamu harus membantu ku sesuai janji mu tadi" balasnya
Membuat Andrew menganggukinya paham, setelah itu Desi memulai ceritanya kembali, Andrew yang mendengar dengan baik kadan mengepal erat kedua tangannya berani sekali keluarga suaminya menghina wanita pujaannya, sungguh hal itu membuat iblis didalam diri Andrew terbangun.ia akan mencari tahu semua tentang suami Desi dan setelah ia tahu ia akan membuat pria itu menyesal karena telah berani menduakan wanita sebaik Desi.
Jika dulu ia mengiklaskan Desi dengan orang lain maka kali ini berbeda ia akan bersikap egois merebut wanita itu dari suaminya yang O'on.pikir Andrew
***
" Tuan Kita sudah sampai" ucap thom pada tuannya setelah mereka Sampai di cafe xx, tempat mereka bertemu dengan kliennya.
" Hm" jawabnya dengan deheman
Setelah itu ia turun saat thom membukakan pintu mobil untuknya.
Mereka pun berjalan beriringan masuk kedalam cafe itu.
***
" Jadi bagaimana" tanyanya setelah selesai berbicara
" Aku akan membantumu" jawabnya dengan nada penuh keyakinan
__ADS_1
" Terimakasih Andrew kamu memang sahabat ku yang paling baik, bisa diandalkan" sahut Desi antusias
Yang hanya dibalas senyuman oleh Andrew.
" Aku akan mengirimkan fototnya, padamu nanti" ucapnya setelah itu, Yang diangguki oleh Andrew
Setelah itu mereka berbincang ringan tentang apa saja yang telah mereka lakukan setelah dua tahun tidak bertemu, juga berbincang tentang masa lalu dan yang kadang membuat Desi tertawa lepas ketika mengingat bagaimana Andrew dulu yang sering ketiban sial.
Tanpa mereka sadari didalam ruangan itu ada sepasang mata elang yang sedang menatap kearah mereka dengan tatapan tajam,sambil mengepalkan kedua tangannya. saking marahnya.
Ia pun berjalan kearah dimana ia melihat istrinya itu duduk dengan tenang disamping pria lain bahkan wanita itu terlihat sangat bahagia sampai tertawa lepas seperti itu.
" Sejak kapan kantor DINATA GROUP pindah kesini" ucap Suara berat seorang pria yang tidak asing dipendengaran Desi, tubuh wanita itu seketika menegang.begitupun dengan Andrew yang terkejut mendengar nada suara itu suara seseorang yang sangat ia kenali
Mereka berdua pun menoleh kearah dimana pria itu berdiri, Andrew yang ingin bersuara menjadi diam saat melihat Desi bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan kearah pria tampan dengan wajah datar dan dinginnya.
" Ma..s, kamu kenapa ada disini" tanyanya gagap
" Memang kenapa jika aku ada disini, apa kamu takut karena aku menangkap basa dirimu sedang selingkuh" bukannya menjawab pria itu yang tidak lain adalah Raka malah kembali melemparkan pertanyaan.
Raka yang tadinya baru masuk kedalam cafe itu untuk menemui kelienya tidak sengaja ekor matanya malah menangkap pemandangan yang sangat tidak mengenakan dimana ia melihat Desi duduk dengan seorang pria tapi Raka tidak tahu siapa pria itu karena posisi Andrew saat itu membelakanginya.sehingga Raka memutuskan menghampiri keduanya.
Mereka.
" Andrew kenalkan ini mas Raka suamiku, dan mas Raka kenalkan ini Andrew sahabat ku" ucapnya sukses membuat kedua pria itu terkejut.
Andrew sangat terkejut ternyata suami dari wanita pujaannya itu adalah Raka sahabatnya sendiri sedangkan Raka terkejut karena baru mengetahui satu fakta jika istrinya itu juga bersahabat dengan sahabat baiknya yang sudah seperti saudaranya sendiri.sungguh hal itu membuat Raka menatap tajam pada andrew begitupun sebaliknya Adrew yang tak mau kalah pun balas menatap tajam kearah sahabatnya itu.
Tapi satu yang membuat Andrew mengumpat dalam hati ia tadi berpikir jika suami Desi adalah seorang pria yang bodoh dan O'on karena telah menduakan wanita baik dan tulus seperti Desi. jika sampai Raka tahu bisa tamat riwayatnya. pikir Andrew
" Sahabat? tidak ada yang namanya sahabat antara wanita dan pria karena pasti ujung-ujungnya ada salah satu diantara mereka yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri" ucap Raka dengan ekspresi wajah dingin.
Mendengar itu Andrew langsung menatap kesal kearah sahabatnya itu, sedangkan Desi yang mendengar perkataan Raka semakin kelimpungan kenapa pria itu malah mengatakan hal yang tidak-tidak
" Mas aku tidak berbohong, Andrew itu sahabat ku dan kami murni hanya sekedar bersahabat tidak lebih" Sahutnya berusaha menjelaskan tapi tidak didengarkan oleh Raka.
" Kamu!" Tunjuknya pada Andrew" jika kamu menyukai seorang wanita silahkan tapi jangan menyukai wanita ku, dan mulai hari ini jangan pernah menemuinya lagi" lanjutnya penuh penekanan pada Andrew membuat Desi merasa tidak enak.
" Mas tidak bisa berkata seperti itu, aku dan Andrew..."
__ADS_1
" Diam" ucap Raka dengan intonasi suara rendah ia tidak ingin menjadi tontonan para pengunjung karena Suaranya yang kerasa.
Setelah itu Raka menarik tangan istrinya keluar dari cafe diikuti oleh tatapan mata Andrew tidak bisa berbuat apa-apa karena pria itu adalah suami Desi dan juga sahabat baiknya.
Andrew merutuki dirinya bagaimana bisa ia berniat merebut istri sahabatnya sendiri, sedangkan Andrew sangat tahu jika Raka sangat mencintai istrinya walaupun Andre tidak tahu seperti apa sosok istri Raka karena ia memang tidak ada dinegara ini saat mereka berdua menikah. Dan Andrew tidak pernah bertanya karena tidak ingin Raka malah salah paham padanya mengingat pria itu sangat pencemburu dan sangat posesif terhadap apa yang dimilikinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays π₯°π
Jangan lupa Like dan Votenya βΊοΈππ
__ADS_1