Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Sudah banyak berubah


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Alex belum juga kembali ke rumah Chelsea, sepertinya Alex benar-benar tidak akan menginap di rumah mertuanya itu. Entah mengapa Chelsea malam itu sangat mengkhawatirkan Alex, karena pria itu belum juga kembali ke rumahnya, padahal dia sudah berjanji kepada orang tuanya untuk menginap di rumah mereka.


Kania yang melihat Chelsea duduk sendirian di teras belakang pun melangkahkan kakinya mendekati wanita itu, “sedang apa kamu disini?” tanyanya sambil mendudukkan tubuhnya di samping Chelsea.


“Aku merasa sudah menjadi orang yang paling jahat di dunia ini.”


Kania mengernyitkan dahinya, “kenapa kamu bicara seperti itu? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Zaki? Dan tadi aku juga melihat Eca pulang sambil menangis.”


“Aku sudah membuat Zaki terluka untuk kedua kalinya. Seharusnya aku tidak pergi dengannya tadi, dengan begitu Zaki tidak akan berharap lagi padaku. Aku juga sudah menyakiti hati Eca, karena telah membuat Zaki untuk kembali memilih aku dari pada Eca.”


“Menjalani hubungan dengan keterpaksaan itu memang sangat sulit, pasti nantinya akan ada yang terluka dan sakit hati. Tapi semua itu kembali pada diri kamu dan Zaki, apa yang sebenarnya baik untuk kalian berdua.”


“Kania, aku memang sangat mencintai Zaki, tapi sekarang semuanya sudah tidak seperti dulu lagi. Aku sudah menikah dengan Alex, tapi aku juga tidak bisa selalu menghindari Zaki.”


“Jika kamu memang ingin melepaskan Zaki, kamu harus berusaha untuk membuat dia benar-benar menjauh dari kamu, buat dia untuk tidak mengharapkan kamu lagi.”


Chelsea menghela nafas panjang, “itu semua tidak semudah yang kamu bayangkan.”


“Iya sih, dan hanya kamu yang tahu jawaban itu.”


“Jawaban aku tetap sama, aku ingin melihat Zaki bahagia.”


“Sekarang lupakan tentang Zaki, aku ingin tahu bagaimana hubungan kamu dengan Alex?”


Chelsea menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, “Alex memang sudah banyak berubah, dia bahkan memperlakukan aku dengan baik, padahal aku selalu bersikap buruk padanya, aku bahkan tidak pernah melakukan kewajiban aku sebagai istrinya, tapi dia tetap sabar dalam menghadapi sikapku selama dua bulan ini.”


“Jika Alex memang benar-benar sudah berubah, apa kamu sama sekali tidak bisa memberikan sedikit cinta kamu untuknya?”


“Cinta...apa aku masih mempunyai cinta untuknya?”


Kania beranjak dari duduknya, “jika kamu ingin mengetahui jawabannya, tanyakan pada hatimu.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Chelsea.


“Cinta untuk Alex, apa masih ada di hatiku?” Chelsea lalu melihat jam di pergelangan tangannya, “ini sudah malam, kenapa Alex belum juga datang? apa telah terjadi sesuatu dengannya?”


Chelsea memutuskan untuk menghubungi Alex, meskipun dia masih membencinya, tapi dia tetap mempunyai rasa empati untuk Alex, dia benar-benar merasa sangat cemas, “halo, Lex,” sahutnya saat panggilan itu mulai tersambung.


“Sayang, kenapa kamu menelponku malam-malam begini? Jangan bilang kamu sangat merindukan aku,” goda Alex sambil beranjak dari duduknya, dia melangkahkan kakinya menuju balkon kamarnya.


“Sekarang kamu dimana? Bukankah kamu sudah berjanji sama Mama dan Papa mau menginap disini malam ini?”


“Maafkan aku, aku tidak bisa menginap di rumah kedua orang tua kamu.”


Chelsea mengernyitkan dahinya, “tapi kenapa? sekarang katakan kamu dimana? Jangan bilang kamu sekarang sedang bersama dengan wanita-wanitamu?”

__ADS_1


Alex tertawa, “kenapa kamu berpikiran seperti itu?”


“Ya...siapa tahu, kan selama dua bulan ini kamu tidak pernah menyalurkan kebutuhan biologis kamu.”


Alex kembali tertawa, “kalau kamu memang sedang bersama seorang wanita, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan pergi meninggalkan aku?”


“Jika kamu sampai benar-benar melakukan itu, itu berarti kamu tidak bersungguh-sungguh dengan janji kamu itu.”


“Aku sedang ada di rumah, sekarang aku sedang berdiri di balkon kamar kita. Kamar ini rasanya begitu sepi, karena tidak ada kamu disini.”


“Jika kamu ingin aku kembali ke rumah itu lagi, sekarang juga kamu datang kesini. Jika dalam 30 menit kamu belum sampai disini, aku benar-benar tidak akan kembali ke rumah itu lagi!” Chelsea lalu mematikan ponselnya. Dia tidak ingin menerima panggilan Alex, karena dia tidak akan membiarkan Alex membujuknya untuk kembali ke rumah itu.


Alex menghela nafas panjang, “Chel, kenapa kamu melakukan ini sama aku? jika kamu memang ingin pergi dariku, jangan pernah memberikan aku harapan seperti ini. Kamu memintaku untuk datang ke rumah kamu, tapi kamu sendiri merasa tidak nyaman dengan kehadiran aku di rumah itu.”


Alex kembali masuk ke dalam kamar, dia lalu mengambil kunci mobilnya dari atas meja. Pria itu sebenarnya juga sangat merindukan istrinya itu. Meskipun Chelsea selalu bersikap acuh padanya, tapi dia tidak bisa jauh darinya.


**


Alex sudah sampai di rumah Chelsea, dia lalu keluar dari mobilnya, “aku terlambat 5 menit,” ucapnya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


Alex lalu melangkahkan kakinya menuju pintu utama dan memencet tombol di samping pintu itu. Alex tidak bisa langsung masuk ke rumah itu begitu saja, meskipun sekarang dia juga anggota keluarga itu.


Setelah pintu terbuka, Alex langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga, dia berjalan menuju kamar Chelsea. Dengan perlahan, dia membuka pintu kamar itu, tapi dia tidak melihat Chelsea sama sekali.


Alex bergegas menghampiri Chelsea, “aku kira kamu pergi dari rumah ini,” ucapnya lalu memeluk Chelsea.


Chelsea mendorong tubuh Alex, “kamu terlambat,” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Alex tersenyum, dia lalu mengatupkan kedua telapak tangannya, “maafkan aku, tadi aku...”


“Aku mengantuk, aku mau tidur.” Chelsea lalu melangkahkan kakinya menuju tangga, menapakinya satu persatu-satu. Alex mengikuti Chelsea dari belakang.


Chelsea membuka pintu kamarnya, melangkahkan kakinya menuju ranjang dan meletakkan sebotol air mineral itu ke atas meja. Alex menutup pintu kamar itu dan menguncinya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang.


Alex mendudukkan tubuhnya di samping Chelsea, “kenapa kamu menyuruhku datang kesini? bukankah seharusnya kamu senang dengan tidak adanya aku di rumah ini, karena kamu sendiri merasa tidak nyaman kalau aku berada di rumah ini.”


“Lex, aku memang merasa tidak nyaman saat kita berkumpul dengan keluargaku, karena kita harus bersandiwara kalau kita baik-baik saja di depan mereka. Tapi aku juga tidak bisa seegois itu, karena aku juga harus menjaga perasaan keluarga aku, aku tidak ingin Mama dan Papa sampai mengetahui hubungan kita yang sebenarnya.”


Alex lalu beranjak dari duduknya, “kamu tenang saja, mereka tidak akan tahu hal yang sebenarnya, karena aku akan tunjukkan kepada keluarga kamu, kalau kamu bahagia menikah denganku.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. Dia ingat jika dia masih meninggalkan beberapa pakaiannya di lemari itu.


Chelsea membulatkan kedua matanya saat melihat Alex dengan mudahnya mengganti pakaiannya di depan kedua matanya. Wanita itu memilih untuk mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, yang terpenting tidak menatap Alex yang sedang berganti pakaian.


Alex kembali melangkahkan kakinya menuju ranjang, “bukannya tadi kamu mengantuk, lalu kenapa kamu tidak tidur? Atau jangan-jangan kamu sengaja ingin melihat aku berganti pakaian ya,” godanya dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Chelsea mengabaikan apa yang dikatakan Alex, dia sedang tidak ingin berdebat dengan pria itu. Wanita itu memilih untuk merangkak naik ke atas ranjang, lalu merebahkan tubuhnya. Alex pun juga merebahkan tubuhnya di samping Chelsea yang saat ini sedang tidur dengan membelakanginya.


Alex memiringkan tubuhnya menghadap Chelsea, dia tatap punggung wanita itu. Dengan perlahan Alex menyikap rambut Chelsea hingga memperlihatkan ceruk lehernya. Kedua mata pria itu membulat dengan sempurna saat dia melihat ada dua tanda merah di ceruk leher Chelsea.


Kedua tangannya mengepal, ‘siapa yang sudah melakukan ini sama Chelsea? apa si brengsek itu?’


Alex mencoba menahan amarahnya, dia lalu mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Chelsea dan mengecupnya dengan perlahan. Alex sengaja melakukan itu, dia ingin melihat reaksi Chelsea.


Chelsea seketika membuka kedua matanya, dia lalu mengubah posisinya menjadi menghadap Alex, “apa yang kamu lakukan? Apa kamu mau melanggar kesepakatan kita?”


“Apa kamu marah saat aku mengecup leher kamu? Tapi saat pria itu melakukan itu sama kamu, apa kamu menikmatinya?”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “a—apa maksud kamu?” tanyanya gugup.


“Sayang, apa kamu mau membalas perbuatan aku selama ini dengan cara yang sama? Apa kamu menyakiti aku dengan berselingkuh di belakang aku?”


‘Apa Alex tahu kalau aku tadi pergi dengan Zaki? Kenapa dia tiba-tiba berkata seperti itu?’ gumamnya dalam hati.


Chelsea tersenyum, “jika aku memang melakukan itu, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan memukulku, atau kamu akan menceraikan aku sekarang juga?”


Alex tersenyum, dia lalu membelai lembut pipi wanita itu, “walaupun kamu sudah membiarkan pria lain menyentuh tubuhmu, tapi aku yakin, kamu tidak mungkin sampai melakukan itu sama dia, karena kamu bukan wanita seperti itu.”


“Kamu salah, Lex. Sebelum aku menikah denganmu, aku bahkan hampir melakukan itu dengan Zaki, aku bukan Chelsea yang kamu kenal dulu.”


Hati Alex bagaikan tertusuk benda tajam, dia tidak menyangka Chelsea akan melakukan itu dengan pria lain, tapi dia sadar, dirinyalah yang telah mengubah Chelsea menjadi seperti itu, karena dirinyalah yang telah merenggut kesuciannya.


“Aku tidak peduli, karena yang terpenting sekarang kamu hanya akan menjadi milikku, selamanya.”


“Apa kamu tidak membenciku? Apa kamu tidak merasa marah? Apa kamu...”


Kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna saat Alex membenamkan bibirnya di bibir tipisnya, memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada bibir tipisnya.


“Aku tidak bisa membencimu, karena rasa cintaku begitu besar. Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu sebelum kita menikah, karena aku sadar, aku bahkan lebih buruk dari kamu. Di dunia ini tidak ada yang sempurna, termasuk aku dan kamu.” Alex lalu memeluk tubuh itu, mendekapnya dan memberinya kenyamanan, “tidurlah, aku ingin besok pagi kita pergi jalan-jalan keliling komplek. Aku ingin melihat pemandangan di daerah tempat tinggalmu.”


“Lex...” Chelsea mendongakkan wajahnya menatap Alex.


“Aku tidak ingin membahas ini lagi, aku akan memaafkan kamu, jadi jangan bahas ini lagi, sekarang tidurlah.” Alex lalu mengecup kening Chelsea.


‘Kenapa kamu tidak marah setelah mengetahui semuanya, kenapa?’ jeritnya dalam hati.


~oOo~


__ADS_1


__ADS_2