
Alex dan Chelsea sudah bersiap untuk menghadiri pernikahan Vika dan Betrand yang diadakan di sebuah gedung di sebuah hotel ternama. Betrand sengaja menyewa gedung itu, dia ingin memberikan pernikahan yang mewah untuk Vika. Meskipun tanpa bantuan kedua orang tuanya, Betrand masih mampu untuk mengurus semuanya.
Ya...sampai sekarang, kedua orang tua Betrand belum bisa menerima Vika menjadi menantunya, tapi lain halnya dengan Papanya Vika. Atas bujukan Ibu Tiri Vika, Papanya Vika mau menghadiri acara pernikahan Vika. Mama Vika juga hadir di pesta pernikahan itu, tentunya dengan kekasih barunya.
Sesampainya di tempat pesta pernikahan Vika dan Betrand. Alex dan Chelsea berjalan beriringan, mereka tidak hanya datang sendirian, tapi mereka datang bersama dengan Kania, Veon, Zaki dan juga Rena.
Melihat Zaki, membuat darah Alex mendidih, apalagi saat mendengar kata-kata yang waktu itu Chelsea katakan. Tapi, pria itu mencoba menahan diri, dia tidak ingin membuat gaduh di acara pesta pernikahan sahabatnya. Bukan hanya dirinya yang akan malu, tapi juga istri dan kedua sahabatnya.
Kania mendorong stroller, Noel tertidur dengan pulasnya di dalam stroller itu. Veon tidak tega meninggalkan Noel di rumah bersama dengan Eric dan juga kedua orang tuanya, dia memilih untuk mengajaknya, selain itu Noel sudah hampir 4 bulan usianya, dia sudah tidak rewel seperti saat baru lahir.
Chelsea melihat Noel yang tertidur dengan sangat pulas, “Kak, sepertinya Noel tidak terganggu dengan acara pesta seperti ini, dia bahkan tidurnya nyenyak banget,” ucapnya sambil mengusap pipi gembul Noel.
“Jagoan kakak ini memang sangat pintar, dia tahu Mama dan Papanya sedang menghadiri acara penting, jadi dia memilih untuk tidur, agar tidak mengganggu,” ucap Veon sambil tersenyum.
Zaki sejak tadi menatap Chelsea yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih yang membalut tubuh Chelsea, apalagi dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai dengan sangat indah, menambah kecantikan wanita itu.
Alex tahu, jika sejak tadi Zaki diam-diam memperhatikan istrinya, dan sejak tadi pula, Alex tidak melepaskan genggaman tangannya.
Chelsea melepas genggaman tangan Alex, wanita itu beralih merangkul lengan pria itu, dan tersenyum menatap wajah suaminya yang terlihat sangat tampan malam ini.
“Sayang, ayo kita temui Vika dan Betrand, mereka pasti sangat menantikan kedatangan kita,” ajak Alex dan langsung mendapat anggukkan dari Chelsea.
“Kakak, Kania, Zak, Rena, ayo kita beri ucapan selamat kepada Vika dan Betrand,” ajak Chelsea.
Mereka semua mengangguk setuju, setelah itu mereka bersama-sama melangkahkan kaki mereka menuju pelaminan, tempat Vika dan Betrand menjadi ratu dan raja semalam. Veon menggantikan Kania untuk mendorong stroller tempat Noel tertidur nyenyak. Saat mau menaiki pelaminan, Veon mengambil Noel dan menggendongnya. Bahkan dalam gendongan Papanya, Noel masih tertidur lelap.
“Aku senang, akhirnya kalian datang juga. Aku kira kalian tidak akan datang.” Vika memeluk Chelsea, lalu melepaskannya.
__ADS_1
“Mana mungkin aku tidak datang, ini adalah momen yang aku tunggu-tunggu sejak dulu,” ucap Chelsea.
Chelsea, Alex dan yang lainnya mengucapkan selamat kepada Vika dan juga Betrand. Alex dan Chelsea begitu terharu, akhirnya kedua sahabatnya itu bisa kembali bersatu dan tidak akan pernah terpisahkan lagi. Vika mau menerima kondisi Betrand, tapi dia juga tidak memungkiri, jika dirinya ingin sekali mendapatkan restu dari kedua orang tua Betrand.
Betrand menatap Noel yang sedang di gendong Veon, “Kak, apa aku boleh menggendongnya, siapa tahu, tidak lama lagi Vika juga akan segera hamil,” ucapnya.
Mendengar apa yang Betrand katakan, membuat hati Chelsea seakan tertusuk jarum, sakit. Itu karena sampai sekarang dia masih belum ada tanda-tanda kehamilan. Padahal hasil tes mereka baik-baik saja, itu setahu Chelsea, ya...
“Sayang, Noel kan sedang tidur, nanti kalau kamu gendong, dia jadi bangun gimana, apa kamu mau menenangkan Noel kalau dia rewel,” cegah Vika.
Betrand menggelengkan kepalanya, “mana bisa aku menenangkan anak kecil, punya anak aja belum,” ucapnya.
“Justru karena belum punya anak, kalian harus belajar lebih dulu, agar kelak kalau kalian sudah mempunyai anak, kalian tidak akan kerepotan,” ucap Kania.
“Tapi jangan anak aku juga yang kalian jadikan bahan percobaan,” cebik Veon dan itu membuat semua orang tertawa.
Betrand dan Vika merasa, acara pernikahan mereka menjadi lebih seru dan berwarna setelah kehadiran keluarga Chelsea. Mereka juga tidak menyangka, Veon, Kania, Zaki dan Rena juga berkenan untuk menghadiri acara pernikahan mereka, ini adalah suatu kehormatan untuk Vika dan Betrand.
“Untung aku tadi memperingatkan kamu untuk memeras ASI kamu dulu sayang, karena aku yakin, Noel pasti akan merasa kehausan, walaupun dia sudah kamu susui tadi. Noel itu sangat rakus kalau sedang meminum ASI kamu, aku sampai tidak bisa menikmatinya lagi,” ucap Veon sambil mengerucutkan bibirnya, dia tatap wajah Noel yang dengan semangatnya meminum ASI dari botol yang Kania pegang.
“Tunggu sampai Noel berusia dua tahun, kamu baru boleh menikmatinya lagi,” ucap Kania sambil tersenyum.
Kedua mata Veon membulat dengan sempurna, “what!” dia lalu menggelengkan kepalanya, “tidak bisa gitu dong, mana aku bisa menahannya sayang, apalagi sekarang sudah bertambah besar,” godanya.
Kania memelototkan kedua matanya, suaminya itu kalau bicara memang tidak tahu tempat. Kania merasa sangat malu, apalagi melihat Chelsea, Alex, Zaki dan Rena yang sedang tertawa meledeknya.
“Kak, kakak ini kalau bicara memang tidak tahu malu ya, tidak tahu tempat juga,” ledek Chelsea sambil menahan tawa.
__ADS_1
“Kenapa kakak harus malu, kan yang ada disini hanya kalian. Selain itu, kamu dan Alex juga sudah menikah, kecuali...” Voen melirik ke arah Zaki dan Rena, “mereka berdua yang belum menikah, dan masih di bawah umur,” ledeknya.
Alex tertawa, “apa? masih di bawah umur? Kok aku tidak yakin ya,” sindirnya sambil melirik ke arah Zaki.
Chelsea menyentuh lengan Alex, dia lalu menggeleng pelan. Alex mengerti maksud kode istrinya itu, tapi dia tidak peduli, karena dia merasa puas sudah meledek Zaki.
Chelsea menatap Zaki, “Zak, maafkan sikap Alex, dia tidak bermaksud untuk menghina kamu,” ucapnya.
Zaki tersenyum, “tidak apa-apa lagi, Chel. Apa yang dikatakan suami kamu memang benar, tapi aku bukannya anak di bawah umur, tapi aku bukan tipe lelaki yang mudah tidur dengan wanita mana saja,” sindirnya balik.
Alex mengepalkan kedua telapak tangannya, “apa katamu!”
“Kenapa? apa kamu merasa tersindir? Padahal aku tidak mengatakan jika itu kamu,” ucap Zaki dengan menyungingkan senyumannya.
“Zak! Alex! Apa yang kalian lakukan, apa kalian ingin menghancurkan pesta pernikahan Vika dan juga Betrand!” seru Veon yang merasa geram dengan perdebatan Zaki dan Alex.
Bentakan Veon ternyata bisa membuat Zaki dan Alex diam tak berkutik. Chelsea mengajak Alex untuk menjauh, dia tidak ingin Alex sampai membuat keributan di pernikahan Vika dan Betrand.
“Lex, apa yang kamu lakukan? Apa kamu masih membenci Zaki?”
“Kalau iya, memangnya kenapa? apa kamu tidak terima?”
“Lex, bukan begitu, hanya saja...”
“Sudahlah, aku tidak mau memperpanjang masalah ini, selain itu aku tidak ingin merusak pernikahan Vika dan Betrand.” Alex lalu menarik salah satu kursi untuk dia duduki, sebelum itu dia mengambil minuman untuk dia minum.
Chelsea menghela nafas, dia lalu menarik kursi di sebelah Alex, setelah itu dia mendudukkan tubuhnya di kursi itu. Wanita itu hanya diam, kali ini sikap Alex sudah keterlaluan. Alex pun juga hanya diam, dia tidak mengajak Chelsea berbicara sepatah katapun.
__ADS_1
~oOo~