Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya..


Hari ini Vera kembali ceria lagi, Sam senang bisa melihat senyuman Vera lagi. Sam kini mulai bisa menerima kenyataan jika Vera bukan lagi miliknya. Walau terasa sakit tapi Sam mencoba untuk ikhlas. Setelah selesai sarapan Sam berniat mengantar Vera pulang.


" Kakak sudah siap belum?" Teriak Sam dari bawah tangga.


" Sudah." Teriak Vera lalu keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga.


" Kak aku punya sesuatu untuk kamu." Ucap Sam.


" Apa itu Sam?" Tanya Vera penasaran.


Sam mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya.


" Kemarin aku membeli ini untuk kakak dan aku berniat untuk melamar kakak. Aku tau aku memang egois, tapi aku melakukan ini karena aku nggak mau kehilangan kakak. Karena sekarang kakak akan kembali lagi sama suami kakak, aku ingin kakak menyimpan cincin ini untukku." Ucap Sam sambil memberikan kotak cincin itu kepada Vera.


" Maaf Sam, aku nggak bisa menerimanya. Aku nggak berhak menerima cincin itu karena aku bukan siapa-siapa kamu, lebih baik kamu berikan cincin itu kepada wanita yang benar-benar mencintai kamu." Tolak Vera.


" Nggak ada wanita lain yang aku cintai selain kakak, aku mohon kakak mau menerimanya." Pinta Sam sambil mengatupkan kedua tangannya memohon.


" Maaf Sam, aku tetap nggak bisa menerimannya, lebih baik kamu simpan cincin itu." Tolak Vera lagi.


" Kalau kakak nggak mau ya udah lebih baik aku buang aja cincin ini." Ucap Sam sambil melempar kotak cincin itu.


" Ayo kita berangkat." Sambung Sam lalu melangkah keluar dari Villa.


Vera mencari-cari kotak cincin yang tadi dibuang oleh Sam.


" Ketemu." Ucap Vera senang.


Vera membuka kotak cincin itu, Vera melihat kedua cincin itu terukir namanya dan juga Sam.


" Maafin aku Sam, jika aku sudah menyakiti hati kamu. Kamu pantas bahagia dan mendapatkan wanita yang lebih dari aku." Guman Vera dalam hati.


Vera memasukkan kotak cincin itu ke dalam tasnya, ia berniat akan mengembalikannya kepada Sam.


" Kak cepetan sebelum aku berubah pikiran." Teriak Sam dari luar.


" Ya sebentar." Teriak Vera sambil berlari keluar.


Vera masuk ke dalam mobil. Sam melajukan mobilnya meninggalkan Villa.


" Kak, aku masih ada sesuatu yang mau aku berikan pada kakak." Ucap Sam sambil tetap fokus menatap ke depan.


" Apa lagi Sam?" Tanya Vera.


" Kakak coba buka paperbag itu" Ucap Sam sambil menunjuk paperbag yang berada di depan Vera.


Vera mengambil paperbag itu lalu membukanya.

__ADS_1


" Sam apa ini?" Tanya Vera binggung.


" Itu sebagai ganti ponsel kakak yang aku buang, di dalamnya sudah ada nomor kakak yang dulu." Ucap Sam.


Vera mulai menyalakan ponselnya, begitu banyak panggilan tak terjawab dari Dion dan Mila.


" Sam, boleh aku menelfon mama ku?" Tanya Vera pelan dan Sam menganggukan kepalanya.


Vera mulai menelfon Mila..


Tutt..tutt...tutt...


Mila saat ini sedang bersama dengan Dion, mereka melakukan segala cara untuk menemukan Vera. Mila mendengar ponselnya berbunyi lalu mengambil ponsel dari dalam tas. Ia melihat siapa yang menelfonnya. Terlihat senyuman dari wajah Mila.


" Siapa Ma?" Tanya Dion penasaran.


" Ini dari Vera Dion." Ucap Mila lalu menjawab telfon dari Vera.


" Hallo sayang, kamu dimana? Mama sangat mengkhawatirkan kamu. Kenapa kamu nggak pulang-pulang?" Tanya Mila cemas.


" Maafin Vera Ma, karena sudah bikin Mama khawatir. Vera baik-baik aja kok Ma, sekarang Vera lagi dalam perjalanan pulang." Ucap Vera.


" Kamu sama siapa sayang?" Tanya Mila.


" Vera sama Sam Ma, nanti akan Vera jelasin kalau sudah sampai di rumah." Ucap Vera.


" Mama nggak usah mengkhawatirkan Vera lagi, Vera baik-baik saja." Ucap Vera.


Dion yang juga sangat merindukan istrinya, ia juga ingin berbicara dengannya.


" Ma, Dion mau bicara sama Vera." Ucap Dion.


" Baiklah, sayang ada yang mau bicara sama kamu." Ucap Mila.


" Siapa Ma?" Tanya Vera.


Mila memberikan ponselnya kepada Dion, Dion menerima ponsel itu lalu berbicara dengan Vera.


" Hallo sayang, kamu kemana aja? aku sangat merindukanmu sayang. Aku sudah mencarimu kemana-mana, berbagai upaya sudah aku lakukan, tapi aku nggak bisa menemukanmu." Ucap Dion yang terlihat sangat cemas.


" Maafin aku, aku sudah membuat kamu khawatir." Ucap Vera sedih.


" Sayang sekarang kamu dimana?" Tanya Dion.


" Aku sedang dalam perjalanan pulang, nanti aku akan jelasin semuanya." Ucap Vera.


" Baiklah, aku sangat merindukanmu. Aku akan menunggumu." Ucap Dion.


" Sudah dulu ya, nanti kita ketemu di rumah Mama." Ucap Vera lalu mematikan telefonnya.

__ADS_1


Wajah Vera terlihat sangat sedih. Sam yang melihatnya merasa sangat bersalah.


" Kakak nggak apa-apa? maafin aku ya kak, aku akan menerima hukuman apa pun yang akan diberikan oleh keluarga kakak. Aku akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan aku." Ucap Sam menyesal.


" Aku nggak akan membiarkan itu terjadi Sam, aku tau apa yang kamu lakukan salah tapi aku juga nggak mau menghancurkan masa depan kamu." Ucap Vera.


" Tapi aku sudah menculik kakak dan menjauhkan kakak dari keluarga kakak, aku pantas dihukum kak." Ucap Sam.


" Aku tau Sam, tapi aku nggak akan menuntut kamu karena kamu melakukan itu bukan untuk berniat jahat sama aku. Kamu melakukan itu karena kamu sedang emosi." Ucap Vera.


" Tapi gimana dengan keluarga kakak? mereka pasti nggak akan tinggal diam kak." ucap Sam.


" Apa pun yang akan dilakukan keluarga aku sama kamu, kamu harus menerimanya tapi kalau masalah ini sampai ke pihak yang berwajib aku akan membantumu. Aku nggak mau masa depan kamu hancur, masa depan kamu masih panjang." Ucap Vera.


" Makasih ya kak, aku nggak menyesal telah mengenal dan mencintai kakak. Kakak adalah cinta pertamaku, walau aku nggak bisa memiliki kakak tapi aku bangga karena kakak juga pernah menyayangiku." Ucap Sam dengan senyuman di wajahnya.


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di rumah Vera. Sam dan Vera keluar dari mobil. Dion yang melihat Vera keluar dari mobil langsung berlari menghampiri Vera.


" Sayang, aku sangat merindukanmu." Ucap Dion sambil memeluk erat Vera.


" Aku juga sangat merindukanmu, maafin aku karena sudah membuatmu khawatir." Ucap Vera.


" Itu bukan salahmu, kamu nggak perlu minta maaf sama aku." Ucap Dion lalu mengecup kening Vera.


" Ayo kita masuk, aku akan jelasin semuanya didalam." Ucap Vera.


Mata Dion menatap tajam kearah Sam, amarah telah memenuhi hatinya, tapi Dion mencoba menahannya. Ia tidak ingin membuat keributan diluar. Mereka masuk ke dalam rumah dan disambut oleh Mila.


" Sayang, Mama sangat merindukanmu, kamu kemana saja? kenapa ponsel kamu nggak bisa dihubungi?" Tanya Mila.


" Maaf Ma, ponsel Vera rusak, tadi aku baru beli yang baru." Ucap Vera berbohong.


" Sekarang jelasin semuanya, kamu dari mana saja dan kamu pergi sama siapa?" Tanya Mila penuh selidik.


" Mama nggak usah tanya lagi, sudah jelas Sam lah yang telah membawa kabur Vera!" Seru Dion emosi.


" Aku mohon kamu tahan emosi kamu." Ucap Vera menghalangi Dion.


" Kamu jangan halangi aku sayang, aku akan memberinya pelajaran. Beraninya dia menculik kamu." Ucap Dion marah.


" Sam, kasih penjelasan sama tante, apa benar kamu telah membawa lari Vera?" Tanya Mila.


" Benar tante, Sam telah membawa lari kak Vera." Ucap Sam.


Sam tidak ingin menyembunyikan kebenaran jika dirinya memang telah membawa kabur Vera. Dion yang sudah tidak mampu menahan emosinya, akhirnya dia menonjok wajah Sam yang membuat Sam jatuh tersungkur.


" Apa maksud kamu menculik istri aku? apa kamu nggak bisa menerima kalau Vera lebih memilih aku ketimbang kamu." Teriak Dion sambil menarik baju Sam.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2