Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Karena aku tidak suka


__ADS_3

Alex dan Chelsea, baru saja selesai melakukan ijab qobul. Alex terlihat sangat bahagia, wanita yang sangat dia cintai akhirnya menjadi miliknya selama-lamanya. Tapi tidak dengan Chelsea, sejak tadi wanita itu hanya menampakkan senyum palsunya.


Kania tahu jika Chelsea hanya tersenyum dengan terpaksa, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, suaminya sendiri yang memintanya untuk mendampingi Chelsea untuk menggantikan dirinya.


“Kania, apa kamu percaya jika Kak Chelsea benar-benar menginginkan pernikahan ini?” Eca melihat ke arah pelaminan, dimana hanya ada beberapa orang yang sedang memberi selamat kepada Chelsea dan Alex, karena Dion dan Vera hanya mengundang beberapa teman dekat mereka dan sanak saudara yang dekat dengan mereka.


“Aku juga tidak tahu, tapi ini yang Chelsea mau.”


“Aku bisa melihat, Om dan Tante terlihat begitu bahagia.”


“Karena mereka sangat ingin melihat Chelsea menikah.”


Eca tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Zaki, saat pria itu tahu kekasih hatinya telah menikah dengan pria lain. Tapi gadis bertekad akan selalu ada disisi Zaki untuk menguatkannya, menyembuhkan sakit hatinya.


Di atas pelaminan, Alex meminta Chelsea untuk duduk disampingnya, karena sudah tidak ada lagi tamu undangan yang memberinya selamat.


“Apa kamu bahagia sayang?” Alex menggenggam tangan Chelsea lalu mengecupnya. Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku janji, aku akan membuat kamu bahagia, terima kasih karena kamu sudah mau memberikan aku kesempatan kedua,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Setelah acara berjalan kurang lebih 6 jam, akhirnya acara pernikahan itu pun selesai. Meskipun Dion dan Vera hanya mengundang beberapa sahabat dan sanak saudara, tapi dia tidak mengira jika yang datang lebih dari yang mereka perkirakan.


Alex dan Chelsea yang merasa sangat kelelahan, mereka akhirnya beristirahat di dalam kamar. Alex begitu kagum melihat kamar Chelsea yang bernuansa pink, dan banyak pernak-pernik dan boneka-boneka yang ada di kamar itu. Alex tidak mengetahui jika Chelsea sangat menyukai boneka beruang, karena di kamar itu banyak sekali boneka beruang dengan berbagai ukuran.


“Sayang, ternyata kamu sangat menyukai boneka beruang ya?” Alex mengambil salah satu koleksi boneka beruang Chelsea.


“Hem...tapi sekarang sudah tidak lagi.” Melihat semua koleksi boneka-boneka beruangnya itu, mengingatkannya dengan Zaki, karena boneka-boneka itu adalah hadiah dari Zaki sejak mereka masih pacaran dulu.


“Kenapa? Padahal mereka terlihat lucu-lucu.”


“Ya...karena aku tidak suka saja.” Chelsea lalu mengambil piyama dari dalam lemari pakaiannya, “aku mau mandi dulu.” wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


Alex meletakkan kembali boneka beruang itu ke tempatnya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang, “ternyata menikah itu bisa sangat melelahkan seperti ini,” keluhnya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“Lebih baik aku tidur sebentar, hari ini aku benar-benar sangat lelah. Aku juga tidak menyangka, tamu yang datang akan sebanyak itu.” Alex lalu mulai memejamkan kedua matanya, dan tidak butuh waktu lama kedua mata itu benar-benar sudah terlelap.


Chelsea yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi, dia pun mulai melangkahkan kakinya menuju ranjang, “apa dia benar-benar sudah tidur?” wanita itu lalu mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan kedua mata Alex, dan sama sekali tidak ada pergerakan dari pria itu.


Chelsea menghela nafas lega, “untung dia tidur, dengan begitu aku tidak perlu mencari alasan untuk menolak saat dia ingin meminta haknya.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju meja rias, dia mulai menyisir rambutnya dengan perlahan.


Chelsea menatap wajahnya dari balik cermin, “sekarang aku dan Alex benar-benar sudah menikah, aku harus memikirkan cara agar Alex tidak meminta haknya, karena aku benar-benar tidak bisa melakukan itu.”


Setelah selesai menyisir rambutnya, Chelsea beranjak dari duduknya, dia melangkahkan kakinya menuju ranjang. Untung ranjangnya berukuran besar, jadi dia tidak perlu berdekatan dengan Alex.


“Aku akan menjadikan kedua guling ini menjadi pembatas, jangan sampai tangan Alex menyentuhku.” Chelsea juga merasa sangat kelelahan, dia akhirnya memejamkan kedua matanya, dan tidak butuh waktu lama, dia pun mulai terlelap.


***


Chelsea merasakan beban berat di tubuhnya, dengan perlahan, dia mulai membuka kedua matanya dengan perlahan. Wanita itu ingin tahu penyebab yang membuat tubuhnya sangat sulit untuk dia gerakkan.


Chelsea bahkan harus menahan nafas, agar nafas hangat yang dia keluarkan tidak mengenai wajah Alex yang masih tertidur lelap. Wanita itu telah berhasil menyingkirkan tangan pria itu dari tubuhnya, dan dengan perlahan pula, dia turun dari ranjang.


Chelsea menghela nafas lega, dia tidak menyangka dirinya akan kecolongan seperti itu, “apa karena aku kecapean, hingga aku tidak menyadari kalau Alex tidur sambil memelukku,” ucapnya lirih.


Chelsea harus mulai berhati-hati lagi, dia tidak ingin Alex sampai melakukan semua itu lagi. Wanita itu pun berniat untuk melakukan ritual paginya. Hari ini Chelsea berencana untuk memberitahu keluarganya, jika dia akan tinggal di rumah Alex.


Jika dia tetap berada di rumahnya, maka dia tidak akan leluasa untuk menjalankan rencananya, karena dia harus tidur sekamar dengan Alex. Jika kedua orang tuanya sama sekali tidak menyetujui permintaannya, dia akan tetap pergi dari rumah itu dan tinggal di rumah Alex.


“Pagi, Kania,” sapa Chelsea saat melihat Kania sedang membantu bibi untuk menyiapkan sarapan pagi.


“Pagi juga, tumben jam segini sudah bangun, bukankah semalam kalian baru saja...”

__ADS_1


“Kamu ini! Kenapa pagi-pagi malah membahas hal seperti itu, apa jangan-jangan kamu sangat merindukan kakak ya, kamu kan sudah 5 hari ini tidak...” goda Chelsea dengan senyuman di wajahnya.


Kania membulatkan kedua matanya, niatnya ingin menggoda Chelsea, tapi sekarang malah dirinya seakan terpojok dengan kata-kata yang Chelsea katakan, “kenapa kamu tidak mengajak suami kamu untuk sarapan? Atau jangan-jangan dia masih tidur karena kelelahan?” Kania tidak ingin kalah dengan ejekan Chelsea.


Chelsea menarik salah satu kursi meja makan, saat Mama dan Papanya sudah mulai mendudukkan tubuh mereka di salah satu kursi meja makan. Chelsea ingin mendudukkan tubuhnya di kursi itu, tapi Vera melarangnya untuk duduk.


“Sayang, dimana suami kamu? Apa dia tidak ikut sarapan dengan kita?”


“Em...Alex masih tidur, Ma. Chelsea tidak tega jika harus membangunkannya.”


“Chelsea, kamu harus membangunkan suami kamu, dan ajak dia untuk sarapan bersama dengan kita.” Dion bahkan tidak menyentuh makanan yang diambilkan oleh istrinya.


Vera melihat Chelsea bahkan tidak bergeming dari duduknya, “sayang, lebih baik kamu ajak Alex untuk sarapan bersama dengan kita, ini kan hari pertama dia tinggal di rumah ini menjadi menantu di rumah ini.”


Mau tidak mau, akhirnya Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan. Meskipun sangat malas untuk membangunkan Alex, tapi dia tetap membangunkan pria yang sudah SAH menjadi suaminya itu.


Chelsea melihat Alex masih tertidur lelap, dia lalu melihat jam di dinding, “sudah jam segini masih belum bangun juga, memangnya Alex setiap hari bangun jam berapa sih! Menyusahkan saja!”


Chelse lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang, “Alex, bangun!” suara Chelsea bahkan tidak membuat kedua mata itu terbuka, “Alex, bangun!” teriaknya keras.


Teriakan Chelsea ternyata mampu membuat kedua mata itu terbuka dengan perlahan, “sayang, kenapa kamu teriak-teriak, memangnya ini jam berapa?” Alex bangun dari tidurnya sambil mengusap kedua matanya yang masih terasa berat, bahkan dia menguap berkali-kali.


“Mama dan Papa sudah menunggu kamu di meja makan, mereka ingin kamu ikut sarapan bersama dengan kami.” Setelah membangunkan dan memberitahu Alex, Chelsea lalu melangkahkan kakinya menuju pintu, sebelum keluar dari kamar itu, wanita itu menengok ke belakang, dia melihat Alex yang masih terduduk di ranjang sambil menatap ke arahnya, ‘mungkin aku sudah keterlaluan, tapi ini lebih baik, daripada aku harus berpura-pura peduli padanya,’ gumamnya dalam hati.


Alex melihat Chelsea yang sudah keluar dari kamarnya, “sayang, aku tidak peduli jika kamu memperlakukan aku seperti ini, aku akan membuat kamu jatuh cinta lagi padaku, dan aku akan berusaha untuk bisa mendapatkan hati dan kepercayaan kamu lagi.”


Alex beranjak dari duduknya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sejak Chelsea memutuskan untuk memberinya kesempatan dan mau menikah dengannya, sejak saat itu Alex sudah mengetahui jika Chelsea terpaksa melakukan semua itu.


Alex bahkan tidak peduli, jika Chelsea akan memperlakukannya dengan buruk, bahkan lebih buruk dari yang pernah dia lakukan dulu. Pria itu menganggap perlakukan Chelsea itu sebagai karma yang harus dia dapatkan karena semua perbuatannya di masa lalu.

__ADS_1


Meskipun dirinya sudah menyesali perbuatannya dan berniat untuk menebus semuanya, tapi masih banyak orang yang masih belum bisa mempercayainya. Alex sudah bertekad, meskipun dia akan merasakan sakit hati berulang kali, dia tetap tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan cinta Chelsea lagi. Meskipun dia harus mati di tangan wanita itu, Alex bahkan tidak peduli, dia rela mati, jika itu bisa membuat Chelsea kembali mencintainya seperti dulu lagi.


~oOo~


__ADS_2