Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Simpanan kamu


__ADS_3

Zaki menggelengkan kepalanya, “aku seharusnya melakukan apa yang kamu mau malam itu, tapi karena keegoisan aku, aku telah menyakiti hati kamu dan membuat kamu pergi meninggalkan aku.”


“Zak, aku mohon, jangan lakukan ini sama aku. Jika kamu sampai melakukan itu, lalu apa bedanya kamu sama Alek? Apa kamu juga akan memaksakan kehendakmu padaku?” kedua mata Chelsea menatap kedua mata Zaki yang terlihat begitu teduh.


Zaki mengubah posisinya menjadi duduk, dia lalu meraup wajahnya gusar, “bagaimana caranya agar aku bisa memilikimu lagi, bagaimana?” pria itu menopangkan kedua siku tangannya, kedua telapak tangannya dipakai untuk menutup wajahnya.


Chelsea mengubah posisinya menjadi duduk di samping Zaki, dia tidak tega melihat kondisi Zaki saat ini, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, sebelum dirinya berhasil membuat hidup Alex menderita, dia tidak akan pernah meninggalkan Alex. Bahkan sampai sekarang, dia belum menemukan cara untuk melukai hati Alex.


Zaki menatap wajah cantik itu, menggenggam kedua tangannya lalu mengecupnya secara bergantian, “sayang, jangan pernah pergi dariku lagi, aku mohon.”


Ini pertama kalinya Chelsea melihat Zaki se-terpuruk ini, biasanya pria itu akan tetap tegar dengan apa yang dia alami, tapi sekarang, pria itu seperti kehilangan semangat hidupnya.


“Zak...jangan seperti ini, jika kamu seperti ini, aku merasa sangat bersalah. Aku juga merasakan seperti yang kamu rasakan saat ini, tapi aku mencoba untuk tetap kuat, demi tujuanku.”


Zaki membulatkan kedua matanya, “maksud kamu apa? tujuan apa yang kamu maksud?” tanyanya terkejut.


Chelsea membulatkan kedua matanya, dia tidak menyadari dengan apa yang sudah dia katakan, “Zak, apa maksud kamu? Mungkin kamu salah dengar, tadi aku bilang demi tujuan mu untuk menjadi orang yang sukses. Bukankah kamu dulu pernah bermimpi ingin menjadi orang yang sukses agar kamu bisa membuat bangga kedua orang tua kamu yang sudah tiada?”


Zaki menatap tajam kedua mata Chelsea, “aku yakin dengan apa yang aku dengar, sekarang katakan dengan jujur, apa yang sudah kamu rencanakan dengan memutuskan untuk menikah dengan Alex?” desaknya.


“Apa yang kamu bicarakan, tidak ada yang aku rencanakan.”


“Chel, aku tahu kamu berbohong, kalau kamu tidak ingin memberitahu aku, maka aku akan mencari tahu sendiri.” Zaki lalu beranjak dari duduknya, “aku yakin Alex sudah tahu dengan apa yang kamu rencanakan.”


“Zak! Apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku akan bertanya langsung sama Alex, dia akan memberitahu aku semua.” Zaki lalu mulai melangkahkan kakinya, tapi dengan cepat Chelsea menarik tangan Zaki, “Chel, lepas!”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan membiarkan kamu untuk bertemu dengan Alex!”


Zaki mengernyitkan dahinya, “kenapa? apa kamu takut aku akan menghajarnya sampai mati?”


“Aku hanya tidak ingin kamu mengotori tangan kamu, aku tidak ingin kamu terkena masalah hanya gara-gara aku.” Chelsea lalu menundukkan wajahnya, “aku mohon, jangan pernah kamu menemui Alex.”


Zaki kembali mendudukkan tubuhnya di samping Chelsea, “aku tidak akan menemui Alex, tapi aku ingin kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu memutuskan untuk menikah dengan Alex.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak bisa memberitahu kamu, tapi aku hanya ingin mengatakan sama kamu, kalau sampai detik ini, aku tidak pernah mencintai Alex. Jika sudah saatnya tiba, aku janji aku akan meninggalkan Alex untuk selama-lamanya, tapi bukan untuk sekarang.”


“Apa maksud kamu? Aku benar-benar tidak mengerti.”


Chelsea menepiskan senyumannya, “kamu tidak perlu mengerti, kamu hanya perlu tahu jika Alex tidak akan pernah menyakiti aku, jadi kamu tidak perlu mencemaskan aku lagi.”


“Tapi aku tetap tidak rela kamu menikah dengan Alex!”


“Zak...” Chelsea melihat air mata mulai keluar dari kedua sudut mata Zaki, ini kedua kalinya dia melihat pria itu menangis, “kenapa kamu menangis?” wanita itu menghapus air mata yang membasahi kedua pipi pria itu dengan kedua jari telunjuknya.


Zaki tanpa aba-aba langsung mencium bibir Chelsea, hingga membuat wanita itu membulatkan kedua matanya.


Chelsea dengan cepat mendorong tubuh Zaki, “apa yang kamu lakukan?”


“Jadilah milikku, aku rela jika kamu jadikan simpananmu.”


Kedua mata Chelsea semakin membulatkan dengan sempurna, “Zak, kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Apa kamu benar-benar Zaki yang aku kenal?”


“Aku masih Zaki yang dulu, yang begitu sangat mencintaimu, yang sudah melukai harga dirimu dengan mengatakan kata-kata yang sangat menyakiti hati kamu malam itu. Tapi apa yang barusan aku katakan, aku serius, aku rela jika harus kamu jadikan yang kedua.”

__ADS_1


Chelsea menggelengkan kepalanya, “kamu bukan Zaki yang aku kenal, karena Zaki yang aku kenal tidak pernah rela menjadi yang kedua, karena dia selalu ingin menjadi yang pertama dalam segala hal.”


Zaki membalikkan tubuh Chelsea, dia lalu memeluk wanita itu dari belakang, “yang aku inginkan hanya kamu sayang, aku tidak ingin yang lain,” ucapnya seraya menyingkirkan rambut wanita itu hingga memperlihatkan leher jenjangnya.


“Zak, apa yang mau kamu lakukan?” Chelsea merasakan hembusan hangat nafas Zaki di tengkuk lehernya, “Zak...” wanita itu mulai melenguh saat bibir pria itu mulai mengecupi tengkuk lehernya.


Zaki mengecupi leher jenjang Chelsea, bahkan meninggalkan dua tanda merah di sana, “kamu selamanya hanya akan menjadi milikku.”


Chelsea mencoba untuk menyingkirkan kedua tangan Zaki yang berada di tubuhnya, setelah berhasil lepas dari Zaki, dia lalu beranjak dari duduknya, “Zak, tidak seharusnya kita melakukan ini, aku masih istri Alex.”


Zaki beranjak dari duduknya, pria itu lalu mengusap lembut pipi wanita itu, “kan tadi aku sudah bilang sama kamu, aku akan menjadi simpanan kamu,” ucapnya dengan nada lembut.


Chelsea terdiam, sepertinya dia mempunyai ide baru untuk membuat Alex menderita dan merasakan sakit seperti yang dia rasakan dulu. Dulu Alex selalu membanding-bandingkan dirinya dengan wanita lain, bahkan di depan kedua matanya pria itu melakukan hal yang sama sekali tidak pernah dia duga.


‘Jika Alex melihat aku bersama dengan Zaki, apa yang akan dia lakukan nanti? Apa dia akan melukai Zaki atau dia akan kembali menjadi Alex yang dulu lagi?’ pikirnya dalam hati.


“Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” Zaki menyelipkan helai anak sulur rambut Chelsea ke belakang daun telinga wanita itu.


“Bukan apa-apa, aku hanya merasa sangat lapar.”


Zaki menggenggam tangan Chelsea, “kamu mau makan apa?” tawarnya.


Chelsea nampak tengah berpikir, “bagaimana kalau kamu yang masak, sudah lama aku tidak makan masakan kamu.”


“Tapi aku sudah lama tidak memasak, biasanya aku hanya memesan go food atau makan di warung.”


“Aku hanya ingin makan makanan yang kamu masak, titik!” Chelsea melipat kedua lengannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya, dan itu sungguh sangat terlihat menggemaskan bagi Zaki.


Zaki menghela nafas panjang, “baiklah, tapi aku lihat dulu, ada apa saja di dalam lemari pendingin.” Pria itu lalu memutar tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya menuju dapur.


Zaki mulai membuka pintu lemari pendingin, “untung Eca selalu mengisi lemari pendingin ini.” Pria itu lalu mulai mengambil bahan-bahan dan sayuran yang akan dia gunakan untuk membuatkan makanan untuk Chelsea.


“Zak, ternyata kamu masih ingat makanan kesukaan aku.” Chelsea lalu mencoba capcay yang dimasak oleh Zaki, “em...rasanya masih sama seperti dulu waktu kamu pertama kali membuatkan ini untuk aku,” pujinya.


Zaki menarik salah satu kursi di depan Chelsea, lalu dia duduki, “makanlah, setelah itu kita pergi jalan-jalan.”


“Apa kamu tidak takut Kak Veon mencarimu?” Chelsea mulai memasukkan satu suapan ke mulutnya. Saat dia mulai memasukkan makanan itu ke mulutnya, dia teringat dengan Alex yang selalu menyuapinya kalau dia sedang ada di rumah. Alex tidak pernah membiarkan Chelsea untuk makan dengan tangannya sendiri.


“Aku tadi sudah mengirim pesan pada kakak kamu, kalau aku sedang bersama denganmu.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, makanan yang berada di mulutnya di telan dengan paksa, hingga membuatnya tersedak. Zaki mengambilkan segelas air putih dan memberikannya kepada Chelsea.


Setelah meneguk air putih yang diberikan Zaki, Chelsea merasa sangat lega di tenggorokannya, “Zak, apa yang sudah kamu lakukan? Sekarang Kak Veon pasti akan berpikiran macam-macam tentang kita.”


Zaki menggelengkan kepalanya, “aku tidak peduli, aku akan menanggung semuanya.”


“Tapi aku takut, kamu belum mengenal siapa itu Alex, aku tidak mau bermain api, jadi lebih baik, setelah ini jangan pernah kamu menemui aku lagi.”


Zaki menggenggam tangan Chelsea, “sampai kapanpun aku tidak akan menjauh dari kamu, aku akan selalu menemuimu, kapanpun aku mau.”


“Zak, aku hanya tidak ingin kamu semakin terluka nanti.”


Zaki menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman, “aku tidak peduli, yang terpenting bagiku, aku bisa melihatmu dan selalu bersama denganmu.”


Chelsea mendengar suara pintu diketuk, “Zak, sepertinya ada yang sedang mencarimu.”

__ADS_1


“Tunggu disini, aku akan membukakan pintu dulu.” Zaki lalu beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya keluar dari dapur.


Chelsea kembali menikmati makanan yang ada di depannya, makanan itu terasa sangat nikmat, ‘Zak, maafkan aku, mungkin aku akan sedikit memanfaatkan kamu untuk membuat Alex menderita,’ gumamnya dalam hati.


**


Zaki membulatkan kedua matanya saat dia melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumahnya, “untuk apa kamu datang kesini?”


Eca tersenyum, “aku ingin membuatkan makan siang untuk kakak seperti biasanya.” Tanpa di persilahkan masuk, gadis itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Zaki. Dia langsung melangkah menuju dapur.


Eca tahu jika Chelsea juga berada di rumah itu, makanya dia datang ke rumah itu untuk mengganggu kebersamaan mereka, “hai Kak Chelsea,” sapanya saat dia sudah berdiri di samping Chelsea.


Chelsea mengernyitkan dahinya, “Eca! Sedang apa kamu disini?” tanyanya terkejut.


Eca melihat makanan yang terhidang di atas meja, “sebenarnya aku ingin membuatkan makan siang untuk Kak Zaki, tapi sepertinya sudah ada yang mendahului aku,” sindirnya.


“Kamu jangan salah paham, semua ini bukan aku yang memasaknya, tapi Zaki. Aku tidak bisa memasak,” aku Chelsea dengan menepiskan senyumannya.


Eca menyipitkan kedua matanya, “benarkah? Lalu selama ini siapa yang membuatkan makanan untuk suami kakak? Bukan pelayan kan?” ledeknya lagi.


“Eca! Jaga mulut kamu!” teriak Zaki keras, pria itu lalu melangkahkan kakinya mendekati Eca dan Chelsea, “apa-apaan kamu!” serunya.


Chelsea menepiskan senyumannya, “kenapa kamu mengkhawatirkan suami aku? kamu tenang saja, walaupun aku sama sekali tidak bisa memasak, tapi selama ini Alex selalu memperlakukan aku seperti ratu di rumah itu, bahkan Alex sama sekali tidak pernah membiarkan aku untuk makan dengan tangan aku sendiri.”


Eca menatap wajah Zaki yang tampak kecewa setelah mendengar apa yang Chelsea katakan, “kalau Kak Alex memperlakukan kakak sebaik itu, seharusnya kakak bersyukur mempunyai suami sebaik Kak Alex, bukannya malah berada disini, di rumah seorang pria yang sudah menjadi mantan pacar kakak,” ucapnya penuh penekanan.


Chelsea merasa sangat tersinggung dengan kata-kata yang Eca ucapkan, dia lalu beranjak dari duduknya, “kamu tenang saja, aku sudah selesai, dan akan segera pergi dari rumah ini!” wanita itu lalu mendorong tubuh Zaki dan bergegas keluar dari rumah itu.


“Ca! kamu sudah keterlaluan!” Zaki lalu melangkahkan kakinya mengejar Chelsea, “sayang, tunggu!” teriaknya.


Chelsea tidak memperdulikan teriakan Zaki, apa yang dikatakan Eca memang benar, tidak seharusnya dia melibatkan Zaki ke dalam masalahnya.


Zaki menarik tangan Chelsea hingga wanita itu menghentikan langkahnya, “jangan pergi,” pintanya.


“Zak, maafkan aku, aku tidak seharusnya melibatkanmu dalam masalah yang sedang aku hadapi. Apa yang dikatakan Eca memang benar, tidak seharusnya aku ada disini.”


Zaki memeluk tubuh Chelsea, “jangan pernah bicara seperti itu lagi, aku akan selalu ada buat kamu, rumahku adalah rumahmu juga.” Pria itu lalu melepaskan pelukannya, “lebih baik sekarang aku akan mengantarmu pulang.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku bisa pulang sendiri, lebih baik kamu temani Eca.”


Zaki menggelengkan kepalanya, “aku hanya peduli sama kamu, aku tidak peduli dengan orang lain, termasuk Eca.” Pria itu lalu menarik tangan Chelsea dan membawanya menuju mobil, “masuk,” pintanya saat dia sudah membuka pintu mobil itu.


Setelah Chelsea masuk ke dalam mobil, Zaki lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.


“Zak, lalu bagaimana dengan Eca?”


“Dia bakalan pergi dari rumahku, kamu tenang saja.” Zaki fokus dengan jalanan di depannya.


“Jangan perlakukan Eca seperti itu, bagaimanapun dia itu seorang wanita, selain itu dia juga sangat mencintaimu.”


“Aku tidak peduli dengan perasaannya, karena yang aku cintai selamanya hanya kamu, jadi jangan pernah memaksaku untuk mencintai Eca, aku mohon.” Zaki menatap Chelsea sekilas, setelah itu kembali fokus menatap ke depan.


Chelsea menghela nafas panjang, “terserah kamu, Zak. Tapi aku tidak pernah menjanjikan sesuatu padamu, karena bagaimanapun aku sudah menikah dengan Alex.”


Zaki menggenggam tangan Chelsea dengan sebelah tangannya, dia lalu mengecupnya, “kamu tahu kan, aku siap untuk kamu jadikan yang kedua,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


~oOo~


 


__ADS_2