Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Episode 60


__ADS_3

Raka yang mendengar itu lantas langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan diikuti oleh thom,bukan Raka tidak ingin menggunakan transportasi umum tapi hari sudah sore dan tidak ada pesawat menujuh Jakarta jika ingin maka harus menunggu sampai besok pagi.dan ia sudah tidak ada waktu untuk menunggu ia harus memastikan keadaan istrinya baik-baik saja.


***


" Mbak Dewi?"


Panggil bibi Leni yang terlihat berjalan terburu-buru menujuh ruang IGD tempat Desi dirawat, setelah sampai kerumah sakit ia langsung keluar dari mobil dan meninggalkan suaminya yang sedang memarkirkan mobilnya.


" Lena" sahut Bu Dewi


" Mbak bagaimana keadaan Desi" tanyanya dengan nada khawatir


" Mbak juga belum tahu Len, dokter masih menanganinya! Kita tunggu saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan Desi" timpal Bu Dewi dengan nada sedih


" Ia mbak, mbak yang kuat ya" balas bi Lena tidak lupa memberikan support kepada ibu mertua keponakannya itu! Ia sangat paham bagaimana perasaan Bu Dewi yang pasti sangat terpukul dengan keadaan Desi.


" Kamu datang sendiri Lena" tanya ayah Arman mengalihkan pembicaraan saat melihat Bu Dewi yang kembali murung, dan untungnya Bi Leni yang cepat tangkap pun menjawab pertanyaan itu.


" Aku datang bersama mas Frans,tadi aku meninggalkannya saat ia memarkir mobilnya! mungkin sebentar lagi dia akan menyusul" sahutnya.


Dan benar saja tidak lama terlihat paman Frans berjalan mendekat ke arah mereka,dan setelah bertegur sapa sebentar karena sudah lama tidak bertemu mereka pun duduk menunggu didepan ruang IGD.


" Lena dimana Raka, apa dia tidak datang?" Tanya Bu Dewi tiba-tiba karena teringat ia sudah berpesan pada Lena untuk memberitahu menantunya itu.


" Oh itu mbak, Raka sedang dinas keluar negeri! Jadi aku belum memberitahukannya" timpalnya


Yang diangguki paham oleh Bu Dewi mengingat menantunya itu seorang pengusaha sukses pasti pekerjaannya Sangat banyak, sesaat keadaan kembali hening sampai saat pintu ruangan IGD terbuka mengalihkan semua perhatian orang yang ada di depan ruangan.


beberapa suster berlalu lalang keluar masuk ruangan dimana Desi dirawat terlihat wajah tegang dan panik tergambar jelas diwajah para perawat itu membuat jantung Bu Dewi berdetak tidak karuan begitupun ayah Arman, Bi Lena dan paman Frans. Sedang asisten Kevin sudah kembali kekantor sesaat setelah sampai di rumah sakit karena pekerjaan dikantor yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.


" Suster ada apa ini?" Tanya Bu Dewi menahan salah satu perawat yang berjalan keluar dari ruangan


" Keadaan pasien kritis,ia kehilangan banyak darah kami butuh kantong darah 0 rhesus negatif untuk transfusi darah secepatnya tapi dirumah sakit hanya tersisa 2 kantong sedang kami butuh 3 Kanton, untuk mencari dirumah sakit lain pasti membutuhkan waktu yang lama sementara pasien harus segera mendapatkan transfusi darah secepatnya! apa keluarganya ada yang memiliki golongan darah yang sama." ucap perawat itu panjang lebar membuat tubuh Bu Dewi hampir jatuh jika tidak ditahan oleh suaminya.


" Ambil darah saya sus, golongan darah saya sama dengan Putri saya" sahut ayah Arman

__ADS_1


" Yah, tapi ayah memiliki penyakit jantung tidak mungkin bisa melakukan donor darah" timpal Bu Dewi karena ia tahu orang yang menderita penyakit tertentu seperti jantung, kanker, dll tidak dapat menjadi pendonor darah.


Mendengar hal itu membuat ayah Arman pun menjadi sedih, apa yang harus mereka lakukan sementara golongan dara Bu Dewi adalah 0 rhesus positif berbeda dengan Desi.


" Sus golongan darah saya sama dengan kakak saya, saya yang akan mendonorkan nya" ucap Ardi yang baru tiba memecah keheningan didepan ruang IGD tempat Desi dirawat.


" Ardi" panggil Bu Dewi saat melihat kedatangan putra bungsunya, yang tadi ia beri kabar jika mereka akan pulang telat karena Desi masuk rumah sakit. Bu Dewi tidak menyangka jika putra bungsunya itu malah ikut menyusul kerumah sakit.


" Ibu dan ayah tidak perlu khawatir aku akan melakukan apapun agar mbak Desi bisa segera sembuh" ucapnya dengan nada tegas.


Bu Dewi yang mendengar perkataan putranya itu mengangguk dengan perasaan lega, karena Desi bisa mendapatkan pendonor darah secepatnya.


" Kalau begitu anda bisa segera keruang UTD untuk pengambilan darah" ucap suster itu yang diangguki oleh Ardi.


UTD (Unit Transfusi Darah) yang selanjutnya disingkat, adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah.


" Bu,yah aku pergi sebentar" pamitnya pada kedua orang tuanya.kemudian berjalan mengikuti suster keruang UTD.


***


" Selamat datang tuan muda"


Sambut para bodyguard itu yang hanya dibalas deheman oleh Raka, dengan segera ia berjalan kearah mobil untuk segera kerumah sakit dimana istrinya berada.


" Kerumah sakit dijalan xx sekarang" perintahnya saat melihat sopir ingin bertanya.


" Baik tuan muda"setelah itu mobil pun berjalan meninggalkan bandara disusul mobil hitam lain yang mengikuti dibelakang yang diisi oleh beberapa bodyguard Raka.


'jangan sampai terjadi sesuatu hal buruk padamu Des, karena aku tidak akan mengampuni mereka semua'batin Raka.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2