Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Aku ingin Zaki bahagia


__ADS_3

Sejak kejadian semalam, Zaki sudah tidak lagi menemui Chelsea, dia lebih memilih menunggu Veon di luar rumah, lebih tepatnya di dalam mobilnya. Dia akan keluar dari mobil saat Veon sudah keluar dari rumahnya.


Veon yang sudah selesai sarapan, berpamitan kepada seluruh keluarganya, hari ini dia akan pergi ke luar kota untuk melakukan proyek besarnya bersama dengan Zaki, dia tidak ingin kehilangan proyek besar untuk kedua kalinya.


“Kak, berapa lama kakak dan Zaki akan pergi?”


“Mungkin satu minggu, tapi jika masih membutuhkan tambahan waktu lagi mungkin sampai dua minggu. Kenapa, apa kamu mengkhawatirkan Zaki?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku hanya kasihan sama Kania, dia akan merasa kesepian saat kakak tidak ada,” ucapnya berbohong.


Veon menatap wajah Kania, “aku ingin sekali mengajakmu, tapi kamu sedang hamil, dan aku tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan kamu dan calon anak kita,” ucapnya sambil menggenggam tangan Kania.


Kania tersenyum, “kamu tenang saja, aku akan baik-baik saja, jangan terlalu mengkhawatirkan aku, disini ada Mama, Papa, Chelsea, Eca dan Eric, jadi aku tidak akan merasa kesepian.”


Veon mengecup kening Kania, dia lalu berjongkok di depan perut kania yang mulai membuncit, saat ini kandungan Kania sudah memasuki bulan ke enam, “sayang, jangan rewel ya, jangan buat Mama kesakitan, jaga Mama buat Papa, Ok.” Pria itu lalu mencium perut Kania bertubi-tubi.


Veon lalu beranjak berdiri, “aku harus pergi sekarang, Zaki pasti sudah menunggu di depan.”


“Chelsea, apa kamu tidak ingin bertemu Zaki sebelum dia pergi? Satu minggu itu bukan waktu yang singkat,” ucap Kania.


“Oya, kenapa Zaki tiba-tiba ingin kembali tinggal di rumahnya, apa kalian bertengkar? Sepertinya akhir-akhir ini kakak melihat kalian itu sangat dekat.”


Chelsea menepiskan senyumannya, “diantara kita tidak ada apa-apa kok, Kak.”


“Apa Zaki mempermainkan kamu?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “bukan Zaki yang mempermainkan aku, tapi aku merasa tidak pantas untuknya.”


“Chel, apa yang kamu...”


“Kak, tolong, jangan singgung soal aku di depan Zaki, biarkan dia fokus dengan pekerjaannya, masalah aku sama Zaki, biar aku sendiri yang menyelesaikannya, jadi kakak tidak usah khawatir.”


Veon menghela nafas panjang, “terserah kamu saja, tapi kalau kamu sampai menyia-nyiakan pria sebaik Zaki, kamu akan menyesal.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku tau itu.”


Veon kembali mencium kening Kania, dan Kania mencium punggung tangan Veon, “kalau begitu aku pergi dulu.”


Kania menganggukkan kepalanya, “hati-hati di jalan, kalau sudah sampai disana segera hubungi aku.” Veon menganggukkan kepalanya, dia lalu melangkahkan kakinya keluar rumah.


“Chelsea, apa yang sebenarnya terjadi di antara kamu dan Zaki?”


“Tidak ada apa-apa, kamu tidak usah cemas.” Chelsea mencari keberadaan Eca, “dimana Eca sekarang? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama dia.”

__ADS_1


“Mungkin dia sedang bersama dengan Eric, tadi dia bilang sama aku, katanya dia ingin belajar bahasa Inggris sama Eric.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu mencari keberadaan Eca dan juga Eric. Biasanya sebelum berangkat ke kampusnya, Eric sering menghabiskan waktunya di teras belakang untuk bermain game, dan dugaan Chelsea benar, Eric sedang berada di teras belakang bersama dengan Eca.


“Eca, apa aku boleh bicara sama kamu sebentar?”


Eric melihat jam di pergelangan tangannya, “aku harus berangkat ke kampus sekarang, belajarnya kita lanjut nanti.” Pemuda itu lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menjauh.


Chelsea duduk di samping Eca, “kenapa kamu ingin belajar bahasa Inggris?”


“Aku ingin bisa berbahasa Inggris saja. Apa yang ingin kakak bicarakan sama aku?”


“Apa kamu ingat dengan janji aku waktu itu?”


Eca mengernyitkan dahinya, “janji, janji yang mana ya?”


“Soal aku ingin membantu kamu dekat dengan Zaki.”


“Aku kira waktu itu kakak hanya bercanda, tapi kenapa kakak mau melakukan itu?”


“Karena aku ingin Zaki bahagia. Sekarang dengerin aku baik-baik. Zaki dan kakak aku kan sedang pergi keluar kota, setelah mereka kembali, mungkin aku tidak akan ada di rumah ini lagi.”


Eca semakin mengernyitkan dahinya, dia tidak bisa mengerti ucapan Chelsea, “pergi! Memangnya kakak mau kemana?”


“Tapi kenapa aku harus melakukan itu? Jika itu terjadi sama Kak Zaki, yang dibutuhkan Kak Zaki bukan aku, tapi kakak.”


Chelsea menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, “aku tidak akan ada di samping Zaki lagi, jadi aku tidak bisa menemani dan menghiburnya, dan hanya kamu harapan aku satu-satunya.” Wanita itu memiringkan wajahnya menatap Eca, “kamu maukan melakukan apa yang aku minta?” tanyanya kemudian.


“Apa kakak akan menyerah sama Kak Zaki?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku dan Zaki sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi mulai sekarang kamu bebas mendekatinya. Tolong bahagiakan Zaki, karena dia pantas untuk bahagia.”


“Tapi...Kak Zaki tidak memiliki perasaan apa-apa sama aku.”


“Jika kamu memang tulus mencintai Zaki, maka perjuangkanlah cinta itu. Zaki itu pria yang baik, lambat laun dia akan mau menerima perasaan kamu, jadi jangan pernah menyerah.” Chelsea lalu beranjak dari duduknya, “aku hanya ingin berbicara itu sama kamu, dan jangan pernah mengatakan semua ini sama siapapun, termasuk Kania.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menjauh.


“Apa Kak Chelsea benar-benar sudah melepaskan Kak Zaki? Tapi kenapa bisa tiba-tiba seperti ini?”


***


 


Setelah mendapatkan telpon dari Vika, Chelsea segera menemui Vika di restoran. Sesampainya di restoran, dia melihat Vika sudah menunggunya.

__ADS_1


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Vika cemas saat Chelsea sudah duduk di depannya.


“Aku baik-baik saja, kenapa kamu memintaku untuk datang kesini?”


“Maafkan aku, waktu itu aku benar-benar tidak tahu kalau Alex telah memperlakukan kamu seperti itu, jika aku tau sejak awal, maka aku tidak akan membantunya untuk bertemu dengan kamu.”


Chelsea menepiskan senyumannya, “semua sudah terjadi, selain itu Alex juga sudah tidak menyakiti aku lagi.”


Vika teringat akan seseorang yang menelponnya untuk menanyakan keberadaan Chelsea, “oya, Chel. Waktu itu ada yang menghubungi aku, seorang pria. Dia menanyakan tentang keberadaan kamu, jadi aku memberitahu dia kalau kamu sedang bersama dengan Alex. Kalau aku boleh tau, apa kamu mengenal pria itu?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “itu pasti Zaki, dia asisten pribadi kakak aku.”


Vika mengernyitkan dahinya, “kamu yakin, tapi sepertinya dia sangat mengkhawatirkan kamu, aku kira dia itu kekasih kamu.”


“Apa kamu sudah gila, mana ada pria yang mau sama wanita yang kotor seperti aku ini.”


“Chel...” Vika melihat kesedihan yang teramat dalam di kedua mata Chelsea, dia benar-benar tidak menyangka nasib sahabatnya itu akan seperti dirinya, sama-sama sudah tidak suci lagi. Tapi bedanya disini, Vika sendiri yang menghancurkan hidupnya, karena dia muak hidup dengan orang tua yang broken home, dan bahkan kedua orang tuanya sama sekali tidak mempedulikannya.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa kamu akan kembali ke Amerika?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku akan menikah dengan Alex, dia akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan sama aku.


Vika membulatkan kedua matanya setelah mendengar apa yang Chelsea katakan, “apa? menikah! Bukankah kamu sama sekali tidak mencintai Alex?”


“Aku tidak butuh cinta untuk menikah, siapa yang akan mau menikah dengan wanita kotor seperti aku kecuali Alex, selain itu Alex sudah berjanji sama aku kalau dia akan berubah.”


“Chel...apa kamu lupa kalau Alex itu ringan tangan? Aku tidak mau kamu sampai kenapa-napa, Alex pasti akan menyakiti kamu.”


Chelsea kembali menggelengkan kepalanya, “aku bukan Chelsea yang dulu lagi, aku tidak akan tinggal diam jika Alex sampai berani bermain kasar sama aku. aku akan melawannya, sekarang aku sudah tau kelemahan dia.”


Vika mengernyitkan dahinya, “kelemahan, kelemahan apa maksud kamu?”


“Itu rahasia, mungkin aku bisa memanfaatkan itu untuk membuat Alex bertekuk lutut di hadapan aku.”


“Aku tidak tau harus berkata apalagi, aku hanya berharap kamu akan bahagia, jangan sampai hidup kamu menjadi sepertiku. Hidup aku benar-benar hancur, Bernard pergi meninggalkan aku, setelah bosan dengan tubuhku, dia pergi meninggalkan aku dan menerima perjodohan yang orang tuanya tawarkan. Selain itu sejak awal, kedua orang tuanya memang sudah tidak menyukaiku,” ucap Vika sambil menundukkan wajahnya.


Chelsea menggenggam tangan Vika, “aku tau kamu wanita yang kuat, bahkan kamu lebih kuat dari aku. Aku hanya bisa berdoa, kamu akan menemukan pria yang benar-benar tulus mencintaimu, dan mau menerima kamu apa adanya.”


Vika tersenyum, “Chel, apa kita perlu bersenang-senang hari ini? Sepertinya hari ini suasana hati kita sama.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “kita habiskan hari ini dengan bersenang-senang...”


~oOo~

__ADS_1


 


__ADS_2