Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Mengajak Noel jalan-jalan


__ADS_3

Alex dan Chelsea keluar dari kamar mereka, mereka sudah dalam keadaan rapi, karena hari ini mereka berniat untuk mengajak tamu mereka untuk pergi jalan-jalan keliling kota Jakarta. Mereka saat ini sedang berkumpul di ruang makan untuk sarapan.


Alex menatap Josep yang sejak tadi menatapnya, “Jo, kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanyanya penasaran.


“Semalam apa kamu lupa kalau kita akan membicarakan sesuatu?” Jo terlihat kesal.


Alex menyengir kuda, “maafkan aku, semalam aku benar-benar lupa. Itu karena semalam aku dan Chelsea...kita...”


Chelsea membungkam mulut Alex dengan telapak tangannya, “sayang, bukannya semalam kamu bilang kalau kamu capek terus tidur,” ucapnya sambil menajamkan tatapannya.


Alex menganggukkan kepalanya, dia lalu menurunkan telapak tangan Chelsea dari mulutnya, “iya, karena kelelahan aku langsung tertidur,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Josep dan Hera hanya tersenyum melihat tingkah Alex dan Chelsea, mereka masih terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah. Mereka sangat iri dengan kemesraan Alex dan Chelsea, tapi mereka juga sangat bahagia, akhirnya sahabatnya bisa menemukan wanita yang benar-benar tulus mencintai sahabatnya itu.


Chelsea melihat Hera yang begitu telaten menyuapi Rino, “kalau boleh aku tahu, berapa usia Rino?”


“Satu tahun lebih 2 bulan, saat ini dia sedang senang-senangnya belajar berjalan,” ucap Hera sambil mengusap mulut Rino dengan tisu di tangannya.


“Aku juga mempunyai keponakan laki-laki, saat ini usianya sudah menginjak 6 bulan.” Chelsea berbicara dengan nada begitu berat, seakan dia sedang memendam sesuatu di hatinya.


Alex tahu apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Chelsea, dia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya, “sayang, bagaimana kalau kita ajak Noel jalan-jalan, dia pasti akan sangat senang,” usulnya.


“Apa Kak Veon akan mengizinkannya? Biasanya saat dia libur seperti ini, dia akan menghabiskan waktunya bersama dengan Noel.”


Alex menggenggam tangan Chelsea, “kamu tenang saja, kakak kamu itu pasti akan mengizinkan Noel untuk ikut sama kita.” Chelsea menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai sarapan, mereka pun bersiap-siap untuk menuju rumah utama, untuk menjemput keponakan mereka yang tampan, dan bisa membuat mereka selalu merindukan bayi mungil itu. dalam perjalanan menuju rumah utama, Alex terus menggenggam tangan Chelsea dengan salah satu tangannya. Pria itu akan melepaskan genggaman tangannya hanya saat genting, seperti saat membelokkan mobilnya.


Chelsea sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex yang berubah menjadi manja, dia bahkan tidak malu memperlihatkan kemesraannya di depan kedua sahabatnya. Mereka akhirnya sampai di rumah utama. Josep dan Hera begitu terkejut melihat rumah Chelsea yang ternyata lebih besar dari rumah Alex. Dasar orang kaya, batin mereka.

__ADS_1


“Kalian mau ikut masuk atau menunggu di mobil, kami tidak akan lama,” ucap Alex sambil menengok kebelakang.


“Kami menunggu disini saja,” ucap Hera.


Alex dan Chelsea menganggukkan kepalanya, mereka lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil itu. Alex dan Chelsea lalu melangkahkan kakinya menuju pintu utama dan masuk ke dalam rumah itu.


“Sayang, kenapa tidak memberitahu Mama kalau mau datang ke sini? kan Mama bisa membuatkan sesuatu untuk kalian.” Vera yang tengah memangku Noel terkejut dengan kedatangan Chelsea dan Alex.


“Kak Veon dan Kania mana, Ma?” Chelsea duduk di samping Mamanya.


“Mereka sedang keluar, sebentar lagi mereka pasti sudah pulang.”


Alex mengambil Noel dari pangkuan Mama mertuanya, “sayang, jagoan Om yang tampan, mau jalan-jalan sama Om tidak?”


“Jadi kalian kesini ingin mengajak Noel jalan-jalan?”


Chelsea dan Alex menganggukkan kepalanya, “boleh kan, Ma?” tanya Chelsea.


Tak berselang lama, Kania dan Veon masuk ke dalam rumah. Mereka lalu menghampiri Vera, Alex dan Chelsea yang tengah duduk di ruang tamu.


“Chel, siapa itu yang di luar, kenapa tidak kamu suruh masuk?” tanya Kania.


“Mereka sahabat-sahabat Alex. Tadi aku sudah mengajak mereka, tapi mereka memilih untuk menunggu di luar.”


“Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan sama kakak kamu?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku hanya ingin mengajak Noel jalan-jalan, apa kakak mengizinkan?”


“Memangnya kamu mau mengajak Noel kemana?”

__ADS_1


“Paling ke taman hiburan, boleh ya, Kak?” pinta Chelsea sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.


Kania menatap Veon, dia lalu menganggukkan kepalanya. Veon hanya mampu menghela nafas panjang, “tapi kalian harus menjaga Noel baik-baik, kakak tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan Noel,” ucapnya.


“Siap, Kak. kami akan menjaga Noel,” ucap Chelsea dengan senyuman di wajahnya.


“Ya sudah, aku akan menyiapkan perlengkapan Noel dulu. Aku akan membawakan ASI yang sudah dibekukan. Kalian jangan mengeluh, kalau perlengkapan yang akan kalian bawa nanti sangat banyak, karena aku tidak pernah memberi Noel susu formula,” jelas Kania.


Chelsea dan Alex menganggukkan kepalanya. Kania pun melangkahkan kakinya menjauh dari ruang tamu.


Chelsea mengambil Noel dari gendongan Alex, “jagoan tante ini pantesan gendut ya, minumnya ASI terus,” ucapnya sambil mencium pipi gembul Noel.


“Noel akan meminum ASI sampai dia berusia 2 tahun, kakak tidak ingin dia bernasib sama seperti kakak,” ucap Veon sambil mengusap puncak kepala Noel.


“Sayang, sudahlah, jangan mengungkit itu lagi. Oya, apa kamu tidak ingin menemui Mama kandung kamu? Mama dengar, dia sudah kembali ke Jakarta bersama dengan keluarga barunya. Mama juga mendengar, Mama kamu sudah mempunyai anak lagi, dia cowok, ganteng kaya kamu.”


Veon menggelengkan kepalanya, “Mama jangan bicara seperti itu, bagi Veon, hanya Mama...Mama Veon, tidak ada yang lain lagi.”


Vera menghela nafas panjang, sebanyak apapun dia berusaha untuk membujuk Veon agar mau memaafkan Tantri, dia tetap tidak mau memaafkannya. Kania datang dengan membawa tas berukuran besar, dan juga kotak pendingin untuk tempat ASI Noel.


“Papa, Mama, Noel pergi jalan-jalan dulu ya,” ucap Chelsea sambil menirukan suara anak kecil.


Kania dan Veon mencium pipi gembul Noel secara bersamaan, “hati-hati ya sayang. Nanti pulangnya jangan malam-malam,” ucap Kania.


“Nanti beritahu kakak dimana posisi kalian, biar kakak bisa tahu, dan langsung mencari kalian dimana kalau terjadi sesuatu,” titah Veon.


“Iya, Kak. kakak tenang saja, aku dan Alex akan menjaga Noel dengan baik.” Mereka lalu berpamitan, setelah itu mereka keluar dari rumah itu.


Alex memasukkan semua barang-barang Noel ke bagasi, kecuali kotak pendingin tempat ASI Noel yang diletakkan di kursi penumpang belakang. Alex meminta Josep untuk membawanya. Kotak pendingin itu sudah bagaikan harta berharga Alex dan Chelsea, karena tanpa itu, mereka tidak akan bisa mendiamkan Noel yang sedang rewel karena kehausan.

__ADS_1


Tapi, untuk bisa meminumkan ASI itu, mereka juga harus mencari tempat untuk memanaskan ASI itu. Memang sungguh merepotkan saat mengajak Noel pergi tanpa Kania, tapi mereka tidak pernah mengeluh, karena dengan begitu, mereka bisa belajar cara merawat anak, sebelum mereka mempunyai anak sendiri.


~oOo~


__ADS_2