Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Maafkan aku


__ADS_3

" malam pak" sahut Desi sedangkan Raka Hanya menanggapinya dengan deheman-nya.


Setelah itu Raka dan Desi pun berjalan masuk kedalam rumah.


***


" Sayang aku akan memanggil bi mirna buat siapin makanan, kamu pasti lapar dari tadi belum makan" seru Raka saat melihat Desi jalan begitu saja menaiki tangga satu persatu.


" Tidak perlu, pasti bibi sudah tidur. Aku juga masih kenyang besok pagi saja" jawab Desi saat melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan waktu 11:52 wib setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya


" Baiklah kalau begitu" ucapnya pasrah, melihat punggung istrinya yang semakin menjauh.


Raka sedikit merasa lega karena ibu dan istri keduanya sudah tidur,jika tidak maka malam ini ia harus kembali mendengar keributan yang tidak akan ada hentinya! setidaknya Malam ini ia bisa istirahat dengan tenang bersama Desi.


***


Disebuah kamar yang sangat luas dan mewah terlihat sepasang anak manusia yang tertidur dengan lelapnya tanpa sadar saling memeluk! Memberikan kehangatan satu sama lain saat cuaca mulai terasa dingin karena hujan rintik-rintik yang mulai turun disertai angin yang tidak terlalu keras.setelah semalam mereka kembali berdebat dan berakhir tidur dengan menaruh bantal ditengah mereka tapi entah bagaimana sekarang bantal itu malah berada dilantai kamar yang dingin. wanita cantik yang dari tadi menyembunyikan wajahnya didalam rengkuhan hangat suaminya itu mulai mengerjapkan matanya ,saat mendengar suara adzan dikumandangkan, ia kemudian mengedarkan pandangannya melihat kearah jam didinding kamarnya setelah kesadarannya kembali penuh! waktu telah menunjukkan pukul 05:00wib.


Desi lalu perlahan melepaskan diri dari pelukan suaminya, setelah berhasil ia kemudian berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai shalat,Desi lantas keluar dari kamar ia melangkah kebawah untuk menyiapkan sarapan pagi bagi suaminya! Saat sampai dilantai bawah Desi sudah melihat Banyak para pelayan yang mondar mandir kesana kemari membersihkan rumah sebelum majikan mereka bagun. Disana ia juga bisa melihat bi mirna sebagai kepala pelayan dirumahnya tengah mengawasi para pelayan itu bekerja sebelum akhirnya wanita paruh baya itu menghampirinya setelah menyadari keberadaan dirinya.


"Nyonya muda, apa ada yang anda butuhkan" tanya bi Mirna karena hari masih subuh,dan nyonya mudanya itu sudah keluar dari kamar


" Ia bi,aku ingin memasak sarapan pagi untuk mas Raka " balas Desi


Yang diangguki oleh bi Mirna karena ia mengerti majikannya ini memang biasa turun hanya untuk menyiapkan makanan untuk tuan mudanya.


***


Setelah bergelut dengan alat-alat dapur beberapa menit kemudian makana yang dibuatnya sudah jadi, dengan perasaan senang Desi lantas menoleh kearah bi Mirna.

__ADS_1


" Bi nanti suruh pelayan untuk menghidangkan makanan ini dimeja makan" ucapnya


" Baik nyonya"


" Kalau gitu aku pergi kekamar dulu" Desi lalu melangkah kembali kekamarnya tapi sebelum itu ia sudah mengambil secangkir kopi yang telah ia buat untuk suaminya.


Bi Mirna yang melihat wajah bahagia yang terpancar jelas diwajah nyonya mudanya, ia juga ikut merasakannya bi Mirna berharap hubungan nyonya dan tuannya tetap baik-baik saja kedepannya.do'anya tulus.


***


Sedangkan Raka yang baru terbangun dari tidurnya meraba kesamping tempat tidur tapi ia tidak menemukan keberadaan apapun yang ia cari, membuat raka langsung membuka matanya dengan sempurna. Bertepatan dengan itu terdengar suara pintu kamar yang terbuka dari luar dan ia melihat sosok yang sedari tadi ia cari keberadaannya tengah berjalan kearahnya dengan secangkir kopi ditangannya. Raka pun tersenyum lembut ia merasa sepertinya Desi sudah tidak marah padanya terbukti dari wanita itu menyiapkan kopi untuknya seperti hari-hari sebelumnya.


" Sayang" panggilannya pada Desi.


" Mas kamu sudah bangun! Ini kopi kamu aku siapin air hangat buat kamu mandi " balas Desi lalu melangkah menuju kekamar mandi tapi terhenti saat merasakan lengan kekar melingkar di pinggangnya.


" Maafkan aku"


" Maaf untuk apa?" Tanyanya dengan nada datar


" Untuk semalam dan semua kesalahan yang kulakukan padamu" ucap Raka dengan suara parau


" Sudahlah mas, tidak perlu membahas masalah itu lagi! Aku juga sudah melupakannya" sahut Desi setelah itu berlalu dari hadapan Raka.


Raka yang melihat itu mengusap wajahnya kasar, apa ia terlalu menyakiti hati Desi hingga sikap wanita itu berubah 180⁰ dari Desi yang ia kenal.


" Apa ia masih marah karena masalah semalam" pikir Raka bingung hingga akhirnya pikirannya tertuju pada kejadian saat dihotel itu." Aah " ucapnya mengeram frustasi.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2