
Veon melangkahkan kakinya mendekati Zaki dan Chelsea, “sekarang bawa Chelsea pergi dari sini,” ucapnya.
“Baik tuan.” Zaki lalu menarik tangan Chelsea dan membawanya keluar dari rumah itu.
Chelsea memberontak, dia lalu menampar wajah Zaki dengan sangat keras, “apa yang kamu lakukan? Apa kamu akan membiarkan kakak aku bertekuk lutut di bawah kaki si brengsek itu, hah!” teriaknya keras.
“Apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan? Kedatangan kamu kesini malah semakin memperkeruh keadaan, dan sekarang kakak kamu harus kehilangan harga dirinya dan semua itu karena kamu, apa kamu tidak menyadari itu!” Zaki membentak Chelsea dengan sangat keras.
“Sekarang aku mohon, pergilah dari sini, biar aku yang dan kakak kamu yang menangani masalah yang sudah kamu buat itu,” imbuh Zaki lalu kembali masuk ke dalam rumah Alex.
Kedua mata Zaki membulat dengan sempurna saat melihat Alex tersungkur ke lantai dengan wajah yang penuh luka. Sedangkan Veon tengah berdiri di depan Alex dengan kedua telapak tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya.
Veon yang melihat Zaki berdiri di depan pintu langsung menyuruhnya untuk masuk, “ambil ponselnya dan hapus video itu dari ponselnya,” perintahnya.
Zaki langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Veon, “sekarang katakan, dimana kamu menyimpan salinan video itu?” tanyanya sambil mencengkram kerah baju Alex.
Alex yang terlihat sudah tidak berdaya itu hanya menggelengkan kepalanya, pertanda dia tidak menyalin video itu.
“Zak, besok kamu urus pemindahan kepemilikan perusahaan Fernando, ubah nama pemiliknya menjadi Alex Fernando, aku akan tetap menepati janji aku.” Veon lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah Alex.
Zaki menatap tajam ke arah Alex, “apa kamu pikir kamu bisa mengalahkan tuan Veon? Jangan pernah bermimpi, sekarang renungkan apa yang sudah kamu lakukan. Setelah kejahatan yang kamu lakukan, Tuan Veon masih bersedia mengembalikan perusahaan keluarga kamu.” Pria itu lalu berdiri, “setelah kamu melihat video itu, kamu akan tau siapa sebenarnya yang salah, dan kamu akan menyesali apa yang sudah kamu lakukan,” imbuhnya.
“Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan sama kamu, dan ini sangat cocok buat kamu! jangan pernah menyia-nyiakan orang yang masih menyayangimu, karena kamu akan benar-benar merasakan kehilangan jika dia sudah benar-benar pergi. Lalu sekuat apapun kamu menyesalinya, jarum jam tidak akan berputar ke kiri. Dan setelah kamu menyadari itu Chelsea tidak akan pernah kembali ke dalam hidupmu,” ucap Zaki lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah Alex.
Alex mengepalkan kedua tangannya, “brengsek! Aku tidak akan pernah menyesali itu, karena sejak awal aku tidak pernah mencintai Chelsea, ingat itu!” teriaknya keras.
Zaki melihat Chelsea tengah menangis dalam pelukan kakaknya, ‘akhirnya semuanya sudah selesai, tapi setelah ini apa yang akan kamu lakukan?’ tatapan kedua mata Zaki menjadi sendu.
“Zak, apa yang kamu tunggu, apa kamu masih ingin tetap di sini!” seru Veon lalu masuk ke dalam mobil.
Zaki bergegas melangkah menuju mobil. Dia lalu masuk ke dalam mobil, dia lalu melajukan mobilnya.
__ADS_1
“Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Alex tidak akan mengganggumu lagi, tapi apa kamu benar-benar baik-baik saja?” tanya Veon sambil menatap adiknya yang saat ini tengah menatap keluar jendela.
“Aku ingin menenangkan diri, Kak. Aku ingin berlibur, aku sudah bicara sama Mama dan Papa, aku ingin mengunjungi Om Sam di Amerika,” ucap Chelsea sambil menepiskan senyumannya.
Veon menghela nafas panjang, “kakak tidak bisa melarang kamu jika itu sudah menjadi keputusan kamu, tapi kakak berharap kamu bisa merubah sikap buruk kamu itu, belajarlah dari pengalaman kamu,” ucapnya.
Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu memeluk kakaknya dengan sangat erat, “maafin aku ya, Kak. karena aku sudah membuat masalah untuk kakak,” ucapnya.
“Apapun akan kakak lakukan untuk kamu.” Veon mengecup puncak kepala Chelsea.
“Kak, setelah aku pergi nanti, aku berharap hubungan kakak dengan Kania akan membaik. Kania itu gadis yang sangat baik, Kak, dia sangat cocok untuk menjadi istri kakak. Dan saat aku kembali nanti, aku berharap aku akan segera memiliki keponakan,” ucap Chelsea dengan senyuman di wajahnya.
Veon memalingkan wajahnya menatap keluar jendela, “kakak tidak ingin membahas itu sekarang,” ucapnya.
Zaki mencuri-curi pandang menatap Chelsea dari kaca spion di depannya. Mendengar keputusan gadis itu untuk pergi keluar negeri membuat pria itu sedikit tidak suka. Jika Chelsea pergi keluar negeri, maka Zaki tidak akan lagi bisa bertemu dengannya.
“Zak, kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Chelsea penasaran.
“Bukan apa-apa.” Zaki sudah tidak berani lagi menatap Chelsea lewat kaca spion di depannya, karena saat ini Veon tengah menatap ke arahnya.
“Besok, Kak. lebih cepat lebih baik, aku ingin melupakan semuanya, dan membuka lembaran baru. Aku juga ingin bekerja di kantor Om Sam, karena Om Sam menawari aku pekerjaan di kantornya,” ucap Chelsea.
“Berapa lama kamu akan tinggal di sana?” tanya Zaki spontan hingga membuat Veon mengernyitkan dahinya.
“Aku belum tahu pasti, mungkin selamanya,” ucap Chelsea dengan nada bercanda.
“Kenapa Zak, apa kamu tidak rela Chelsea pergi dari sini?” goda Veon.
Zaki menggeleng dengan cepat, “bukan begitu tuan, mana mungkin saya melarang Nona Chelsea pergi ke Amerika,” elaknya.
Chelsea tersenyum, “Zak, sejak kapan kamu memanggil aku dengan sebutan Nona,” ledeknya.
__ADS_1
“Mulai sekarang saya akan memanggil anda dengan panggilan Nona, sebab anda adalah adik majikan saya,” ucap Zaki dengan nada sopan.
Veon hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “aku akan tidur sebentar, nanti kalau sudah sampai di rumah, bangunkan aku,” perintahnya.
Chelsea meminta Zaki untuk menghentikan mobilnya, dia lalu beralih duduk di depan, di samping Zaki. Zaki lalu kembali melajukan mobilnya.
Chelsea menyentuh pipi kiri Zaki yang tadi dia tampar dengan sangat keras, “apa masih sakit?” tanyanya merasa bersalah.
“Aku tidak menyangka kamu akan menampar aku sekeras itu.”
“Maaf, aku tidak bermaksud untuk menampar kamu, sekarang kamu boleh menampar aku balik sebagai permintaan maaf aku,” ucap Chelsea sambil menundukkan wajahnya.
“Mana berani aku melakukan itu, bisa-bisa aku langsung dipecat nanti.” Zaki berbicara dengan nada bercanda.
Veon yang sejak tadi hanya pura-pura tertidur hanya menahan tawa saat mendengar percakapan adiknya dengan asisten pribadinya.
“Zak, terima kasih atas semua perhatian kamu selama ini, dan aku minta maaf karena aku sudah mengecewakan kamu selama ini.”
Zaki menatap sekilas ke arah Chelsea, dia lalu kembali fokus menatap ke depan, “aku harap kamu bisa menjaga diri kamu di sana, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama,” ucapnya.
Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku akan mengingat semua pesan kamu ini.” Wanita itu lalu menatap ke arah Zaki, “Zak, apa kamu besok mau mengantarku ke bandara?” pintanya.
Zaki menganggukkan kepalanya, “aku akan mengantar kamu, tapi sebelum itu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,” ucapnya.
“Kemana?” Veon yang merasa begitu penasaran tiba-tiba menyaut hingga membuat Chelsea dan Zaki begitu terkejut.
“Kakak! Apa sejak tadi kakak menguping pembicaran aku dan Zaki!” seru Chelsea kesal.
“Siapa suruh kalian berbicara dengan nada seperti itu, lain kali kalau mau mengobrol itu lihat sekeliling.” Veon terlihat cuek, dia tidak merasa bersalah sedikitpun telah menguping pembicaraan Zaki dan Chelsea, dan dengan cueknya dia kembali memejamkan kedua matanya.
Suasana kembali hening, Zaki dan Chelsea tidak lagi mengobrol, mereka takut akan ada orang yang menguping pembicaraan mereka lagi. Zaki merasa sangat gugup saat Veon memergoki dirinya sedang berbicara santai dengan Chelsea.
__ADS_1
~oOo~