Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
14


__ADS_3

Yeol dan Lia telah sampai di kepulauan jeju




Yeol yang saat itu memakai baju rajutan berwarna biru langit dengan make up Natural nya rambut dibiarkan tegurai pun terlihat sangat cantik Dan Lia sang asisten yang memakai kaos Putih jeans pendek santai nya terlihat imut dan manis mereka menuju tempat penginapan


Yeol yang seketika kaget melihat Hwan berdiri di depan nya menghalangi langkah Yeol



" Tampan " Batin Yeol dalam lamunan dia selalu berfikir saat kebersamaan nya dulu "andai saja kau tak menghianatiku mungkin kita akan bahagia saat ini" Batin Yeol seraya bulir bening keluar dari manik mata Yeol


Hwan yang melihat pun langsung mengusap Air mata yeol


" Kamu kenapa " Tanya Hwan seraya menyadarkan Yeol dengan kejadian yang diluar fikir nya

__ADS_1


" Aku tak Papa " Yeol yang langsung pergi meninggalkan Hwan yang mematung dengan sikap Yeol


" Yeol ada apa dengan mu " semakin di buat bingung dengan sikap Yeol Hwan merencanakan Pertemuan dengan Yeol hanya berdua Tanpa Yeol ketahui Dia ingin mengetahui Apa yang sebenar nya terjadi


" Aku rindu kamu Yeol " lirih Hwan sambil berjalan menuju tempat penginapan dan tiba tiba seseorang wanita menabrak Hwan


....Brukh


" Maaf Maaf Aku tak sengaja Maaf " sambil berdiri wanita itupun melihat Hwan " Wah tampan nya " Batin sang wanita yang terus melihat Hwan tanpa berkedip


Hwan hanya menatap tajam kearah sang perempuan Hwan memang tak suka bersentuh dengan orang lain sambil berlalu pergi


Yeol yang saat itu berdiri di balkon sambil menatap indah nya pemandangan pulau jeju menikmati Hembusan Angin


" Bisakah aku bertahan jika seperti ini" ucapan Yeol dengan nada sendu sesekali menyeka air mata nya


" Bu ibu ga papa kan. Ibu kenapa Bicara lah karna dengan bicara ibu pasti akan tenang" Ucap Lia sedari menyadari perubahan sikap sang big bos dia tak pernah melihat sang big bos sendu seperti ini kecuali ketika berhadapan dengan sang ayah

__ADS_1


Lia Tahu semua kehidupan Yeol dari mulai ibu nya penderitaan nya dan ayah nya yang tega meninggalkan ibunya yang sedang mengandung saat itu tapi Lia tidak tahu tentang kisah asmara Yeol dan Hwan Lia hanya tahu bahwa Yeol yang sedang menunggu kekasih nya tapi tak tahu bahwa itu adalah Hwan


" Lia apa aku bisa terus bertahan dengan sikapku yang pura acuh tak melihat keberadaan nya padahal dia selalu ada" Tangis Yeol kembali pecah saat mengingat Hwan sambil memeluk Lia


Lia pun hanya bisa menepuk pundak Yeol menenangkan


" Bu kalo ibu sudah gc kuat kenapa ga ibu bilang saja padanya apa yang ibu rasa saat ini mungkin ibu salah paham atau prsepsi ibu aja karna rasa cinta ibu yang dalam" degan tangan yang terus memeluk dan sesekali membelai rambut Yeol


" Kata ibu orang itu sangat menyayangi ibu menurut ku Tak mungkin dia berkhianat dengan perasaan nya "lanjut Lia menyadar kan Yeol


" Apa mungkin dia masih mencintaiku " Tanya Yeol sambil menyenderkan kepala nya ke bahu Lia


" Hmmmm kalo itu sih aku ga tahu bu tapi saran ku sih dengarkan kata hati ibu" seraya meninggalkan Yeol yang masih terisak menuju arah dapur


" Nih bu minum dulu tenangin bentar lagi kan kita mau melihat keadan resot kita " Yeol langsung meminum nya


"Makasih yh Lia aku memang tak salah menerima kamu jadi asisten ku bukan hanya pikiran mu yang cerdas tapi ucapan mu juga " sadar akan ucapan Yeol Lia langsung memajukan bibir nya

__ADS_1


" Udah kali tuh bibir jangan di maju majuin kaya bebek tau" ledek Yeol seraya berlari menuju kamarnya tawa pun tak lepas terdengar dari balik pintu


__ADS_2