
“Chel, apa yang kamu lakukan?” Veon tidak menduga adiknya akan terus membela Alex setelah apa yang pria itu lakukan padanya.
“Kak, semua ini adalah keputusan aku, Alex tidak pernah mengancam ku.”
“Tapi apa kamu sudah lupa dengan perlakuan dia selama ini terhadap kamu? Dia sudah melecehkan harga diri kamu, dan kamu masih mau tetap bersamanya!”
Chelsea menganggukkan kepalanya, “Alex sudah berjanji padaku kalau dia akan berubah, dia tidak akan pernah menyakiti aku lagi.”
Zaki mengepalkan kedua tangannya, “Chel, sampai kapan pun dia tidak akan pernah berubah! Sekali brengsek dia tetap brengsek!”
“Zak, semua orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua, termasuk Alex.”
“Chel! Kenapa kamu begitu membela si brengsek itu, apa kamu sudah mulai mencintai dia lagi?” Zaki tidak akan kuat jika Chelsea mengakui perasaannya kepada Alex di depannya.
Chelsea terdiam, dia tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan Zaki. Mana mungkin dia akan mengatakan dirinya mencintai Alex, disaat dirinya sama sekali tidak mencintai pria itu. Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Zaki jika dirinya hanya ingin membuat hidup Alex menderita, sama dengan yang dia rasakan dulu.
Alex tersenyum, “aku tidak peduli, meskipun Chelsea sudah tidak mencintai aku lagi, aku akan tetap bersamanya, tapi....” pria itu lalu menggenggam tangan Chelsea dan mengecup punggung tangannya, “jika Chelsea ingin pergi atas keinginannya sendiri, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Alex...”
Alex menghela nafas panjang, “jika kamu ingin pergi...pergilah, aku tidak akan menghentikan kamu.” Pria itu lalu beranjak berdiri, dia lalu menatap Veon, “ajak adik kamu pergi, sebelum aku berubah pikiran.”
Alex lalu melangkahkan kakinya dengan perlahan, sebenarnya dia sangat berat melepaskan Chelsea, tapi dia menyadari, jika dia meminta Chelsea untuk terus bersamanya, maka itu akan semakin membuatnya tersiksa, meskipun dia sama sekali tidak menyentuh wanita itu.
Sebelum Chelsea memutuskan untuk tinggal di rumah Alex, Chelsea membuat suatu perjanjian dengan Alex. Chelsea meminta Alex untuk tidak meminta haknya sebelum dia benar-benar siap untuk melakukannya. Wanita itu beralasan, dia masih merasa trauma dengan apa yang dulu pernah Alex lakukan kepadanya.
Untuk menghindari hal itu terjadi, Chelsea memutuskan untuk tidur di kamar terpisah. Tapi Alex tidak setuju, dia tetap ingin tidur seranjang dengan Chelsea, tapi dia berjanji tidak akan menyentuhnya sampai Chelsea benar-benar sudah siap untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Chelsea pun menyetujuinya, mereka tetap akan tidur dalam satu kamar dan satu ranjang.
Tapi kini semuanya sudah berakhir, dia tidak akan bisa melihat wajah cantik itu lagi. Alex akan berusaha untuk melepaskan Chelsea, itu mungkin yang diinginkan wanita itu.
“Alex! Apa kamu benar-benar akan melepaskan aku!” Chelsea berteriak dengan sangat keras, hingga membuat Alex yang hendak menaiki anak tangga menghentikan langkahnya.
“Bukankah kamu sudah berjanji ingin menyakinkan aku kalau kamu itu benar-benar sudah berubah! Apa kamu akan menyerah!” Chelsea tidak akan membiarkan Alex melepaskannya, dia belum melakukan apapun untuk membuat hidup pria itu menderita.
Zaki menatap heran kepada Chelsea, bukankah dia seharusnya Chelsea senang saat Alex melepaskannya, tapi kenapa Chelsea malah meyakinkan Alex untuk terus mempertahankannya, “sayang, lebih baik sekarang kita pergi. Alex tidak akan pernah menganggu kamu lagi.” Pria itu lalu membantu wanita itu berdiri, “aku akan membantu kamu untuk mengurus...”
Chelsea menghempaskan tangan Zaki, hingga membuat pria itu membulatkan kedua matanya. Selama ini Chelsea tidak pernah bersikap se-kasar ini kepadanya, tapi setelah dia menikah dengan Alex, sikapnya benar-benar sudah berubah.
“Zak, aku sudah mengatakan padamu, aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini. Ini adalah rumah suamiku, dan aku akan terus bersamanya.”
Alex yang mendengar kata-kata yang Chelsea ucapkan pun menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Pria itu pun akhirnya kembali menghampiri mereka bertiga. Alex langsung memeluk tubuh Chelsea, jika tidak Zaki dan Veon, mungkin Chelsea akan langsung mendorong tubuh Alex, tapi dia saat ini hanya diam dan menerima pelukan pria itu.
__ADS_1
Alex lalu melepaskan pelukannya, “apa kamu benar-benar akan tetap tinggal disini bersama denganku?” tanyanya dengan senyuman di wajahnya.
Chelsea menganggukkan kepalanya, “bukankah aku sudah berjanji akan memberikan kamu kesempatan kedua, aku ingin melihat apa kamu benar-benar bisa merubah semua sifat buruk mu.”
“Chel, kenapa kamu melakukan semua ini, kenapa?” Zaki mencengkram erat kedua bahu Chelsea, Alex yang ingin menghajar Zaki di hentikan oleh Chelsea. Chelsea tidak akan membiarkan Alex menyakiti Zaki dan juga kakaknya.
“Zak, lepas! Apa kamu ingin menyakiti aku?”
Zaki mengendorkan cengkraman tangannya, tapi tidak melepaskan wanita itu, “apa kamu sengaja melakukan ini padaku, agar aku membencimu dan menjauh darimu?” kedua mata itu mulai saling menatap satu sama lain.
“Zak, aku hanya ingin menyadarkan kamu, jika kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku.”
Zaki menggelengkan kepalanya, “aku tidak membutuhkan siapapun, aku hanya butuh kamu, sayang...hanya kamu.” Pria itu membelai lembut kedua pipi wanita itu, tapi dengan cepat Chelsea menepis tangan Zaki.
Chelsea melangkah mundur, dia lalu merangkul lengan Alex, “maafkan aku, Zak. Aku tidak bisa bersama dengan kamu lagi, sekarang aku sudah menikah, aku sudah mempunyai suami, dan aku akan tetap bersama dengan suamiku.” Saat mengatakan semua itu, hati Chelsea merasakan sakit yang luar biasa, ingin sekali dia memeluk tubuh Zaki dan mengatakan jika dia menikah hanya untuk membuat Alex menderita, tapi dia tidak bisa melakukan semua itu.
Setelah melihat sikap Alex yang terlihat begitu tulus, bahkan dia sudah merelakan Chelsea pergi, walaupun akhirnya Chelsea tetap ingin bertahan di rumah itu, itu semua sudah membuat amarah Veon sedikit mereda.
“Chel, apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? Alex akan membiarkan kamu pergi jika kamu memang menginginkannya.”
Alex menggenggam tangan Chelsea, “benar apa yang dikatakan kakak kamu, jika kamu ingin pergi dari rumah ini, aku akan melepaskan kamu.”
Chelsea sudah bertekad pada dirinya sendiri, dia tidak akan membiarkan hidup Alex tenang, “Kak, aku akan tinggal di rumah ini, bagaimanapun sekarang Alex adalah suami aku, jadi aku harus melakukan kewajiban aku sebagai istrinya, yaitu mengikutinya kemanapun dia pergi.”
“Kamu yakin? Kamu masih bisa berubah pikiran.” Alex ingin memastikan dengan apa yang Chelsea katakan, walaupun dia sudah tahu apa niat Chelsea yang sebenarnya.
Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku yakin.”
“Sekarang buktikan padaku jika kamu memang ingin melakukan kewajiban kamu sebagai istriku?” Alex mencoba untuk memberikan sedikit pelajaran untuk Chelsea, yaitu dengan memanfaatkan situasi saat ini, karena Chelsea tidak akan menolak permintaannya.
“Bukti? Bukti apa yang kamu inginkan?” tanya Chelsea sambil mengernyitkan dahinya.
Zaki dan Veon hanya memperhatikan apa yang akan Alex lakukan kepada Chelsea, jika pria itu bersikap tidak wajar kepada Chelsea, maka mereka akan bertindak kasar.
“Cium aku, aku ingin kamu mencium ku di depan kakak kamu dan juga Zaki, pria yang sangat mencintai istriku ini.” Alex berbicara sambil melirik ke arah Zaki yang saat ini wajahnya sudah memerah menahan amarah.
Untuk menjalankan rencananya, Chelsea mau tidak mau harus melakukan apa yang Alex minta, toh itu hanya sekedar ciuman, bukan hubungan di atas ranjang. Chelsea dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Alex, dengan sedikit tekanan, Chelsea menarik tengkuk Alex agar wajah pria itu menunduk, agar mempermudahnya untuk mencium bibir Alex.
Zaki dan Veon membulatkan kedua mata mereka saat melihat Chelsea dengan sangat lembut mencium bibir Alex, bahkan Alex membalas ciuman itu dengan tak kalah lembut. Zaki ingin melangkahkan kakinya untuk mendekati Alex dan Chelsea, tapi Veon menghentikannya.
Alex mengecup kening Chelsea, “terima kasih sayang, aku yakin kamu memang sangat mencintai aku,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Chelsea menatap Zaki yang saat ini juga menatapnya dengan sorot mata yang tajam, sorot mata itu bahkan memperlihatkan kekecewaannya pada Chelsea, ‘maafkan aku, Zak. Aku terpaksa melakukan semua ini, jangan mencintaiku lagi, karena aku sudah sangat menyakiti hati kamu.”
Veon menghela nafas panjang, “kakak akan membiarkan kamu untuk tinggal di rumah ini, tapi kakak belum memberikan restu kakak untuk kalian berdua.”
“Terima kasih, aku janji sama kamu, aku akan membuat hidup Chelsea bahagia.” Alex langsung menarik pinggang Chelsea dan menariknya agar semakin dekat.
“Tuan, apa Tuan akan membiarkan Chelsea tinggal dengan si brengsek itu?” Zaki benar-benar tidak menyangka Veon akan percaya dengan muslihat Alex.
“Zak, lebih baik kita pulang sekarang, meskipun aku memaksa Chelsea untuk pulang, dia tetap tidak akan ikut dengan kita. Kita tunggu beberapa hari lagi, aku yakin Chelsea akan kembali ke rumah dengan sendirinya,” bisik Veon di telinga Zaki.
“Tapi...” Zaki menatap kedua mata Veon yang nampak serius dengan ucapannya, pria itu pun tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kak, terima kasih. Jika nanti kakak sampai di rumah, kakak harus minta maaf sama Kania, aku tahu, kakak pasti tadi sudah memarahi Kania karena menyembunyikan pernikahan aku dari kakak. Tapi semua itu bukan sepenuhnya salah Kania, karena Kania percaya kalau aku sudah meminta izin sama kakak. Kania hanya percaya dengan apa yang aku katakan, jadi semua itu bukan salah Kania.”
Veon mengangguk pelan, dia kembali teringat jika sebelum dia pergi ke rumah itu, dia sudah membentak dan berteriak pada Kania. Pria itu semakin merasa bersalah, karena emosinya yang meluap, dia sampai tidak bisa mengendalikan dirinya dan juga pikirannya.
Chelsea meminta izin kepada Alex untuk mengizinkannya berbicara berdua dengan Zaki. Tentu saja Alex mengizinkannya, karena dia yakin, Chelsea tidak akan meninggalkannya sebelum keinginannya untuk membalas dendam padanya belum tercapai.
Chelsea mengantarkan kakaknya dan juga Zaki untuk keluar dari rumah Alex. Wanita itu menyuruh kakaknya untuk menunggu di mobil, sedangkan dirinya ingin berbicara dengan Zaki.
“Zak, aku tahu kamu sangat kecewa padaku, tapi ini pilihan hidup yang aku pilih.”
“Tapi kenapa harus Alex? Bukankah kamu sudah berjanji akan selalu bersama denganku?”
“Setelah malam itu kamu menolak ku, aku semakin yakin jika kamu belum bisa menerima aku sepenuhnya, kamu ragu untuk menyatu denganku, karena aku wanita yang kotor.”
Zaki menggelengkan kepalanya, “aku sama sekali tidak pernah berpikiran seperti itu tentang kamu, malam itu aku hanya...aku hanya tidak ingin menjadi seperti Alex, yang hanya memanfaatkan tubuh kamu untuk memenuhi hasratnya.”
Chelsea tersenyum, “Zak, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku akan baik-baik saja disini. Alex tidak akan berani menyentuhku lagi sebelum aku benar-benar siap untuk melakukan itu.”
Zaki mengernyitkan dahinya, “apa maksud kamu? Jangan bilang sampai sekarang Alex...”
Chelsea menganggukkan kepalanya, “Alex belum menyentuhku, tapi...aku adalah istrinya, bila sudah saatnya, aku pasti akan melakukan kewajiban aku sebagai istrinya.” Wanita itu hampir saja membuat Zaki curiga.
“Sayang, ikut lah denganku, aku janji tidak akan menyakiti perasaan kamu lagi.”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak bisa, Zak. Maafkan aku.” wanita itu lalu membalikkan tubuhnya melihat Alex yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, “sekarang pergilah, Kak Veon sudah menunggumu,” imbuhnya lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, Chelsea lalu menutup pintu itu dan menguncinya.
~oOo~
__ADS_1