Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Mandor yang curang


__ADS_3

" thom bisakah kamu membawa mobilnya lebih cepat,apa kemampuan menyetir mu sudah mulai hilang" ucap tajam Raka, dengan ekspresi wajah khawatir yang terlihat jelas diwajahnya.


Setelah keluar dari kantornya, Raka menyuruh thom mengantarnya ke lokasi dimana Desi berada,Raka sangat menghawatirkan bagaimana keadaan istrinya itu sekarang.


" Maaf tuan, tapi ini sudah kecepatan diatas rata-rata, jika kita menambah kecepatan lagi kita bisa menabrak pengemudi lain." Sahut asistennya itu, mengingat sekarang sudah waktunya pulang kerja,jadi jalanan mulai macet.


Membuat Raka hanya bisa mendengus kesal dan mengumpat.


***


Dengan percaya diri, Rio mengambil tas yang selalu dibawanya, didalam tas itu tersimpan Banyak data-data penting termasuk data para kuli bangunan dan gaji mereka tiap bulan beserta tanda tangan sebagai bukti bahwa mereka telah menerimanya.


" Ini Bu, didalam sini ada data para pekerja dan bukti transfer gaji mereka telah saya rangkum" sambil menyerahkan data para kuli yang telah mendapatkan gaji dan disana terlihat jelas mereka juga sudah tandatangan.


Rani yang melihat itu semakin mengerutkan keningnya,benar disini sudah ada tandatangan para kuli itu,dan menurut Rani bukti ini sudah cukup.tapi sebelum Rani ingin berbicara berkas yang merupakan data para kuli itu sudah diambil alih oleh Desi.


" Apa kalian sudah dengar, pak Rio bilang didalam berkas ini adalah data diri kalian masing-masing dan disini juga ada data transfer gaji kalian tiap bulan bahkan sebagai bukti kalian juga sudah membubuhkan tandatangan disini, Dan disini juga gaji kalian sesuai dengan nominal yang harusnya memang kalian dapatkan,lalu mengapa kalian mengatakan sudah dua bulan gaji kalian tidak diberikan?bahkan bulan-bulan sebelumnya kalian menerima gaji tidak sesuai dengan apa yang kalian kerjakan! " Ucap Desi dengan suara keras dan tegas.membuat para kuli bangunan itu terkejut, bagaimana bisa ada tandatangan mereka.padalah sepeserpun mereka tidak menerimanya." Doni apa kamu masih ingin menyangkal sementara disini sudah ada bukti nyata" lanjutnya seraya menunjuk pada Doni


" Maaf Bu,tapi apa yang saya katakan adalah yang sebenarnya,sudah dua bulan lebih kami tidak menerima gaji dan gaji kami bulan lalu sangat sedikit dan juga kami tidak pernah melakukan tandatangan apapun,selain saat terakhir kali kami menerima gaji tiga bulan lalu" jawab tegas Doni tanpa rasa takut, iya tidak akan mundur begitu saja sebelum mereka mendapatkan keadilan dan iya tidak takut jika harus dipecat.


" Cukup Doni, berhenti menghasut para pekerja yang lain, aku tahu kamu marah karena aku tidak memberikan pinjaman uang saat tadi kamu memintanya, tapi tidak seharusnya kamu mencampur adukkan Masalah pribadi dan pekerjaan"


hardik Rio saat melihat anak buah yang baru dipekerjakannya itu terus melawan, membuat iya sangat geram.dan hal itu tentu membuat ricuh diantara para pekerja mendengar perkataan Mandor Rio.tapi dengan nada tegas Doni mengatakan pada teman-temannya bahwa iya tidak pernah sekalipun berbicara dengan mandor Rio masalah ingin meminjam uang,dan hal itu dipercaya oleh mereka karena semua pekerja kuli bangunan itu sangat mengenal Doni sebagai seorang pria yang baik dan jujur.tapj berbeda dengan Mandor Rio yang semakin kebakaran jenggot.


" Pak Rio tenanglah, masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik,tanpa harus menggunakan emosi apalagi kekerasan! Apa kamu paham" tekan Rani saat melihat mandor Rio kembali tersulut emosi


Sedangkan Desi yang tadinya diam mendengarkan jawaban dari Doni yang begitu kekeuh membela diri dan hak bagi rekan-rekannya membuat Desi sedikit ragu dengan perkataan Rio, yang ada dibenak Desi sekarang adalah dengan berkas ini saja tidak cukup menjadi bukti. Desi lantas membuka kembali keras yang berisikan informasi data dan gaji karyawan iya memperhatikan dengan teliti dan disana Desi menemukan kejanggalan pada jumlah uang bulan ini dengan beberapa bulan yang lalu sangat berbeda.


Desi kemudian mengeluarkan ponsel didalam tas ransel yang selalu dibawanya,lalu mengetikkan beberapa kalimat dan mengirimkannya kepada seseorang disebrang sana! Sambil menunggu pesan balasan dari orang tersebut Desi hanya memperhatikan perdebatan yang semakin tidak bisa dikontrol.


Ting


Sebuah pesan telah dikirimkan oleh orang yang telah disuruhnya.

__ADS_1


" Stop" ucap Desi dengan suara meninggi membuat mereka semua berhenti berdebat dan menatap kearahnya."sudah cukup dari tadi aku mendengar kalian saling menuduh satu sama lain, tanpa tahu siapa sebenarnya yang bersalah. Tapi kalian tenang saja Sebentar lagi kita akan mengetahui kebenaranya, didalam sini sudah ada bukti yang saya dapatkan dari seseorang" serunya yang disambut bahagia oleh para kuli bangunan itu,tapi tidak dengan satu orang yang sudah berkeringat dingin.


" Bukti apa yang harus diperlihatkan lagi, bukankah berkas ini sudah jadi bukti nyata" sahut pria paruh baya itu sinis" dan siapa anda? jangan ikut campur dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan anda" lanjutnya dengan nada mengejek karena Memeng pria paruh baya itu belum mengenal siapa Desi.


" TUTUP MULUTMU,BERANI SEKALI KAMU BERUCAP KURANG AJAR PADA BU DESI" Bentak keras Rani mendengar ucapan mandor Rio."ASAL ANDA TAHU,BU DESI ADALAH ANAK PEMILIK PERUSAHAAN DINATA GROUP. DAN PROYEK YANG SAAT INI KALIAN KERJAKAN ITU ADALAH MILIK PERUSAHAAN DINATA"lanjutnya sarkas


Mendengar perkataan dari Bu Rani, mampu membuat tubuh mandor Rio bergetar dan keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya. menandakan betapa takutnya pria paruh baya itu.ya kali ini iya tidak akan selamat lagi bagaimana tadi iya dengan kurang ajarnya berbicara hal tak pantas pada putri seorang pengusaha sukses.


" Ma...af Bu Desi ,a..ku sungg..uh tidak mengenal an...da" sahut pria paruh baya itu dengan nada bergetar,sambil berlutut dihadapan Desi.


" Sudahlah, cepat berdiri! Aku ingin segera mengetahui siapa yang berani bermain-main dengan perusahaan Dinata" ucap tegas Desi.


Desi lantas menyuruh sopir pribadinya untuk mengambil laptopnya di mobil,dan tidak lama kemudian sopir itu telah kembali dengan membawa serta apa yang diperintahkan oleh Desi.


Desi kemudian memutar rekaman CCTV yang ada diruang kerja mandor Rio,disana terlihat jelas saat Rani keluar dari ruangan Rio,pria itu menghubungi seseorang dan setelah itu iya keluar dari ruang kerjanya dikantor kontraktor tempat para kuli itu bernaung dan bekerja setelah ada klien yang datang dan membutuhkan tenaga mereka dalam membangun baik itu rumah,hotel,ruko,dll.


Setelah itu Desi memutar rekaman CCTV lain yang ada disebuah club malam, didalam Club itu khususnya diruang VIP terlihat dua orang pria yang duduk sambil minum Alkohol dan dikelilingi oleh banyak wanita yang berpakaian sangat seksi bahkan hampir tidak memakai baju.


"Rio apa kamu tidak takut jika ketahuan telah mengorupsi dan menanggalkan gaji para kuli itu,jika nanti kamu ketahuan bisa berabe urusannya" ucapnnya seorang pria berkepala pletos serius.


"Hahaha kenapa kamu menjadi sangat penakut seperti itu Hans, aku tidak sebodoh yang kau pikirkan. Asal kamu tahu aku sudah menyiapkan segala sesuatunya sebelum aku mengambil langkah ini. Aku sudah menyuruh seseorang untuk membuat data palsu tentang transfer gaji para kuli itu agar saat tuan Kevin atau sekertarisnya itu datang, aku bisa langsung menunjukkan bukti pada mereka dan mereka tidak akan menyadarinya karena orang suruhan ku itu sangat handal jadi berkas yang iya buat sama persis dengan aslinya. Dan masalah tandatangan para kuli bodoh itu ,dia juga sangat handal dalam meniti berbagai macam tandatangan! hanya dengan melihat sekilas dari gambar tandatangan para pekerja bodoh itu" ucap panjang lebar Rio yang mulai mabuk berat, sehingga tidak sadar membongkar semua kebusukannya selama ini." Dan asal kamu tahu, aku sudah handal dalam hal korupsi Sampai saat ini polisi bahkan sangat kesulitan untuk menangkap ku. Hahahaha"lanjutnya percaya diri dengan tawa menggelegar.


" Hah, ya ya kamu memang sangat hebat" sahut Hans pasrah, melihat temannya itu sudah mulai mabuk jadi ngelantur kemana-mana.


Tidak lama setelah keduanya berbincang pintu ruangan kemudian terbuka,terlihat beberapa pria muda dan tua masuk keruangan itu jumlah mereka sebanyak 10 orang.


" Kalian" tanya Hans saat melihat beberapa pria yang iya kenali


" Mereka adalah anak buahku" sahut Rio cepat.


Ya sepuluh orang itu adalah anggota kuli bangunan, mereka datang kesana untuk bersenang-senang setelah kerja keras yang telah mereka lakukan bersama untuk menggelapkan uang para kuli lain dan mengorupsi uang untuk pembelian bahan material.


Setelah itu Rekaman CCTV itu pun mati setelah selesai memutar video singkat tentang kejahatan yang dilakukan oleh pak Rio,dan yang membuat mereka semakin terkejut ternyata mandor Rio tidak sendiri melainkan ada 10 kuli bangunan yang merupakan anggotanya untuk bersikonkol.

__ADS_1


Desi kemudian memberikan kembali laptop itu kepada sopirnya diiringi dengan tatapan geram para kuli bangunan terhadap mandor Rio.


" Apa-apaan ini pak Rio, anda dengan berani memalsukan data transfer gaji para pekerja dan kamu juga sering melakukan korupsi menanggalkan uang yang seharusnya digunakan membeli bahan material untuk pembangunan hotel ini, berani sekali kamu ingin bermain-main dengan perusahaan Dinata" sarkas Rani penuh emosi.pantas saja bahan material selalu tak cukup padahal dana yang diberikan oleh perusahaan Dinata sangatlah banyak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next Sampai sini dulu ya gays šŸ„°šŸ˜šŸ™


Jangan lupa Like dan Votenya 🄰😌


__ADS_2