Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Tidak akan bisa mengubah semuanya


__ADS_3

“Sebenarnya, saat Chelsea menelpon kamu waktu itu, dia sudah membohongi kamu.”


Veon membulatkan kedua matanya, “maksud kamu apa? tapi kemarin itu memang ulang tahun Chelsea.”


“Tapi dia meminta izin sama kamu, bukan untuk mengajak aku ke pesta ulang tahunnya bersama dengan teman-temannya. Tapi...tapi dia meminta izin untuk menikah.”


Kedua mata Veon semakin membulat dengan sempurna, “apa yang kamu katakan? Jangan bercanda, memangnya Chelsea akan menikah dengan siapa? Kenapa dia sama sekali tidak memberitahu aku?”


“Dia...dia menikah dengan Alex.”


“Apa?” Veon mencengkram kedua lengan Kania, “jangan bercanda kamu! Bagaimana mungkin Chelsea akan menikah dengan pria brengsek itu!”


“Tapi itu yang sebenarnya terjadi, Chelsea memang sudah menikah dengan Alex, kemarin.”


Veon melepaskan cengkramannya, dia lalu beranjak dari duduknya, “aku harus bertemu dengan Chelsea, aku akan menanyakan langsung padanya, kenapa dia melakukan semua itu tanpa meminta izin dulu sama aku.”


Kania menarik tangan Veon saat pria itu mau melangkahkan kakinya, “percuma, Chelsea sudah tidak tinggal di rumah ini, tadi siang dia sudah mengemasi semua barang-barangnya dan pergi bersama dengan Alex.”


“Argghhhh...! brengsek! Kenapa kamu sama sekali tidak memberitahu aku, kenapa? apa kamu tidak tau betapa berbahaya Alex itu!” Veon berteriak dengan sangat keras, bahkan dia tidak peduli jika yang ada di depannya adalah istrinya sendiri. Amarah saat ini tengah menguasai dirinya, “sekarang apa yang harus aku lakukan? Apa, hah!”


Kania tidak menyangka reaksi Veon akan semurka itu, dia bahkan berteriak kepadanya, “a—ku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini dari kamu. Malam itu aku sudah bertanya sama kamu, dan kamu bilang padaku kalau kamu sudah memberikan izin kepada Chelsea, aku pikir kamu sudah...”


“Kata maaf kamu tidak akan bisa mengubah semuanya. Sekarang Chelsea harus hidup bersama dengan si brengsek itu, apa kamu tau itu?” Veon sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan adik kesayangannya itu.


Kania menundukkan wajahnya, semua ini memang salahnya, andai malam itu dia tidak langsung percaya saat Veon mengizinkan Chelsea untuk menikah dengan Alex, maka semua itu tidak akan pernah terjadi. Veon bahkan tidak akan semarah ini dengannya. Kania tidak menyadari saat kedua sudut matanya mulai menitihkan air mata.


Veon tidak ingin meluapkan kekesalannya kepada Kania, tapi dia belum bisa memaafkan kesalahan Kania yang telah menyembunyikan semua itu darinya. Pria itu bergegas keluar dari kamarnya, dia ingin menenangkan dirinya.


Sedangkan di luar, Zaki sedang duduk di bangku taman sambil menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang berkerlap-kerlip. Pria itu memegang sebuah kotak beludru berwarna merah, itu adalah kotak yang berisi cincin. Zaki sengaja membelinya saat Veon membeli hadiah untuk Chelsea.


“Apa Chelsea akan menerima hadiahku ini ya? Apa dia masih marah padaku?” Zaki membuka kotak beludru itu, dilihatnya sebuah cincin dengan aksen permata di atasnya, “dengan cincin ini, aku ingin meminta maaf atas perlakukan aku malam itu. Aku juga ingin melamarnya.”


Eca yang melihat Zaki duduk sendirian di bangku taman pun berinisiatif untuk menghampiri pria itu, “apa aku boleh duduk disini?” tanyanya saat dia sudah berada tepat di depan Zaki.


“Kamu, kamu belum tidur?” Zaki lalu memasukkan kotak beludru itu ke dalam saku jasnya.


Eca mendudukkan tubuhnya di samping Zaki, “aku tidak tahu kalau kakak sudah pulang? Bukannya seharusnya kakak pulang 2 hari lagi?”

__ADS_1


“Belum lama, semuanya sudah selesai, jadi kami pulang lebih awal.”


“Apa cincin itu akan kakak berikan pada Kak Chelsea?”


Zaki tersenyum, “kamu sudah melihatnya ya. Ya...aku akan memberikan cincin itu kepada Chelsea, aku ingin melamarnya dan meminta maaf atas kesalahan aku waktu itu. Aku sangat merindukannya, selama beberapa hari ini aku sudah merenungkan kesalahan aku waktu itu, dan tidak seharusnya aku mengatakan semua itu kepada Chelsea.”


“Kak...” Eca menatap kedua mata Zaki lalu menggelengkan kepalanya, “lebih baik kakak mengurungkan niat kakak itu?”


Zaki mengernyitkan dahinya, “memangnya kenapa? apa kamu ingin menghalangi aku menikah dengan Chelsea?”


“Bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kakak kecewa dan sakit hati nantinya.”


“Maksud kamu apa? jika Chelsea akan menolak lamaran aku, aku akan tetap menunggunya.”


Eca menggenggam tangan Zaki, “Kak, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Apa kamu sama sekali tidak bisa mencintai aku?”


Zaki membulatkan kedua matanya, “apa kamu sudah gila?” teriaknya sambil menghempaskan tangan Eca.


“Kenapa aku gila? Apa aku sama sekali tidak boleh mencintai kakak?” kedua sudut mata Eca sudah dipenuhi oleh cairan bening, dia sedih bukan karena Zaki menolaknya, tapi dia sedih saat Zaki nanti mengetahui kebenarannya, dia pasti akan sangat hancur saat mengetahui semua itu.


“Ca, maafkan aku, aku tidak bisa menerima perasaan kamu, karena selama ini aku hanya menganggapmu seperti adikku sendiri, apalagi nasib kita sama, sama-sama yatim piatu.” Zaki lalu beranjak dari duduknya, “yang aku cintai selama ini hanya Chelsea, dan hanya dia yang boleh memiliki cinta ini.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Eca yang mulai menitihkan air mata.


“Karena Kak Chelsea sudah menjadi milik orang lain!” kali ini teriakan Eca mampu membuat Zaki menghentikan langkahnya.


Zaki membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah Eca, “apa maksud kamu?” tanyanya sambil terus melangkah mendekati Eca.


“Karena Kak Chelsea sudah menikah dengan orang lain. Kak Zaki tidak akan bisa memiliki Kak Chelsea.”


Zaki menghentikan langkahnya di depan Eca, dia lalu tertawa, “jangan pernah melakukan trik kotor seperti itu, aku tidak akan percaya dengan apa yang kamu katakan, karena Chelsea tidak mungkin menikah. Walaupun dia menikah, aku pasti sudah tahu, karena dia hanya akan menikah denganku.”


Eca beranjak dari duduknya, dia lalu menghapus air matanya, “Kak Chelsea memang sengaja tidak memberitahu kakak, karena dia tidak ingin kakak tau.”


Zaki mencengkram erat kedua lengan Eca, “jangan bercanda kamu! Apa sebegitu inginnya kamu mendapatkan perhatian aku hingga kamu mengarang cerita bodoh seperti ini!”


“Kak! buka mata kamu! Kak Chelsea sama sekali tidak mencintai kakak, buktinya dia memilih menikah dengan orang lain di belakang kakak.” Eca lalu menepis tangan Zaki, “aku memang sangat mencintai kakak, tapi aku tidak akan melakukan mengarang cerita seperti itu hanya untuk mendapatkan perhatian kakak.”


“S—siapa yang menikah dengan Chelsea, katakan!”

__ADS_1


“Kakak pasti mengenalnya, namanya Alex.”


Kedua mata Zaki langsung membulat dengan sempurna, “Alex! kamu tidak bercandakan?”


Eca menggelengkan kepalanya, “untuk apa aku bercanda, suami Kak Chelsea memang Alex namanya.”


Zaki mengepalkan kedua tangannya, “brengsek! Apa yang sedang Chelsea pikirkan, kenapa dia mau menikah dengan si brengsek itu?” pria itu meraup wajahnya dengan kasar, dia tidak menyangka dirinya akan benar-benar kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


“Sekarang Chelsea dimana, aku harus bertemu dengannya?”


“Kak Chelsea pergi bersama dengan suaminya, Kak Chelsea pindah ke rumah suaminya.”


Zaki mengacak-acak rambutnya karena frustasi, “Chel, kenapa kamu setega ini sama aku, kenapa? apa aku sama sekali tidak penting untukmu? Apa semua yang sudah kita lewati selama ini sama sekali tidak ada artinya apa-apa buatmu?”


Eca merasa tidak tega melihat kondisi Zaki saat ini, dia ingin sekali memeluk pria itu dan menenangkannya, tapi dia sama sekali tidak mempunyai nyali sebesar itu untuk melakukannya.


“Kak, lebih kakak mengikhlaskan Kak Chelsea, mungkin ini yang terbaik untuk kalian berdua.”


Zaki tertawa sinis, “apa kamu bilang, yang terbaik untuk kami berdua? Apa kamu sudah gila? Apa kamu tidak tau betapa Chelsea menderita selama ini gara-gara pria brengsek itu, hah!”


“tapi meskipun begitu, Kak Chelsea lebih memilih dia daripada kakak, itu berarti Kak Chelsea masih sangat mencintai Kak Alex.”


Zaki mencengkram kedua lengan Eca, “jangan bicara omong kosong! Sampai kapanpun Chelsea tidak akan pernah mencintai si brengsek itu!” pria itu lalu melepaskan cengkraman tangannya, “si brengsek itu pasti telah mengancam Chelsea, aku harus menyelamatkan Chelsea, aku akan membawanya kembali.”


Eca menarik tangan Zaki, “apa kakak sudah gila? Sadar, Kak! Kak Chelsea itu sudah menikah, jadi yang lebih berhak atas Kak Chelsea sekarang adalah suaminya, bukan kakak!”


Zaki mendudukkan tubuhnya yang terasa begitu lemas, kabar yang dia dengar saat ini sangat mengguncang jiwanya, dia tidak menyangka Chelsea akan melakukan semua ini padanya. Pria itu meremas rambut kepalanya dengan sangat kuat, “arrggghhhhh! Brengsek!”


Eca mendudukkan tubuhnya di samping Zaki, “aku tahu apa yang sedang kakak rasakan saat ini, tapi Kak Zaki harus bisa menerima semua itu, karena itu adalah jalan hidup yang dipilih oleh Kak Chelsea.”


“Bagaimana aku bisa menerima semua ini, bagiku Chelsea adalah segala-galanya, dia adalah penyemangat hidupku, separuh jiwaku. Tanpa Chelsea, aku tidak akan bisa menjalani semua ini. Kamu tidak tahu, aku dan Chelsea sudah saling mencintai sejak kami masih duduk di bangku SMA, tapi karena kebodohanku, aku telah kehilangan dia. Aku tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.”


“Tapi, Kak, sekarang Kak Chelsea sudah menikah, kakak juga tidak bisa melakukan apa-apa. Apa kakak akan menghancurkan pernikahan Kak Chelsea?”


“Jika itu bisa membuat Chelsea kembali padaku, maka aku akan melakukannya.” Zaki mengepalkan kedua tangannya, dia lalu beranjak dari duduknya, “aku akan merebut Chelsea kembali, aku tidak akan melepaskan dia lagi, itu janjiku!” pria itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Eca.


“Kak, apa aku sama sekali tidak mempunyai harapan untuk bisa mendapatkan cinta kamu meskipun hanya sedikit?” Eca menghapus air matanya yang sempat menetes membasahi kedua pipinya, “Kak Chelsea, kenapa kamu begitu tega menyakiti hati pria sebaik Kak Zaki? Jika aku jadi kakak, maka aku akan mencintai Kak Zaki sepenuh hatiku, aku tidak akan pernah menyakiti hatinya.”

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2