
Vera dan Neti sedang sibuk di dapur, sedangkan Dion dan Veon tengah asyik bermain game online di ponselnya.
"Pa, Mama kok lama banget, Veon ingin pulang," rengek Veon.
"Tunggu sebentar lagi ya sayang, kita tunggu Mama dulu," ucap Dion sambil menenangkan Veon.
Tak berselang lama Vera dan Neti membawa beberapa piring nasi goreng.
"Veon kenapa sayang?" Tanya Vera sambil meletakkan nasi goreng di depan Dion.
"Dia sudah nggak betah pengen pulang katanya."
"Maaf ya Veon rumah tante jelek ya," ucap Neti merasa sangat bersalah.
"Enggak kok Net, mungkin Veon sudah mengantuk, biasanya jam segini dia sudah tidur," ucap Vera memberi alasan.
Vera menyuruh Veon untuk duduk di pangkuannya. Veon berjalan mendekati Mama nya lalu duduk di pangkuan Mama nya.
"Anak Mama pasti capek ya?" Tanya Vera sambil mengusap lembut rambut Veon.
"Ayo kita pulang Ma," rengek Veon.
"Nanti dulu ya sayang, kita makan nasi goreng dulu," ucap Vera sambil mengusap lembut pipi Veon.
Veon tetap bersikukuh ingin pulang, dia merasa tidak nyaman berada di rumah Neti.
Sebenarnya Dion tau kalau Veon tidak betah tinggal lama-lama di rumah Neti.
"Sayang ayo kita lihat-lihat keluar," ajak Dion lalu mengendong Veon.
"Sayang kamu makan saja dulu, biar aku bawa Veon keluar, dia pasti jenuh dari tadi nggak ngapa-ngapain," sambung Dion lagi.
Vera menganggukkan kepalanya, dia tau Veon tidak terbiasa dengan suasana di rumah Neti. Veon memang anak manja dan apa pun yang dia minta harus dituruti. Dion membawa Veon keluar rumah.
"Veon kenapa Ver? apa dia nggak suka berada di rumah aku yang jelek ini?" Tanya Neti.
__ADS_1
"Nggak kok Net, aku minta maaf ya atas sikap Veon, dia kan masih kecil dan dia juga belum terbiasa berada di rumah orang lain lama-lama," ucap Vera merasa tidak enak hati terhadap Neti.
Neti menganggukkan kepalanya dengan menepiskan senyumannya.
"Ayo kita makan nasi gorengnya nanti keburu dingin dan kasian Mama juga kalau kamu tinggal lama-lama," sambung Vera lalu mengambil satu sendok nasi goreng dan dia masukan kedalam mulutnya.
Setelah selesai makan, mereka keluar dari rumah Neti dan berjalan menuju mobil Dion.
"Ayo sayang kita antar tante Neti ke butik," ajak Vera sambil mengusap puncak kepala Veon.
"Baik Ma."
Mereka berjalan melewati gang sempit dan masuk ke dalam mobil. Dion melajukan mobilnya menuju butik, sesampainya di butik.
"Makasih ya Net kamu sudah mau repot-repot memasakkan nasi goreng untuk Vera dan maaf atas sikap Veon tadi," ucap Dion merasa tidak hati kepada Neti atas sikap anaknya.
"Sama-sama pak, saya bisa mengerti Veon kok Pak, apalagi dia kan masih kecil," ucap Neti sambil menepiskan senyumannya.
"Makasih ya Net, tolong bilang sama Mama aku nggak bisa mampir, karena sekarang aku mau ke rumah sakit untuk check up kandungan aku," ucap Vera.
"Iya, nanti akan aku sampaikan," ucap Neti lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
"Gimana dok keadaan kandungan istri saya?" Tanya Dion.
"Kandungan istri anda baik-baik saja dan anak anda dalam keadaan sehat, sekarang usia kandungan istri anda sudah 12 minggu. Saran saya cuma perbanyak makan makanan yang sehat dan buah-buahan," ucap Dokter.
"Baik dok."
"Saya akan memberikan vitamin agar istri dan anak anda semakin sehat," ucap Dokter sambil menulis resep dan di berikan kepada Dion.
"Terimakasih Dok," ucap Dion dan Vera bersamaan.
Mereka keluar dari ruang pemeriksaan dan berjalan menuju loby rumah sakit.
"Kamu tunggu disini dulu ya, aku mau ambil mobil dulu," ucap Dion.
__ADS_1
Vera menganggukkan kepalanya, dia terus mengandeng tangan Veon dan tidak melepaskannya walau hanya sebentar saja.
Tak berselang lama Dion datang membawa mobilnya, Vera dan Veon masuk ke dalam mobil. Dion melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, Dion menyuruh Vera untuk beristirahat, sedangkan dirinya menemani anaknya bermain.
Serly berjalan menghampiri Dion yang sedang menemani Veon bermain mobil-mobilan.
"Istri kamu dimana sayang?" Tanya Serly lalu duduk di samping Dion.
"Dion menyuruhnya untuk beristirahat," sahut Dion sambil menatap anaknya yang tengah bermain.
"Gimana hasil check up nya tadi?" Tanya Serly penasaran.
"Semua baik-baik saja kok Ma, Vera dan kandungannya sehat," ucap Dion dan terlihat senyuman kebahagiaan di wajah Dion.
"Mama bahagia sayang, sekarang kamu sudah mempunyai keluarga kecil kamu. Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan."
"Iya Ma, butuh perjuangan dan penantian yang cukup lama hingga Dion bisa mendapatkan Vera kembali. Dion nggak akan pernah menyia-nyiakan Vera lagi Ma, karena Dion nggak bisa hidup tanpa Vera."
"Kalau kalian jodoh maka tak akan ada yang bisa memisahkan kalian berdua," ucap Serly sambil menepuk bahu Dion.
"Ya sudah, Mama mau bantu bi Surti untuk menyiapkan makan malam," ucap Serly lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Dion dan Veon.
Kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan oleh Dion kini telah dia rasakan. Menikah dengan gadis yang sangat dicintainya dan menanti sang buah hati mereka, serasa lengkap sudah kebahagiaan.
ยคยคยคยค
Hallo para pembaca setia Cinta Yang Menyakitkan..saya sebagai author mengucapkan banyak-banyak terimakasih karena kalian semua masih setia dan mau membaca tulisan saya. Saya minta maaf kalau dalam saya menulis cerita ini ada kata-kata yang tidak berkenan di hati kalian semua. Ini adalah hasil karya pertama untuk saya jika ada kata-kata atau salah ketik saya mohon maaf dan kalian semua harap maklum..
Oya saya juga mau mengumumkan kalau Novel Cinta Yang Menyakitkan sebentar lagi akan memasuki season terakhir, mungkin tinggal beberapa bab lagi, semoga kalian puas dengan cerita saya.
Dan untuk soal kapan update, saya nggak tau pasti itu tergantung mood saya, kalau mood saya lagi baik dan ada ispirasi saya akan update.
Terus soal update gila gilaan..mungkin nggak bisa karena ini udah masuk season terakhir..
__ADS_1
Maaf kalau itu tidak berkenan dihati kalian semua. Terimakasih telah setia dan menjadikan Cinta Yang Menyakitkan menjadi favorit anda, terimakasih atas like dan comenst kalian semua.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ค