Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Nasehat


__ADS_3

Rumah Tantri...


Tantri mengetuk pintu rumahnya.


Tok..tok..tok..


"Sebentar.." teriak Etik.


"Siapa sih pagi pagi udah bertamu.." gerutu Etik sambil membuka pintu.


"Pagi Ma..." sapa Tantri.


"Sayang, kapan kamu balik ke Indonesia?" tanya Etik sambil memeluk tubuh Tantri.


"Kemarin malam, Ma.." jawab Tantri.


"Ayo masuk sayang..mama kangen banget sama kamu."


Mereka masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Gimana kuliah kamu?"


"Baik Ma, semuanya lancar."


"Kamu tidur dimana? kok nggak pulang ke rumah?" tanya Etik penasaran.


"Tantri ke rumah Dion Ma, kemarin kan ulang tahun Veon. Tantri juga sangat merindukan Veon."


Tantri ingin menanyakan sesuatu kepada Mamanya tapi dia masih ragu-ragu.


"Ada apa sayang? kok kamu kayak gelisah gitu," tanya Etik penasaran.


"Tantri mau bertanya sesuatu sama Mama, apa Mama sudah tau kalau Dion dan Vera sudah menikah?"


"Ya, Mama sudah mendengarnya dari Mamanya Dion, kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Etik sambil mengernyitkan dahi.


"Kenapa Mama nggak memberi tau Tantri? kalau Mama memberi tau Tantri, Tantri bisa mencegah pernikahan itu Ma," ucap Tantri marah.


"Mama cuma nggak mau kamu memikirkan Dion lagi, sekarang Dion sudah bukan milikmu lagi, jangan pernah kamu usik keluarga itu lagi," ucap Etik dengan nada serius.


"Tapi kenapa Ma? bukannya Mama juga sangat membenci Dion?" tanya Tantri penasaran.


"Mama nggak membenci Dion sayang, sekarang Mama sudah sadar kalau selama ini kamu lah yang telah mengejar-ngejar Dion dan berani melakukan apa saja untuk mendapatkan Dion."


Tantri tidak menyangka Mama nya sendiri akan mengatakan semua itu padanya.

__ADS_1


"Jadi Mama menyalahkan Tantri gitu!" Seru Tantri.


"Mama nggak menyalahkan kamu, Mama hanya nggak suka dengan sikap kamu. Mama mohon sama kamu, lupakan Dion dan bukalah lembaran baru," pinta Etik.


"Kenapa Ma? kenapa Mama memperlakukan Tantri seperti ini? Tantri ini anak Mama," ucap Tantri kesal.


"Sayang, Mama melakukan ini juga demi kebaikan kamu, asal kamu tau selama ini keluarga Dion lah yang telah membantu Mama membuka usaha Mama sekarang ini. Sekarang hidup kita bisa lebih baik itu semua berkat Dion walau kalian sudah bercerai, tapi Dion tetap perduli dengan keluarga kita, bahkan dia juga membiayai kuliah kamu. Sayang...Mama nggak mau kamu menyesal nantinya, buat apa kamu mengejar orang yang tak pernah mencintai kamu?" ucap Etik sambil menggenggam tangan Tantri.


"Tapi Ma, Tantri nggak rela Vera menikah sama Dion."


"Sayang, Vera adalah orang yang sangat dicintai Dion, Vera juga sahabat kamu sayang," ucap Etik sambil mengusap lengan anaknya.


"Tapi Vera sudah merebut Dion dari Tantri, Ma!" teriak Tantri.


"Sayang, apa kamu sadar dengan kata-katamu tadi? apa Mama nggak salah dengar? Vera merebut Dion dari kamu! bukannya kamu yang telah merebut Dion dari Vera, demi obsesimu kepada Dion kamu rela menyerahkan harga diri kamu kepada Dion, dan sekarang kamu menyebut Vera yang telah merebut Dion dari kamu!" seru Etik.


"Ma, Tantri memang merebut Dion dari Vera itu karena Tantri sangat mencintai Dion, Ma."


"Sayang, kamu harus sadar, Dion tidak pernah sekalipun mencintai kamu, mau sampai kapan kamu seperti ini? Mama ingin melihatmu bahagia sayang dengan orang yang benar-benar tulus mencintai kamu."


"Tapi Tantri nggak bisa melupakan Dion, Ma," ucap Tantri sambil memeluk Etik.


"Sayang kamu harus berusaha, jangan lagi kamu hancurkan hidup kamu dengan mengharapkan orang yang nggak pernah mungkin menjadi milik kamu. Biarkan Dion dan Vera bahagia, tebus lah dosa-dosa mu kepada mereka sayang," ucap Etik sambil mengusap lembut rambut Tantri.


Tantri menangis dalam pelukan Mamanya. Di tidak tau harus berbuat apa, apalagi menginggat kejadian tadi pagi yang semakin membuatnya resah.


"Tapi Ma, Tantri udah menyakiti hati Vera berkali-kali Ma. Vera nggak mungkin mau memaafkan Tantri," ucap Tantri sambil menghapus air matanya.


"Sayang, asal kamu mau mencobanya, Mama yakin akan ada jalan keluarnya."


"Tantri nggak yakin, Ma."


"Jangan putus asa kalau kamu mau berubah menjadi lebih baik."


"Tantri akan mencobanya, Ma," ucap Tantri dengan menepiskan senyumannya.


"Sayang kamu berapa lama tinggal disini?"


"Satu minggu Ma, setelah itu Tantri balik lagi ke LA."


"Kalau begitu kamu tinggal disini saja sama Mama, jangan tinggal di rumah Dion, karena itu bukan rumah kamu lagi."


"Tapi Tantri mau tinggal sama anak Tantri, Ma."


"Kamu bisa ketemu sama anak kamu, tapi kamu nggak bisa tinggal di rumah Dion, jangan pernah melakukan hal yang bisa merusak hubungan Dion dan Vera, cukup sekali saja kamu menyakiti mereka dan jangan kamu ulangi lagi kesalahan yang sama." Etik mencoba menasehati Tantri.

__ADS_1


"Sayang, kamu juga berhak bahagia, Mama ingin sekali melihatmu bahagia," sambung Etik lagi.


"Baiklah Ma, Tantri janji akan merubah sikap Tantri, Tantri akan minta maaf kepada Dion dan Vera, Tantri juga akan berusaha melupakan Dion."


"Makasih sayang," ucap Etik senang.


"Kalau gitu Tantri mau menelfon Dion dulu, Tantri mau bilang sama Dion kalau Tantri akan tinggal sama Mama."


Tantri mencoba memantapkan hatinya untuk keputusan yang telah dia ambil, dia tidak mau menyesal dikemudian hari. Setelah mendengar nasehat dari Mama nya, hati Tantri sedikit terbuka, dia mulai menyadari akan kesalahannya.


Tantri menelfon Dion.


Dion bangun dari ranjang dan mengambil ponselnya dari atas meja.


"Mau apa lagi Tantri menelfon aku," gumamnya dalam hati.


Dion mengangkat telfon dari Tantri.


"Ya ada apa?" sahut Dion ketus.


"Aku cuma mau memberi tau kamu kalau aku akan tinggal sama Mama, aku nggak akan tinggal di rumah kamu lagi."


"Kamu serius! atau kamu lagi merencanakan sesuatu untuk menyakiti Vera lagi," ucap Dion curiga.


"Kenapa kamu selalu berfikiran buruk tentang aku?" tanya Tantri kesal.


"Karena kamu orang yang sangat licik."


Vera yang baru keluar dari kamar mandi melihat Dion yang sedang berbicara dengan seseorang lewat telfon, dia berjalan menghampiri Dion.


"Kamu bicara sama siapa sayang?" tanya Vera penasaran.


"Tantri sayang," sahut Dion.


"Sini biar aku aja yang bicara sama Tantri," ucap Vera sambil mengambil ponsel dari tangan Dion.


Vera tidak akan membiarkan Tantri merusak pernikahannya, dia akan melakukan segala cara untuk menjauhkan Tantri dari keluarganya.


"Mau apa lagi kamu menelfon suami aku?" tanya Vera kesal.


"Aku cuma memberi tau Dion kalau aku akan tinggal di rumah aku sendiri, aku nggak akan tinggal di rumah Dion lagi," sahut Tantri.


"Apa yang membuat kamu berubah pikiran?" tanya Vera penasaran.


"Aku...aku...aku

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2