Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Cium aku, sekarang!


__ADS_3

Veon dan Zaki kini tengah mencari cara untuk menemukan keberadaan Chelsea. Semalam setelah mendapatkan telepon dari Alex, Zaki memberanikan diri untuk memberitahu Veon, dia merasa dirinya tidak akan mampu mencari keberadaan Chelsea seorang diri.


“Tuan, kemana lagi kita harus mencari keberadaan Nona Chelsea? Kita sudah mencari ke semua tempat yang pernah Alex datangi, tapi kita belum juga bisa menemukan keberadaannya.” Zaki terlihat begitu frustasi, dia begitu takut, takut Alex akan memperlakukan Chelsea seperti dulu lagi. Selama ini Chelsea membutuhkan waktu lama untuk melupakan traumanya itu, tapi kini kejadian itu malah terulang lagi dalam hidupnya.


“Apa kamu sudah menyuruh Dimas untuk mengawasi rumah Alex?” Zaki menganggukkan kepalanya, “aku tau kamu sangat mencemaskan Chelsea, tapi kita juga harus berpikir dengan kepala dingin, kita tidak boleh bertindak sembarangan, karena kita tau betul orang seperti apa Alex itu.”


Zaki merasa dirinya saat ini benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untuk wanita yang sangat dia cintai. Bukannya memberikan solusi kepada Veon, tapi dirinya malah meminta pendapat majikannya itu.


Veon mendengar suara dering ponselnya, dia lalu mengambil ponselnya dari atas meja kerjanya. Setelah mengetahui siapa yang menelpon, pria itu lalu menjawab panggilan itu, “halo, sayang,” sahutnya.


“Kamu dimana sekarang?”


“Aku di kantor, apa kamu membutuhkan sesuatu? Aku akan membelikannya untukmu.”


“Tidak, aku tidak membutuhkan apa-apa, aku hanya ingin memberitahu kamu, kalau Chelsea sudah kembali ke rumah, dia dalam keadaan baik-baik saja.”


Veon membulatkan kedua matanya, “kamu serius?” tanyanya terkejut.


“Untuk apa bercanda soal urusan seperti ini, aku memberitahu kamu supaya kamu tidak khawatir lagi. Kalau begitu aku tutup dulu telponnya.”


Veon menghela nafas lega, dia lalu beranjak dari duduknya untuk menghampiri Zaki yang berdiri di depan meja kerjanya sambil menundukkan wajahnya, “Chelsea sudah pulang ke rumah,” ucapnya sambil menepuk bahu Zaki.


Zaki membulatkan kedua matanya, “t—tuan serius? Chelsea...em...maksud saya Nona Chelsea sudah pulang ke rumah?”


Veon menganggukkan kepalanya, “sekarang kita temui Chelsea, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.”


“Baik, Tuan.” Zaki pun akhirnya bisa bernafas lega, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai selama ini.


Mereka keluar dari ruangan itu, sebelum meninggalkan kantor, Zaki berpesan kepada sekretaris Veon untuk menunda semua meeting hari ini. Jika ada yang mencari keberadaan Veon, Zaki meminta sekretaris Veon untuk mengatakan jika Veon sedang ada urusan penting di luar.


**


Zaki melihat Chelsea saat ini tengah berdiri di depannya, ingin sekali dia memeluk wanita itu. Tapi dia tidak bisa melakukan itu, karena di ruangan itu bukan hanya ada dirinya dan Chelsea saja, tapi Veon dan Kania juga berada di ruangan itu.


Veon meminta Chelsea untuk duduk, ada begitu banyak pertanyaan yang pria itu ingin tanyakan.


“Aku minta maaf, karena telah membuat kakak cemas.” Chelsea menundukkan wajahnya, dia tidak berani menatap Veon. wanita itu tahu, jika dirinya telah membuat keluarganya khawatir.


“Bagaimana kamu bisa bersama dengan Alex? Bukannya kamu bilang kamu akan menginap di rumah sahabat kamu? Atau kamu hanya membohongi kakak?”

__ADS_1


Chelsea tidak mungkin menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Veon, dia tidak ingin membawa-bawa Vika ke dalam masalah yang sedang dia hadapi, “aku dan Alex tidak sengaja bertemu di restoran, dia bilang sama aku, kalau dia ingin meminta maaf dan menebus semua kesalahannya, jadi aku ikut dengannya. Tapi aku tidak menyangka dia akan membawa aku ke tempat asing, dan aku tidak tau di mana tempat itu.”


“Lalu apa yang Alex lakukan sama kamu? Apa dia menyakiti kamu lagi?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “dia tidak menyakiti aku, dia hanya ingin meminta maaf padaku, dia bilang kalau dia menyesali semuanya, dia ingin membuktikan jika dirinya sudah berubah, dia bukan Alex yang dulu lagi.”


Zaki mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa Chelsea berbicara seperti itu. Apa dia percaya dengan apa yang dikatakan Alex? Pikirnya.


“Apa kamu mau memaafkan Alex? Apa kamu percaya dengan yang Alex katakan?” Veon mencoba untuk bersikap lebih tenang, apalagi ada Kania di ruangan itu. Dia tidak ingin membuat Kania terkejut saat melihat sisi kejamnya lagi.


“A—ku...” Chelsea menatap Zaki yang sejak tadi berdiri di samping Veon, “a—ku memaafkannya, dia sudah membuktikan kalau dia sudah berubah, dia bukan Alex yang dulu lagi.”


Zaki semakin tidak percaya dengan apa yang Chelsea lakukan saat ini, kenapa dia seakan malah membela lelaki brengsek yang sudah menghancurkan masa depannya.


“Chelsea, kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Bagaimana bisa kamu semudah itu memaafkan Alex, setelah apa yang dia lakukan sama kamu?”


“Kak, semua orang bisa berubah, termasuk Alex. Alex juga mempunyai hak untuk mendapatkan kesempatan kedua.” Chelsea sebenarnya tidak ingin mengatakan semua itu, tapi ancaman Alex membuat dirinya takut, dia tidak ingin melibatkan keluarganya lagi dalam masalah yang sedang dia hadapi.


“Apa Alex mengancammu selama kamu tinggal bersamanya beberapa hari ini?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “Alex justru memperlakukan aku dengan baik, dia sudah berjanji padaku, dia tidak akan pernah memaksakan kehendaknya lagi padaku.”


“Chelsea, kakak tidak tau apa yang sebenarnya terjadi sama kamu, tapi jika sampai kakak tau Alex telah mengancam kamu seperti dulu lagi, maka kakak tidak akan pernah tinggal diam.” Veon lalu beranjak dari duduknya, “sayang, tolong siapkan makan siang untukku.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu.


Kania tetap tidak beranjak dari duduknya, dia menatap Chelsea yang sedang menundukkan wajahnya, dia lalu beralih menatap Zaki yang terus menatap ke arah Chelsea, “aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara kalian, tapi aku berharap kalian akan segera menyelesaikannya.” Wanita itu lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menjauh.


Setelah memastikan Kania benar-benar sudah tidak terlihat lagi, Zaki mendekati Chelsea, “ikut aku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu.”


“Aku sedang tidak ingin bicara denganmu.” Chelsea beranjak dari duduknya, saat dia ingin pergi dari tempat itu, tiba-tiba Zaki menarik tangannya dengan sangat kasar. Pria itu membawa wanita itu pergi dari ruangan itu.


“Zak! Lepas!”


Zaki tidak menghiraukan teriakan Chelsea, dia membawa Chelsea ke tempat sepi, lebih tepatnya di belakang rumah utama, dimana tidak akan ada orang yang datang ke tempat itu.


“Aku tau kamu berbohong, aku tau Alex mengancammu, iya kan!”


“Alex tidak mengancamku!”


Zaki mencengkram kedua lengan Chelsea, “bohong! Aku tau kamu berbohong! Alex sendiri yang bilang sama aku kalau dia sudah...” pria itu tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia takut kata-katanya akan menyinggung perasaan Chelsea.

__ADS_1


“Apa yang Alex katakan? Apa dia bilang dia sudah meniduri aku lagi? Apa dia juga bilang kalau aku sangat menikmati permainannya?” Chelsea menatap kedua mata Zaki secara bergantian, bola mata yang sangat indah, yang sangat dia rindukan selama ini.


“Semua yang Alex katakan itu bohongkan? Itu tidak benarkan? Aku tau kamu tidak mungkin melakukan semua itu.”


“Jika semua itu memang benar, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu merasa jijik saat melihatku? Apa kamu menganggap aku sebagai wanita murahan? atau...seperti p**cur?”


Zaki menggelengkan kepalanya, “tidak! Itu tidak mungkin terjadi, kamu pasti berbohong!”


“Zak! Aku ini kotor, bahkan Alex sudah berkali-kali menikmati tubuhku, apa yang kamu harapkan dari p**cur sepertiku?”


“A—pa yang kamu katakan sayang, kamu bukan wanita seperti itu, bagiku kamu tetaplah Chelsea yang dulu, yang selalu manja, yang aku cintai.”


Mendengar apa yang Zaki katakan membuat kedua sudut mata Chelsea penuh dengan cairan bening. Tapi dia semakin merasa dirinya tidak pantas untuk pria itu, “lupakan aku, aku tidak akan menerima perasaan kamu.”


Chelsea melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, tapi dengan cepat Zaki menarik tangan Chelsea dan mendekap tubuh itu, “aku tidak akan melepaskan kamu, tidak akan pernah.”


Chelsea mencoba untuk lepas dari dekapan Zaki, tapi ternyata pria itu memeluknya dengan sangat erat. Wanita harus mencari cara agar Zaki mau melepaskannya, dan hanya cara itu yang Chelsea pikirkan saat ini, cara itu akan membuat Zaki membencinya seumur hidupnya.


Chelsea mendongakkan wajahnya, dia menatap wajah Zaki yang saat ini juga tengah menatapnya, “Zak, apa kamu benar-benar mencintaiku?”


Zaki menganggukkan kepalanya, “bahkan aku rela mati demi kamu.”


“Cium aku, sekarang!”


Zaki membulatkan kedua matanya, “a—pa, kenapa tiba-tiba...”


Chelsea mendorong tubuh Zaki, “kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa.” wanita itu memutar tubuhnya membelakangi Zaki, dia berpikir dengan cara seperti itu maka Zaki akan menganggapnya sebagai wanita murahan, dan akan membencinya.


Tapi apa yang Chelsea pikirkan ternyata salah, karena dia merasa Zaki membalikkan tubuhnya, dan langsung mendaratkan ciuman di bibir tipisnya. Bahkan ciuman itu sangat lembut, dan mampu membuat dirinya seketika membeku.


“Jika kamu ingin aku menciummu lagi, dengan senang hati aku akan melakukannya,” ucap Zaki setelah puas menikmati bibir tipis itu.


Mungkin cara itu terlalu mudah untuk Zaki, siapa saja pasti sanggup kalau diminta untuk melakukan ciuman, apalagi Zaki mempunyai perasaan pada Chelsea. Tapi Chelsea tidak kehabisan akal untuk membuat Zaki membencinya, dia hanya mempunyai waktu satu bulan untuk membuat Zaki membencinya seumur hidupnya, bahkan tidak akan pernah mau menemuinya lagi.


“A—ku harus pergi, jangan mengikutiku.” Chelsea lalu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.


Zaki hanya tersenyum melihat tingkah Chelsea, tapi dia juga merasa penasaran, kenapa Chelsea tiba-tiba memintanya untuk menciumnya, padahal selama ini dia tidak pernah memintanya untuk melakukan itu, meskipun itu hanya sekedar ciuman.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2