Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Ending..


__ADS_3

Hari demi hari menuju proses persalinan Vera mulai tidak bisa tidur nyenyak. Sulit baginya untuk tidur nyenyak dengan perut yang semakin membuncit.


Dion dengan sabar menemani Vera setiap hari, ia bahkan mengambil cuti untuk mempersiapkan kelahiran sang buah hati.


"Sayang kenapa perutku rasanya sakit sekali?" Ucap Vera sambil menahan sakit diperutnya.


"Apa mungkin ini sudah saatnya sayang? ayo kita ke rumah sakit, aku takut terjadi apa-apa sayang." Ucap Dion yang ikutan panik.


Dion mengendong tubuh Vera dan keluar dari kamar, dibawah Dion berpapasan dengan Santo dan Serly.


"Kalian mau kemana malam-malam begini?" Tanya Serly.


"Kita mau ke rumah sakit Ma, kayaknya Vera udah mau lahiran." Ucap Dion yang terlihat sangat panik.


"Ya udah ayo Papa antar." Ucap Santo lalu berjalan keluar.


"Ma titip Veon ya." Ucap Dion. Serly menganggukkan kepalanya.


"Kamu hati-hati, nanti kalau cucu Mama udah lahir segera beritahu Mama dan Mama akan kasih tau mertua kamu." Ucap Serly.


"Ya Ma, makasih." Ucap Dion lalu melangkah keluar.


Mereka masuk ke dalam mobil, Santo melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Di dalam mobil Dion menyeka keringat yang yang bercucuran di kening serta wajah Vera. Wajah Vera terlihat sangat pucat, Vera tidur di bahu Dion.


"Pa cepetan Pa, kasian Vera." Ucap Dion panik.


Dion tidak tega melihat kondisi Vera yang begitu kesakitan. Dion terus menyeka keringat Vera yang terus bercucuran.


"Sabar Dion bentar lagi sampai." Ucap Santo.


Sesampainya di rumah sakit Dion mengeluarkan tubuh Vera yang sudah sangat lemah. Dokter yang biasa menangani Vera ikut datang memeriksa Vera. Vera dibawa ke ruang rawat untuk diperiksa.


Pakaian Vera sudah diganti dengan baju pasien hamil. Vera harus tetap masih menunggu, karena Vera baru pembukaan lima. Dion tetap menemani Vera sampai melahirkan. Kondisi Vera saat ini sungguh membuat Dion cemas. Wajahnya sangat pucat dan kondisi tubuhnya sangat lemah. Untuk persalinan Vera akan melahirkan secara normal.


Vera merasakan sakit di bagian tulang punggungnya. Dion membatasi bantal dibelakang punggung Vera agar Vera merasa nyaman.


"Sabar ya sayang, aku akan disini menemanimu." Ucap Dion sambil mengecup kening Vera.


"Rasanya sakit sekali." Ucap Vera sambil menahan sakit di punggungnya.


"Sabar sayang, demi anak kita." Ucap Dion sambil menggenggam erat tangan Vera.


Dion merasa begitu berat perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya. Dokter dan suster mulai mempersiapkan alat untuk proses lahiran. Di dalam ruang rawat inap sudah ada Mila dan Santo. Mereka memberi dukungan untuk Vera agar persalinan berjalan lancar.


Waktu persalinan akan dimulai, Vera dibawa keruang bersalin. Dion tetap menemani Vera melahirkan sampai sang buah hati lahir. Selama berjam-jam Dion terus menyemangati Vera dan menyeka keringat yang bercucuran di kening dan wajah Vera.


Sejak tadi dokter terus memberikan arahan pada Vera untuk terus semangat dan tak boleh lelah dalam persalinannya yang secara normal. Sementara Dion terus menggenggam tangan Vera dan terus memberinya semangat.


"Terus sayang, aku yakin kamu bisa." Ucap Dion sambil mengecup kening Vera.


"Ayo bu Vera, sekarang ambil nafas panjang lalu keluarkan, ambil nafas panjang lagi dan mengedan sekuat-kuatnya." Ucap Dokter.


"Ayo sayang, semangat." Ucap Dion sambil menggenggam erat tangan Vera.


Vera pun mengambil nafas panjang dan mengendan.


"Ayo bu Vera, sedikit lagi, kepalanya sudah kelihatan." Ucap Dokter yang terus memberi arahan kepada Vera.


Dengan segenap tenaga yang masih tersisa Vera mulai mengambil nafas panjang dan mengedan sekuat-kuatnya.


Enggghhhhhhh...


Oek..oek..eok...


Edanan Vera yang terakhir berhasil membuat bayinya lahir dengan selamat. Vera merasa lega setelah mendengar suara tangisan bayinya yang menggema ke seluruh ruangan.


Dion yang masih setia menemani Vera tak henti-hentinya mencium tangan Vera yang masih berada digenggamnya. Lalu Dion menyeka keringat yang bercucuran di kening Vera.


"Selamat ya Pak..Bu, anak kalian perempuan sehat dan sempurna, cantik seperti ibunya." Ucap Dokter menjelaskan bayi mereka yang baru lahir ke dunia.


"Terimakasih sayang atas perjuanganmu untuk melahirkan anak kita." Ucap Dion sambil mengecup kening Vera.


"Terimakasih, karena masih setia mendampingiku sampai anak kita lahir." Ucap Vera sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bayi bapak dan ibu lahir dengan berat 3200 gram, ini silahkan anaknya pak." Ucap Dokter sambil memberikan bayinya kepada Dion.


Dion mengendong anaknya dengan penuh hati-hati.


"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah selamatkan anak dan istriku." Ucap Dion sambil mengecup kening anaknya.


Dion langsung mengAdzan Kan dan mengIqomatkannya. Setelah itu Dion membawa anaknya kepada ibunya.


"Sayang, ini anak kita cantik seperti kamu." Ucap Dion.


Dion melihat Vera yang tengah menangis karena bahagia. Dion tersenyum melihatnya yang telah berjuang dengan sekuat tenaganya untuk melahirkan sang buah hatinya dan memberikan kebahagiaan untuk keluarganya.


"Sayangnya Mama, putri Mama yang cantik." Ucap Vera sambil mengecup kening anaknya.


Rasa sakit dan rasa lelah Vera sudah terbayarkan dengan hadirnya sang buah hati yang begitu manis dan cantik. Anugerah yang luar biasa yang Vera dapatkan.


"Sudah sayang jangan menangis lagi, kita harus bahagia menyambut kelahirannya." Ucap Dion.


"Terimakasih kamu sudah setia menemaniku berjuang melahirkan anak kita." Ucap Vera.


"Iya sayang, aku hanya ingin menjadi sosok suami yang bisa kamu banggakan." Ucap Dion.


Vera dipindahkan ke kamar inap sedangkan bayinya sedang dibersihkan oleh para suster.


Semua keluarga berkumpul di ruang inap Vera. Mereka tak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada Vera dan Dion, mereka bahagia karena anak dan cucunya dalam keadaan sehat.


Suster membawa masuk anak Vera dan Dion dan menaruhnya di dalam box bayi didekat ranjang Vera. Mila dan Serly bahagia melihat cucu mereka.


"Anak kamu cantik sayang sama seperti kamu." Ucap Mila sambil mengendong cucunya.


"Sini..sini, aku juga mau mengendong cucu aku." Ucap Serly yang sudah tidak sabar ingin mengendong cucunya.


Oh sayang, cucu oma yang cantik." Ucap Serly sambil menimang-nimang cucunya.


Vera dan Dion tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sedang berebut untuk mengendong anak mereka. Vera bahagia karena begitu banyak yang menyayangi anaknya.


"Mau diberi nama siapa anak kamu sayang?" Tanya Mila.


Jauh-jauh hari Vera dan Dion sudah menyiapkan nama untuk anaknya.


"Nama yang cantik sayang." Ucap Mila.


"Veon sayang, kamu mau lihat adik kamu nggak?" Tanya Vera.


"Mau Ma." Ucap Veon.


Dion mengendong Veon dan mendekatkan Veon kepada adiknya.


"Dia lucu ya Pa." Ucap Veon sambil menggenggam tangan mungil adiknya.


"Veon sayang nggak sama adik bayi." Ucap Dion.


"Sayang Pa." Ucap Veon dengan senyuman manisnya.


"Veon mau cium adik bayi." Ucap Serly.


Veon menganggukkan kepalanya. Serly mendekatkan dede bayi agar semakin dekat dengan Veon. Veon pun langsung mencium pipi adiknya.


Kini kebahagiaan Dion sudah terasa lengkap, wanita yang sangat dicintainya kini sudah menjadi istri dan ibu dari anak anaknya. Apalagi saat ini Dion sudah mempunyai anak yang tampan dan juga cantik.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." Ucap Dion sambil mengecup kening Vera.


"Aku juga mencintaimu sayang." Ucap Vera.


»»»»»


[Satu tahun kemudian]


Kini Vera dan Dion tengah berlibur ke Paris. Saat ini mereka tengah duduk di hamparan rumput nan hijau sambil menikmati keindahan Menara Eiffel. Veon mengajak adiknya untuk bermain tak jauh dari tempat kedua orang tuanya yang tengah duduk.


Dion memeluk Vera dari belakang.


"Sayang, apa kamu tau lagunya Al-Ghazali?" Tanya Dion sambil menyandarkan dagunya ke bahu istrinya.


"Maksud kamu yang judulnya kesayanganku?" Tanya Vera balik.

__ADS_1


"Hem...lagu itu mengisyaratkan isi hati aku, seperti lirik ini."


»»Aku sepi...sepi...sepi...sepi...


Jika tak ada kamu


Aku mati...mati...mati...mati...


Jika engkau pergi


"Duniaku terasa sepi jika tidak ada kamu di sisiku, aku akan mati jika kamu pergi meninggalkan aku," sambung Dion lalu mempererat pelukannya.


Vera mengusap lembut lengan kekar suaminya.


"Aku janji, aku nggak akan pernah meninggalkanmu, sama seperti kamu, hidupku juga akan terasa sepi jika tidak ada kamu di sisiku, aku juga akan mati jika kamu pergi meninggalkan aku. Jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi. Hatiku tak akan sanggup untuk menahan rasa sakitnya," ucap Vera lalu mengecup tangan suaminya.


"Aku janji."


Veon dan Chelsea berjalan mendekati kedua orang tuanya. Mereka saling memeluk satu sama lain. Keluarga yang lengkap dan penuh dengan kebahagiaan. Cinta yang menyakitkan kini berubah menjadi cinta yang membawa kebahagiaan dalam hidup Vera dan Dion. Setelah melewati begitu banyak rintangan dan rasa sakit, akhirnya mereka di takdir kan untuk bersatu selama-lamanya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤ TAMAT ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Terimakasih ya para reader yang masih setia membaca tulisan aku, aku ucapkan banyak banyak terimakasih.


Untuk mengingatkan kembali aku akan menampilkan para tokoh yang berperan dalam novel aku "Cinta Yang Menyakitkan"


💓💓💓💓💓


Pertama Dion.


Sosok yang sangat mencintai Vera tapi mudah tergoda sama Tantri, walau pada akhirnya dia menyesali semua perbuatannya dan berhasil mendapatkan Vera lagi.



💓💓💓💓


Yang kedua Vera.


Sosok yang sangat mencintai Dion tapi dia tidak tau kalau Dion sudah mengkhianatinya, sudah berkali-kali Vera menderita tapi pada akhirnya Vera bahagia bersama Dion cinta pertamanya.



💓💓💓


Yang ketiga Tantri.


Sosok sahabat yang mengkhianati Vera dan merebut Dion darinya.



💓💓


Yang keempat Ferdi.


Sosok sahabat terbaik Vera yang setia menemani Vera dalam suka dan duka, yang mencintai Vera dengan tulus.



💓


Yang kelima Sam.


Sosok si bocah tengil yang tergila-gila sama Vera.



Dan yang terakhir Veon.


Si tampan anak Dion dan Tantri.



Cukup sekian dan terimakasih..😘😘😘


🌟🌟🌟🌟🌟🌟THE END🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Hallo para reader yang setia, karena Novel " Cinta Yang Menyakitkan " sudah tamat, aku mau merilis novel aku yang baru judulnya " Disaat aku harus memilih " jangan lupa mampir dan membaca novel aku ini ya, nggak kalah seru pokoknya..🙏🙏🙏 dan jangan lupa dijadikan novel favorit kalian semua ya 🤗🤗🤗


__ADS_2