Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Apa kamu bahagia?


__ADS_3

Chelsea sedang duduk bersama dengan Kania di bangku taman di samping rumahnya, “bagaimana kabar calon keponakan aku ini?” wanita itu mengusap lembut perut Kania yang sudah semakin membuncit.


“Baik, tante.” Kania menjawab menirukan suara anak kecil hingga membuat Chelsea tertawa.


“Kapan keponakan aku ini akan lahir? Aku sudah tidak sabar ingin menggendongnya.”


“HPL nya sih satu minggu lagi, tapi aku juga tidak tahu kapan pastinya.” Kania lalu mengusap perut buncitnya, “aku juga sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya dan mendengar tangisannya.”


Chelsea lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku taman, “Kania, apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan padaku?”


“Aku hanya tidak ingin mencampuri urusan pribadi kamu, karena aku tahu, kamu pasti mempunyai alasan tersendiri sampai kamu melakukan semua itu, apalagi kamu tega menyakiti perasaan Zaki yang benar-benar tulus mencintai kamu.”


Chelsea menghela nafas panjang, karena terlalu fokus dengan Alex, dia sampai melupakan Zaki, “bagaimana kabar Zaki, apa dia sudah mau menerima perasaan Eca?”


Kania menggelengkan kepalanya, “aku juga tidak tahu, kamu pasti sudah tahu jawabannya, karena kamu sangat mengenal Zaki.”


“Kania, apa kamu tidak bisa membujuk Zaki untuk bisa menerima perasaan Eca?”


“Chel, mana mungkin aku melakukan itu. Zaki itu bahkan lebih tua dari aku, aku tidak bisa melakukan itu, karena jika aku melakukan itu, sama saja aku seperti orang yang tidak tahu batasan aku.”


“Lalu bagaimana dengan Eca, apa dia sudah melakukan cara untuk bisa meluluhkan hati Zaki?”


“Aku bahkan merasa kasihan dengan Eca, dia sampai membuang harga dirinya untuk bisa meluluhkan hati Zaki, tapi semua itu bahkan tidak bisa membuat Zaki berpaling darimu.”


“Apa aku yang harus membujuk Zaki untuk mau menerima perasaan Eca?”


“Tidak!” teriak Eca yang saat ini sedang melangkah mendekati Kania dan Chelsea, “aku tidak butuh bantuan Kak Chelsea.”


“Tapi...”


“Kak, aku tidak akan memaksa Kak Zaki untuk menerima perasaan aku. aku sudah bahagia dengan hubungan aku dengan Kak Zaki sekarang, meskipun Kak Zaki hanya menganggap aku sebagai adiknya, tapi aku yakin, Kak Zaki suatu saat akan menerimaku.”


Chelsea menghela nafas panjang, “jika kamu sudah yakin seperti itu, aku juga tidak akan memaksa.”


“Apa Kak Chelsea ingin bertemu dengan Kak Zaki? Apa Kak Chelsea ingin membuat Kak Zaki kembali terluka?”


Pertanyaan Eca sungguh sangat menusuk hati Chelsea, bagaimana bisa dia sampai berpikiran seperti itu, apa dia tidak tahu selama ini dirinya juga merasakan sakit yang sama seperti yang Zaki rasakan saat ini?


Chelsea beranjak dari duduknya, “lebih baik aku pergi, aku tidak ingin merusak suasana.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menjauh. Namun saat dia baru melangkahkan kakinya beberapa langkah, dia melihat mobil Veon masuk melewati gerbang rumah itu.


Chelsea melihat Zaki keluar dari mobil itu untuk membukakan pintu mobil untuk Veon, “sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tidak bisa menghindar kalau seperti ini.”


Kedua mata itu mulai bertemu tatap dengan kedua mata Zaki. Pria itu terlihat sangat terkejut saat melihat Chelsea berada di rumahnya. Sebelum Zaki mendekat, Chelsea memilih untuk kembali bersama dengan Kania dan Eca, dengan begitu Zaki tidak akan pernah berani untuk mendekatinya.


Tapi ternyata Chelsea salah besar, Zaki tidak akan pernah peduli dengan rintangan yang ada di depannya, bahkan itu Veon sekalipun. Chelsea tidak memperdulikan Zaki yang sejak tadi memanggilnya.

__ADS_1


Eca yang melihat Zaki datang mendekat, dia berusaha untuk mencegah pria itu, “Kak, aku butuh bantuan kakak, apa kakak mau membantuku?” gadis itu mencoba untuk merangkul lengan Zaki.


Zaki melepaskan rangkulan lengan Eca, “maafkan aku, Ca. untuk saat ini aku tidak bisa membantumu, aku ada urusan yang sangat penting.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya mendekati Chelsea yang saat ini sedang duduk disamping Kania.


“Chel, aku ingin bicara denganmu.”


“Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Apa kamu tidak melihat kalau aku sedang bicara dengan Kania?” Chelsea bicara dengan nada ketus.


Tapi Zaki tidak akan menyerah begitu saja, apalagi kesempatan ini tidak akan datang dua kali, mungkin setelah ini dia tidak akan bisa bertemu dengan wanita itu lagi, “aku mohon, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu.”


Chelsea melihat Eca yang saat ini tengah menatap Zaki dengan penuh rasa kecewa, “daripada kamu mengajak aku untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting, lebih baik kamu bantu Eca. Bukankah dia tadi meminta bantuan kamu?”


“Aku tidak akan pergi dengan Eca ataupun siapapun, karena aku hanya ingin bicara sama kamu!” suara Zaki mulai meninggi.


“Zak! Kenapa kamu bicara sekeras itu? Apa kamu tidak sadar, kata-kata kamu itu sudah menyinggung perasaan Eca?”


Zaki menarik tangan Chelsea, “aku tidak peduli!” pria itu lalu membawa wanita itu pergi dari taman itu.


Eca merasakan sakit di hatinya, Zaki bahkan tidak menatapnya saat dia berjalan melewatinya. Bahkan di mata pria itu hanya terlihat bayang-bayang Chelsea, terlihat dengan jelas, begitu banyak cinta di sorot mata tajam itu.


“Zak! Lepas!” Chelsea menghempaskan genggaman tangan Zaki, “apa kamu sudah gila?”


Zaki memaksa Chelsea untuk masuk ke dalam mobil, setelah itu dia melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah itu.


“Zak, kamu akan membawa aku kemana?”


Selama ini Chelsea tidak pernah melihat sisi Zaki yang seperti itu, sungguh berbeda dengan Zaki yang dulu dia kenal. Zaki menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah minimalis, dia lalu keluar dari mobilnya.


Zaki membukakan pintu mobil untuk Chelsea dan menyuruh wanita itu untuk keluar dari mobil. Chelsea menatap rumah itu, begitu banyak kenangan dirinya bersama dengan Zaki di rumah itu.


“Zak, kenapa kamu mengajak aku ke rumahmu?”


“Masuklah.” Zaki melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya, dia lalu mengambil kunci untuk membuka pintu itu, “kenapa kamu masih berdiri di situ?” pria itu melihat wanita itu masih berdiri di samping mobilnya.


“Zak, aku ingin pulang.”


Zaki melangkahkan kakinya mendekati Chelsea, “aku tidak akan mengizinkan kamu pergi dari rumah ini sebelum kamu menjawab semua pertanyaan aku.”


“Aku akan menjawab semua pertanyaan kamu, tapi tidak disini, lebih baik kita bicara di restoran saja, sekalian aku juga ingin makan siang.”


Zaki menggelengkan kepalanya, dia lalu menarik tangan Chelsea dan membawanya masuk ke dalam rumah. Pria itu lalu mendudukkan wanita itu di sofa ruang tamu, dia lalu mendudukkan tubuhnya di samping wanita itu.


“Zak, aku tahu aku sudah menyakiti hati kamu, tapi aku tidak mungkin bisa bersama dengan kamu lagi. Seharusnya kamu mau menerima perasaan Eca, karena dia tulus mencintai kamu.”


Zaki tidak menggubris ucapan Chelsea, “apa kamu bahagia?”

__ADS_1


“Apa kamu bahagia menikah dengan Alex?” tanyanya lagi.


Chelsea mengangguk pelan, “aku sangat bahagia,” ucapnya sambil menepiskan senyumannya.


“Bohong, jangan coba-coba untuk membohongiku.”


“Aku tidak pernah membohongimu, karena aku memang bahagia dengan pernikahanku.”


“Apa kamu sudah tidur dengannya? Apa kalian sudah melakukan itu?”


“Zak!” Chelsea tidak bisa mentolerir lagi sikap Zaki yang terus mendesaknya.


“Katakan!” desak Zaki dengan nada keras.


“Kalau iya, kamu mau apa, hah! Alex itu suamiku, dia berhak atas tubuhku!” kedua sudut mata Chelsea mulai dipenuhi cairan bening, “kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini, kenapa, Zak, kenapa?”


Zaki menarik tubuh Chelsea ke dalam dekapannya, “karena aku mencintaimu, aku tahu kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu.”


Chelsea melepaskan pelukan Zaki, “tahu apa kamu tentang pernikahan aku, hah! Disini aku dan Alex yang menjalaninya, dan kamu sama sekali tidak tahu apa-apa!”


“Aku tahu semuanya, sorot mata kamu sudah mengatakan semuanya. Penderitaan kamu dan sangat tersiksanya dirimu di rumah itu.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “kamu salah, aku sangat bahagia tinggal di rumah itu, bahkan selama ini Alex memperlakukan aku seperti Ratunya.”


“Bohong, aku tahu kamu berbohong!”


“Zak! Mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini?”


“Sampai aku bisa mendapatkan kamu lagi.”


“Tapi itu tidak akan mungkin bisa terjadi, karena sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Alex.”


“Kalau begitu aku yang akan membuat Alex untuk meninggalkan kamu.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “a—apa maksud kamu?”


“Kamu pasti tahu apa maksud aku.” Zaki menyentuh pipi Chelsea dengan jemari tangannya, mengusapnya dengan lembut, “sayang, aku sangat merindukan kamu, apa kamu sama sekali tidak merindukan aku?”


Kedua mata Chelsea semakin membulat dengan sempurna, dia tidak menyangka Zaki akan senekat itu, “Zak!” wanita itu menepis tangan pria itu, dia tidak ingin terbuai dengan sentuhan lembut jemari pria itu.


“Sayang, sampai sekarang aku tidak pernah rela kamu menikah dengan si brengsek itu.” Zaki mendekatkan wajahnya ke wajah Chelsea, hingga membuat Chelsea semakin memundurkan tubuhnya. Tanpa Chelsea sadari, dirinya saat ini sedang dalam kungkungan kedua tangan Zaki, “aku masih sangat mencintaimu.” Pria itu lalu mengecup kening wanita itu, “sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu.” Kini ciuman itu beralih ke kedua mata Chelsea.


“Zak! Hentikan! Apa kamu sadar dengan apa yang telah kamu lakukan!” Chelsea mencoba untuk lepas dari kungkungan tubuh Zaki.


Zaki menggelengkan kepalanya...

__ADS_1


~oOo~



__ADS_2