Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Takut..


__ADS_3

Tubuh Vera bergetar, ia takut melihat sikap Sam yang sangat berbeda. Sam yang saat ini berdiri didepannya bukan Sam yang selama ini dikenalnya.


"Sam tolong lepasin aku, jangan seperti ini Sam," ucap Vera sambil terus melepaskan diri dari kungkungan Sam.


"Aku nggak akan pernah melepaskan kakak, aku akan merebut kakak dari om om itu.." ucap Sam.


"Maksud kamu apa Sam?" tanya Vera takut.


Sam menarik tangan Vera dan mengajaknya masuk kedalam mobil.


"Sam..kamu mau bawa aku kemana?" tanya Vera takut.


"Aku akan bawa kakak pergi dari sini.." ucap Sam sambil melajukan mobilnya.


"Apa yang harus aku lakukan? aku harus segera menelfon Dion," gumam Vera dalam hati.


Vera mengambil ponsel dari dalam tas nya dan berniat menelfon Dion, tapi dia belum sempat menelfon Dion Sam mengambil ponselnya dan membuangnya keluar jendela.


"Jangan pernah menghubungi siapapun tanpa seizin aku," ucap Sam marah.


"Sam aku mohon lepasin aku, jangan seperti ini Sam kamu membuatku takut.." pinta Vera.


"Aku nggak akan melepaskan kakak, aku punya kejutan untuk kakak."


Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh akhirnya mereka sampai disebuah Villa. Sam membuka pintu mobil dan menarik Vera keluar dari mobil. Vera melihat sekeliling, sekarang ia berada ditempat yang begitu asing.


"Sam..ini dimana ? " tanya Vera takut.


"Ini adalah Vila yang aku beli..nggak ada yang tau tentang keberadaan Vila ini termasuk mama aku.." ucap Sam.


"Sam...kenapa kamu lakuin ini sama aku, kenapa kamu berubah Sam?" tanya Vera takut.


"Aku berubah karena kakak, aku melakukan semua ini demi bisa bersama dengan kakak.." ucap Sam.


Vera merasa begitu takut, dia tidak tau sekarang berada dimana, sebuah Vila yang jauh dari pemukiman warga, tempatnya begitu sunyi dan tak ada seorangpun di tempat itu.


"Sam..aku ingin pulang..keluarga aku pasti sekarang sangat khawatir."


"Kakak nggak akan kemana-mana, kakak akan hidup disini bersama aku."


"Sam..jangan gila kamu, aku udah menikah Sam!" teriak Vera.


"Aku nggak perduli kak, aku akan merebut kakak dari suami kakak. Aku akan menjadikan kakak menjadi milik aku selamanya," ucap Sam sambil menarik tangan Vera dan membawanya masuk kedalam Vila.


»»»»»

__ADS_1


Dion yang sudah selesai dengan urusannya bergegas pergi ke rumah Vera. Dia melajukan mobilnya, sesampainya di rumah Vera, Dion mengetuk pintu.


Tokk..tokk..tokk


Terdengar suara pintu terbuka. Dion melihat kegelisahan di wajah Mama mertuanya.


"Ada apa Ma?" tanya Dion cemas.


"Dion, apa Vera tadi menghubungimu?" tanya Mila gugup.


"Nggak Ma, Dion kesini untuk menemui Vera, ada apa Ma?" tanya Dion cemas.


"Vera nggak ada disini Dion."


"Maksud Mama apa? mobilnya masih ada didepan," ucap Dion cemas.


"Tadi Mama habis membeli pulsa dan waktu Mama pulang, Mama melihat mobil Vera, jadi Mama buru-buru masuk kedalam rumah, tapi saat Mama masuk kedalam rumah Vera nggak ada."


"Maksud Mama apa sih? aku nggak paham," ucap Dion sambil mengernyitkan dahi.


"Tadi sebenarnya Sam datang kemari untuk bertemu dengan Vera, Sam menanyakan alamat rumah kamu tapi Mama nggak memberitahunya. Waktu Mama mau menelfon Vera ternyata pulsa Mama habis, jadi Mama pergi untuk membeli pulsa dan meninggalkan Sam di rumah. Mama nggak tau kalau Vera mau datang ke rumah," ucap Mila cemas.


"Jadi maksud mama Vera pergi sama Sam!" seru Dion cemas.


"Mama juga nggak tau, tapi Sam juga nggak ada di rumah."


"Percuma Dion, Mama sudah menelfon Vera berkali-kali tapi tidak diangkat-angkat, dan Mama juga sudah menelfon Sam tapi ponselnya mati," ucap Mila cemas.


Dion terkejut mendengar perkataan Mama mertuanya, dia tidak tau harus berbuat apa.


"Ma...Dion takut terjadi apa-apa sama Vera Ma, apa yang akan dilakukan Sam sama Vera?" tanya Dion cemas.


"Kamu coba telfon Vera terus, Mama akan pergi ke rumah Sam."


"Dion ikut Ma, Dion sangat mengkhawatirkan Vera."


"Baiklah..ayo kita berangkat sekarang," ajak Mila.


Mereka masuk kedalam mobil, Dion melajukan mobilnya. Sesampainya di rumah Sam, Mila mengetuk pintu.


Tokk..tokk..tokk..


"Sebentar!" teriak Mita.


Terdengar suara pintu terbuka.

__ADS_1


"Eee bu Mila..ada perlu apa ya bu Mila datang ke rumah saya?" tanya Mita penasaran.


"Maaf bu Mita, kalau saya menganggu, saya kesini untuk mencari anak saya Vera, apa Sam ada di rumah?" tanya Mila.


"Sam nggak ada di rumah, dia masih di Amerika belum pulang, terus kenapa bu Mila mencari Vera di rumah saya?" tanya Mita bingung.


"Tadi Sam datang ke rumah saya dan mencari anak saya, sekarang anak saya sedang dibawa kabur oleh Sam," sahut Mila.


"Maksud bu Mila apa ya? mana mungkin Sam melakukan itu, saya tau kalau Sam sangat mencintai Vera tapi saya nggak percaya Sam akan membawa kabur Vera," ucap Mita terkejut.


"Tapi itu yang terjadi, sekarang saya nggak tau dimana keberadaan mereka," ucap Mila cemas.


"Kalau sampai terjadi sesuatu sama istri saya, saya nggak akan memaafkan Sam," ancam Dion.


"Kamu siapa hingga berani mengancam saya?"


"Saya Dion, suaminya Vera," sahut Dion.


"Apa! Vera sudah menikah?" tanya Mita terkejut.


"Vera memang sudah menikah sama Dion, saya mohon bantuan anda, kalau ada info tentang Sam tolong hubungi kami," pinta Mila.


"Baiklah, saya akan mencoba membantu sebisa saya."


"Kalau begitu sama mohon pamit," ucap Mila .


"Sayang kamu dimana, jangan tinggalin aku sayang," ucap Dion sedih.


"Dion ayo kita pulang, kalau sampai besok Vera belum pulang juga kita laporkan ke polisi," ajak Mila.


Mereka melangkah pergi dan masuk kedalam mobil..


"Ma..gimana Dion akan menjelaskan ini sama Mama dan Papa? gimana kalau Veon menanyakan Mamanya? Dion takut terjadi apa-apa sama Vera, Ma," ucap Dion cemas.


"Mama juga sedih Dion, Mama juga khawatir sama Vera, tapi kita harus tetap kuat, Mama yakin Vera baik-baik saja."


Dion melajukan mobilnya, sesampainya di rumah Vera.


"Kamu terus hubungi nomor Vera, Mama akan terus hubungi nomor Sam," ucap Mila.


"Baik Ma."


Mila keluar dari mobil, Dion melajukan mobilnya meninggalkan rumah Vera.


"Sayang, kamu dimana sekarang, aku sangat mengkhawatir kamu," ucap Dion Frustasi.

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2