
Tak terasa sudah hampir dua bulan Chelsea menikah dengan Alex. Wanita itu belum juga bisa membuat hidup Alex menderita seperti apa yang telah direncanakan selama ini. Selama hampir dua bulan pernikahan mereka justru semua sikap yang Chelsea tunjukkan pada Alex, itu malah membuat Alex semakin melekat padanya, bahkan sikap kasar yang dia tunjukkan malah dibalas dengan perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Alex.
Chelsea sudah bertekad, dia tidak akan terpengaruh oleh semua sikap manis Alex. Seperti pagi ini, karena hari ini weekend, Alex sengaja membiarkan Chelsea bangun lebih siang dari biasanya. Padahal sebenarnya Chelsea sudah bangun sejak tadi, dia hanya berpura-pura tidur.
Setelah membersihkan dirinya, Alex keluar dari kamarnya, seperti biasa dia selalu memasak untuk sarapan pagi dirinya dan juga Chelsea. Selama pernikahan itu, Chelsea sekalipun tidak pernah melayani Alex selayaknya seorang istri, dia bahkan tidak pernah menyiapkan sarapan, atau pun pakaian yang akan di pakai Alex untuk bekerja.
Tapi semua itu bagi Alex tidaklah penting, karena bagi pria itu yang terpenting adalah Chelsea masih ingin tetap bersamanya, menemaninya dan dia bisa melihat wajah cantik itu setiap waktu. Bagi Alex, dia tidak peduli jika Chelsea sama sekali tidak mencintainya, karena yang dia ingin adalah mencurahkan semua kasih sayangnya untuk wanita itu. Wanita yang dulu sangat dia sia-siakan, disakitinya, dan juga dihina harga dirinya.
Untuk menebus semua itu, bahkan perlakukan kasar Chelsea selama ini belum cukup untuk menebus semua kesalahannya dulu. Bahkan jika wanita itu menginginkan nyawanya, dengan senang hati Alex akan memberikannya.
Setelah selesai memasak, Alex meletakkan makanan ke dalam piring, tidak lupa dia membuat segelas susu hangat kesukaan Chelsea, “lebih baik aku menemani Chelsea sarapan dulu, setelah itu aku baru sarapan.”
Alex melangkahkan kakinya menuju tangga, menaiki anak tangga itu satu persatu. Setelah sampai di depan pintu kamarnya, dia lalu membuka pintu itu secara perlahan. Kedua mata Alex membulat dengan sempurna saat melihat Chelsea yang tengah telanjang bulat di depannya, “m—maaf, aku tidak tahu kalau kamu sedang berganti pakaian.” Pria itu lalu membalikkan tubuhnya.
Chelsea mengepalkan kedua tangannya, tapi dia mencoba untuk menahan amarahnya. Melihat sikap Alex, Chelsea mempunyai ide untuk menggoda pria itu. Waktu itu dia tidak berhasil membuat Alex untuk melanggar janjinya, tapi kali ini dia ingin mencobanya sekali lagi, dan berharap dia akan berhasil kali ini, meskipun itu sudah membuat tubuhnya gemetar.
Tubuh Chelsea belum sepenuhnya tertutup, tapi dia tidak peduli. Dengan perlahan dia melangkahkan kakinya mendekati Alex, dan dengan penuh kelembutan, dia mulai membalikkan tubuh Alex hingga mereka sekarang saling bertatapan.
Alex menelan saliva nya saat melihat pemandangan di depan kedua matanya, jika dia tidak bisa menahan dirinya, mungkin nampan yang berada di tangannya pasti sudah terjatuh ke lantai, dengan pecahan gelas dan piring yang berserakan di lantai, belum lagi makanan dan susu hangat akan tumpah kemana-mana.
“Kenapa kamu membalikkan tubuhmu seperti itu, apa kamu tidak ingin melihat tubuhku? Apa kamu sama sekali tidak menginginkan tubuhku ini?” Chelsea tersenyum menyeringai.
“Sayang, jangan pernah menggodaku, jika aku sampai tidak bisa menahan diriku lagi, apa kamu benar-benar akan sanggup melakukannya denganku?” kedua mata itu menatap lekat ke arah dua mata Chelsea yang sudah mulai membulat, tapi wanita itu masih menampakkan senyuman di wajahnya.
“Justru itu yang aku tunggu dari kamu, aku menunggu kamu untuk menyentuhku.”
Alex tersenyum, dia lalu dengan perlahan masuk ke dalam kamar. Pria itu ingin menguji keberanian wanita yang telah menantangnya itu. Dia tahu jika itu hanyalah jebakan wanita itu, agar dirinya melakukan kesalahan dan melanggar kesepakatan. Tapi Alex tidak akan kehilangan akal sehatnya, dia justru akan membalikkan rencana Chelsea dan tentu saja akan sangat menguntungkannya.
Alex meletakkan nampan yang dia bawa ke atas meja, setelah itu dia melangkahkan kakinya mendekati Chelsea yang masih terdiam di depan pintu. Pria itu lalu menutup pintu kamarnya, dan itu membuat kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna.
Chelsea mencoba untuk tetap tenang, dia tidak ingin terlihat gugup di depan Alex, “kamu yakin ingin melakukannya? Apa kamu benar-benar ingin melanggar kesepakatan kita? Kamu ingatkan, jika sampai kamu memaksakan kehendak mu kepadaku, maka saat itu juga kesepakatan berserta pernikahan kita berakhir.”
__ADS_1
Alex tersenyum, dia tidak akan terpancing dengan ucapan Chelsea, “bukan aku yang akan melakukannya, tapi aku akan melakukan apa yang kamu lakukan sekarang.”
Chelsea mengernyitkan dahinya, “apa maksud kamu?” tanyanya bingung.
“Bukankah kamu menantang ku sekarang? Sekarang aku yang akan menantang mu, jika kamu menang dengan tantangan ku, maka aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan, termasuk melepaskan mu hari ini juga. Tapi...jika kamu kalah taruhan, maka kamu akan melakukan apapun yang aku minta, termasuk memperbolehkan aku untuk melanggar kesepakatan kita, sekali.”
Chelsea terdiam, dia tidak tahu apa yang Alex rencanakan, tapi dia tidak ingin terlihat lemah di depan pria itu. Wanita itu menganggukkan kepalanya, tanda dia menyetujui kesepakatan baru itu.
Alex menyunggingkan senyumannya, “kamu yakin? Sekali kamu setuju, maka kamu tidak akan bisa mundur.”
“Aku tidak akan pernah mundur.”
“Baiklah, sekarang aku akan memperlihatkan sama kamu.” Alex lalu mulai membuka kaos yang dia kenakan, hingga membuat kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna.
“Lex! Apa yang ingin kamu lakukan? Kenapa kamu melepas pakaian kamu?” Chelsea melihat Alex yang nyaris melepas semua pakaiannya.
“Kenapa, apa kamu takut?” Alex telah berhasil melepas seluruh pakaiannya, dia melihat Chelsea yang tengah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, “apa kamu akan menyerah sekarang? Jadi kamu sudah mengaku kalah?”
“Karena tantangan aku adalah kamu tidak boleh berkedip ataupun menutup kedua mata kamu. Aku ingin kamu melihat seluruh tubuhku, termasuk bagian tubuh yang paling aku banggakan,” ucap Alex dengan senyuman menyeringai.
“Apa?” selain kedua matanya yang membulat, kini mulut itu mulai menganga tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, “apa kamu sudah gila?”
Alex melangkahkan kakinya mendekati Chelsea dengan santainya, dia bahkan tidak peduli dengan bagian bawahnya yang bahkan saat ini sudah mulai menampakkan wujud kokohnya, “jika kamu ingin menyerah sekarang, juga tidak apa-apa,” bisik nya di telinga Chelsea.
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan menyerah, aku tidak akan membiarkan kamu menang!”
Alex tersenyum, “baiklah, sekarang kita buktikan.” Pria itu lalu melangkah mundur beberapa langkah, “jangan pernah berpaling atau mengedipkan matamu, bahkan memejamkan kedua matanya walaupun hanya sekejap. Waktu kamu satu jam untuk melihat seluruh tubuhku, terutama bagian ini.” Pria itu menunjuk bagian bawahnya.
Bahkan Chelsea mengikuti kemana telunjuk tangan itu menunjuk, wanita itu pun mulai menelan ludah melihat betapa kokoh dan besarnya benda itu. Chelsea teringat akan keberingasan Alex saat melampiaskan hasratnya dulu.
“Aku akan menghitungnya dari sekarang, aku ingin lihat, apa kamu akan tetap bertahan? Selain itu, dalam waktu satu jam itu, aku boleh melakukan apapun termasuk menggunakan kedua tanganmu untuk menyentuh apapun yang aku mau pada tubuhku.”
__ADS_1
Chelsea semakin membulatkan kedua matanya, “apa kamu gila?”
“Aku sejak awal sudah memperingatkan kamu, jika kamu sudah setuju, kamu tidak akan bisa mundur lagi, selain kamu menerima kekalahan kamu,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.
‘Sial! Apa sekarang justru aku yang terjebak jebakan Alex?’ gumamnya dalam hati.
“A—ku tidak akan pernah mundur.”
Alex mulai menghitung mundur, Chelsea mulai menajamkan tatapannya, dia memilih untuk menatap dada bidang Alex, dia tidak mungkin menatap bagian bawahnya, meskipun matanya masih menangkap bagian tubuh Alex, tapi Chelsea mencoba untuk mengabaikannya.
Waktu terus berjalan, 15 menit berlalu, dan Chelsea berhasil melakukannya, dia bahkan tidak berkedip sekalipun. Alex tidak kehilangan akal, dia ingin mencari jalan lain, agar Chelsea gagal dalam tantangannya.
Alex melangkahkan kakinya mendekat, Chelsea mulai gelisah, dia tidak tahu apa yang akan Alex lakukan kali ini, “kenapa kamu malah mendekatiku? Apa yang ingin kamu lakukan?” wanita itu berbicara tanpa mengedipkan kedua matanya.
“Aku ingin tahu, apa kamu masih bisa bertahan, saat aku melakukan ini.” Kedua mata mereka saling bertatap, tapi Alex menarik tangan kanan Chelsea dan meletakkannya di atas dada bidangnya, mengusapkannya dengan sangat lembut, hingga membuat Alex mendesah nikmat.
“Lex, lepas!”
“Kenapa, apa kamu juga mulai menikmatinya? Aku tidak melanggar kesepakatan, karena sekarang justru kamu yang menikmati tubuhku.” Kali ini Alex menarik tangan Chelsea dan menuntunnya untuk menyentuh sesuatu yang sejak tadi terus bergerak.
Kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna saat tangan itu kini sudah menggenggam penuh benda keras itu. Wanita itu berusaha untuk menarik tangannya, tapi pria itu malah semakin menekan tangannya untuk menggenggam benda itu semakin kuat.
Alex tidak menyangka, meskipun sentuhan tangan Chelsea sangat kasar, tapi itu tetap membuatnya merasa melayang. Gejolak di dalam tubuhnya semakin menggebu, tapi dia mencoba untuk tetap menahannya, karena sebentar lagi dia akan segera melampiaskan hasratnya yang sudah dia tahan selama hampir dua bulan ini.
Hampir 15 menit tangan itu masih menggenggam benda keras itu, Chelsea seakan sudah tidak sanggup menahan diri untuk terus menatap wajah Alex yang terus menerus mengembangkan senyumannya itu.
“Sayang, apa kamu akan menyerah sekarang?” sorot mata yang tajam, dengan senyuman yang menyeringai.
‘Sial, mata aku sudah mulai pedas, aku sudah tidak sanggup lagi. Apa hari ini aku akan kalah dan kembali terjebak oleh jebakan Alex?’ gumamnya dalam hati.
~oOo~
__ADS_1