
" Tidak apa Bu, biarkan Nyonya Desi istirahat! Untuk mempercepat proses penyembuhannya" ucap dokter Zein yang membuat Bu Dewi mengangguk mereka semua pun meninggalkan ruangan Desi setelah Bu Dewi membantunya berbaring walaupun Desi bertanya banyak hal tapi Bu Dewi berhasil menenangkannya.
*
*
Setelah keluar dari ruangan Desi saat ini mereka semua berkumpul diruang dokter Zein.
Terlihat dokter Zein sudah memegang beberapa berkas yang merupakan hasil pemeriksaan medis Desi, kedua orang tua Desi sudah sangat tidak sabar mengetahui keadaan putri mereka begitupun Raka dan Ardi.
" Dok apa yang sebenarnya terjadi, bukankah kamu mengatakan sebelumnya keadaan putri ku sudah baik-baik saja! Lalu kenapa dia bisa melupakan suaminya" tanya Bu Dewi tidak sabar membuat dokter Zein hanya bisa menghela nafas berat.seperti ada beban berat yang sedang ia tanggung
" Pemeriksaan sebelumnya memang menunjukkan keadaan seperti itu nyonya, tapi kami tidak menyangka setelah nyonya Desi sadar hasilnya seperti ini?" Sahut dokter Zein
" Apa maksudmu Zein" tanya Raka kali ini
" Nyonya Desi mengalami amnesia tuan" balas dokter Zein seperti bom atom yang meledak di pendegaran mereka semua.
" Maksudmu Desi kehilangan ingatan! Tapi dia tadi memanggil ku ibu! Bukankah seharusnya dia juga tidak mengingatku" saut Bu Dewi cepat yang juga diangguki setuju oleh ayah Arman dan juga Ardi tapi tidak dengan Raka yang masih terdiam.
" Itu karena amnesia yang dialami oleh nyonya Desi adalah Amnesia Retrograde, Penderita amnesia retrograde ini akan kesulitan dalam mengingat peristiwa yang terjadi sebelumnya atau peristiwa yang baru dialaminya! Itu lah mengapa ia masih mengingat tentang dirinya dan juga keluarganya tapi lupa kalau ia sudah mempunyai suami bisa jadi nyonya Desi kehilangan ingatan tentang suaminya hal ini biasa terjadi ketika seseorang mengalami trauma sehingga melupakan beberapa ingatannya" terang dokter Zein membuat Raka seakan di sambar petir disiang bolong " mungkin nyonya Desi mengalami syok berat setelah kecelakaan dan membuatnya trauma sehingga alam bawah sadarnya tidak dapat menerima apa yang terjadi, sehingga berakibat pada hilangnya sebagian ingatannya" lanjut dokter Zein
" Apakah ada cara agar bisa mengembalikan ingatannya"
" Pasti selalu ada jalan tuan tapi untuk itu kita harus melakukannya dengan perlahan,kita tidak bisa memaksa nyonya Desi mengingat akan masa lalunya karena itu bisa mengakibatkan rasa sakit yang tidak tertahankan pada kepalanya" sahut dokter Zein" tapi saya akan berusaha agar nyonya Desi bisa segera sembuh" ucap dokter Zein yang dijawab anggukan kepala oleh Raka.
" tapi disamping itu masih ada satu masalah, ini juga serius dan kalian harus mengetahuinya" seru dokter Dian yang dari tadi diam mendengarkan.
" Apa?" Tanya Bu Dewi
" Setelah peristiwa kecelakaan yang dialami nyonya Desi presentase untuk bisa kembali hamil sangat kecil" ucap dokter Dian yg kembali mengguncang Raka.
Bukan hanya istrinya keguguran dan lupa ingatan sekarang ia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa istrinya hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk bisa hamil.
Sungguh cobaan yang menimpa keluarga kecilnya sangat berat ia sungguh tidak sanggup.
Sedangkan Bu Dewi dan ayah Arman pun turut sedih mendengar nasib malang yang menimpa putri mereka
" Jadi menurut saya, lupa ingatan nyonya Desi ada baiknya juga karena jika beliau mengingat hal itu pasti akan membuatnya lebih terpuruk lagi" lanjut dokter Dian.
__ADS_1
*
*
Setelah mendengar perkataan dokter Zein dan dokter Dian Raka hanya bisa diam ia masih linglung dengan apa yang terjadi. Ditambah lagi keputusan ayah mertuanya yang memutuskan membawah Desi tinggal dengan mereka.
Raka tidak bisa menahannya karena ayah mertuanya itu juga telah menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa Desi walaupun polisi mendiagnosa kecelakaan yang dialami Desi adalah karena rem mobil blong tapi nyatanya kecelakaan tersebut tidaklah sesederhana itu, bahkan ayah mertuanya tahu bahwa ada seseorang yang merencanakan hal tersebut.
Jadi demi keamanan Desi ayah mertuanya memilih membawa Desi bersamanya karena menurutnya Raka telah lalai dalam menjaga putrinya.sungguh hal itu membuat Raka benar-benar terpuruk, ia tidak dapatkan menahan Desi karena keadaan istrinya itu yang sedang amnesia.jadi satu-satunya cara adalah ia harus mencari penyebab kecelakaan itu dan berharap sampai saat itu ingatan Desi juga kembali.
Dan setelah beberapa bulan berpisah dari sang istri akhirnya Desi kembali padanya saat ingatan istrinya itu kembali tapi satu yang membuat Raka bingung istrinya itu tidak membahas tentang kegugurannya.tapi kebingungannya itu terjawab saat Ayah mertuanya dan juga dokter Dian yg selalu mengawasi Desi mengatakan ingatan Desi masih belum sepenuhnya pulih jadi dokter Dian berharap Raka tidak membahas tentang kejadian yang sebenarnya Karena Desi hanya mengetahui ia kecelakaan saja. Dan hal itu disanggupi oleh Raka
Flashback off
Dokter Dian yg larut pada ingatan Masalalu Raka dan Desi pun dikagetkan dengan suara ketukan pintu ruangannya sehingga ia kembali tersadar dari lamunan panjang akan masa lalu.
" Masuk" serunya pada orang dibalik pintu
" Dok, pasien dikamar 203 sudah siuman" ucap perawat yang masuk kedalam ruangannya
Membuat dokter Dian tersenyum lega karena pasien yang dimaksud perawat tersebut adalah Desi.
*
*
" Bagaimana perasaan anda sekarang nyonya" tanya dokternya Dian setelah memeriksa keadaan Desi
" Saya sudah merasa baikkan dok" sahut Desi pada dokter wanita itu yang juga dulu pernah merawatnya
" Baiklah karena keadaan Anda sudah membaik sore ini juga sudah bisa keluar dari rumah sakit! Tapi ingat jangan terlalu stres atau bekerja berlebihan sampai kecapean harus banyak istirahat agar nyonya bisa segera pulih" balas dokter itu.
" Baik dok, terimakasih"
Setelah itu dokter Dian pun pamit undur diri, karena tugasnya sudah selesai.
Setelah memastikan dokter Dian keluar Bu Dewi dan ayah Arman pun mendekati brangkar Puti mereka,disusul oleh Ardi sedangkan Raka masih duduk di sofa dalam ruangan itu ia memberi waktu sebentar untuk mertuanya berbicara lebih dulu dengan putri mereka.
" Nak kamu harus dengar apa yang dikatakan dokter, jangan terlalu stres dan juga kecapean! Kamu tahu ibu tadi sangat menghawatirkan mu" jelas Bu Dewi memeluk putrinya itu
__ADS_1
" Ia Bu, maaf ya Desi buat kalian khawatir"
Mereka pun saling berbincang beberapa menit setelah itu mereka pamit pulang lebih dulu karena disana sudah ada suami anaknya yang akan menunggu dan mengantarkannya pulang setelah keluar rumah sakit, dan diangguki oleh Desi bagaimana pun pasti kedua orangtuanya lelah sedari tadi menunggunya pikir Desi .tapi alasan pastinya mereka ingin memberikan ruang bagi pasangan suami-istri itu agar lebih banyak waktu berdua dan menyelesaikan masalah yang ada diantara keduanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next sampai sini dulu ya guys βΊοΈπ
Jangan lupa Like dan Votenya
__ADS_1