Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kekuranganku


__ADS_3

Dua tahun telah berlalu, sudah tidak ada lagi kabar dari Zaki dan Rena lagi. Zaki tidak bisa melanjutkan hubungan yang sama sekali tidak dia inginkan sejak awal. Atas perbuatan Zaki itu, perusahaan Veon yang menanggung akibatnya. Papa Rena yang sekaligus kolega Veon, telah memutuskan kerja sama mereka.


Veon hampir mengalami kerugian yang sangat besar, tapi...Veon tidak sendiri. Pria itu masih mempunyai keluarga yang sangat menyayangi dan mendukungnya, begitu juga dengan tangan kanannya yang menyebabkan semua kekacauan ini juga tidak lepas tanggung jawab. Alex dan Betrand, dia juga tidak tinggal diam dan membantu Veon semampu mereka.


Tiga bulan, mungkin itu waktu yang sangat pendek untuk perusahaan lain bisa bangkit dari keterpurukan, karena mereka biasanya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun bisa bangkit dari keterpurukan.


Tapi, semua itu tidak ada di kamus Veon, karena bagi Veon, waktu tiga bulan itu sudah cukup memakan waktu lama untuk bisa bangkit kembali, karena biasanya Veon hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk membereskan kekacauan di perusahaannya.


Veon, Zaki, Alex dan Betrand, saat ini mereka berempat sedang berada di ruang kerja Veon. Mereka sama-sama sedang bersandar pada punggung sofa sambil menghela nafas panjang. Akhirnya masa-masa kelam itu telah berakhir, kini semua bisa kembali berjalan dengan semestinya.


“Tuan, maafkan saya, semua kekacauan ini terjadi karena sikap egois saya.” Zaki berbicara sambil menundukkan wajahnya, dia tidak berani menatap wajah Veon yang dalam beberapa hari telah mendiamkan nya.


Veon menghela nafas panjang, “sudahlah, semua kekacauan ini terjadi bukan hanya karena kesalahan kamu, tapi juga kesalahan aku. Seandainya waktu itu aku tidak memaksamu untuk mempertimbangkan perasaan Rena, maka semua ini juga tidak akan terjadi.”


“Tidak, Tuan. Semua ini murni karena kesalahan saya. Saya juga sudah egois, karena sudah memanfaatkan Rena secara tidak langsung. Bukan hanya Tuan, saya juga sudah menyakiti hati Rena.”


Betrnad menyentuh lengah Alex, hingga pria itu mengalihkan tatapannya menatap sahabatnya itu, “ada apa?” tanyanya lirih.


“Sebaiknya kita pergi dari sini, sekarang semuanya sudah beres, kita juga mempunyai pekerjaan yang harus segera kita selesaikan,” bisik Betrand pelan.


Veon menatap ke arah Alex dan Betrand, “apa yang sedang kalian bicarakan sampai berbisik-bisik seperti itu?”


“Bukan apa-apa.” Alex dan Betrand lalu beranjak dari duduknya, “kami hanya ingin pamit undur diri, kami juga masih mempunyai pekerjaan yang harus segera kami selesaikan,” ucap Alex.


Veon menganggukkan kepalanya, “baiklah, aku ucapkan terima kasih. Jika bukan karena bantuan kalian berdua, mungkin aku dan Zaki tidak akan secepat ini menyelesaikan semua kekacauan ini.”


“Sama-sama, itulah gunanya adik ipar, yang harus selalu membantu kakak iparnya jika sedang dalam masalah,” ucap Alex sambil menatap Zaki yang sejak tadi masih menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Zaki merasa, apa yang dikatakan Alex mengandung sindiran keras untuknya. Pria itu lalu beranjak dari duduknya, “kalau begitu, mari...saya akan mengantar anda sampai di luar,” ucapnya sambil menatap Alex dan Betrand.


Betrand menganggukkan kepalanya. Mereka lalu saling berjabat tangan, setelah itu mereka keluar dari ruangan Veon. Zaki meminta Betrand untuk pergi terlebih dahulu, karena ada yang ingin Zaki bicarakan berdua dengan Alex.


“Kalau begitu aku akan menunggumu di mobil.” Alex menganggukkan kepalanya, Betrand lalu melangkahkan kakinya menuju lift.


“Apa yang ingin kamu bicarakan?”


“Lebih baik, kita bicara di tempat lain.”


Zaki mengajak Alex menuju ruangannya, ruangan itu terletak di sebelah ruangan Veon. Mereka duduk saling berhadapan.


“Aku tidak mempunyai banyak waktu, karena saat ini Chelsea juga tengah menunggu ku di rumah. Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Alex melipat kedua lengannya di dada, dia pun menyilangkan salah satu kakinya. Aura angkuhnya kembali terlihat, dia tidak ingin sampai Zaki menganggapnya remeh, karena sampai kapanpun, Alex akan tetap menganggap Zaki sebagai saingannya.


Zaki menghela nafas panjang, sebenarnya dia enggan duduk dalam satu ruangan yang hanya ada dirinya dan juga Alex, dia merasa sangat sesak di dadanya. Tapi, dia tidak mempunyai pilihan lain. Dia ingin menyelesaikan kesalahpahaman antara dirinya dan juga Alex.


“Dan lebih menyakitkan lagi, saat kamu melihat orang yang kamu cintai itu mau kembali kepada pria yang sudah menghancurkan hidupnya dan merendahkan harga dirinya. Jujur, aku tidak terima dengan keputusan Chelsea waktu itu. Tapi, selama ini aku sudah mencoba untuk merenung dan berusaha untuk mengikhlaskan semuanya. Aku menganggap, jika Chelsea memang tidak ditakdirkan untuk bersama denganku.”


Alex mengernyitkan dahinya, “tapi, kenapa kamu mengatakan ini sama aku setelah sekian lama? Aku dan Chelsea sudah menikah selama hampir 3 tahun, dan selama itu, apa kamu masih menyimpan perasaan untuknya?” tanyanya penasaran.


Zaki menganggukkan kepalanya, “aku tidak akan membohongi diriku sendiri, sampai sekarangpun aku masih mencintainya, tapi...”


Alex bahkan sudah mengepalkan kedua tangannya saat mendengar apa yang dikatakan Zaki. Dia bahkan sudah hampir beranjak dari duduknya, tapi dia mengurungkan niatnya, setelah mendengar apa yang dikatakan Zaki selanjutnya.


“Tapi...tapi aku sudah sadar, jika yang dicintai Chelsea sekarang bukan lagi aku, tapi kamu. Aku bahkan bisa melihat di kedua mata Chelsea, hanya ada bayang-bayangmu di kedua mata itu. Cinta yang dulu hanya untukku, kini sudah tidak ada, yang ada hanyalah cinta untuk kamu, suaminya.”


Zaki lalu mengulurkan tangannya, “aku sungguh-sungguh ingin meminta maaf sama kamu. Tapi, semua terserah sama kamu, kamu mau memaafkan aku atau tidak, tapi aku benar-benar tulus ingin minta maaf sama kamu.”

__ADS_1


Alex masih mengernyitkan dahinya, dia hanya menatap uluran tangan Zaki, tanpa membalas uluran tangan itu, “apa ini hanya akal-akalan kamu, agar aku bisa kamu tipu?” pria itu lalu tersenyum sinis, “jika itu niat kamu, maka rencana yang kamu susun salah, karena aku tidak akan masuk ke dalam perangkapmu.”


Zaki masih tetap bertahan dengan posisinya saat ini, dia masih membiarkan tangannya menggantung sambil menjulur ke arah Alex, dia lalu menggelengkan kepalanya, “aku sama sekali tidak sedang menyusun rencana apapun. Aku benar-benar tulus ingin meminta maaf, aku juga mendoakan, agar kamu dan Chelsea, bisa hidup bahagia selamanya. Semoga kalian cepat diberikan momongan, karena aku tahu, selama ini Chelsea sangat ingin mempunyai anak darimu.”


“Apa kamu sekarang ingin menghinaku? Apa kamu ingin mengolok-olok kekurangan aku?” tanya Alex geram.


Zaki mengernyitkan dahinya, kali ini dia sudah merasa tangannya begitu pegal, jadi dia menurunkan tangannya, “apa maksud kamu? Kenapa aku harus menghina dan mengejek mu? Aku sedang mendoakan kamu dan Chelsea agar segera diberikan momongan, karena Chelsea sangat menginginkan itu?”


“Karena ucapan kamu itu sangat menyinggungku. Dengan tidak sengaja, kata-kata kamu itu begitu menusuk, seakan menghina kekuranganku!”


“Kekurangan? apa maksud kamu? Jangan bilang kamu tidak bisa memberikan anak untuk Chelsea?”


Alex mengepalkan kedua tangannya, dia hampir saja mengatakan semuanya kepada Zaki. Pria itu lalu beranjak dari duduknya, “sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, jadi aku permisi.”


Zaki menarik tangan Alex, saat pria itu hendak keluar dari ruangannya, “apa yang kamu sembunyikan dari Chelsea, katakan!”


Alex menghempaskan tangan Zaki, “kamu itu hanya orang luar, jadi kamu tidak perlu ikut campur urusan aku dengan Chelsea!”


“Jika ini menyangkut kebahagiaan Chelsea, aku akan ikut campur, karena aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya lagi!” Zaki menarik kerah kemeja Alex, “apa yang aku pikirkan benar, kamu tidak bisa...”


Alex mendorong tubuh Zaki, hingga pria itu terjatuh, “sudah aku bilang! Jangan ikut campur urusan aku sama Chelsea!” pria itu lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arah Zaki yang masih diam, “kalau sampai kamu bicara macam-macam sama Chelsea, maka aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang!” ancamnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Zaki.


~oOo~



__ADS_1


__ADS_2