
Dion dan Vera keluar dari kamar untuk menemui Tantri. Veon yang berada dalam gendongan Vera dipeluknya dengan sangat erat. Vera benar-benar takut Tantri akan merebut Veon darinya.
Tantri terkejut melihat Vera yang sedang berjalan bersama Dion dan mengendong Veon..
"Dion! kenapa Vera ada disini?" tanya Tantri terkejut.
"Karena sekarang Vera adalah istriku.." jawab Dion.
"Apa! istri! jadi kamu dan Vera sudah menikah?" tanya Tantri terkejut.
"Iya, kita sudah menikah.." jawab Dion.
Tantri merasa sangat marah, orang yang sangat dicintainya akhirnya menikah dengan pujaan hatinya.
"Hebat kamu ya Ver, sekarang kamu pasti bahagia banget, kamu sudah menghancurkan pernikahan aku dan sekarang kamu merebut Dion dari aku!" seru Tantri marah.
"Vera nggak menghancurkan pernikahan kamu, karena sejak awal pernikahan itu bagiku tidak pernah ada, aku nggak pernah menganggap kamu sebagai istri aku," ucap Dion tidak terima istrinya di salahkan oleh Tantri.
"Karena Vera lah kamu nggak mau menerima aku dan karena Vera lah kamu menceraikan aku, cintamu yang begitu besar kepada Vera yang membuatku menderita, cintamu telah membuatmu buta hingga kamu nggak bisa melihat betapa aku sangat mencintaimu, kamu kejam Dion!" teriak Tantri emosi.
Suasana yang semula tenang kini telah berubah menjadi menegangkan, suasana hati Tantri yang dipenuhi kebencian terhadap Vera kini meluap.
"Tan..aku nggak pernah merebut Dion dari kamu, justru kamu lah yang telah merebut Dion dari aku, kamu menusukku dari belakang, kamu gunakan cara licik untuk mendapatkan Dion, padahal kamu tau kalau Dion itu cinta mati sama aku, tapi kenapa kamu nekat melakukan itu?" tanya Vera geram.
"Karena cintaku kepada Dion begitu besar aku akan lakukan segala cara untuk mendapatkannya.." ucap Tantri.
"Tapi sekarang apa yang kamu dapatkan, kamu malah kehilangan Dion, karena Dion nggak pernah mencintai kamu, cinta itu tidak bisa dipaksakan.." ucap Vera.
Dion yang melihat pertengkaran diantara Vera dan Tantri akhirnya menyela pembicaraan mereka. Dion tidak mau Tantri nanti akhirnya murka dan menyakiti Vera.
"Tan cukup! hubungan diantara kita sudah berakhir dan kamu juga sudah tau kalau aku nggak pernah sekalipun mencintai kamu," ucap Dion.
"Semudah itu kamu melupakan hari-hari yang telah kita lalui bersama, apa kamu lupa kamu dan aku mempunyai seorang anak? jadi kamu akan terus bertemu denganku.." ucap Tantri.
"Kamu nggak berhak atas Veon, kamu sudah meninggalkannya.." ucap Vera sambil memeluk erat Veon.
"Aku yang melahirkannya, aku berhak atas anak aku.." ucap Tantri.
Veon mencium kedua pipi Vera. Veon tidak suka melihat Mamanya bersedih.
"Mama jangan sedih, Veon janji akan jadi anak yang baik.." ucap Veon sambil memeluk Vera.
__ADS_1
Tantri yang melihat kedekatan Vera dan anaknya merasa tidak senang.
"Veon sayang, ini Mama sayang, Mama kangen banget sama Veon.." ucap Tantri sambil mendekati Vera.
"Ma..tante itu siapa?" tanya Veon takut.
"Sayang, ini Mama sayang, Mama kandung Veon.." ucap Tantri lalu menyentuh tangan Veon.
"Nggak! Mama Veon cuma Mama Vera.." ucap Veon sambil memeluk erat Vera.
Dion yang melihat ketakutan di wajah anaknya akhirnya menarik tangan Tantri.
"Dion lepasin aku!" seru Tantri.
"Apa kamu nggak bisa melihat ketakutan di wajah Veon? kalau cara kamu kayak gini Veon akan semakin takut sama kamu," ucap Dion marah.
"Kenapa Veon takut sama aku? aku ini ibu kandungnya, tapi kenapa Veon malah lebih sayang sama Vera?" tanya Tantri emosi.
"Itu karena Vera mencurahkan semua kasih sayangnya kepada Veon, nggak kayak kamu yang egois dan meninggalkan Veon disaat dia sangat membutuhkan kasih sayangmu." ucap Dion.
"Sudah sudah..kalian jangan bertengkar lagi, biar Mama yang menjelaskan semuanya kepada Veon.." ucap Serly.
"Kalau kamu nggak bisa tenang, aku nggak akan membiarkan kamu bertemu dengan Veon.." ancam Dion lalu melangkah menghampiri Vera.
"Sayang, kamu nggak usah takut, aku nggak akan membiarkan Tantri membawa Veon pergi.." ucap Dion sambil mengecup kening Vera.
Tantri merasa sangat emosi melihat kemesraan Dion dan Vera, selama ini Dion tidak pernah memperlakukannya seromantis itu.
"Veon sayang, sini sama Oma.." ucap Serly sambil mengendong Veon.
"Oma..tante itu jahat, tante itu sudah membuat Mama sedih," ucap Veon sambil menatap Tantri.
"Veon nggak boleh bilang kayak gitu..Ok.." ucap Serly.
"Tapi kenapa Oma?" tanya Veon.
"Karena tante itu adalah Mama kandung Veon, namanya Mama Tantri. Veon maukan memanggilnya Mama?" bujuk Serly.
"Mama Veon cuma Mama Vera."
"Oma tau Veon sayang sama Mama Vera, tapi Mama Tantri juga Mamanya Veon. Veon harus menyayanginya juga.." ucap Serly.
__ADS_1
"Tapi tante itu jahat."
"Sayang dengerin Mama, Veon nggak boleh bicara seperti itu lagi, Veon anak yang baikkan?" bujuk Vera.
"Baik Ma."
"Sekarang Veon temui Mama Tantri dan cium tangannya.." ucap Serly.
"Tapi Veon maunya sama Mama Vera."
"Ya sudah sini Mama temani," ucap Vera.
Vera mengandeng tangan Veon dan berjalan menghampiri Tantri.
"Sayang..Mama sangat merindukan kamu sayang, maafin Mama karena sudah meninggalkan kamu.." ucap Tantri sambil memeluk Veon.
"Veon nggak suka tante bicara kasar lagi sama Mama.." ucap Veon.
"Dia bukan Mama kamu sayang, akulah Mama kamu.." ucap Tantri.
"Nggak! Mama Veon cuma Mama Vera!" teriak Veon sambil memeluk Vera.
Hati Tantri terasa sangat sakit, anak kandungnya tidak mengakuinya sebagai ibunya.
"Tan..aku harap kamu bisa bersabar, Veon butuh waktu untuk bisa menerima kamu.." ucap Vera.
"Apa yang kamu lakukan sama anak aku? apa kamu mencuci otaknya agar Veon nggak mau bersama aku?" tuduh Tantri.
"Jaga mulut kamu ya Tan, Vera nggak pernah mencuci otak Veon, bahkan sejak pertama kali Vera bertemu sama Veon, Vera tidak tau kalau Veon itu anak kamu sama Dion.." ucap Mila.
"Mana mungkin Vera tidak tau kalau Veon anak aku sama Dion, padahal wajah Veon begitu mirip sama Dion," ucap Tantri tidak percaya.
Dion yang sudah tidak bisa lagi menahan emosi akhirnya membawa Vera dan Veon pergi..
"Kamu mau membawa anak aku kemana?" teriak Tantri.
"Kalau kamu masih nggak bisa menjaga omongan mu, aku akan membawa Veon pergi dan tak akan aku biarkan kamu bertemu dengannya lagi," ancam Dion.
"Sayang..kamu harus bisa menahan emosi kamu, kita selesaikan ini dengan baik-baik.." pinta Vera.
"Iya Dion, kalau kamu seperti ini apa kamu nggak kasian sama Vera dan Veon.." ucap Santo.
__ADS_1
"Dan kamu Tan, dari tadi Om hanya diam saja mendengar ocehan kamu, kalau kamu masih ingin bertemu dengan Veon kamu harus bisa menjaga sikap kamu, kamu sekarang hanya tamu disini sedangkan Vera adalah menantu di rumah ini.." ucap Santo tegas.
¤¤¤¤